Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan lingkungan dan WilayahINDEKS HUTAN KOTA PMPSLP-PPSUB-NOPEMBER 2011 Soemarno Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan lingkungan dan WilayahINDEKS HUTAN KOTA PMPSLP-PPSUB-NOPEMBER 2011 Soemarno Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan."— Transcript presentasi:

1 Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan lingkungan dan WilayahINDEKS HUTAN KOTA PMPSLP-PPSUB-NOPEMBER 2011 Soemarno Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan lingkungan dan WilayahINDEKS HUTAN KOTA PMPSLP-PPSUB-NOPEMBER 2011 Soemarno

2 HUTAN KOTA PP No. 63 Tahun 2002, hutan kota didefinisikan sebagai suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang.

3 Berapa sebenarnya populasi minimum tegakan pohon (vegetasi) yang harus ada di wilayah perkotaan, baik di ruang-ruang publik, maupun di ruang-ruang privat ? FOTO SMNO 2010

4 LUAS MINIMUM RTH KOTA Permendagri No.1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Kawasan Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan menyatakan bahwa luas minimal RTH Kawasan Perkotaan adalah 20% dari luas wilayahnya. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menyatakan bahwa RTH terdiri dari RTH Publik dan Privat. RTH Privat paling sedikit 10 % dari luas wilayah dan RTH publik terdiri dari 20% dari luas wilayah. PP no. 26 Tahun 2008 tentang RTRWN ditetapkan criteria RTH kota, yaitu lahan dengan luas paling sedikit m2, berbentuk satu hamparan, berbentuk jalur atau kombinasi dari bentuk satu bentuk hamparan dan jalur dan didominasi komunitas tumbuhan.

5 Hutan kota dapat dijadikan tempat koleksi keaneka-ragaman hayati, dengan flora dan fauna yang spesifik-endemik untuk suatu daerah. Beberapa jenis tanaman dan hewan merupakan simbol suatu kota atau daerah. Misalnya Enau, Kayu Manis, Trulek kayu, Pelatuk Jambul Jingga, Kambing Gunung, dan lainnya. Ruang terbuka hijau kota merupakan bagian dari penataan ruang perkotaan yang berfungsi sebagai kawasan lindung. Kawasan hijau kota terdiri atas pertamanan kota, kawasan hijau hutan kota, kawasan hijau rekreasi kota, kawasan hijau kegiatan olahraga, kawasan hijau pekarangan. Ruang terbuka hijau di klasifikasi berdasarkan status kawasan, bukan berdasarkan bentuk dan struktur vegetasinya (Riswandi, 2004).

6 “Semua benda hidup dan mati yg terdapat secara alamiah di bumi, Bermanfaat bagi manusia, Dapat dimanfaatkan oleh manusia, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan, Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Dalam ruang terbuka hijau pemanfatannya lebih bersifat pengisian hijau tanaman atau tumbuh-tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman seperti lahan pertanian, pertamanan, perkebunan dan sebagainya.

7 Hutan kota (urban forest) adalah suatu lahan yang bertumbuhan pohon-pohonan di wilayah perkotaan, berfungsi sebagai penyangga lingkungan dalam hal pengaturan tata air, udara, habitat flora dan fauna, yang memiliki nilai estetika dan dengan luasan yang solid merupakan ruang terbuka hijau pohon- pohonan RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) adalah suatu lapang yang ditumbuhi berbagai tetumbuhan, pada berbagai strata, mulai dari penutup tanah, semak, perdu dan pohon (tanaman tinggi berkayu); Sebentang lahan terbuka tanpa bangunan yang mempunyai ukuran, bentuk dan batas geografis tertentu dengan status penguasaan apapun, yang di dalamnya terdapat tetumbuhan hijau berkayu dan tahunan (perennial woody plants), dengan pepohonan sebagai tumbuhan penciri utama dan tumbuhan lainnya (perdu, semak, rerumputan, dan tumbuhan penutup tanah lainnya), sebagai tumbuhan pelengkap, serta benda-benda lain yang juga sebagai pelengkap dan penunjang fungsi RTH yang bersangkutan (Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006).

8 Hutan kota sebagai tumbuhan atau vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan yang sebesar-besarnya dalam kegunaan- kegunaan proteksi, estetika, rekreasi, dan kegunaan khusus lainnya FOTO SMNO 2010

9 Hutan kota : pepohonan dan hutan di dalam kota / sekitar kota yang berguna dan berpotensi sebagai pengelola lingkungan perkotaan oleh tumbuhan. dalam hal ameliorasi iklim, rekreasi, estetika, fisiologi, sosial, dan kesejahteraan ekonomi masyrakat kota. FOTO SMNO 2007

10 PROBLEMATIK HUTAN KOTA Tujuan utama perlindungan atmosfer (1)mencegah kadar emisi gas dan partikulat di lingkungan atmosfer agar tidak melampaui baku mutu (2)meningkatkan kemampuan lingkungan atmosfer untuk mendaur ulang emisi gas dan partikulat dan (3)mensosialisaikan tentang bahaya dan resiko akibat emisi gas dan partikulat yang melampaui baku mutu.

11 PROBLEMATIK HUTAN KOTA RENCANA STRATEGIS PERLINDUNGAN ATMOSFER (1)Menggunakan bahan bakar untuk industri, kendaraan bermotor dan rumah tangga yang ramah lingkungan (2)Membatasi peredaran dan penggunaan pupuk nitrogen di lahan sawah, (3)Mengembangkan desain mesin industri dan kendaraan bermotor dan alat-alat rumah tangga yang bersih dan minim menghasilkan emisi gas dan partikulat ke atmosfer, (4)Menciptakan lingkungan sentra industri, jalur lalu lintas dan terminal, serta kawasan pemukiman padat penduduk yang mampu mendaur ulang emisi gas dan partikulat, (5)Memperkecil kemungkinan terjadinya kebakaran hutan, (6)Menginvetarisasi emisi gas dan partikulat dari aktivitas gunung berapi.

12 Bentuk-bentuk komunitas tegakan pohon seperti apa yang paling sesuai untuk ruang-ruang publik dan ruang-ruang privat di perkotaan (tinjauan biofisik, estetika, ekonomi, dan budaya) ? Peraturan Menteri No.1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan yang disingkat RTHKP adalah bagian dari ruang terbuka suatu kawasan perkotaan yang diisi oleh tumbuhan dan tanaman guna mendukung manfaat ekologi, sosial, budaya, ekonomi dan estetika.

13 Hutan kota dapat berfungsi sebagai komponen perlindungan kehidupan masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dan sekitarnya, karena dapat berfungsi sebagai penyerap polutan, penyerap bau, peredam kebisingan, habitat satwa liar, ameliorasi iklim, mengurangi bahaya banjir, mengurangi intrusi air laut, pengelolaan air tanah, penahan angin dan lainnya FOTO IZZA 2010

14 PERANAN HUTAN KOTA Penahan dan Penyaring Partikel dari udara Daun yang berbulu dan berlekuk, seperti daun bunga matahari, mempunyai kemampuan tinggi menyerap partikel dari udara. Jenis pohon berdaun lebar mampu mereduksi partikel dalam udara kota hingga 30%, sedangkan pohon berdaun jarum mampu mereduksi partikel dalam udara kota hingga 42%.

15 Jenis-jenis tegakan pohon apa saja yang sesuai dengan daya dukung dan kualitas lingkungan kota, serta diminati / sesuai dengan aspirasi masyarakat kota ? FUNGSI RTH Fungsi bio-ekologis (fisik), yang memberi jaminan pengadaan RTH menjadi bagian dari sistem sirkulasi udara (’paru-paru kota’), pengatur iklim mikro, agar sistem sirkulasi udara dan air secara alami dapat berlangsung lancar, sebagai peneduh, produsen oksigen, penyerap air hujan, penyedia habitat satwa, penyerap (pengolah) polutan media udara, air dan tanah, serta penahan angin.

16 Daun mempunyai kemampuan memantulkan sinar infra merah sebesar 70%, dan visible light 6-12%. Cahaya hijau yang paling banyak dipantulkan daun (10-20%), sedangkan jingga dan merah paling sedikit dipantulkan daun (3-10%). Ultra violet yang dapat dipantulkan daun tidak lebih dari 3% (Larcher, 1980). Taman kota merupakan ruang didalam kota yang ditata untuk menciptakan keindahan, kenyamanan, keamanan, dan kesehatan bagi penggunanya. Taman kota dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk kebutuhan masyarakat kota sebagai tempat rekreasi. Selain itu, taman kota difungsikan sebagai paru-paru kota, pengendali iklim mikro, konservasi tanah dan air, dan habitat berbagai flora dan fauna. Apabila terjadi suatu bencana, maka taman kota dapat difungsikan sebagai tempat posko pengungsian. Pepohonan yang ada dalam taman kota dapat memberikan manfaat keindahan, penangkal angin, dan penyaring cahaya matahari. Taman kota berperan sebagai sarana pengembangan budaya kota, pendidikan, dan pusat kegiatan kemasyarakatan. Pembangunan taman dibeberapa lokasi akan menciptakan kondisi kota yang indah, sejuk, dan nyaman serta menunjukkan citra kota yang baik. Peraturan Menteri No.1 Tahun 2007

17 PERANAN HUTAN KOTA Sebagai Habitat Burung Salah satu saywa liar yang dapat dikembangkan di wilayah perkotaan adalah burung. Beberapa manfaat dari satwa ini adalah (1)membantu mengendalikan serangga hama, (2) membantu penyerbukan bunga, (3) mempunyai nilai ekonomi tinggi, (4) memiliki suara yang khas, menimbulkan suasana yang menyenangkan, (5) atraksi rekreasi, (6) sumber plasma nutfah, (7) obyek pendidikan dan penelitian.

18 TIPE HUTAN KOTA Taman adalah lahan terbuka dengan luasan tertentu dan di dalamnya ditanami pepohonan, perdu, semak dan rerumputan yang dikombinasikan dengan kreasi dari bahan-bahan lainnya. a. Tipe kawasan industri Hutan kota yg dibangun di kawasan industri yg berfungsi untuk mengurangi polusi udara dan kebisingan, yg ditimbulkan dari kegiatan industri Karakteristik pepohonannya: Pohon berdaun lebar dan rindang, berbulu dan mempunyai permukaan daun kasar/berlekuk, bertajuk tebal, tanaman yg menghasilkan bau harum Beberapa jenis tanaman mampu menyerap polutan di udara bebas, serta ada jenis-jenis yang tahan terhadap polutan udara.

19 TIPE HUTAN KOTA Tipe Kawasan Pemukiman: Hutn kota yang dibangun pada areal permukiman, berfungsi sbg penghasil oksigen, penyerap CO2, peresap air, penahan angin, dan peredam kebisingan; berupa jenis komposisi tanaman pepohonan yg tinggi dikombinasi dg perdu dan rerumputan Karakteristik pepohonannya: 1. Pohon dengan perakaran yg kuat, ranting tidak mudah patah, daun tidak mudah gugur. 2. Pohon penghasil bunga/buah/biji yg bernilai ekonomis Taman lingkungan perumahan dan permukiman merupakan taman dengan klasifikasi yang lebih kecil dan diperuntukkan untuk kebutuhan rekreasi terbatas yang meliputi populasi terbatas/masyarakat sekitar. Taman lingkungan ini terletak disekitar daerah permukiman dan perumahan untuk menampung kegiatan-kegiatan warganya. Taman ini mempunyai fungsi sebagai paru-paru kota (sirkulasi udara dan penyinaran), peredam kebisingan, menambah keindahan visual, area interaksi, rekreasi, tempat bermain, dan menciptakan kenyamanan lingkungan.

20 Konversi hutan menjadi lahan pertanian, pemanenan hasil kayu hutan, dan pembukaan lahan hutan menyebabkan pelepasan neto CO2 ke dalam atmosfer. Estimasi para ahli FAO menyatakan deforestasi hutan tropis berkisar juta ha setiap tahun. FUNGSI RTH Fungsi estetis, meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota baik (dari skala mikro: halaman rumah, lingkungan permukiman, maupun makro: lansekap kota secara keseluruhan). RTH mampu menstimulasi kreativitas dan produktivitas warga kota. Juga bisa berekreasi secara aktif maupun pasif, seperti: bermain, berolahraga, atau kegiatan sosialisasi lain, yang sekaligus menghasilkan ’keseimbangan kehidupan fisik dan psikis’. Dapat tercipta suasana serasi, dan seimbang antara berbagai bangunan gedung, infrastruktur jalan dengan pepohonan hutan kota, taman kota, taman kota pertanian dan perhutanan, taman gedung, jalur hijau jalan, bantaran rel kereta api, serta jalur biru bantaran kali (Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006).

21 TIPE HUTAN KOTA Tipe Rekreasi dan Keindahan Hutan kota yg berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan rekreasi dan keindahan, dg jenis pepohonan yang indah dan unik Karakteristik pepohonannya: Pohon-pohon yang indah dan atau penghasil bunga/buah yg digemari oleh satwa, seperti burung, kupu-kupu dan lainnya Rekreasi dapat berarti kegiatan manusia untuk memanfaatkan waktu luangnya, terjadi di dalam ruangan (indoor) atau di alam terbuka (outdoor). Rekreasi di alam terbuka dapat mendatangkan pengalaman baru, lebih menyehatkan jasmani dan rohani, serta meningkatkan ketrampilan. Rekreasi di hutan kota bertujuan untuk menyegarkan kembali kondisi badan yang sudah penat dan jenuh dengan kegiatan rutin, hingga siap mengahadpi tugas baru.

22 TIPE HUTAN KOTA e. Tipe Perlindungan Hutan kota yg berfungsi untuk: 1.Mencegah atau mengurangi bahaya erosi dan longsor pd daerah dengan kemiringan cukup tinggi dan sesuai dg karakter tanah 2.Melindungi daerah pantai dari gempuran ombak (abrasi) 3.Melindungi daerah resapan air untuk mengatasi masalah menipisnya volume air tanah dan atau masalah intrusi air laut Karakteristik pepohonannya: 1.Pohon-pohon yg memiliki daya evapotranspirasi yg rendah. 2.Pohon yg dapat berfungsi mengurangi bahaya abrasi pantai seperti mangrove atau pohon yg berakar kuat. Termasuk dalam tipe ini adalah jalur hijau di sepanjang tepi jalan bebas hambatan. Dengan menanam jenis perdu yang liat dan dilengkapi dengan jalur pohon dan tanaman jenis legume merambat secara berlapis-lapis, diharapkan dapat menahan kendaraan yang ke luar dari jalur jalan.

23 Suhu udara pada daerah berhutan lebih nyaman daripada daerah yang tidak ditumbuhi oleh tanaman. Suhu udara yang dianggap nyaman untuk manusia di Indonesia adalah sekitar 25oC. Taman rekreasi merupakan tempat rekreasi yang berada di alam terbuka tanpa dibatasi oleh suatu bangunan, atau rekreasi yang berhubungan dengan lingkungan dan berorientasi pada penggunaan sumberdaya alam seperti air, hujan, pemandangan alam atau kehidupan di alam bebas. Kegiatan rekreasi dibedakan menjadi kegiatan yang bersifat aktif dan pasif. Kegiatan yang cukup aktif seperti piknik, olah raga, permainan, dan sebagainya melalui penyediaan sarana-sarana permainan.

24 KEBUN RAYA Kebun raya adalah suatu area kebun yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan terutama untuk keperluan penelitian. Selain itu, kebun raya juga digunakan sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Dua buah bagian utama dari sebuah kebun raya adalah perpustakaan dan herbarium yang memiliki koleksi tumbuh-tumbuhan yang telah dikeringkan untuk keperluan pendidikan dan dokumentasi (Wikipedia Ensiklopedia Bebas, 2010).

25 Jenis pohon dengan kemampuan yang rendah menyerap Timbal : Daun kupu-kupu, Kersen, Kenanga, Kere payung, Karet munding, Kenari, Akasia, Dadap. Peraturan Menteri No.1 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan, manfaat RTHKP adalah : a. Sarana untuk mencerminkan identitas daerah; b. Sarana penelitian, pendidikan dan penyuluhan; c. Sarana rekreasi aktif dan pasif serta interkasi sosial; d. Meningkatkan nilai ekonomi lahan perkotaan; e. Menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan prestise daerah; f. Sarana aktivitas sosial bagi anak, remaja, dewasa dan manula; g. Sarana ruang evakuasi untuk keadaan darurat; h. Memperbaiki iklim mikro; dan i. Meningkatkan cadangan oksigen di perkotaan.

26 Tipe Konservasi Plasma Nutfah Hutan konservasi ini mempunyai tujuan mencegah kerusakan, perlindungan dan konservasi sumberdaya alam; bentuknya dapat berupa kebun raya, hutan raya dan kebun binatang. Tipologi RTH (Sumber: Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2 008)

27 GAS RUMAH KACA (GRK) Istilah gas rumah kaca mengadopsi pengertian dari pengalaman para petani di daerah iklim sedang yang menanam sayur-mayur dan bunga dalam rumah kaca. Pada waktu hari cerah, suhu di dalam rumah kaca lebih panas dari pada suhu di luar, sebab kaca bersifat transparen terhadap sinar matahari. Sinar matahari yang masuk kemudian mengenai benda-benda yang ada dalam rumah kaca, selanjutnya sinar tersebut dipantulkan kembali sebagai sinar panas, yakni dalam bentuk sinar infra merah yang bergelombang panjang. Kaca bersifat tidak transparen terhadap sinar panas ini, sehingga sinar ini tetap terperangkap di dalam rumah kaca, yang mengakibatkan naiknya suhu dalam rumah kaca. Sebagai akibatnya suhu di dalam rumah kaca lebih tinggi dari lingkungan luar. Kenaikkan suhu dalam rumah kaca selanjutnya disebut sebagai efek rumah kaca.

28 BENTUK HUTAN KOTA a. Jalur Hijau Jalur hijau ini dapat berupa pohon peneduh jalan raya, jalur hijau di bawah kawat listrik tegangan tinggi, jalur hijau bantaran sungai, dan lainnya. b. Taman Taman berisi tanaman yang ditanam dan ditata sedemikian rupa, sebagian atau seluruhnya merupakan hasil rekayasa manusia, untuk mendapatkan komposisi tertentu yang indah. Keindahan dapat berasal dari bentuk/warna/tekstur tajuk, tekstur daun, bentuk percabangan, bunga dan buahnya. Taman lingkungan perkantoran dan gedung komersial merupakan taman dengan klasifikasi yang lebih kecil dan diperuntukkan untuk kebutuhan terbatas yang meliputi populasi terbatas/pengunjung. Taman ini terletak di beberapa kawasan institusi, misalnya pendidikan dan kantor-kantor. Institusi tersebut membutuhkan ruang terbuka hijau pekarangan untuk tempat upacara, olah raga, area parkir, sirkulasi udara, keindahan dan kenyamanan waktu istirahat belajar atau bekerja.

29 POHON PENEDUH Angsana (Pterocarpus indicus); Ki Hujan / Trembesi (Samanea saman); Mahoni (Swietenia microphylla); Asam (Tamarindus indica); Kere Payung (Filicium decipiens); Glodokan Tiang, G. Pecut (Polyalthia longifolia); Ketapang (Terminalia catapa); Mimbo; Sawo Kecik (Manilkara kauki); Kepel (Stelechocarpus burahol); Ficus elastica (Burgundi) dan Decora; F. benyamina; F. elastica (daun kuning); F. lyrata; Johar (Cassia siamea); Jambu Batu; Pala FOTO SMNO 2007

30 PERSYARATAN POHON ESTETIKA (BEAUTIFIKASI). Mempunyai tajuk dan bentuk percabangan yang indah; Bunga dan buahnya memiliki warna, bentuk yang indah FOTO SMNO 2007

31 Kebun dan Halaman rumah Tanaman yang ditanam biasanya tanaman buah berumur panjang seperti mangga, sawo, durian, rambutan, jambu, jeruk, delima; atau jenis-jenis pohon estetika seperti cemara, palem, pakis, fisilium dan lainnya. FOTO SMNO 2007

32 Konservasi Air Tanah Besarnya intersepsi tajuk ditentukan oleh jenis tanaman, jarak tanam, kondisi angin, evaporasi, intensitas hujan, lamanya hujan, dan curah hujan. Sistem perakaran pohon dan seresah yang berubah menjadi bahan organik tanah akan memperbesar jumlah pori tanah, infiltrasi dan perkolasi air hujan.

33 JALUR HIJAU JALAN Jalur hijau jalan adalah pepohonan, rerumputan, dan tanaman perdu yang ditanam pada pinggiran jalur pergerakan di samping kiri-kanan jalan dan median jalan. RTH jalur pengaman jalan terdiri dari RTH jalur pejalan kaki, taman pulo jalan yang terletak di tengah persimpangan jalan, dan taman sudut jalan yang berada di sisi persimpangan jalan. Median jalan adalah ruang yang disediakan pada bagian tengah dari jalan untuk membagi jalan dalam masingmasing arah yang berfungsi mengamankan ruang bebas samping jalur lalu lintas.

34 TAMAN ATAP (ROOF GARDEN) Taman atap adalah taman yang memanfaatkan atap atau teras rumah atau gedung sebagai lokasi taman. Taman ini berfungsi untuk membuat pemandangan lebih asri, teduh, sebagai insulator panas, menyerap gas polutan, mencegah radiasi ultraviolet dari matahari langsung masuk ke dalam rumah, dan meredam kebisingan. Taman atap ini juga mampu mendinginkan bangunan dan ruangan dibawahnya sehingga bisa lebih menghemat energi seperti pengurangan pemakaian AC. Tanaman yang sesuai adalah tanaman yang tidak terlalu besar dengan sistem perakaran yang mampu tumbuh pada lahan terbatas, tahan hembusan angin, dan tidak memerlukan banyak air.

35 JENIS, FUNGSI, DAN TUJUAN PEMBANGUNAN RTH Sumber: Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006

36 JENIS, FUNGSI, DAN TUJUAN PEMBANGUNAN RTH

37 Sumber: Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006 JENIS, FUNGSI, DAN TUJUAN PEMBANGUNAN RTH

38 Sumber: Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006 JENIS, FUNGSI, DAN TUJUAN PEMBANGUNAN RTH

39 Sumber: Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, 2006 JENIS, FUNGSI, DAN TUJUAN PEMBANGUNAN RTH

40 ALOKASI DAN STANDAR KEBUTUHAN RTH Alokasi dan Standar Kebutuhan RTHK menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.05/PRT/M/2008 berdasarkan jumlah penduduk dapat dibagi kedalam beberapa unit lingkungan. Sumber: Direktorat Jendral Penataan Ruang Departemen pekerjaan Umum, 2008

41 INDEKS KENYAMANAN Kenyamanan secara kuantitatif dihitung dengan persamaan sebagai berikut: THI = 0,8 T + (RH x T)/500 Dimana : THI = Temperature Humidity Indeks T = suhu udara (0C) RH = kelembaban relatif (%)

42 Hubungan antara Pb daun dengan jumlah tanaman, jumlah kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dapat dibuat satu persamaan regresi linier berganda : Y = 0, ,0003 X1 + 0, X2 + 0, X3.

43 MODEL TAMAN HUTAN KOTA.sumber: Forest Park is one of the largest urban parks in the United States and the site of the 1904 World’s Fair and the third Olympic Games. It is home to an 83-acre zoo, the St. Louis Art Museum, Jefferson Memorial History Museum, St. Louis Science Center, MUNY Opera Outdoor Theater, Steinberg Outdoor Skating Rink and Dwight Davis Outdoor Tennis Center. The park attracts more than 12 million visitors annually.

44 FOREST PARK BOAT HOUSE Forest Park, officially opened to the public on June 24, 1876, is one of the largest urban parks in the United States. At 1,293 acres, it is approximately 500 acres larger than Central Park in New York. Today it attracts more than 12 million visitors a year. It is more than a scenic backdrop to our city. It is an active participant and catalyst in the St. Louis community. Monuments, historic buildings, wildlife, waterways and landscapes combine to form a unique cultural institution that is vitally important to the entire St. Louis region. The park is recognized as an important gathering place where people of all ages, races and economic backgrounds can gather and mix in a positive way.

45 Stanley Park Vancouver, Natural and Artificial Attractions in Canada Stanley Park has many natural and artificial attractions that draw visitors to the park. become one of family vacation destination who want to enjoy the cool beauty of nature. In addition offers attraction in forest area, Stanley Park is home to several other bodies of water in Vancouver. which is home to salmon and many species of birds, swans, Canada geese, ducks, beaver and great blue herons at Lost Lagoon which becomes interesting sights for any visitor.family vacation

46 TREE INFLUENCE MICROCLIMATE FOR BENEFIT OF ECOSYSTEMS Trees affect the microclimate in a major way. They absorb sunlight and emit longer wavelength infrared radiation. So in winter, the areas around trees are always slightly warmer than open areas. This is why whenever you see snow melt, it always melts around trees first and melts out in an expanding circle with the tree at the center. Trees regulate the temperature of the region. They protect the immediate environment from extremes.

47 TREE INFLUENCE MICROCLIMATE FOR BENEFIT OF ECOSYSTEMS In the winter, trees not only emit infrared radiation, they serve as a barrier to fierce blowing winds. Snow is an excellent insulator, so the increased accumulation of snow leads to a moderation of the soil temperature. Whereas you would see soil temperatures of minus 10oC in open grasslands, in a forest of the same region, the soil temperature would be closer to freezing. Remember, even though the trees do warm the region around them, they do so only for a small distance. After that, the heat emitted from the trees is too little to affect the snow, but well-spaced trees can really knock the wind out of the - er - wind.

48 TREE INFLUENCE MICROCLIMATE FOR BENEFIT OF ECOSYSTEMS In the summer, trees play pretty much the opposite role. Their leafy canopies block most of the direct sunlight reaching the ground, and combined with transpiration, can reduce the air temperature of well- shaded areas by five degrees or more compared to areas in the sun. Trees also humidify the air around them. This is not necessarily a good thing from the human standpoint; after all, the oppressive humidity and steamy conditions in the rainforest aren't the most comfortable environment for us. But for the organisms that live in this environment, the role played by trees in humidifying and moderating the air temperatures in the summer is invaluable; their survival depends on it.

49 THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY The four main ways that urban trees affect air quality area: 1.Temperature reduction and other microclimatic effects 2.Removal of air pollutants 3.Emission of volatile organic compounds and tree maintenance emissions 4.Energy effects on buildings

50 Temperature Reduction: Tree transpiration and tree canopies affect air temperature, radiation absorption and heat storage, wind speed, relative humidity, turbulence, surface albedo, surface roughness and consequently the evolution of the mixing-layer height. These changes in local meteorology can alter pollution concentrations in urban areasb. Although trees usually contribute to cooler summer air temperatures, their presence can increase air temperatures in some instancesc. In areas with scattered tree canopies, radiation can reach and heat ground surfaces; at the same time, the canopy may reduce atmospheric mixing such that cooler air is prevented from reaching the area. In this case, tree shade and transpiration may not compensate for the increased air temperatures due to reduced mixingd. Maximum mid-day air temperature reductions due to trees are in the range of 0.04oC to 0.2oC per percent canopy cover increasee. Below individual and small groups of trees over grass, mid-day air temperatures at 1.5 m above ground are 0.7oC to 1.3oC cooler than in an open areaf. Reduced air temperature due to trees can improve air quality because the emission of many pollutants and/or ozone-forming chemicals are temperature dependent. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

51 Removal of Air Pollutants: Trees remove gaseous air pollution primarily by uptake via leaf stomata, though some gases are removed by the plant surface. Once inside the leaf, gases diffuse into intercellular spaces and may be absorbed by water films to form acids or react with inner-leaf surfaces. Trees also remove pollution by intercepting airborne particles. Some particles can be absorbed into the tree, though most particles that are intercepted are retained on the plant surface. The intercepted particle often is resuspended to the atmosphere, washed off by rain, or dropped to the ground with leaf and twig fallg. Consequently, vegetation is only a temporary retention site for many atmospheric particles. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

52 Air quality improvement in New York City due to pollution removal by trees during daytime of the in-leaf season averaged 0.47% for particulate matter, 0.45% for ozone, 0.43% for sulfur dioxide, 0.30% for nitrogen dioxide, and 0.002% for carbon monoxide. Air quality improves with increased percent tree cover and decreased mixing-layer heights. In urban areas with 100% tree cover (i.e., contiguous forest stands), short-term improvements in air quality (one hour) from pollution removal by trees were as high as 15% for ozone, 14% for sulfur dioxide, 13% for particulate matter, 8% for nitrogen dioxide, and 0.05% for carbon monoxide. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

53 Emission of Volatile Organic Compounds (VOCs): Emissions of volatile organic compounds by trees can contribute to the formation of ozone and carbon monoxide. However, in atmospheres with low nitrogen oxide concentrations (e.g., some rural environments), VOCs may actually remove ozone. Because VOC emissions are temperature dependent and trees generally lower air temperatures, increased tree cover can lower overall VOC emissions and, consequently, ozone levels in urban areas. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

54 VOC emission rates also vary by species. Nine genera that have the highest standardized isoprene emission rate, and therefore the greatest relative effect among genera on increasing ozone, are: beefwood (Casuarina spp.), Eucalyptus spp., sweetgum (Liquidambar spp.), black gum (Nyssa spp.), sycamore (Platanus spp.), poplar (Populus spp.), oak (Quercus spp.), black locust (Robinia spp.), and willow (Salix spp.). However, due to the high degree of uncertainty in atmospheric modeling, results are currently inconclusive as to whether these genera will contribute to an overall net formation of ozone in cities (i.e., ozone formation from VOC emissions are greater than ozone removal). Some common genera in Brooklyn, NY, with the greatest relative effect on lowering ozone were mulberry (Morus spp.), cherry (Prunus spp.), linden (Tilia spp.) and honey locust (Gleditsia sp.). THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

55 Trees in parking lots can also affect evaporative emissions from vehicles, particularly through tree shade. Increasing parking lot tree cover from 8% to 50% could reduce Sacramento County, CA, light duty vehicle VOC evaporative emission rates by 2% and nitrogen oxide start emissions by less than 1%. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

56 Energy Effects on Buildings: Trees reduce building energy use by lowering temperatures and shading buildings during the summer, and blocking winds in winterr. However, they also can increase energy use by shading buildings in winter, and may increase or decrease energy use by blocking summer breezes. Thus, proper tree placement near buildings is critical to achieve maximum building energy conservation benefits. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

57 Energy Effects on Buildings: When building energy use is lowered, pollutant emissions from power plants are also lowered. While lower pollutant emissions generally improve air quality, lower nitrogen oxide emissions, particularly ground-level emissions, may lead to a local increase in ozone concentrations under certain conditions due to nitrogen oxide scavenging of ozones. The cumulative and interactive effects of trees on meteorology, pollution removal, and VOC and power plant emissions determine the overall impact of trees on air pollution. THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

58 Urban Forest Management: Urban forest management strategies to help improve air quality includev: 1.Increase the number of healthy trees (increases pollution removal). 2.Sustain existing tree cover (maintains pollution removal levels). 3.Maximize use of low VOC emitting trees (reduces ozone and carbon monoxide formation). 4.Sustain large, healthy trees (large trees have greatest per tree effects). 5.Use long-lived trees (reduces long-term pollutant emissions from planting and removal). 6.Use low maintenance trees (reduces pollutants emissions from maintenance activities). 7.Reduce fossil fuel use in maintaining vegetation (reduces pollutant emissions). 8.Plant trees in energy conserving locations (reduces pollutant emissions from power plants). 9.Plant trees to shade parked cars (reduces vehicular VOC emissions). 10.Supply ample water to vegetation (enhances pollution removal and temperature reduction). 11.Plant trees in polluted areas or heavily populated areas (maximizes tree air quality benefits). 12.Avoid pollutant sensitive species (increases tree health). 13.Utilize evergreen trees for particulate matter reduction (year-round removal of particles). THE EFFECTS OF URBAN TREES ON AIR QUALITY David J. Nowak USDA Forest Service, Syracuse, NY

59


Download ppt "Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan lingkungan dan WilayahINDEKS HUTAN KOTA PMPSLP-PPSUB-NOPEMBER 2011 Soemarno Ass. Wr. Wb. Bahan kajian MK. Perencanaan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google