Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

1 PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-12: MENGATASI HAMBATAN DALAM SUATU ORGANISASI Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "1 PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-12: MENGATASI HAMBATAN DALAM SUATU ORGANISASI Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta."— Transcript presentasi:

1 1 PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-12: MENGATASI HAMBATAN DALAM SUATU ORGANISASI Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

2 2 1 ). Teman kerja yang menyebalkan, pemalas, suka memfitnah, dsb. 2). Boss yang terlalu menuntut, tidak mau tahu situasi bawahan, punya anak emas, terlalu permisif, tidak bisa menjadi model perilaku yang baik, terlalu pelit, lakukan pelecehan seksual, suka menyalah-nyalahkan, selalu menang /benar sedangkan karyawan harus selalu kalah / salah, suka mem-PHK sewenang-wenang 3). Citra organisasi buruk, produk tidak mutu dan harga mahal, tidak ada garansi, visi & misi jelas, gaji rendah, tidak ada promosi, turn over tinggi, karyawan tidak puas. Apa saja hambatan2 dalam organisasi?

3 3 * Bila percaya diri tapi tidak konsekuen – segera lakukan perubahan (mengubah karyawan, bukan dirinya), terapkan reward & punishment dengan tegas (sewenang-wenang), jalankan organisasi dengan licik & otoriter * Bila percaya diri tapi konsekuen – segera lakukan perubahan dengan jadi model yang baik, selalu diantara anak buah (tidak meninggalkan organisasi), mau menerima masukan dari karyawan, mau perjuangkan nasib karyawan, persiapkan pemimpin pengganti, jalankan organisasi dengan cerdik, tidak korupsi * Bila penakut – kalah / patuh oleh karyawan pembisik, hanya jadi pemimpin boneka saja, jalankan organisasi menurt arahan pembisik. Apa yang harus dilakukan? - Boss

4 4 1). Exit dari organisasi 2). Tetap berada dalam organisasi, tetapi berbeda nuansa: a). Voice b). Loyalty c). Neglect d). Adaptation & inovatif Apa yg bisa dilakukan? - Karyawan

5 5 1). Exit = keluar organisasi, perlu: * Persiapan matang, agar tidak terjadi impulsive exit (memPHK diri sendiri karena emosi). * Cenderung lebih terjadi pada karyawan laki-laki, muda usia, berpendidikan tinggi, di kota – karena informasinya lebih luas. * Cenderung terjadi bila angka pengangguran makro rendah, sehingga tawaran lowongan kerja banyak. Apa yg bisa dilakukan? - Karyawan

6 6 2a). Voice = diskusi dg pimpinan agar ada prubahan yang signifikan demi perbaikan organisasi. * butuh kemampuan negosiasi tinggi, * punya bekal memadai untuk hadapi pimpinan, * sense of belonging terhadap organisasi tinggi. * cenderung menyuruh pimpin berubah sedang dirinya tidak (pimpinan = sumber masalah). Apa yg bisa dilakukan? - Karyawan

7 7 2b). Loyalty = tetap setia * do nothing, * konformis dengan karyawan lain. * berharap ada perubahan, * melatih individu untuk learned self- helplessness (rasa tidak berdaya yang merupakan hasil belajar). * hidupnya pasif. Apa yg bisa dilakukan? - Karyawan

8 8 2c). Neglect = tetap berada di organisasi, tapi tidak peduli pd organisasi, * low motivation sbg bentuk protes, * mungkin merusak/mengejek organisasi, * melatih indv untuk learned self-helplessness (rasa tidak berdaya merupakan hasil belajar). * mungkin korupsi & tidak merasa bersalah. * individu kurang matang Apa yg bisa dilakukan? - Karyawan

9 9 2d). Adaptation & inovatif * mengubah diri agar sesuai dg lingkungan dengan cara memanfaatkan lingkungan untuk kepentingan diri sendiri & lingkungan sosial, * tidak mau (takut?) konfrontasi dengan pimpinan / lingkungan sosial, * mungkin akan berjuang sendiri karena berani berbeda dengan orang lain yang cenderung menyumpahi organisasi (tidak mau kompromi) * terjadi pada individu dengan motivasi internal tinggi, * mungkin leadershipnya tidak kuat. Apa yg bisa dilakukan? - Karyawan

10 10 Hambatan pada organisasi akan tetap ada, tidak peduli orang-orang mempersepsikan hambatan itu sebagai positif / negatif. Tidak peduli persepsi karyawan terhadap perubahan (positif / negatif), penolakan terhadap perubahan akan tetap selalu ada. Oleh karena itu perlu dipersiapkan dg segera hal2: * identifikasi hal2 yang berpotensi menjadi hambatan organisasi * atasi (antisipasi) hambatan organisasi. * atasi (antisipasi) penolakan terhadap perubahan pada karyawan & organisasi. * solusi alternatif untuk atas hambatan & perubahan Perlu disadari bahwa

11 11 Satu kantung kertas berisi beberapa benda seperti: * paper clips * sedotan minuman * tape / isolasi * kertas warna-warni yang baisa untuk origami. * karet gelang Tugas: Peserta diminta membuat suatu produk dari organisasi tempat mereka berkarya. Apa simulasi yang relevan?

12 12 Schmidt, S. A. & Sujansky, J. G. (1999). Training games for managing change. New York: McGraw-Hill. * No. 28. Obstacle Illusion, p Shinta, A. (2012). Kerja adalah ibadah? Lomba menulis, penyelenggara: Globethics.net Indonesia dan ICRS Yogyakarta, 15 April. Apa saja referensinya?


Download ppt "1 PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-12: MENGATASI HAMBATAN DALAM SUATU ORGANISASI Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google