Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ PADANG, 08 Agustus.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ PADANG, 08 Agustus."— Transcript presentasi:

1 UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ PADANG, 08 Agustus 2012

2 Jika visi anda untuk 1 tahun, tanamlah bunga Jika visi anda untuk 10 tahun, tanamlah pohon Jika visi anda sepanjang masa, tanamlah di hati Ilmu, iman, dan Hikmah ABOUT VISSION Taburlah pemikiran maka Anda akan menuai tindakan; Taburlah tindakan dan Anda akan menuai kebiasaan; Taburlah kebiasaan dan Anda akan menuai karakter; Taburlah karakter dan Anda akan menuai masa depan. MENATA MASA DEPAN

3 MENJAGA HATI BUKABERSIHKANSEHATKANLEMBUTKANTAJAMKAN

4 1.Dari Tidak Mengerti Menjadi sangat Mengerti 2.Dari Tidak Menguasai Menjadi Trampil Dari Ugal-ugalan Menjadi Sopan Dari Ugal-ugalan Menjadi Sopan 1.Dari Tidak Bisa Bergaul Menjadi Presenter 4 BELAJAR ADALAH BERUBAH

5 PRINSIP MENCARI ILMU

6 Kualitas Lulusan Dalam Dunia Kerja 11Berorientasi pada Detail4 12Kepemimpinan Kepercayaan Diri Ramah Sopan Bijaksana Indeks Prestasi (>=3.0) Kreatif Humoris Kemampuan Berwirausaha3.23 1Kemampuan Komunikasi4.69 2Kejujuran/Integritas4.59 3Kemampuan Bekerja Sama4.54 4Kemampuan Interpersonal4.5 5Beretika4.46 6Motivasi/Inisiatif4.42 7Kemampuan Beradaptasi4.41 8Daya Analitik4.36 9Kemampuan Komputer Kemampuan Berorganisasi4.05 Sumber : National Association of Colleges and Employers, USA, 2002 (disurvei dari 457 pimpinan)

7 REUVEN BAR ON IQ rata-rata berpengaruh 6% dalam keberhasilan maksimal 20% EQ INVENTORY INSTITUT TEKNOLOGI CARNEGIE dari orang sukses : 15% sukses karena kemampuan teknis 85% sukses karena faktor-faktor kepribadian DR. ALBERT EDWARD WIGGAM dari 4000 orang yang kehilangan pekerjaan : 400 orang (10%) karena kemampuan teknis 3600 orang (90%) karena faktor-faktor kepribadian Hasil studi D.P. Beach, % orang yang kehilangan pekerjaan atau macet karirnya adalah disebabkan karena tidak memiliki etika kerja yang baik

8 BAGAIMANA MANAJEMEN WAKTU Jika Kita hidup 60 tahun, maka : 1.Tidur 8 jam sehari 2.Nonton TV 2 jam sehari 3.Makan (3 kali) 2 jam sehari 4.Terjebak macet 3 jam sehari 1.Totalnya 20 tahun seumur hidup 2.Totalnya 5 tahun seumur hidup 3.Totalnya 5 tahun seumur hidup 4.Totalnya 7.5 tahun seumur hidup BERAPA WAKTU YANG TERSISA UNTUK IBADAH ?

9 SIAPAKAH TEMAN-TEMAN KITA ?. Teman keempat adalah tubuh kita. Teman keempat adalah tubuh kita. Kita menghabiskan banyak waktu untuk membuatnya kelihatan menarik, tetapi ketika maut menjemput ia tidak akan pernah ikut bersama kita. Teman ketiga adalah harta dan pangkat. Teman ketiga adalah harta dan pangkat. Kita selalu membanggakannya, namun ketika kita mati, semuanya menjadi milik orang lain. Teman kedua adalah keluarga dan sahabat. Teman kedua adalah keluarga dan sahabat. Sedekat apa pun mereka pada kita, paling jauh mereka akan mengantar kita ke pemakaman. Teman pertama adalah jiwa kita. Teman pertama adalah jiwa kita. Sering kita lalai untuk memberi makanan, kesenangan kepadanya dan membersihkannya, tetapi dialah satu-satunya yang mengikuti kita ke mana pun kita pergi. Maka, jaga dan peliharalah dia sebelum terlambat

10 MAU UNTUNG ATAU RUGI

11 Sylvester Stallone. Untuk memasarkan Rocky dia ditolak 1855 kali. 1 Thomas Alfa Edison dalam proses menciptakan bola lampu gagal 9999 kali. “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”. 2 Walt Disney mengajukan proposal “Disneyland” kepada bank-bank di Amerika Serikat ia ditolak sebanyak 302 kali. 3 Sebelum menemukan elemen radium, penelitian Marie Curie gagal sebanyak 48 kali. “Sesungguhnya perlu 100 tahun lagi untuk menemukan elemen ini, dan selama saya masih hidup saya tidak akan menghentikan penyelidikan ini”. 4 MEREKA YANG PENUH PERJUANGAN

12 Minggu ke- Pokok BahasanMateriTujuan Instruksi Umum ( TIU )Tujuan Instruksi Khusus ( TIK ) 1Berfikir berorientasi objek dan Desain berorientasi objek  Pengertian objek  Elemen objek  Konsep Dasar mendesain berorientasi objek.  Memahami dan mengetahui tentang konsep berpikir berorientasi objek.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan konsep berpikir berorientasi objek 2Class dan Method  Pengertian Class & method  Deklarasi Class dan method  Mengetahui pengertian class dan deklarasi class.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan pengertian class dan deklarasi class 3Messages  Pengertian message  Contoh penggunaan message  Mengetahui konsep message.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan konsep messages 4Instances dan Initialization  Pengertian instance  Fungsi inisialisasi  Memahami konsep instances dan inisialisasi  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai konsep instances dan inisialisasi 5Inheritance,Subk elas dan subtype  Tiga pilar OOP  Pengertian subclass dan subtype  Mengetahui dan mamahami mengenai tiga pilar OOP, subclass, subtype  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai tiga pilar pembentuk OOP, subclass dan subtype. SILABUS OOP PRA-MASTER

13 6 & 7Replacement dan Refinement  Pengertian Replacement dan refinement  Konsep Overriding  Konsep multithreading  Memahami konsep replacement dan refinement.  Mengetahui konsep overriding.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai konsep replacement dan refinement.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai konsep overriding. 8Implikasi inheritance  Konsep penanganan eksepsi  Memahami konsep penanganan eksepsi  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai konsep penanganan eksepsi 9 & 10Multiple inheritance  Konsep Multiple inheritance  Bagaimana membuat multiple inheritance  Mengetahui konsep multiple inheritance  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai konsep multiple inheritance Minggu ke- Pokok Bahasan MateriTujuan Instruksi Umum ( TIU ) Tujuan Instruksi Khusus ( TIK ) SILABUS OOP PRA-MASTER

14 11,12,13Polymorphis m & Studi – studi kasus  Konsep polymorphism  Studi kasus untuk OOP  Mengetahui konsep polymorphism.  Mahasiswa akan dapat menjelaskan mengenai konsep Polymorphism 14Templates dan STL  Konsep Template dan class template  Namespace  Assertion  Throwing dan Catchin  Mengetahui pengertian templates.  Mahasiswa mampu menjelaskan konsep Templates dan STL. Refferensi : 1.Herbert Schildt, The Complete Reference C++, Fourth Edition, Mc Graw-Hill/Osborne 2.Antony Pranata, Pemrograman Borland C++, Andi Offset,Yogyakarta 3.Online Reading, www://cplusplus.com 4.Herbert Schildt, Java2 : A beginner’s Guide, Second Edition, McGraw-Hill/osborne 5.Patrick naughyon, Java Handbook : Konsep dasar pemrograman java,McGraw-Hill/Osborne 6.Onno W.Purbo,Trik Pemrograman Java untuk jaringan dan internet,ElexMedia Komputindo 7.Mary Campione, Kathy Walrath, Alison Huml,The Java Tutorial, Third Edition : A Short Course on the Basics, Addison Wesley. 8.Cay S.Horstmann, Gary Cornell, the Sun Microsystem Press Java Series, Sun microsystem. Minggu ke- Pokok Bahasan MateriTujuan Instruksi Umum ( TIU ) Tujuan Instruksi Khusus ( TIK ) SILABUS OOP PRA-MASTER

15 Refferensi : 1.UML Editor 2.Eclipse 3.Netbeans7.x 4.Java Software Development Kit (JDK) 5.JCreator

16 Mahasiswa mampu membangun dan mengem- bangkan perangkat lunak yang berorientasi obyek guna mendukung pembangunan Sistem Informasi. Instruksional Umum

17 Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian teknik pemrograman berorientasi obyek dan mampu menjelaskan perbedaan dengan teknik-teknik pemrograman yang lain. Instruksional Khusus

18 1.Macam-macam Teknik Pemrograman 2.Konsep Orientasi Obyek a. Object (obyek) b. Class (Kelas) c. Encapsulation (pengkapsulan) c. Inheritance (pewarisan) d. Polymorphisme 3. Analisa dan Desain berorientasi Obyek 4.Pengenalan PHP – MYSQL 5.OOP dalam PHP Programming 6.Proyek Pemrograman Berorientasi Obyek

19 PEMROGRAMAN (PROGRAMMING) Kegiatan menulis kode-kode program (coding) dan mengkompilasinya agar dapat dimengerti oleh komputer dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman (mis : PHP, Java, C ++, Pascal, dll) Sistem Komputer Hardware Brainware Software

20 BERORIENTASI Orientasi (e: Orientation) dalam kamus artinya “mengarahkan” atau “pendekatan” OBYEK sesuatu yang mempunyai identitas yang uniq dan nilai atribut tertentu, atau sesuatu yang bisa kita cirikan padanya suatu sifat tertentu. (ciri khas)

21 OBYEK DAN KELAS KELAS Suatu koleksi konseptual/abstraksi dari obyek yang dapat dijelaskan dengan atribut dan metode yang sama OBYEK – KELAS adalah sekumpulan obyek yang mempunyai atribut dan metode yang sama MANUSIA RAHAYU BINATANG KUCING HP NOKIA HP-NOKIA 8210

22 PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBYEK (PBO) Kegiatan yang berhubungan dengan pemrograman yang mempunyai pendekatan (mengarah) ke- obyek BAHAN DISKUSI : 1.Anggapan bahwa PBO adalah pemrograman dengan bahasa pemrograman visual 2.Mungkinkah pemrograman dengan bahasa pemrograman visual tidak berorientasi obyek

23

24 1.unstructured programming 2.procedural programming 3.modular programming 4.object-oriented programming Beberapa jenis teknik pemrograman yang telah pernah ada :

25

26 unstructured programming Teknik memrogram dengan cara menuliskan program hanya pada satu program utama. Di dalam program utama tersebut, keseluruhan baris programnya berisi urut-urutan perintah atau statemen untuk memodifikasi dan mengolah data. Global data diolah secara langsung pada program utama

27 unstructured programming. teknik pemrograman ini yang pertama kali dikenal dan pelajari, teknik ini akan mendapati kesulitan dan kerugian ketika kita menuliskan program yang cukup besar. Seringkali urutan-urutan statemen yang sama ditulis kembali pada penempatan yang berbeda di dalam program, utama, sehingga baris program menjadi sangat banyak sulit untuk di pelajari dan diadakan pengembangan program.

28 procedural programming Dengan teknik ini kita dapat mengatur urutan statemen program, mengembalikan urutan statemen program pada suatu tempat yang kita inginkan. Suatu pemanggilan prosedur digunakan untuk memohon prosedur tersebut berjalan, setelah diproses, arus kendali urutan akan dikembalikan pada urutan proses pemanggilnya.

29 procedural programming Procedure akan dipanggil oleh baris program di main program dan setelah selesai urutan dikembailkan Main program Procedure

30 procedural programming Dengan teknik ini program terlihat lebih tersusun dan kemungkinan kesalahan seperti di unstructured tidak ada. Jika suatu prosedur benar, setiap kali digunakan pasti mengeluarkan hasil benar, dan begitu sebaliknya jika prosedur itu salah juga akan menghasilkan kesalahan jika dipanggil berulangkali. Tetapi dengan teknik ini kita dapat membatasi tempat pencarian kesalahan, dan jika prosedur yang salah, kita cukup memperbaiki satu kali di baris program dalam prosedur tersebut.

31 procedural programming Ada yang menggunakan teknik ini dengan cara program utama hanya berisi baris-baris perintah pemanggil prosedur dan menyediakan data yang akan diolah di prosedur, setelah selesai proses hasilnya akan di bawa ke program utama Program utama mengkoordinir panggilan ke prosedur dan penyerahan data sesuai parameter.

32 modular programming Pada teknik pemrograman modular ini kita mengelompokkan beberapa procedure yang sama fungsinya ke dalam suatu modul yang terpisah dari program utama, modul yang dibuat mungkin lebih dari satu. Dasar penciptaan modul ini, karena programer menilai prosedur di dalam modul akan banyak digunakan pada program- program yang berlainan.

33 modular programming Masing-masing Modul dapat mempunyai data sendiri dan mengijinkan masing-masing modul untuk mengatur suatu status internal untuk dimodifikasi oleh prosedur yang ada didalamnya. Jadi, paradigma baru yang ditawarkan pada teknik ini adalah suatu program tidak lagi terdiri dari hanya satu bagian tunggal, tetapi dibagi ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil saling berhubungan.

34 modular programming Program utama mengkoordinir panggilan ke prosedur di dalam modul terpisah dan penyerahan data sesuai parameter.

35 object-oriented programming Pada teknik OOP menjadikan kode lebih mudah dipelihara dibandingkan dengan teknik yang lain. OOP menawarkan keistimewaan reusebility, kemampuan yang membuat kode mudah digunakan kembali pada pengembangan aplikasi yang lain, sehingga meningkatkan produktifitas programer. Pada OOP di program utama terdapat kumpulan obyek yang saling berinteraksi.

36 object-oriented programming Obyek merupakan hal terpenting dalam OOP, contoh mudah pada pemrograman Visual, form dan kotak teks merupakan sebuah obyek yang biasa dilibatkan dalam pembuatan program aplikasi. Suatu obyek dapat dimanipulasi melalui properti (atribut) yang dimilikinya dan event (kejadian) yang dikenali obyek (contoh : DblClick) serta metode yang dijalankan jika tindakan kejadian dilakukan.

37 Object di dalam program saling berhubungan dengan saling mengirim pesan. object-oriented programming

38 1.Adalah paradigma pemrograman yang diorientasikan pada objek. 2.Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas- kelas atau objek-objek. 3.Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. OBJECT ORIENTED PROGRAMMING (OOP)

39 OBJECT ORIENTED, APA OBJECT ?. Object adalah sebuah komponen perangkat lunak yang stukturnya mirip dengan obyek pada dunia nyata. Setiap obyek dibangun dari sekumpulan data (atribut) yang disebut variabel untuk menjabarkan karakteristik khusus dari obyek, dan juga terdiri dari sekumpulan method yang menjabarkan tingkah laku dari obyek.

40 CLASS vs OBJECT Obyek Obyek adalah sebuah komponen perangkat lunak yang stukturnya mirip dengan obyek pada dunia nyata. Setiap obyek dibangun dari sekumpulan data (atribut) yang disebut variabel untuk menjabarkan karakteristik khusus dari obyek, dan juga terdiri dari sekumpulan method yang menjabarkan tingkah laku dari obyek. Bisa dikatakan bahwa obyek adalah sebuah perangkat lunak yang berisi sekumpulan variabel dan method yg berhubungan. Variabel dan method dalam obyek Java atau C++ secara formal diketahui sebagai variabel instance dan method instance. Hal ini dilakukan untuk membedakan dari variabel class dan method class. Class Class adalah sturktur dasar dari OOP. Class terdiri dari dua tipe dari anggota dimana disebutdengan field (attribut/properti) dan method. Field merupakan tipe data yang didefinisikan oleh class, sementara method merupakan operasi. Sebuah obyek adalah sebuah instance (keturunan) dari class.

41 1.Pemrograman Terstruktur (PT), prosedur dan data merupakan dua hal yang terpisahkan satu sama lain. 2.Contoh, untuk mengelola data waktu yang terdiri dari jam, menit, dan detik, dalam C dapat digroupkan dengan menggunakan struct sebagai berikut: 3.Namun meskipun demikian, untuk mengolah ketiga data tersebut, dibutuhkan prosedur yang disusun pada bagian yang terpisah. PBO vs PT

42 1.Pemrograman Orientasi Obyek (PBO), prosedur dan data dapat dibungkus menjadi sebuah objek sehingga prosedur dan data tidak terpisah lagi melainkan menjadi satu kesatuan. 2.Ini merupakan salah satu konsep PBO yang disebut dengan “encapsulation”. 3.PBO didasarkan pada pemodelan objek – objek dunia nyata menjadi objek – objek dalam pemrograman PBO vs PT class Time { int hour; // 0-24 int minute; // 0-59 int second;// 0-59 };

43 CLASS vs OBJECT

44 void main() { int x, y; ….. x = inisialisasi(); …. Y = inisialisasi(); ….. } void main() { int x, y; ….. x = inisialisasi(); …. Y = inisialisasi(); ….. } inisialisasi() { return(0); } inisialisasi() { return(0); } Definisi fungsi Pemanggilan fungsi PROCEDURAL VS OBJECT ORIENTED PROCEDURAL

45 Variable_1 Variable_n Function_1 Function_n Object Simplify Procedural Programming OOP PROCEDURAL VS OBJECT ORIENTED Berfikir berorientasi objek dan Desain berorientasi objek

46 Class Object Instance Student Ali Badu Charles Kerinci Pekanbaru Padang Student_NoStudent_NameAddress PROCEDURAL VS OBJECT ORIENTED

47 Class Object Instance Transportation Garuda Mandala Lion SriWijaya Batavia Lorena ANS Merah Sari Jatra ALS Kerinci Kambuna Lambelu Tidar PROCEDURAL VS OBJECT ORIENTED

48 Kata-kunci class mewakili pendeklarasian kelas Nama kelas Nama anggota data Deklarasi kelas diakhiri dengan titik koma Obyek PROCEDURAL VS OBJECT ORIENTED

49 NEXT KARAKTERISTIK PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBYEK (PBO)


Download ppt "UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ UPI CONVENTION CENTER [UPI-CC] UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “ YPTK “ PADANG, 08 Agustus."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google