Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

METODOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah Ke-3 IDENTIFIKASI & PERUMUSAN MASALAH, PENULISAN JUDUL & TUJUAN PENELITIAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "METODOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah Ke-3 IDENTIFIKASI & PERUMUSAN MASALAH, PENULISAN JUDUL & TUJUAN PENELITIAN."— Transcript presentasi:

1 METODOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah Ke-3 IDENTIFIKASI & PERUMUSAN MASALAH, PENULISAN JUDUL & TUJUAN PENELITIAN Burhanuddin Masyud

2 Uraian Materi Kuliah 1. Pengertian Masalah Penelitian & Tujuan Perumusan Masalah Penelitian 2. Sumber Masalah Penelitian 3. Kepentingan identifikasi & perumusan masalah penelitian. 4. Kriteria rumusan masalah penelitian yang baik. 5. Pertimbangan dalam Pemilihan Masalah Penelitian 6. Langkah-langkah identifikasi dan perumusan masalah penelitian 7. Bentuk Rumusan Masalah dan Penulisan Judul Penelitian 8. Teknik Pembatasan Masalah Penelitian 9. Penulisan Tujuan Penelitian

3 Kerangka Kerja Ilmiah  Penelitian Masalah ? Identifikasi & Permusan Masalah Rumusan Masalah Nalar & Pengalaman Teori & Hasil Penelitian Terdahulu Hipotesis DATA Experimen/Su rvei/Observasi Hipotesis Diterima ? Tidak Ya Pengujian Hipotesis Tahap ITahap II Tahap III

4 Langkah Penelitian 1. Memilih Masalah 2. Studi Pendahuluan 3. Merumuskan Masalah 4. Merumuskan Anggapan Dasar/Landasan Teori 4a.. Merumuskan Hipotesis 5. Memilih Pendekatan 6a. Menentukan Variabel6b. Menentukan Sumber Data 7. Menentukan & Menyusun Instrumen 8. Mengumpulkan Data 9. Analisis Data 10. Menarik Kesimpulan 12. Presentasi & Diseminasi Report Hasil Penelitian 11. Menyusun Laporan

5 1. Pengertian Masalah Penelitian Masalah = problem : gab/kesenjangan antara teori & praktek, antara harapan & kenyataan, antara idealita dan realita. B Kondisi yg diinginkan B’ Sasaran A Kondisi saat ini (Fakta) C Waktu Masalah yg timbul krn dari A kita ingin ke B Luasan Masalah; Luasan upaya pencapaian sasaran Gap/Perbedaan/ Kesenjangan

6 Dalam kerangka Penelitian  “Permasalahan Penelitian (Research Problem)” : rumusan kalimat interogatif (penyelidikan) ttg hubungan antara dua atau lebih variabel yg belum terjawabkan dengan teori atau penelitian yang ada” Masalah dapat timbul karena : 1. Adanya tantangan 2. Adanya kesangsian/kebingungan 3. Adanya kemenduaan/ambiguity arti 4. Adanya halangan/rintangan 5. Adanya gap/celah antar kegiatan

7 Ibarat  Seluruh parasut adalah Bidang/Tajuk kajian Keempat aspek adalah 4 sudut Bidang/Tajuk kajian yang satu dengan yang lain diikat dgn tali parasut Tempat bergantungnya keselamatan Penerjun yang diibaratkan tajuk kajian PP = Pertanyaan Penelitian MP = Masalah Penelitian TP = Tujuan penelitian GP = Kegunaan Penelitian Tajuk/Topik Penelitian Bidang Kajian/Riset PP, MP, TP, GP

8 Tujuan Pemilihan/Perumusan Masalah  Pemuasan akademis  Pemuasan rasa ingin tahu, minat sendiri  Meletakkan dasar utk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya, ataupun dasar penelitian selanjutnya  Memenuhi keinginan/kepentingan sosial  Menyediakan sesuatu yang bermanfaat  Evaluasi, masukan bagi pengambilan keputusan pemecahan masalah, kebijakan dll

9 2. Sumber Masalah -- Dari mana Masalah dapat Diperoleh 1. Kepustakaan ; tulisan, laporan, jurnal ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dll 2. Forum ilmiah: seminar, lokakarya, diskusi, kuliah, dll 3. Pakar di bidangnya atau pelaksana di suatu instansi/lembaga/perusahaan 4. Diri sendiri : sesuai pengetahuan & pengalaman sendiri, minat & Keingintahuan sendiri 5. Lain-lain: isu-isu, fakta/fenomena alam ataupun sosekbud di lapang

10 3. Kepentingan Perumusan Masalah 1. Langkah awal utk menyusun mata rantai metodologik/langkah selanjutnya dlm penelitian 2. Memperkirakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan 3. Untuk mengkonfirmasikan (mencek) ketepatan judul dan tujuan penelitian 4. Mengetahui bobot dan orisionalitas kegiatan penelitian yang dilakukan.

11 4. Kriteria Rumusan Masalah Yang Baik 4. Kriteria Rumusan Masalah Yang Baik 1. Substansi (isi): a. Bobot/nilai kegunaannya, hal yang penting (teoritik, metodologik, aplikatif). b. Orisionalitas: bukan pengulangan, bukan hal yang sudah dikaji, tetapi sesuatu yang baru (novelty) 2. Formulasi : (a) berupa pertanyaan2, (b) kalimat hubungan antara dua atau lebih variabel 3. Teknis Fisibel: layak dilaksanakan ditinjau dari pelaksana (kemampuan pengetahuan & skill), metodologi (cara/teknik pengumpulan & pengolahan data); fasilitas (ketersediaan waktu, biaya, sarana/prasarana) 4. Tidak bertentangan dengan etika & norma

12 5. Pertimbangan dalam Pemilihan Masalah Penelitian 1. Harus dekat/di sekitar kita  sesuai pengalaman/pengetahuan; jangan di luar jangkauan 2. Paling menarik perhatian 3. Harus terpusat pada satu aspek terbatas; hindari masalah yang butuh informasi beragam 4. Harus punya data/fakta obyektif, bukan subyektif 5. Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya 6. Harus punya sumber acuan atau bahan kepustakaan

13 6. Langkah Perumusan Masalah Penelitian Ada 4 langkah penting : Ada 4 langkah penting : 1. Pilih masalah a. buat daftar masalah b. teliti masalah  - apakah cukup penting, - apakah cukup penting, - baru/lama (metodenya) - baru/lama (metodenya) - Menarik / tidak - Menarik / tidak - Terbatas / luas - Terbatas / luas - Data dapat diperoleh/tidak - Data dapat diperoleh/tidak - Tenaga & fasilitasnya ? - Tenaga & fasilitasnya ? - Teknis pelaksanaannya: layak/tidak - Teknis pelaksanaannya: layak/tidak

14 2. Dalami Masalah: Mencari seluk-beluk masalah dari berbagai sumber; studi pustaka (state of the art) dari berbagai tulisan (terutama jurnal ilmiah, buku teks) 3. Rumuskan Masalah a. Tulis judul masalah (judul penelitian) b. Tulis alasan, argumentasi ttg urgensi/signifikansi penelitian (latar belakang) & tujuan c. Rumuskan pembatasan/makna istilah pokok, konsep, landasan teori, pengertian (terkait variabel penelitian) d. Tulis pokok pemikiran, asumsi, dalil dalam memecahkan masalah tsb e. Tulis hipotesis (bila diperlukan) 4. Susun kerangka penelitian yang akan dilaksanakan, atau kerangka tulisan

15 Mengolah Issues/Masalah (Ali Rahman 2009)  Kembangkan Kerangka Pemikiran ( menggali berbagai sumber bacaan yg berkenaan dengan issues/masalah dalam berbagai kajian ilmiah: apa bahasa variable yg tepat utk issues ini. Cari pula kemungkinan keterkaitan antara variable serta bentuk keterkaitan tsb)  Kerangka pemikiran boleh menjadi kerangka teori yg didasarkan ramuan penyelidik/peneliti thd kepahamannya terhdp issues ( dlm hal ini sambung menyambungnya suatu hasil bacaan dan temuan yg hendak dicobakan peneliti)  Kerangka pemikiran boleh menjadi kerangka operasional (rancangan atau design yg hendak dikerjakan peneliti utk membuktikan kerangka teorinya)

16 3 tipe kesalahan  Problem resolving = MEMECAHKAN KEMBALI MASALAH – analisis ulang pemecahan masalah, dari masalah yg telah ditetapkan dengan tepat  Problem unsolving = PEMENTAHAN SOLUSI MASALAH – membuang solusi, karena kesalahan penetapan masalah  Problem dissolving = PEMENTAHAN MASALAH – membuang masalah yang ditetapkan secara tidak tepat (solusi belum dijalankan) PS X PS X X P X

17  Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan  Rumusan hendaknya jelas dan padat  Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah  Rumusan masalah sebagai dasar dalam membuat hipotesa 7. Cara Merumuskan Masalah Penelitian

18 8. Bentuk Rumusan Masalah & Penulisan Judul Penelitian Ada 3 bentuk rumusan masalah penelitian yakni deskriptif, komparatif dan asosiatif 1. Rumusan Masalah Deskriptif  berkenaan dg pertanyaan thdp keberadaan variabel mandiri (yang berdiri sendiri), baik satu atau lebih variabel. Berusaha mengetahui sesuatu misalnya ttg apa, bagaimana, sejauh mana, dsb; bersifat deskriptif. Contoh:  Berapa tinggi keanekaragaman biodiversitas di TN Ujung Kulon ?  Seberapa tinggi kepuasan dan apresiasi masyarakat sekitar hutan terhadap program pengelolaan kolaboratif TN Bali Barat ?  Bagaimana kinerja konservasi biodiversitas di BKSDA Jawa Tengah ? Bagaimana Rumusan Judul Penelitian untuk ketiga rumusan masalah di atas ?

19 2. Rumusan Masalah Komparatif  berkenaan dg membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yg berbeda, atau pd waktu yg berbeda; ditinjau persamaan dan perbedaannya. Contoh:  Adakah perbedaan tingkat kepuasan masyarakat di Kabupaten Bogor dan Sukabumi terhadap pengelolaan TN Gunung Halimun Salak ?  Adakah perbedaan kondisi habitat gajah sumatera di TN BBS dan TN Way Kambas ?  Adakah kesamaan persepsi dan sikap masyarakat di Kabupetan Bogor dan Kabupaten Lebak terhadap keberadaan TN Gunung Halimun Salak?  Bagaimana tingkat kekayaan jenis insekta di beberapa tipe ekosistem TN Merubetiri ?

20 3. Rumusan Masalah Asosiatif (Hubungan)  rumusan masalah penelitian yg bersifat menanyakan hubungan antara dua atau lebih variabel (korelasi) Ada 3 bentuk hubungan asosiatif yakni simetris, kausal dan interaktif/resiprocal/timbal balik) a. Hubungan Simetris /sejajar: hubungan dua variabel atau lebih yg munculnya bersamaan; bukan kausalitas, ataupun interaktif/resiprocal Contoh:  Adakah hubungan antara banyaknya semut dg tingkat manisnya buah ?  Adakah hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan sepatu yang dibeli ?  ??? Contoh Judul Penelitin:  Hubungan antara banyaknya semut di pohon dengan tingkat manisnya buah  Hubungan antara banyaknya radio di pedesaan dengan jumlah sepatu yang terjual

21 b. Hubungan Kausal /sebab akibat hubungan yg bersifat sebab akibat; ada variabel independen (bebas/yg mempengaruhi) dan variabel dependen (dipengaruhi). Contoh:  Adakah pengaruh kadar hormon testosteron terhadap libido seksual rusa timor di penangkaran?  Apakah ada hubungan antara kelimpahan tumbuhan pakan terhadap luas home range banteng di TN Baluran ?  Seberapa besar pengaruh promosi terhadap peningkatan jumlah wisatawan asing ke Indonesia ? Contoh Judul Penelitian:  Hubungan kadar hormon testosteron terhadap libido seksual rusa timor di penangkaran  Hubungan kelimpahan tumbuhan pakan dengan luas home range banteng di TN Baluran  Hubungan promosi dengan peningkatan jumlah wisatawan asing ke Indonesia

22 c. Hubungan Interaktif/Resiprocal/timbal balik hubungan yang saling mempengaruhi; disini tidak diketahui mana variabel independen dan variabel dependen. Contoh: –Adakah hubungan antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa Program S2 Profesi KKH ? –Adakah hubungan antara kecerdasaan dan kekayaan seseorang? Contoh judul Penelitian –Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar mahasiswa Program S2 Profesi Tahun 2010 –Hubungan antara kecerdasan dan kekayaan seseorang

23 9. Teknik Pembatasan Masalah Penelitian 1. Dengan cara membuat bagan pembatasan masalah  Pohon Masalah 2. Dengan cara membuat daftar pertanyaan  apa, mengapa, bagaimana, dimana, kapan, siapa

24 Teknik Membuat Pertanyaan Penelitian agar dapat diteliti  Memecah pertanyaan yang umum ke dalam komponennya, dan mendefinisikan konsep yang digunakan  Merubah bentuk pertanyaan menjadi proposisi/dugaan  Mengkaji proposisi/dugaan dlm kaitan dengan kepustakaan (terori)  Memilah proposisi/dugaan yg didukung oleh kepustakaan atau pengamatan langsung (aksioma) dan dugaan yg harus diteliti (postulat) Contoh pertanyaan: Apa efek perubahan iklim pada hutan ? Pertanyaan ini dipecahkan ke dalam komponen konsep: efek pada hutan (apa dan bagaimana) dan perubahan iklim (terkait tipe dan besaran perubahan iklim). Turunan komponen pertanyaan dapat diperoleh dengan mendefinisikan setiap istilah, yaitu “konsep” yang digunakan pada pertanyaan awal  apa yang dimaksud dg efek pada hutan, dan perubahan iklim

25  Research Objectives (Tujuan Riset) adalah apa yang ingin dicapai dari penelitian yang dilakukan (goal of research). Biasanya dinyatakan dalam bentuk: –To explore … mengetahui …….. –To describe … menggambarkan ….. –To determine whether … menentukan …. –To recommend …. Merekomendasikan ….  Coba rumuskan tujuan penelitian !! Identifikasi Research Objectives – Tujuan Penelitian

26 Contoh Rumusan Tujuan Penelitian ? Judul Penelitian: Hubungan kelimpahan tumbuhan pakan dengan luas home range banteng di TN Baluran Tujuan: 1. Mengetahui kelimpahan tumbuhan pakan banteng di TN Baluran 2. Mengetahui luas home range banteng di TN Baluran 3. Menentukan pola hubungan kelimpahan tumbuhan pakan dengan luas home range banteng

27 Merumuskan Judul Penelitian Judul penelitian yang lengkap, mencakup: 1. Sifat dan jenis penelitian 2. Obyek yang diteliti 3. Subyek penelitian 4. Lokasi penelitian 5. Waktu (tahun) terjadinya peristiwa

28 5 hal penting yang terkait dengan perumusan dan penulisan permasalahan penelitian 1. Penegasan judul penelitian – pembatasan masalah penelitian 2. Alasan pemilihan judul: urgensi masalah dan pemecahannya, minat, novelty 3. Permasalahan penelitian – pertanyaan2 atau pernyataan penelitian yg perlu dijawab melalui penelitian - kesimpulan 4. Tujuan Penelitian: rumusan kalimat (pernyataan) yg menunjukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai 5. Kegunaan Hasil Penelitian: kelanjutan dari hasil penelitian (tujuan penelitian)

29 Bagan hubungan antar Problema Penelitian, Tujuan dan Kesimpulan (Arikunto, 2002) Problem Riset Hal yang dipertanyakan Tujuan Penelitian Jawaban yang ingin dicari Kesimpulan Jawaban yang diperoleh

30 Bagan Hubungan antara Problematika, Tujuan, Hipotesis dan Kesimpulan (Arikunto, 2002) Problem Riset Hal yang dipertanyakan Tujuan Penelitian Jawaban yang ingin dicari Hipotesis Dugaan Jawaban Kesimpulan Jawaban yang diperoleh

31 Merumuskan Latar Belakang Penelitian  Mengulas alasan mengapa penelitian itu penting dilakukan  Bangun argumentasi dengan penalaran yang kuat (logis –rasional) terkait masalah/kasus, alasan memilih kasus tersebut untuk diteliti  Tulis rumusan masalah ataupun pendekatan masalah yang digunakan, asumsi dan landasan teori yang diyakini dapat memberikan solusi atas masalah melalui penelitian yg dilakukan dan manfaat hasil penelitian

32 Judul Penelitian: KEANEKARAGAMAN JENIS DAN NILAI EKONOMI SATWA LIAR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI OBAT DI JAWA TENGAH  Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati serta endemisme yang sangat tinggi (Direktorat KKH 2005), namun tingkat keterancaman terhadap kepunahan spesies dan genetik di Indonesia juga sangat tinggi (Direktorat KKH 2006). Penyebab utama keterancaman terhadap bahaya kepunahan spesies adalah kerusakan habitat dan pemanfaatan yang tidak terkendali (McNeely 1992; Noerdjito et al. 2005; Direktorat KKH 2006).  Keanekaragaman hayati potensial sebagai sumber pangan, papan, sandang, obat-obatan serta kebutuhan hidup yang lain (Haeruman 1995; Abdulhadi 2001) yang nilainya mencapai triliunan rupiah dan mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan (BPPT 2006). Lebih dari 6000 jenis tumbuhan dan satwa telah dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia (Abdulhadi dan Kardono 2005; Shiva 1994). 

33  Krisis ekonomi yang melanda Indonesia memaksa semua orang untuk menengok kembali berbagai potensi yang dimilikinya (Subekti dan Mardiastuti 2004). Harga obat-obatan yang tinggi menjadi tidak terjangkau lagi oleh masyarakat yang tingkat daya belinya rendah (Sirait 2001; Subekti dan Mardiastuti 2004). Pengobatan tradisional dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam merupakan pilihan yang diambil oleh sebagian masyarakat untuk menjaga kesehatannya. Selain tumbuh-tumbuhan, masyarakat juga menggunakan beberapa jenis satwa sebagai obat tradisional.  Jawa Tengah mempunyai beberapa tipe hutan dari hutan hujan tropis dataran rendah sampai hutan hujan tropis pegunungan yang merupakan habitat beranekaragam satwa. Penduduknya yang sebagian besar berasal dari suku Jawa terkenal dalam pemakaian obat-obat tradisional. Keanekaragaman jenis satwa liar serta pengetahuan yang dimiliki masyarakat Jawa Tengah tentang penggunaannya sebagai obat merupakan aset yang bernilai strategis untuk pemanfaatan satwa liar sebagai obat.

34  Penelitian dan pustaka keanekaragaman hayati untuk obat sebagian besar tertuju pada tumbuhan, sedangkan penelitian satwa masih sangat sedikit. Masih banyak jenis satwa obat yang belum tergali potensinya secara optimal namun keberadaannya di alam sedang terancam punah. Kehilangan satwa obat berarti kehilangan senjata baru untuk menyembuhkan penyakit dan mencegah kematian (Grifo et al ; Chivian 1997). Di negara-negara maju, satwa obat sudah banyak diteliti dan menghasilkan produk-produk obat modern. Jika kita mau membiayai penelitian untuk pemanfaatan satwa liar secara lestari tentulah Indonesia akan menjadi negara yang terkaya di bumi. Potensi satwa liar obat sangat besar dan memberikan salah satu alasan untuk konservasi biodiversitas.  Untuk dapat melakukan pengelolaan dan pemanfaatan satwa liar secara lestari maka pemanfaatan jenis satwa obat dan nilai ekonominya perlu diketahui untuk menentukan strategi konservasi yang harus diambil.  Penelitian ini bertujuan untuk : mengetahui keanekaragaman jenis satwa liar dan bagian yang digunakan serta cara penggunaannya sebagai obat, menghitung nilai ekonomi satwa liar yang digunakan sebagai obat dan mengetahui jalur pemasarannya serta mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan satwa liar sebagai obat.


Download ppt "METODOLOGI PENELITIAN Program S2 Program Studi KVT Sekolah Pascasarjana IPB Kuliah Ke-3 IDENTIFIKASI & PERUMUSAN MASALAH, PENULISAN JUDUL & TUJUAN PENELITIAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google