Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI PERGURUAN TINGGI PELATIHAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI DOSEN DIKNAKES 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI PERGURUAN TINGGI PELATIHAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI DOSEN DIKNAKES 1."— Transcript presentasi:

1

2 MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI PERGURUAN TINGGI PELATIHAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI DOSEN DIKNAKES 1

3 Setelah pembelajaran selesai, peserta latih mampu mengidentifikasi manajemen bimbingan dan konseling di perguruan tinggi 2 TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Khusus -Menjelaskan manfaat asesmen berdasarkan kebutuhan mahasiswa -Mengidentifikasi program bimbingan dan konseling

4 Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan 1.Konsep dasar penyusunan program Bimbingan dan Konseling yang menyangkut a.Perencanaan, b.Organisasi, c.Pelaksanaan, d.Pelaporan, 2.Langkah-langkah membuat program Bimbingan dan Konseling Pokok Bahasan TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 3

5 Pelayanan Pendidikan di Sekolah Perkembangan individu yang optimal dan mandiri Administratif/ Manajemen Pembelajaran Konseling (Naskah Akademik ABKIN, 2007)

6 Konsep Dasar Penyusunan Program BK  Meskipun secara struktural posisi konselor Perguruan Tinggi belum tercantum dalam sistem pendidikan di tanah air, namun bimbingan dan konseling dalam rangka men- “support” perkembangan personal, sosial akademik, dan karier mahasiswa dibutuhkan.  Sama dengan konselor pada jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, konselor Perguruan Tinggi juga harus mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum pelayanan dasar bimbingan dan konseling, individual student planning, responsive services, serta system support.  Namun, alokasi waktu konselor perguruan tinggi lebih banyak pada pemberian bantuan individual student career planning dan penyelenggaraan responsive services dan setiap perguruan tinggi menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling melalui pembimbing akademik. 5 TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES

7 Peran manajemen dalam organisasi “efektif” dan “efesien” Mengapa manjemen diperlukan? Agar tujuan dari organisasi dpt dicapai secara efektif dan efesien Efektif adlh mengerjakan pekerjaan yg benar (doing the right things). (Peter Drucker) Efesien adlh mengerjakan pekerjaan yang benar (doing things right) (Peter Drucker)

8 Proses Kegiatan dlm Fungsi-2 Manajemen Planning Penentuan Tujuan dan Bagaimana Cara Pencapaian yang terbaik Organizing Penentuan Bagaimana Penyusunan Organisasi dan Aktifitas dapat dilakukan Controlling Monitoring dan Perbaikan Aktifitas yang sedang berjalan agar Tujuan dapat tercapai Leading Proses Memotivasi Anggota Organisasi agar Planning dapat dijalankan Menunjukkan Arah Tahapan dari setiap fungsi manajemen Menunjukkan keterkaitan timbal balik antar fungsi manajemen Keterangan:

9 Proses yg menyangkut upaya yg dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yg akan datang & penentuan strategi & taktik yg tepat untuk mewujudkan target & tujuan organisasi. FUNGSI PERENCANAAN

10 Prosedur Umum Penanganan Peserta Didik Bermasalah

11 Aplikasi Konsep Konseling dalam PBM Pengelolaan Kelas Apa yang Anda lakukan jika menemukan: siswa yang pasif atau malah ngobrol di kelas? kondisi kelas yang selalu ribut? siswa yang sering bolos pada mata pelajaran Anda? siswa yang kritis dan cerdas? siswa yang berprestasi rendah? Membiarkan? Memarahi? atau “Mengadakan Pendekatan Interpersonal” ?

12  Rasional  Visi dan Misi  Deskripsi Kebutuhan  Rumusan hasil needs assessment (penilaian kebutuhan) peserta didik dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik.  Tujuan  Komponen Program: (a) Komponen Pelayanan Dasar, (b) Komponen Pelayanan Responsif, (c) Komponen Perencanaan Individual, dan d) Komponen Dukungan Sistem (manajemen)  Rencana Operasional (Action Plan)  Evaluasi  Anggaran Langkah-langkah membuat program Bimbingan dan Konseling TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 11

13 Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan  Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus.  Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.  Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh PA. Catatan: TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 12

14  Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun. Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik; Program Tahunan dan Program semester. TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 13

15  Program bimbingan dan konseling PT yang telah dituangkan ke dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan. Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan. TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 14

16  Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik.  Untuk kegiatan kontak langsung yang dilakukan secara pertemuan head to head.  Adapun kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat dilaksanakan melalui tulisan (seperti , buku-buku, brosur, atau majalah dinding), kunjungan rumah (home visit), konferensi kasus (case conference), dan alih tangan (referral). TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 15

17  Program pelayanan bimbingan dan konseling tidak mungkin akan tercipta, terselenggara, dan tercapai bila tidak memiliki suatu sistem manajemen yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan terarah. Oleh karena itu bimbingan dan konseling harus ditempatkan sebagai bagian terpadu dari seluruh program perguruan tinggi dengan dukungan wajar baik dalam aspek ketersediaan sumber daya manusia, sarana, dan pembiayaan. Pengorganisasian Program TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 16

18 TAHAP PERANCANGAN PROGRAM 1 Mendefinisikan struktur dasar program 2 Mengidentifikasi dan mendaftar kompetensi peserta didik berdasarkan area dan kelas 3 Memastikan dukungan kebijakan 4 Menetapkan prioritas untuk program layanan (perancangan kualitatif) 5 Menetapkan parameter alokasi sumber (perancangan kuantitatif) 6 Menuliskan dan mendistribusikan deskripsi program yang diinginkan

19 Tahap 1: mendefinisikan struktur dasar program 1.Komponen-komponen yang terstruktur Definisi Visi dan misi PT dan BK Personel pelaksana program kompetensi yang diharapkan dimiliki mahasiswa (standard kompetensi) Rasional Kebutuhan dan kondisi mahasiswa Konteks masyarakat Landasan teori Tren dan isu-isu dalam bimbingan konseling yang professional Asumsi 2.Komponen-komponen program terdiri dari: Kurikulum bimbingan Perencanaan individual Layanan responsif Dukungan sistem

20 Tahap 2: mengidenfikasi dan membuat daftar kompetensi berdasarkan area dan kelas Pada tahap ini konselor mengidentifikasi dan membuat daftar kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki peserta didik pada jenjang pendidikan dan kelas tertentu. Daftar kompetensi merupakan rumusan tugas- tugas perkembangan, yakni Standar Kompetensi Kemandirian yang disepakati bersama

21 Tahap 3: memastikan dukungan kebijakan Konselor mengidentifikasi kebijakan tentang pelaksanaan program bimbingan konseling. Tujuan: agar konselor dapat membuat perencanaan program yang berhubungan dengan alokasi waktu, anggaran, dan kerjasama dengan pihak-pihak di luar kampus (Gysbers & Henderson, 2006: ).

22 Tahap 4: menetapkan prioritas untuk program layanan (perancangan kualitatif) Prioritas bagi petugas pendukung program bimbingan konseling (petugas administrasi, teknisi, pustakawan). Prioritas orangtua. Prioritas bagi klien yang akan dilayani. Prioritas bagi kegiatan bimbingan pada setiap komponen. Prioritas kompetensi yang menjadi perhatian penting bagi mahasiswa pada jenjang pendidikan tertentu, serta topik atau tema yang paling dibutuhkan oleh mahasiswa dan lingkungan berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Alokasi waktu, tenaga dan anggaran.

23 Tahap 5: menetapkan parameter alokasi sumber (perancangan kuantitatif) Konselor menetapkan komponen program yang akan diberikan, dan bagaimana alokasi waktu konselor untuk pelaksanaan setiap komponen program. Dalam menetapkan alokasi sumber-sumber yang tersedia: Menetapkan prioritas waktu, tenaga, Menentukandesain yang berhubungan dengan rasio konselor : mahasiswa

24 Tahap 6: peran dan tanggung jawab kepemimpinan Menetapkan deskripsi kerja masing-masing anggota tim BK Membuat kesepakatan tentang: Program (komponen, tema, kurikulum BK) Distribusi tugas

25 Perkiraan alokasi waktu pelayanan Layanan dasar25-35% Layanan responsif15-25% Perencanaan individual25-35% Dukungan sistem10-15%

26 STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM 1.Pelayanan dasar  Bimbingan kelompok  Bimbingan Klasikal  Pelayanan Orientasi 2.Pelayanan responsif  Konseling Individual  Konseling Kelompok  Referal (Rujukan atau Alih Tangan)  Kolaborasi Orang tua  Kolaborasi dengan pihak-pihak terkait di luar Sekolah  Konsultasi  Bimbingan Teman Sebaya (Peer Guidance/Peer Facilitation)  Konferensi Kasus  Kunjungan Rumah

27 STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM 3.Perencanaan individual  Konsultasi  Bimbingan individual  Bimbingan kelompok  Akses informasi dan teknologi 4.Dukungan sistem  Sistem manajemen  Evaluasi (program dan hasil)  Pengembangan profesi konselor  In-service training  Pendidikan lanjut

28 Tugas kelompok  Buat kelompok terdiri dari 4 orang  Buatlah analisis SWOT  Buatlah matriks asesmen siswa  Di Presentasikan

29 ANALISIS SWOT AspekKekuatan (strength) Kelemahan (weaknesses) Peluang (opportunity) Ancaman (threat) Strategi layanan Nama kegiatan

30 MATRIKS ASESMEN SISWA No.DataOutputStrategi layanan Nama kegiatan

31 Buatlah program BK komprehensif  Tahap 1: mendefinisikan struktur dasar program  Landasan berpikir  Pelaksana program  Target program  Organisasi program  Rasional (Kebutuhan dan kondisi mahasiswa, Konteks masyarakat, Landasan teori, Misi dan tujuan sekolah)  Tahap 2: mengidenfikasi dan mendaftar kompetensi siswa berdasarkan area dan kelas  Lihat buku biru

32  Tahap 3: memastikan dukungan kebijakan  Tugas dan tanggung jawab:  Koordinator BK  Dosen PA  Ketua Prodi  Dosen Mata Kuliah  Tahap 4: menetapkan prioritas untuk program layanan (perancangan kualitatif)  Berdasarkan data asesmen lingkungan dan siswa, program apa yang menjadi prioritas berdasarkan penilaian PA

33  Tahap 5: menetapkan parameter alokasi sumber (perancangan kuantitatif)  Distribusi tugas guru BK  Layanan dasar  Layanan responsif  Layanan perencanaan individual  Dukungan sistem  Rasio guru BK dan siswa  Tahap 6: menuliskan dan mendistribusikan deskripsi program yang diinginkan  Membuat kalender program

34 KALENDER PROGRAM BK KOMPREHENSIF Bulan 123 Dst Komponen PERSIAPAN PELAKSANAAN Layanan dasar Layanan reseponsif Perencanaan individual AKUNTABILITAS

35 Sekian dan Terima kasih TRAINING OF TRAINER (TOT) PELATIHAN BK BAGI DOSEN DIKNAKES 34


Download ppt "MANAJEMEN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI PERGURUAN TINGGI PELATIHAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI DOSEN DIKNAKES 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google