Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BULETIN TEKNIS NO 8 AKUNTANSI UTANG DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI September 2010.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BULETIN TEKNIS NO 8 AKUNTANSI UTANG DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI September 2010."— Transcript presentasi:

1 BULETIN TEKNIS NO 8 AKUNTANSI UTANG DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI September 2010 TRAINING OF TRAINERS STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN 2010

2 Tujuan Bultek Akuntansi Utang Untuk menjelaskan secara lebih rinci detil pos kewajiban pada neraca yang t.d. akun-akun utang. Penjelasan dimaksud mencakup: 1.Definisi 2.Pengakuan 3.Pengukuran 4.Penyajian dan Pengungkapan 5.Restrukturisasi utang dan penghapusan utang 2

3 KEWAJIBAN Utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah 3

4 KLASIFIKASI KEWAJIBAN  Kewajiban Jangka Pendek  Kewajiban Jangka Panjang 4

5 Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban yang diharapkan dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan, antara lain terdiri dari: 1.Utang kepada Pihak Ketiga 2.Utang Bunga 3.Utang Perhitungan Fihak Ketiga 4.Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 5.Utang Transfer 6.Utang Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 7.Utang Jangka Pendek Lainnya, yang meliputi a.l.: Utang Biaya Pendapatan Diterima Dimuka. 5

6 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Kewajiban yang diharapkan dibayar dalam waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan, antara lain terdiri dari : 1.Utang Luar Negeri 2.Utang Dalam Negeri-Sektor Perbankan 3.Utang Dalam Negeri-Obligasi 4.Utang Pembelian Cicilan 5.Utang Jangka Panjang Lainnya. 6

7 Kewajiban Jangka Pendek 7

8 UTANG KEPADA PIHAK KETIGA Utang kepada Pihak Ketiga berasal dari kontrak atau perolehan barang/jasa yang sampai dengan tanggal pelaporan belum dibayar Utang diakui pada saat: 1.barang yang dibeli sudah diterima, atau 2. jasa/ bagian jasa sudah diserahkan sesuai perjanjian,atau 3. sebagian/seluruh fasilitas atau peralatan tersebut telah diselesaikan sebagaimana dituangkan dalam berita acara kemajuan pekerjaan/serah terima tetapi sampai dengan tanggal pelaporan belum dibayar. Dinilai sebesar yang belum dibayar sesuai kesepakatan atau perjanjian 8

9 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek xxxxxxxxx Utang kepada Pihak Ketigaxxxxxxxx 9

10 UTANG BUNGA Utang Bunga timbul karena pemerintah mempunyai utang jangka pendek yang antara lain berupa SPN, utang jangka panjang yang berupa utang luar negeri, utang obligasi negara, utang jangka panjang sektor perbankan, dan utang jangka panjang lainnya. Commitment fee termasuk dalam kelompok utang bunga Diakui pada setiap akhir periode pelaporan sebagai bagian dari kewajiban yang berkaitan Nilai yang dicantumkan dalam neraca untuk akun ini adalah sebesar kewajiban bunga atau commitment fee yang telah terjadi tetapi belum dibayar oleh pemerintah. 10

11 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek xxxxxxxxx Utang Bungaxxxxxxxx 11

12 UTANG PFK Utang pemerintah kepada pihak lain yang disebabkan kedudukan pemerintah sebagai pemotong pajak atau pungutan lainnya seperti PPh dan Iuran Askes Diakui pada saat dilakukan pemotongan oleh BUN/BUD atas pengeluaran dari kas negara untuk pembayaran tertentu, tetapi demi kepraktisan diakui pada setiap akhir periode pelaporan Nilai yang dicantumkan dalam neraca untuk akun ini adalah sebesar kewajiban PFK yang sudah dipotong tetapi belum dibayar oleh BUN/BUD 12

13 Contoh Jurnal (Pemerintah Pusat) UraianDebetKredit Penerimaan PFKxxxxxxxxx Pengeluaran PFKxxxxxxxx Utang PFKxxxxxxxx 13 Dicatat pada akhir tahun

14 Contoh Jurnal (Pemerintah Daerah) UraianDebetKredit Belanja Pegawaixxxxxxxxx Kasxxxxxxxx Utang PFK- Taspenxxxxxxxx Utang PFK- Askesxxxxxxxx Utang PFK- PPhxxxxxxxx 14 Pada saat pembayaran

15 BAGIAN LANCAR UTANG JANGKA PANJANG Bagian Lancar Utang Jangka Panjang merupakan bagian utang jangka panjang baik pinjaman dari dalam negeri maupun luar negeri yang akan jatuh tempo dan diharapkan akan dibayar dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca. Akun ini diakui pada saat melakukan reklasifikasi pinjaman jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca pada setiap akhir periode akuntansi Nilai yang dicantumkan di neraca untuk bagian lancar utang jangka panjang adalah sebesar jumlah yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal neraca 15

16 Contoh Jurnal (Pemerintah Daerah) UraianDebetKredit Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Jangka Panjang Dana yang harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Panjang

17 Uang Muka dari Kas Umum Negara/Daerah Uang Muka dari Kas Umum Negara/Derah merupakan utang yang timbul akibat bendahara pengeluaran Kementerian/Lembaga/SKPD belum menyetor sisa Uang Persediaan (UP) sampai dengan tanggal neraca Uang muka dari kas negara/daerah diakui pada saat bendahara pengeluaran menerima UP dari Kas Umum Negara/Daerah Nilai yang dicantumkan di neraca adalah sebesar saldo uang muka yang belum disetorkan/dipertanggungjawabkan ke kas negara sampai dengan tanggal neraca. 17

18 Utang Jangka Pendek Lainnya Pendapatan Diterima Dimuka Utang Biaya Kewajiban pada Pihak Lain 18

19 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek xxxxxxxxx Utang Biayaxxxxxxxx 19

20 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 20

21 Utang Luar Negeri Penerimaan Negara baik dalam bentuk devisa atau devisa yang dirupiahkan, rupiah, maupun dalam bentuk barang dan/atau jasa yang diperoleh dari pemberi pinjaman luar negeri yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu Diakui pada saat dana pinjaman diterima dan/atau pada saat kewajiban timbul  tergantung pada jenis penarikan: 1.Pembukaan LC 2.Pembayaran langsung 3.Rekening Khusus 4.Pembiayaan Pendahuluan 21

22 Pembukaan LC Diakui pada saat lender melakukan disbursement kepada bank koresponden untuk membayar LC tersebut. Realisasi disbursement diberitahukan oleh lender kepada borrower dengan dokumen Notice of Disbursement (NOD). 22

23 Pembayaran langsung Diakui pada saat lender melakukan disbursement kepada pihak ketiga (rekanan). Realisasi disbursement diberitahukan oleh lender kepada borrower dengan dokumen Notice of Disbursement (NOD). 23

24 Rekening Khusus Diakui pada saat lender melakukan disbursement ke rekening khusus yang dibuka oleh borrower. Disbursement tersebut diberitahukan oleh lender kepada borrower dengan dokumen Notice of Disbursement (NOD) yang selanjutnya oleh borrower harus diakui sebagai utang. 24

25 Pembiayaan Pendahuluan, Diakui pada saat lender melakukan disbursement ke rekening BUN dan/atau Rekening Kas Negara atau Rekening Penerima Penerusan Pinjaman untuk mengganti (reimburse) pengeluaran yang telah dilakukan. Realisasi disbursement diberitahukan oleh lender kepada borrower dengan dokumen Notice of Disbursement (NOD). 25

26 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang xxxxxxxxx Utang Luar Negerixxxxxxxx 26

27 Utang Dalam Negeri- Sektor Perbankan Utang dalam negeri sektor perbankan merupakan utang jangka panjang yang berasal dari perbankan dan diharapkan akan dibayar lebih dari dua belas bulan setelah tanggal neraca Sepanjang tidak diatur secara khusus dalam perjanjian pinjaman, utang dalam negeri-sektor perbankan diakui pada saat dana diterima di Kas Pemerintah Jumlah yang dicantumkan dalam neraca untuk utang dalam negeri sektor perbankan adalah sebesar jumlah dana yang telah ditarik oleh penerima pinjaman 27

28 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang xxxxxxxxx Utang Dalam Negeri Sektor Perbankanxxxxxxxx 28

29 Utang Obligasi Obligasi Negara adalah salah satu jenis Surat Utang Negara yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan imbalan bunga tetap (fixed rate / FR) atau dengan imbalan bunga secara variabel (variable rate / VR) Utang Obligasi Negara/Daerah diakui pada saat kewajiban timbul yaitu pada saat terjadi transaksi penjualan. Utang Obligasi Negara/Daerah dicatat sebesar nilai nominal/ par, ditambah premium atau dikurangi diskon yang disajikan pada akun terpisah 29

30 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang Premium - Penjualan Surat Utang Obligasi Utang Obligasi Dalam Rupiah

31 Utang Pembelian Cicilan Utang cicilan adalah kewajiban yang timbul karena perolehan barang/jasa pemerintah dilakukan dengan membayar secara angsuran Utang diakui ketika barang yang dibeli telah diserahkan kepada pembeli dan perjanjian utang secara legal telah mengikat para pihak Utang pembelian cicilan dicatat sebesar nilai nominal 31

32 UTANG TRANSFER Transfer adalah penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas pelaporan dari/kepada entitas pelaporan lain, termasuk dana perimbangan dan dana bagi hasil. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus Dana bagi hasil adalah dana bagi hasil dari pemerintah propinsi kepada pemerintah kabupaten/kota dalam wilayahnya dan dari pemerintah kabupaten ke desa dalam wilayahnya. 32

33 Dana Bagi Hasil (DBH) DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah berdasarkan angka prosentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi Utang Transfer DBH dapat terjadi karena: 1.kesalahan tujuan dan/atau jumlah transfer; 2.kekurangan transfer sebagai akibat realisasi penerimaan melebihi proyeksi penerimaan; atau 3.kekurangan transfer sebagai akibat daerah penghasil belum dapat diidentifikasi/diketahui sampai dengan akhir tahun anggaran 33

34 Pengakuan Utang DBH 1.Utang Transfer DBH yang terjadi karena kesalahan tujuan dan/atau jumlah transfer merupakan kewajiban jangka pendek yang harus diakui pada saat kesalahan tersebut diketahui 2.Utang Transfer DBH yang terjadi akibat realisasi penerimaan melebihi proyeksi penerimaan diakui pada saat jumlah definitif diketahui setelah dilakukan rekonsiliasi penerimaan sampai dengan bulan Desember 3.Utang Transfer DBH akibat daerah penghasil belum dapat diidentifikasi/diketahui sampai dengan akhir tahun anggaran diakui pada saat penyusunan laporan keuangan akhir tahun. 34

35 Dana Alokasi Umum Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi Ditetapkan dengan Peraturan Presiden Dalam pelaksanaan pencairan alokasi DAU tersebut, setiap pemerintah daerah menerima pembayaran 1/12 (satu per dua belas) setiap bulan dari total alokasi DAU pemerintah daerah menurut Peraturan Presiden dimaksud. 35

36 Dana Alokasi Khusus Dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Penghitungan alokasi DAK dilakukan melalui 2 (dua) tahapan, yaitu Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK dan Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah 36

37 Pengakuan Utang DAU dan DAK Apabila pada akhir tahun anggaran masih ada jumlah yang belum ditransfer, maka jumlah perbedaan tersebut dapat dicatat sebagai Utang Transfer DAU/DAK oleh Pemerintah Pusat. Utang Transfer DAU/DAK yang terjadi karena kesalahan tujuan dan/atau jumlah transfer merupakan kewajiban jangka pendek yang harus diakui pada saat kesalahan tersebut diketahui. 37

38 Pengukuran Dinilai sebesar jumlah kekurangan transfer 38

39 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Dana yang Harus Disediakan Untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek Utang Dalam Negeri – Utang Transfer

40 KEWAJIBAN PENSIUN Dana Pensiun dibentuk berdasarkan kontribusi pemerintah, sebagai pemberi kerja, dan PNS, sebagai peserta Namun demikian, berdasarkan PP 25 tahun 1981 iuran untuk penyelenggaraan program pensiun dan program Tabungan Hari Tua (THT) hanya disetor oleh peserta masing-masing sebesar 4,75% dan 3,25% dari gaji pokok, sedangkan pemerintah sebagai pemberi kerja belum memenuhi kewajiban kontribusinya 40

41 Sampai saat ini, untuk pensiun pegawai negeri pemerintah menganut sistem pembayaran secara current cost financing atau sering juga disebut dengan istilah pay as you go, yaitu pembayaran pensiun dipenuhi secara langsung oleh pemerintah melalui APBN pada saat pegawai memasuki masa pensiun dengan sistem sharing dengan PT Taspen (Persero). 41

42 Penyajian dan Pengungkapan Saat ini Utang Pensiun hanya diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pengungkapan Utang Pensiun pada CaLK dapat meliputi besaran Utang Pensiun yang dapat diestimasi, sumber perhitungan Utang Pensiun, metode penilaian dan asumsi aktuarial yang digunakan aktuaris, nama aktuaris, dan tanggal laporan aktuaris yang digunakan sebagai dasar pengakuan Utang Pensiun 42

43 Kewajiban Kontinjensi kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu, dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa depan yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah; atau kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena: – tidak terdapat kemungkinan besar (not probable) pemerintah mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomis untuk menyelesaikan kewajibannya; atau – jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal. 43

44 Penyajian dan Pengungkapan Kewajiban kontinjensi tidak disajikan pada neraca pemerintah, namun demikian pemerintah harus mengungkapkan kewajiban kontinjensi pada Catatan atas Laporan Keuangan untuk setiap jenis kewajiban kontinjensi pada tanggal neraca 44

45 RESTRUKTURISASI Kesepakatan antara kreditur dan debitur untuk memodifikasi syarat-syarat perjanjian utang dengan atau tanpa pengurangan jumlah utang dalam bentuk: Pembiayaan kembali yaitu mengganti utang lama termasuk tunggakan dengan utang baru; atau Penjadwalan ulang atau modifikasi persyaratan utang 45

46 Pengakuan dan Pengukuran Restrukturisasi diakui pada saat telah disahkannya perjanjian restrukturisasi antara para pihak, yaitu kreditor dan debitor, dan berlaku terhitung mulai tanggal yang ditetapkan dalam perjanjian. Besarnya utang baru sehubungan dengan restrukturisasi adalah sebesar nilai utang lama ditambah dan/atau dikurangi dengan nilai absolut dari faktor penambah dan/atau pengurang sebagaimana disebutkan dalam perjanjian restrukturisasi 46

47 Penyajian dan Pengungkapan Utang baru yang dihasilkan dari restrukturisasi disajikan di neraca dengan klasifikasi/pos yang sama dengan utang jangka panjang lama yang digantikannya. Restrukturisasi utang tidak dicatat dalam laporan arus kas Informasi terkait restrukturisasi diungkapkan di CALK 47

48 PENGHAPUSAN UTANG Pembatalan secara sukarela tagihan oleh kreditur kepada debitur Diselesaikan melalui penyerahan aset kas maupun nonkas dengan nilai utang di bawah nilai tercatat  Jika dengan aset kas  debitur harus mengurangi nilai tercatat utang ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan sesuai persyaratan baru  Jika dengan aset nonkas  debitur harus melakukan penilaian kembali aset nonkas ke nilai wajarnya kemudian mengurangi nilai tercatat utang ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan sesuai persyaratan baru Penilaian kembali aset akan menghasilkan perbedaan antara nilai wajar dan nilai aset yang dialihkan kepada kreditur 48

49 Contoh Jurnal UraianDebetKredit Utang Luar Negeri Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Utang Luar Negeri

50 TERIMA KASIH 50


Download ppt "BULETIN TEKNIS NO 8 AKUNTANSI UTANG DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN RI September 2010."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google