Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN KONFLIK, KEKUASAAN & POLITIK

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN KONFLIK, KEKUASAAN & POLITIK"— Transcript presentasi:

1 MANAJEMEN KONFLIK, KEKUASAAN & POLITIK
Manajemen Perubahan dan Budaya MANAJEMEN KONFLIK, KEKUASAAN & POLITIK

2 Pengertian Konflik Konflik menurut Robbins
Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negatif atau akan segera memengaruhi secara negatif pihak lain. Konflik menurut Alabeness Konflik sebagai kondisi yang dipersepsikan ada di antara pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.

3 Pandangan tentang konflik
Pandangan tradisional Pandangan hubungan manusia Pandangan interaksionis

4 Konflik dan Kinerja Organisasi
Tingkat kinerja organisasi Tingkat konflik antarkelompok Tinggi Rendah Situasi II Situasi I Situasi III

5 Tingkat Konflik antar Kelompok Kemungkinan Dampak pada Organisasi
Organisasi Dicirikan Oleh Tingkat kinerja organisasi Situasi I Rendah atau tidak ada Tidak berfungsi (disfungsional) Lambat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, sedikit perubahan, sedikit rangsangan/ide, apatis dan stagnan Rendah Situasi II Optimal Berfungsi (fungsional) Pergerakan positif menuju tujuan, inovatif, dorongan melakukan perubahan, beradaptasi terhadap perubahan lingkungan Tinggi Situasi III Kekacauan, tidak ada kerjasama, tidak ada koordinasi

6 Proses Konflik Tahap I Laten conflic
Saling ketergantungan kerja (interdependence) Perbedaan tujuan dan prioritas Faktor birokrasi Kriteria kinerja yang tidak kompatibel Persaingan untuk sumber daya yang langka Tahap II Perceived Conflict (konflik yang dipersepsikan) Felt Conflict (konflik yang dirasakan) Tahap III Tahap IV Manifest Conflict (konflik yang dimanifestasikan) Perilaku Tahap V Conflict Aftermath Tahap Penyelesaian

7 Strategi Resolusi konflik
Bertindak pada level Sikap dan Individu Proses Perundingan atau negosiasi Rolling atau mentransfer karyawan Bertindak pada level struktur Mengubah tingkat diferensiasi mejadi integrasi untuk memanage masalah perbedaan dalam tujuan subunit Organisasi perlu meningkatkan pengunaan aturan tambahan mereka, tekanan tugas dan mekanisme integrasi Memperjelas tugas antar subunit& menyadari desentralisasi ada pada pihak otoritas.

8 Proses Negosiasi Menurut Robbins, ada 5 tahap proses negosiasi :
Persiapan dan perencanaan Penentuan aturan dasar Klarifikasi dan justifikasi Tawar-menawar dan penyelasaian Penutupan dan implementasi

9 Isu-isu dalam negosiasi
Peran suara hati dan sifat kepribadian dalam negosiasi Perbedaan gender dalam negosiasi Perbedaan kultur dalam negosiasi Negosiasi pihak ketiga Mediator Arbritrator Konsiliator Konsultan

10 Kekuasaan Kekuasaan adalah bagian yang mengisi jalinan kehidupan organisasi. Manajer pada organisasi baik publik ataupun swasta memperoleh dan menggunakan kekuasaan untuk mencapai tujuan, dan banyak kasus untuk memperkuat posisinya sendiri. Menurut Robbins Kekuasaan mengacu pada kemampuan yang dimiliki A untuk mempngaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai dengan keinginan A. Barangkali aspek terpenting dari kekuasaan adalah bahwa hal ini merupakan fungsi ketergantungan. Semakin besar ketergantungan B pada A, semakin besar pula kekuasaan A dalam hubungan tersebut.

11 Kekuasaan Menurut Gareth
Apa itu Kekuasaan Menurut Gareth Kekuasaan adalah legitimasi oleh hukum dan dasar budaya darimana organisasi itu bersumber, hal itu adalah sumber kekuasaan dalam suatu organisasi.

12 Perbedaan kepemimpinan & kekuasaan
Kepemimpinan berfokus pada pengaruh ke bawah kepada para pengikut, meminimalkan pola-pola pengaruh ke samping dan ke atas sedangkan kekuasaan tidak demikian. Kekuasaan cenderung mencakup bidang yang lebih luas dan terfokus pada taktik-taktik untuk memperoleh kepatuhan dari anak buah.

13 Klasifikasi Kekuasaan
Kekuasaan penghargaan / imbalan Kekuasaan koerisif Kekuasaan legitimasi Kekuasaan referen / rujukan Kekuasaan keahlian Kekuasaan Formal Kekuasaan Pribadi

14 Ketergantungan dalam kekuasaan
Nilai Penting Kelangkaan Keadaan yang tak tergantikan

15 Pendekatan Kotigensi pada kekuasaan
Pfreffren secara sederhana menyatakan bahwa kekuasaan muncul dari tempat yang “tepat.” Dia mendefenisikan tempat atau posisi yang tepat dalam organisasi di mana manajer harus: Mengontrol sumber daya seperti anggaran, fasilitias fisik, dan posisi yang dapat digunakan untuk memperkuat hubungan dan dukungan. Mengontrol akses informasi yang ekstensif-mengenai aktivitas organisasi, preferensi atau penilaia pada orang lain, apa yang terjadi, dan mengenai siapa yang melakukannya Otoritas formal

16 Otoritas Formal Penelitian yang menghasilkan kesimpulan kontingensi seperti berikut ini: Semakin besar propesional dari anggota kelompok, semakin besar kekuatan relatif yang dimiliki kekuasaan referen dalam mempengaruhi anggota. Semakin kecil usaha dan minat anggota berkedudukan tinggi untuk mengaloksikan tugas, semakin mungking anggota berkedudukan rendah untuk memperoleh kekuasaan yang relevan dengan tugas ini.

17 Sumber Kekuasaan Otoritas Pengawan pada sumber daya
Pengawan pada informasi Nonsubstabilitas Keterpusatan / sentralisasi Pengawasan pada ketidak pastian Kekuasaan yang tidak mendesak (tambahan) : pengawasan premis pengambilan Keputusan

18 Taktik Kekuasaan Legitimasi, mengandalkan posisi kewenangan seseorang atau menekankan bahwa sebuah permintaan selaras dengan kebijakan atau ketentuan organisasi. Persuasi rasional, menyajikan argumen-argumen yang logis, dan berbagai bukti faktual untuk memperlihatkan bahwa sebuah permintaan itu masuk akal. Seruan inspirasional, mengembangkan komitmen, emosional dengan cara mneyerukan nilai-nilai, kebutuhan, harapan dan aspirasi sebuah sasaran. Konsultasi, meningkatkan motivasi dan dukungan dari pihak yang menjadi sasaran dengan cara melibatkannya dalam memutuskan bagaimana rencana atau perubahan akan dijalankan.

19 Taktik Kekuasaan Tukar pendapat, memberikan imbalan kepada target atau sasaran berupa uang atau penghargaan lain sebagai ganti karena mau menaati suatu permintaan. Seruan pribadi, meminta kepatuhan berdasarkan persahabatan atau kesetiaan. Menyenangkan orang lain, menggunakan rayuan, pujian atau perilaku bersahabat sebelum membuat permintaan. Tekanan, menggunakan peringatan, tuntutan tegas dan ancaman. Koalisi, meminta bantuan orang lain untuk membujuk sasaran atau menggunakan dukungan orang lain sebagai alasan agar sisa saran setuju. Koalisi merupakan suatu klompok informal yang diikat oleh satu isu perjuangan yang sama.

20 Prespektif Politik Kekuasaan dalam Organisasi
Sumber daya. Ada hubungan langsung antara muatan politik dan sebebrapa kritis dan seberapa langka sumber daya. Politik juga akan berkembang bila ada infusi dari sumber daya baru yang “tidak diklaim.” Keputusan. Keputusan yang ambigu, keputusan yang tanpa persetujuan, dan keputusan strategis jangka panjang yang tidak jelas menimbulkan keputusan politik, bukannya keputusan rutin. Tujuan. Bila semakin ambigu dan kompleks, tujuan akan semakin bersifat politis. Teknologi dan lingkungan eksternal. Pada umumnya, bila teknologi internal organisasi semakin kompleks, politik semakin meningkat. Perubahan. Reorganisasi atau perkembangan organisasi (OD) yang terencana bahkan perubahan yang tidak terencana membawa kekuatan eksternal yang akan mendukung manuver politik.

21 Politik Menurut Gareth
Politik organisasi adalah aktivitas yang dilakukan dalam organisasi untuk memperoleh, mengembangkan, dan menggunakan kekuasaan dan sumber daya lain untuk memperoleh hasil yang diinginkan seseorang dalam situasi dimana terdapat ketidakpastian atau ketidaksetujuan mengenai pilihan. Untuk memanage proses perubahan dalam mengatasi konflik individu, subunit dan koalisi selalu terlibat dalam politik organisasi dan perilaku untuk mendorong kekuatan dan pengaruh yang mereka miliki.

22 Politik Menurut Robbins
Perilaku politik didefinisikan sebagai aktifitas yang tidak dianggap sebagai bagian dari peran formal seseorang di dalam organisasi, tetapi yang mempengaruhi, atau berusaha mempengaruhi, distribusi keuntungan dan kerugian dalam organisasi. Hal ini merupakan upaya untuk mempengaruhi tujuan, kriteria atau prses-proses yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

23 Perilaku Politik Perilaku politik yang sah dalam organisasi adalah politik dalam keseharian yang normal/ wajar. Misalnya: menyampaikan keluhan pada atasan sesuai dengan rantai komando membangun koalisi menentang kebijakan atau keputusan organisasi lewat pemogokan atau dengan terlalu berpegang ketat pada ketentuan yang ada menjalin hubungan keluar organisasi melalui kegiatan profesi

24 Perilaku Politik Perilaku politik yang menyimpang dari aturan main yang ditentukan merupakan perilaku politik yang tidak sah (“orang-orang yang bermain api”) Misalnya: sabotase melaporkan kesalahan protes-protes simbolisasi

25 Faktor-faktor yang mempengaruhi Perilaku Politik
Faktor Individu Perilaku Politik Hasil yang menguntungkan Imbalan Faktor-faktor Organisasi Rendah Tinggi Hukuman yang dihindari

26 Tanggapan terhadap politik dalam organisasi
Ada orang yang keterampilan berpolitiknya biasa-biasa saja atau tidak mau bermain politik sehingga hasilnya cenderung negatif. Namun ada orang yang kadangkala memandang politik sebagai peluang sehingga ia berperilaku defensive, yaitu perilaku reaktif dan protektif untuk menghindari disalahkan atau perubahan. Menghindari Aksi : Terlalu tunduk pada aturan Melempat tanggung jawab Membisu Mengulur-ulur waktu Menipu Menghindari dipersalahkan: Memoles Bermain aman Membenarkan Mencari kambing hitam Misrepresentasi Menghindari Perubahan : Pencegahan Perlindungan diri Perilaku defesinve Pengaturan Kesan

27 Pengelolaan atau manajeman kesan dalam politik
Proses yang dengannya individu-individu berupaya mengendalikan kesan yang dibentuk orang lain terhadap diri mereka. Teknik-teknik pengelolaan pesan Keselaran  Pujian Alasan  Sesuatu yang menyenangkan Permintaan maaf  Asosiasi Promosi diri

28 Taktik dalam bermain Politik
Setiap individu dan sub unit dapat menggunakan berbagai taktik politik untuk mendapatkan kekuatan dalam meraih tujuan mereka. Meningkatkan kemutlakan Meningkatkan ketidaktergantikan Meningkatkan Keterpusatan Bergabung dengan manajer yang kuat

29 Taktik dalam bermain Politik
5. Membangun dan mengendalikan koalisi 6. Mempengaruhi pengambilan keputusan 7. Mengendalikan Agenda 8. Membawa ahli dari luar

30 Salah satu dari strategi komprehensif dan relevan bagi manajer modern, dicetus oleh DuBrin. Pengamat pada strategi DuBrin dan strategi lainnya memberi padangan penting terhadap kekuasaan dan politik modern.

31 Mempertahankan aliansi dengan orang-orang berkuasa,
seperti yang ditekankan sebelumnya, formasi koalisi (aliansi) penting bagi akuisi kekuasaan dalam organisasi. Kawan atau lawan Memisahkan dan memerintah, strategi politik dan militer yang sudah sangt dikenal ini juga dapat diaplikasikan dalam akuisisi kekuasaan organisasi modern. Contoh; seorang kepala keaungan berusaha bisa memicu konflik antara bagian penjualan dan produksi dengan harapan agar mendapat anggaran yang lebih dari anggaran terbatas presiden perusahaan tersebut. Manipulasi informasi yang dikelompokan, pentingnya mendapatkan dan menyebarkan informasi. Anggota organisasi, dengan taktik politik yang tajam dn cermat, mengtrol informasi demi mendapatkan kekuasaan. Melakukan pertunjukan kilat, strategi ini berurusan dengan memberikan penampilan terbaik dalam proeyek atau tugas pekerjaan secepat mungkin agar mendapat perhatian.

32 Mengumpulkan dan menggunakan IOU, orang
yang mencari kekuasaan akan memberi banyak bantuan kepeda orang lain dengan harapan orang tersebut akan behutang budi kepadanya dan akan membalas ketiak diminta. Menghindari keterlibatan dengan tegas (Fabianisme), Strategi ini lambat dan mudah-lebih mendekati pendekatan evolusioner daripada revolusioner, misalnya si pencari kekuasaan dengan berlahan tapi pasti menyusup dan memperoleh kepercayaan dan kerjasama dengan orang lain. Menyerang dan menyalahkan orang lain, taktik politis ini membuat orang lain “terlihat buruk” agar si pencari kekuasaan “terlihat lebih baik.” Menyerang dan manyalahakan orang lain adalah upaya untuk menghindari tanggung jawab.

33 Maju satu langkah dalam satu waktu, Strategi ini mengambil langkah dalam satu waktu, bukan memasakan diri mengerjakan seluruh proyek besar atau upaya reorganisasi. Menunggu saat terjadinya krisis, Strategi ini merupakan kebalikan dari “tidak ada kabar baik” sehingga kabar buruk mendapat perhatian. Menerim nasehat dengan hati-hati, Strategi politis ini lebih menitikberatkan pada mempertahakan kekuasaan daripada memperolehnya. Waspada terhadap ketergantungan sumber daya alam, Subunit dan individu yang paling berkuasa adalah mereka yang berkontribusi dengan sumber daya yang bernilai. Mengontrol sumber daya depertemen atau orang lain membutuhkan bergaining power. Semua taktik politis ini adalah bagian dari suatu permainan dan pertempuran dalam organisasi.

34 Politik ada di semua organisasi
Politik ada di semua organisasi. Politik terdiri dari aktifitas yang digunakan untuk memperoleh, mengembangkan, dan menggunakan kekuasaan serta sumber daya lain untuk mendapatkan hasil yang diinginkan seseorang bila terdapat ketidakpastian atau ketidaksepakatan pilihan.

35 Thank you !


Download ppt "MANAJEMEN KONFLIK, KEKUASAAN & POLITIK"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google