Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Latar Belakang Masalah Keterampilan sosial sangat diperlukan oleh semua individu baik individu yang normal maupun individu yang memiliki keterbatasan untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Latar Belakang Masalah Keterampilan sosial sangat diperlukan oleh semua individu baik individu yang normal maupun individu yang memiliki keterbatasan untuk."— Transcript presentasi:

1 Latar Belakang Masalah Keterampilan sosial sangat diperlukan oleh semua individu baik individu yang normal maupun individu yang memiliki keterbatasan untuk dapat memenuhi kebutuhan sosialnya. Khususnya individu yang memiliki keterbatasan fisik seperti tuna netra. Mereka pasti membutuhkan keterampilan sosial yang baik meskipun mereka tidak bisa melihat melainkan hanya merasakan lingkungan sosialnya. (Soekini & Suharto, 1977). Permasalahaan yang cenderung dialami penyandang tunanetra adalah karena kurangnya motivasi individu untuk menjalin hubungan dengan orang lain, kehidupan untuk menghadapi lingkungan sosial yang lebih luas atau baru, maupun perasaan rendah diri dan kurangnya dukungan dari masyarakat. ( Somantri, 2006). Oleh karena itu, dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui bagaimana keterampilan sosial pada penyandang tuna netra dalam menghadapi lingkungan masyarakat dimana dia tinggal agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik tanpa adanya rasa rendah diri dengan keterbatasan yang mereka miliki. Pertanyaan dari penelitian ini adalah: 1.Bagaimana gambaran atau ciri-ciri keterampilan sosial pada subjek sebagai penyandang tuna netra? 2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterampilan sosial subjek demikian? 3. Bagaimana cara subjek menerapkan keterampilan sosial sebagai penyandang tuna netra?

2 Dimensi-dimensi keterampilan sosial (Calderella dan Merrel (1997) Peer relation Self management Academic skill Compliance Assertion Dampak Kurangnya Keterampilan Sosial Individu yang sulit menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sosialnya mereka lebih banyak menyendiri dan dapat dihinggapi rasa kesendirian dan kesunyian (Munandar, 2002).

3 Pengertia Tuna Netra Menurut informasi Pelayanan Pendidikan bagi Anak Tunanetra (Anonim, 2006) Tunanetra adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam penglihatan atau tidak berfungsinya indera penglihatan. Penyebab Tuna Netra A. Pre-natal  1. Keturunan  2. Pertumbuhan seorang anak dalam kandungan B. Post-natal  Kerusakan pada mata atau saraf mata pada waktu persalinan, akibat benturan alat-alat atau benda keras.  Pada waktu persalinan, ibu mengalami penyakit gonorrhoe, sehingga baksil gonorrhoe menular pada bayi, yang pada ahkirnya setelah bayi lahir mengalami sakit dan berakibat hilangnya daya penglihatan.  Mengalami penyakit mata yang menyebabkan ketunanetraan,

4 Keterampilan Sosial pada Penyandang Tuna netra Keterampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakin penting dan krusial manakala terjadi pada tunanetra. Sering kali mereka merasa takut untuk masuk dalam lingkungan sosial dimana mereka tinggal dengan keterbatasan yang mereka miliki. Mereka sangat ingin bisa bergabung dalam lingkungan masyarakat seperti orang normal pada umumnya. Maka dari itu, para penyandang tunanetra harus memiliki keterampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari.

5 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbentuk studi kasus yang dilakukan untuk memperoleh pengertian yang mendalam mengenai situasi dan makna sesuatu atau objek yang diteliti, dimana pendekatan ini dilakukan untuk mengembangkan pemahaman dalam mengerti dan menginterpretasi apa yang ada di balik peristiwa, latar belakang pemikiran, yang terlihat di dalamnya, serta bagaimana manusia meletakan makna pada peristiwa yang terjadi tersebut (Sarantakos dalam Poerwandari, 1998).

6 Tujuan yang ingin dicapai adalah pemahaman yang mendalam tentang suatu kasus, atau dapat dikatakan untuk mendapatkan verstehen bukan sekedar erklaren (deskripsi suatu fenomena). Studi kasus mampu mengungkap hal-hal yang spesifik, unik, dan hal-hal yang amat mendetail yang tidak dapat diungkap oleh studi lain. Studi kasus mampu mengungkap makna dibalik fenomena dalam kondisi apa adanya atau natural (Heru Basuki, 2006). Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti memilih menggunakan tipe studi kasus ditujukan untuk memahami secara utuh suatu kasus tanpa harus bermaksud untuk menghasilkan konsep-konsep teori ataupun tanpa upaya menggeneralisasi. Disamping itu masalah ini bersifat khusus (particulary) sehingga tepat apabila diteliti denagn studi kasus. Masalah ini dikatakan bersifat khusus karena keterampilan sosial pada penyandang tunanetra yang satu dengan yang lain dapat berbeda.

7 Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat diketahui bahwa subjek sebagai penyandang tuna netra memiliki keterampilan sosial yang cukup baik, karena dengan keterbatasan yang subjek miliki sama sekali tidak mengganggunya dalam bersosialisasi dengan orang lain dan subjek juga merupakan individu yang mandiri.

8 Kesimpulan dan Saran Bagaimana gambaran atau ciri-ciri keterampilan sosial pada subjek sebagai penyandang tuna netra? Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek, significant other, dan hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat diambil kesimpulan bahwa gambaran keterampilan sosial pada subjek sebagai penyandang tuna netra subjek suka berpartisipasi dalam diskusi, membela teman yang sedang kesulitan, peka terhadap orang lain, sering mengundang teman-temannya ke rumah, menawarkan bantuan, suka berempati kepada orang lain, dan menawarkan bantuan kepada orang lain.

9 Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan keterampilan sosial subjek demikian? Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh subjek, significant other, dan hasil observasi yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat diambil kesimpulan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan subjek memiliki keterampilan sosial yang baik karena keinginan subjek untuk berpartisipasi dalam diskusi dan memiliki empati yang kuat terhadap orang di sekitarnya, serta subjek senang membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan. Selain itu, subjek juga mandiri dalam melakukan semua tugas yang harus diselesaikannya meskipun dengan keterbatasan yang dimilikinya, karena subjek sudah terbiasa melakukannya sejak kecil, juga adanya keinginan subjek untuk mengontrol temperamennya dengan baik, mematuhi peraturan yang ada, dan terlihat dari sosialisasi yang dilakukan oleh subjek dengan orang lain, karena subjek merupakan pribadi yang senang bergaul. Selain itu dalam membantu sesama, subjek juga menyesuaikan dengan kemampuan yang dimilikinya, dan tidak menutup diri dari kritik, karena bagi subjek kritik yang membangun adalah hal yang baik bagi perkembangan kehidupannya.

10 Bagaimana cara subjek sebagai penyandang tuna netra menerapkan keterampilan sosialnya? Berdasarkan hasil wawancara dengan subjek, significant other, dan hasil observasi yang telah dilakukan penulis, maka cara subjek menerapkan keterampilan sosialnya sebagai penyandang tuna netra adalah dengan sering memberikan saran dan masukan dalam rapat organisasi, dengan mengadakan pertemuan dalam suatu reuni kecil, dengan membantu orang lain yang memiliki kesulitan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, dan subjek dapat berkompromi dengan orang lain dengan cara berdiskusi, serta cara subjek untuk dapat melakukan kontak sosial dengan mengenali suara orang lain dan berusaha menghapalnya dan dengan mengetahui siapa orang tersebut, maka subjek dapat menyapanya.


Download ppt "Latar Belakang Masalah Keterampilan sosial sangat diperlukan oleh semua individu baik individu yang normal maupun individu yang memiliki keterbatasan untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google