Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB 2 Metodologi Metode Sampling Metode Sampling Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Organisasi Lapangan Organisasi Lapangan Etika Wawancara.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB 2 Metodologi Metode Sampling Metode Sampling Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Organisasi Lapangan Organisasi Lapangan Etika Wawancara."— Transcript presentasi:

1 BAB 2 Metodologi Metode Sampling Metode Sampling Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Organisasi Lapangan Organisasi Lapangan Etika Wawancara Etika Wawancara Pembagian Tugas Pembagian Tugas Pemantauan Wawancara Pemantauan Wawancara Nonrespon m Kode Pewawancara Kode Pewawancara 234 Tugas dan Fungsi Petugas Tugas dan Fungsi Petugas

2 100% SDKI 2012 Daftar PSU dibentuk berdasarkan kelompok blok sensus yang berdekatan PSU (primary sampling unit) BS pada PSU terpilih sudah dilengkapi dengan jumlah rumah tangga hasil listing SP2010 Blok Sensus (BS) Daftar rumah tangga biasa hasil pemutakhiran rumah tangga SP2010 pada BS terpilih SDKI12 Rumah Tangga Kerangka Sampel Metode Sampling m 1 1 Buku Pedoman: WUS hal. 5 ; PK hal. 5 ; RP hal. 5

3 100% Catatan: Tahap I dan II dilakukan di BPS Pusat (Subdit Pengembangan Desain Sensus dan Survei). Tahap III dilakukan di BPS Povinsi.. Metode Sampling m Buku Pedoman: WUS hal. 5 ; PK hal. 5 ; RP hal. 5

4 kepala rumah tangga, suami/istri kepala rumah tangga, atau anggota rumah tangga (ART) dewasa lain yang paling mengetahui Daftar SDKI12-RT pada individu yang bersangkutan yang terpilih sebagai responden Daftar: SDKI12-WUS SDKI12- PK SDKI12-RP 100% Metode: wawancara langsung (tatap muka) Metode Pengumpulan Data m Buku Pedoman: WUS hal. 7 ; PK hal. 7 ; RP hal. 7

5 100% SDKI 2012 Organisasi Lapangan m Kepala BPS Provinsi Korlap/Kabidsos Tim Pewawancara 2 Tim Pewawancara 1 Tim Pewawancara n Kepala BPS Kab/Kota Penunjuk Jalan Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

6 Pengawas Editor WUS dan PK Pewawancara WUS-1 Pewawancara WUS-2 Pewawancara PK ( merangkap editor RP ) Pewawancara WUS-4 Pewawancara WUS-3 Editor RP Pewawancara RP 100% Organisasi Lapangan m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

7 Khusus Papua & Pabar Khusus Papua & Pabar 100% SDKI 2012 Organisasi Lapangan m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal Pengawas (merangkap editor PK dan RP) Pengawas (merangkap editor PK dan RP) Editor WUS Pewawancara PK + RP Pewawancara PK + RP Pewawancara WUS-1 Pewawancara WUS-1 Pewawancara WUS-2 Pewawancara WUS-2 3 3

8 Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal  Mengikuti pelatihan  Mengatur urusan teknis/non teknis melalui koordinasi dengan Koordinator Lapangan.  Mengikuti petugas pewawancara (khususnya yang masih baru) mengunjungi rumah tangga terpilih  Membantu pewawancara memahami konsep, cara bertanya, serta pengisian kuesioner.  Mengunjungi beberapa RT terpilih untuk meyakinkan bahwa pewawancara telah mewawancarai rumah tangga dengan lengkap dan benar. Pengawas 1 100% Tugas dan Fungsi Petugas m 1 1

9 Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal  Menemukan dan mengoreksi kesalahan pewawancara  Mengadakan pertemuan dengan anggota tim setiap hari, membahas pekerjaan dan memecahkan masalah  Mengatur kunjungan ke rumah tangga sampel, membagi tugas, memonitor wawancara dan pemeriksaan hasil, serta mengadakan evaluasi harian  Memelihara kekompakan tim Pengawas 2 100% Tugas dan Fungsi Petugas m 2 2

10 Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal  Mengikuti pelatihan  Memeriksa isian kuesioner  Memperbaiki cara pengisian yang salah  Meminta pewawancara untuk memperbaiki isian kuesioner  Meminta pewawancara untuk melakukan kunjungan atau wawancara ulang  Mengumpulkan kuesioner dan mempersiapkan pengirimannya Editor Lapangan 100% Tugas dan Fungsi Petugas m 3 3

11 Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal  Mengikuti pelatihan  Mencari dan menemukan tempat tinggal RT dan responden  Semua pewawancara bertugas sebagai pewawancara RT  Setiap pewawancara mewawancarai responden terpilih dengan daftar yang sesuai dengan kategori responden yang menjadi tanggung jawabnya  Memeriksa isian kuesioner  Melakukan kunjungan ulang  Menyerahkan hasil wawancara di lapangan kepada Editor atau Pengawas. Pewawancara 100% Tugas dan Fungsi Petugas m 4 4

12 KODE PEWAWANCARA : No. Urut Tim: 1, 2, 3, 4, 5 Jabatan Petugas: 1. Pengawas 2. Editor 3. Pewawancara WUS 4. Pewawancara PK 5. Pewawancara RP No. Urut Pewawancara: 1, 2, 3, 4 2 artinya: Pewawancara WUS ke 4 dari TIM No. 2 Contoh: artinya: Pewawancara PK dari TIM No artinya: Pewawancara RP dari TIM No Kode Pewawancara m 1 1

13 KODE EDITOR LAPANGAN : No. Urut Tim: 1, 2, 3, 4, 5 Jabatan Petugas: 1. Pengawas 2. Editor Lapangan 3. Pewawancara WUS 4. Pewawancara PK 5. Pewawancara RP 2 KODE PENGAWAS : No. Urut Tim: 1, 2, 3, 4, 5 Jabatan Petugas: 1. Pengawas 2. Editor Lapangan 3. Pewawancara WUS 4. Pewawancara PK 5. Pewawancara RP 1 Kode Pewawancara m 1 2 2

14 1. Semua petugas mencacah dengan Daftar SDKI12-RT. 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m Tambahan keterangan, lihat Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 11-12

15 Wawancara Daftar SDKI12-WUS, PK, dan RP Pewawancara wanita berwawancara dengan responden wanita. Pewawancara pria berwawancara dengan responden pria. 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m Tambahan keterangan, lihat Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 11-12

16  Bagi tugas secara bijaksana dan tertib  Jangan wawancara modul sebelum wawancara daftar RT dilakukan  Responden yang memenuhi syarat diwawancarai dengan daftar modul  Berkunjung ke satu rumah tangga sekaligus tidak efektif  Strategi pembagian tugas di suatu blok bisa berbeda dengan blok lain.  Editor WUS tidak boleh menjadi pewawancara  Bagi tugas secara bijaksana dan tertib  Jangan wawancara modul sebelum wawancara daftar RT dilakukan  Responden yang memenuhi syarat diwawancarai dengan daftar modul  Berkunjung ke satu rumah tangga sekaligus tidak efektif  Strategi pembagian tugas di suatu blok bisa berbeda dengan blok lain.  Editor WUS tidak boleh menjadi pewawancara Yang Perlu Diperhatikan dalam Pembagian Tugas 100% Pembagian Tugas m Tambahan keterangan, lihat Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 11-12

17  Bekali petugas dengan informasi selengkapnya  Lengkapi catatan dalam daftar DTP  Yakinkan seluruh rumah tangga sudah diwawancarai  Yakinkan pewawancara mengerti setiap instruksi  Patuhi jadwal  Teliti semua hasil kerja editor maupun pewawancara  Bekali petugas dengan informasi selengkapnya  Lengkapi catatan dalam daftar DTP  Yakinkan seluruh rumah tangga sudah diwawancarai  Yakinkan pewawancara mengerti setiap instruksi  Patuhi jadwal  Teliti semua hasil kerja editor maupun pewawancara Yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan Tugas 100% Pembagian Tugas m Tambahan keterangan, lihat Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 11-12

18 Bersifat situasional, menurut:  Kondisi lapangan  Penyebaran sampel ruta  Keberadaan responden di rumah  Keamanan  Kemudahan/kesulitan mobilisasi petugas  Kemampuan riil masing-masing petugas Bersifat situasional, menurut:  Kondisi lapangan  Penyebaran sampel ruta  Keberadaan responden di rumah  Keamanan  Kemudahan/kesulitan mobilisasi petugas  Kemampuan riil masing-masing petugas Pembagian Kerja 100% Pembagian Tugas m Tambahan keterangan, lihat Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 11-12

19  25 RT sampel dibagi habis kepada semua pewawancara.  Semua petugas melakukan wawancara dengan Daftar SDKI12-RT. Bila ditemukan eligible respondent yang sesuai dengan tugasnya, maka langsung melanjutkan wawancara. (Tahap I)  Petugas menyerahkan hasil wawancara Daftar SDKI12-RT kepada Editor/Pengawas.  Pengawas membagi tugas kepada pewawancara lain.  Petugas melakukan wawancara dengan daftar masing- masing. (Tahap II)  Petugas menyerahkan daftar kepada Editor/Pengawas.  25 RT sampel dibagi habis kepada semua pewawancara.  Semua petugas melakukan wawancara dengan Daftar SDKI12-RT. Bila ditemukan eligible respondent yang sesuai dengan tugasnya, maka langsung melanjutkan wawancara. (Tahap I)  Petugas menyerahkan hasil wawancara Daftar SDKI12-RT kepada Editor/Pengawas.  Pengawas membagi tugas kepada pewawancara lain.  Petugas melakukan wawancara dengan daftar masing- masing. (Tahap II)  Petugas menyerahkan daftar kepada Editor/Pengawas. Pembagian Kerja 100% Pembagian Tugas m Tambahan keterangan, lihat Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 11-12

20 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m

21 W1 W2 W3 W4 RP PK Pembagian Tahap I Sketsa Peta Jatah W1 Jatah W2 Jatah W3 Jatah W4 Jatah RP Jatah PK Atur Ulang 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m

22 Contoh: Dalam satu BS diperoleh hasil: 1. Responden WUS = 19 orang 2. Responden PK = 6 orang 3. Responden RP = 7 orang 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m

23 Pembagian Tahap II WUS W1 W2 W3 W4 Sketsa Peta W1W1 W1W1 W2W2 W2W2 W3W3 W3W3 W4W4 W4W4 Atur Ulang 100% Pembagian Tugas m

24 PK Pembagian Tahap II PK PK Sketsa Peta Atur Ulang 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m

25 Pembagian Tahap II RP RP Sketsa Peta Atur Ulang 100% SDKI 2012 Pembagian Tugas m

26  Suasana wawancara  Privasi saat wawancara berlangsung  Kenyamanan responden  Ada tidaknya tekanan dari pewawancara  Kejelasan dalam bertanya  Kepatuhan pada aturan dalam kuesioner, dll  Suasana wawancara  Privasi saat wawancara berlangsung  Kenyamanan responden  Ada tidaknya tekanan dari pewawancara  Kejelasan dalam bertanya  Kepatuhan pada aturan dalam kuesioner, dll Cakupan Peman- tauan Cakupan Peman- tauan 100% SDKI 2012 Pemantauan Wawancara m 1 1 Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 13

27 Pengawas dapat menghadiri bahkan melakukan wawancara langsung dengan responden. Pengawas memeriksa apakah responden sesuai syarat. Periksa hasil pekerjaan editor. 100% SDKI 2012 Pemantauan Wawancara m Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 13

28 Tidak berhasilnya petugas memperoleh keterangan responden, bisa karena  Petugas tidak berhasil menemui responden  Responden menolak diwawancarai Tidak berhasilnya petugas memperoleh keterangan responden, bisa karena  Petugas tidak berhasil menemui responden  Responden menolak diwawancarai 100% Nonrespon m Nonrespon? Gambar: Stuart Miles / FreeDigitalPhotos.net 1 1 Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 14-15

29 Cari informasi dari ART yang lain ataupun dari tetangga. Cari informasi dari ART yang lain ataupun dari tetangga. Pewawancara tidak memutuskan sendiri bahwa responden tidak dapat ditemukan. Pengawaslah yang memutuskannya. Pewawancara tidak memutuskan sendiri bahwa responden tidak dapat ditemukan. Pengawaslah yang memutuskannya. Buat jadwal kunjungan berikutnya dan usahakan menemui responden paling sedikit 3 kali. Buat jadwal kunjungan berikutnya dan usahakan menemui responden paling sedikit 3 kali. Bila pewawancara tidak berhasil menemui responden Bila pewawancara tidak berhasil menemui responden Cara Mengurangi Nonrespon Cara Mengurangi Nonrespon 100% SDKI 2012 Nonrespon m Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 14-15

30 Berikan penjelasan yang cukup kepada responden mengenai survei ini. Berikan penjelasan yang cukup kepada responden mengenai survei ini. Tawarkan kunjungan pada waktu lain, bila saat itu waktu kunjungan memang tidak tepat. Tawarkan kunjungan pada waktu lain, bila saat itu waktu kunjungan memang tidak tepat. Bila responden menolak diwawancarai Bila responden menolak diwawancarai Cara Mengurangi Nonrespon Cara Mengurangi Nonrespon 100% SDKI 2012 Nonrespon m Buku Pedoman Pengawas dan Editor hal 14-15

31 Atur dan sesuaikan waktu kunjungan Atur dan sesuaikan waktu kunjungan Gambar: Nutdanai Apikhomboonwaroot / FreeDigitalPhotos.net 1 1 Hanya pengawas/pemeriksa yang diperkenankan menemani pewawancara Hanya pengawas/pemeriksa yang diperkenankan menemani pewawancara % SDKI 2012 Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

32 100% SDKI 2012 Berpakaian wajar dan sopan, ucapkan salam dan minta izin Berpakaian wajar dan sopan, ucapkan salam dan minta izin Gambar: Suat Eman / FreeDigitalPhotos.net 3 3 Jika suasana kurang tepat, tunda wawancara Jika suasana kurang tepat, tunda wawancara 4 4 Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

33 100% SDKI 2012 Perkenalkan diri, jelaskan maksud kedatangan, tujukkan surat tugas dan tanda pengenal petugas Perkenalkan diri, jelaskan maksud kedatangan, tujukkan surat tugas dan tanda pengenal petugas 5 5 Pastikan mewawancarari responden yang tepat Pastikan mewawancarari responden yang tepat 6 6 Gambar: David Castillo Dominici / FreeDigitalPhotos.net Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

34 100% SDKI 2012 Wawancaralah dalam bahasa Indonesia. Gunakan bahasa daerah tanpa mengubah arti bila responden tidak dapat berbahasa Indonesia. Wawancaralah dalam bahasa Indonesia. Gunakan bahasa daerah tanpa mengubah arti bila responden tidak dapat berbahasa Indonesia. 7 7 Gambar: Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

35 100% SDKI 2012 Jelaskan pentingnya kegiatan survei ini dan yakinkan responden bahwa keterangan yang diberikan akan dirahasiakan. 8 8 Gambar: David Castillo Dominici / FreeDigitalPhotos.net Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

36 100% SDKI 2012 Gunakan kecerdikan, kesabaran dan keramahan selama berwawancara 9 9 Arahkan pembicaraan secara bijaksana ke daftar isian (kuesioner). 10 Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

37 100% Tenang dalam menghadapi suasana yang tidak diinginkan. Jaga ekspresi, jangan terlalu bereaksi atas jawaban responden terutama untuk pertanyaan sensitif. 11 Bersabar terhadap rasa ingin tahu responden dan jawab pertanyaan dengan tepat dan jelas. 12 Etika Wawancara m Gambar: Ambro / FreeDigitalPhotos.net Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal

38 100% SDKI 2012 Selesai wawancara, ucapkan terima kasih dan beritahu tentang kunjungan ulang 13 Etika Wawancara m Buku Pedoman: WUS hal ; PK hal ; RP hal


Download ppt "BAB 2 Metodologi Metode Sampling Metode Sampling Metode Pengumpulan Data Metode Pengumpulan Data Organisasi Lapangan Organisasi Lapangan Etika Wawancara."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google