Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Rapat Persiapan Endorsement Indonesia terhadap MOU ASEAN-WHO dan MOU ASEAN-UNFPA Pusat Kerjasama Luar Negeri, 4 September 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Rapat Persiapan Endorsement Indonesia terhadap MOU ASEAN-WHO dan MOU ASEAN-UNFPA Pusat Kerjasama Luar Negeri, 4 September 2014."— Transcript presentasi:

1 Rapat Persiapan Endorsement Indonesia terhadap MOU ASEAN-WHO dan MOU ASEAN-UNFPA Pusat Kerjasama Luar Negeri, 4 September 2014

2 Latar Belakang  Anggota WHO Western Pacific Region (WPRO) terdiri atas 7 ASEAN Member States: Brunei Darussalam, Cambodia, Lao PDR, Malaysia, the Philippines, Singapore and Viet Nam  Anggota WHO South-East Asia Region (SEARO) 3 AMS: Indonesia, Myanmar and Thailand.  Kerjasama ASEAN-WHO pertama kali dalam bentuk bantuan teknis di bidang Kefarmasian pada tahun 1979  Kerjasama ASEAN-WHO dimulai sejak ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MOU) kedua belah pihak tahun MOU telah beberapa kali diperpanjang sampai dengan tahun 2013.

3 Perkembangan MOU ASEAN-WHO MOU ( )  High Level Meeting ASEAN/WHO July 2008: mereview implementasi MOU dan mendiskusikan MOU baru untuk periode selanjutnya.  Draft MOU difinalkan pada Preparatory Meeting of SOMHD for the 9 th ASEAN Health Ministers Meeting held bulan Oktober 2008 di Manila, Philippines.  Final draft MOU dibahas dan mendapatkan endorsement pada pertemuan 9 th ASEAN Health Ministers Meeting.  MOU ditandatangani oleh ASEAN/WPRO/SEARO pada tahun 2009.

4 MOU ASEAN – WHO ( ) 1. Prevention and control of communicable diseases, including new, emerging and re-emerging diseases; 2. Prevention and control of non-communicable diseases with special emphasis on their common risk factors and healthy lifestyles promotion; 3. Health systems strengthening, including primary health care; 4. Food security, food safety and nutrition; 5. Health effects of climate change and the environment; 6. Emergency preparedness and response; 7. Globalization and trade and their impact on health, including access to medicines and essential technology; and 8. Traditional medicine. 8 area kerjama

5 Kolaborasi ASEAN – WHO dalam Policy Meetings  Senior Officials Meeting on Health Development (SOMHD)  Kehadiran dan Kontribusi Perwakilan WHO  Berbagai pertemuan subsidiary bodies di bawah SOMHD dalam rangka pelaksanaan outputs and outcomes kesehatan  Kehadiran dan Kontribusi Perwakilan WHO  WHO Governing body meetings  Kehadiran Perwakilan ASEAN  WHO Technical meetings for strategies and policies development  Perwakilan ASEAN berpartisipasi dalam beberapa area kerjasama

6 Kolaborasi ASEAN – WHO dalam bentuk Dukungan Teknis  WHO memberikan bantuan teknis dalam subsidiary bodies di bawah SOMHD:  ASEAN Communicable Diseases initiatives (AEGCD)  ASEAN Dengue Day (AEGCD)  ASEAN Health Officials Meetings  ASEAN Risk Communications Strategy (AEGCD)  ASEAN Regional Work Plan on Healthy Lifestyles  ASEAN Working Group on Hospital Acquired Infections  ASEAN Experts Group on Communicable Diseases  ASEAN Focal Point on Tobacco Control Group (AFPTC)  ASEAN Pharmaceutical Development Working Group (AWGPD)  ASEAN Food Safety Cooperation Working Group (AEGFS)

7 Kolaborasi ASEAN WHO dalam Tanggap terhadap berbagai ancaman kesehatan  Kerjasama dalam menangani pandemi influenza Regional readiness  Availability of oseltamivir (Tamiflu) and PPE  Supporting functional regional systems and procedures for deployment  Kerjasama dalam penguatan kapasitas laboratorium  Asia Pacific Strategy for Strengthening Health Laboratories  ASEAN+3 Partnership Laboratories.  Development of a harmonized five-year laboratory workplan for an integrated public health laboratory system;

8 AHMM ke-11  Pada pertemuan 11th ASEAN Health Ministers Meeting tahun 2012 antara lain menyepakati rekomendasi terkait hal-hal yang perlu dilakukan guna memperkuat kerjasama antara ASEAN-WHO sbb: 1. Pentingnya melaksanakan joint assessment MOU ASEAN-WHO ( ) serta mengembangkan MOU baru untuk periode selanjutnya 2. Mengundang WHO dalam setiap pertemuan setingkat pejabat senior (SOMHD) maupun setingkat menteri (AHMM). Hal ini bertujuan untuk menjamin kesinambungan arah pembangunan kesehatan di kawasan dengan kesepakatan-kesepakatan yang dicapai di tingkat global (World Health Assembly) 3. Pengakuan kesetaraan posisi Menkes AMS dengan Sekjen ASEAN

9 SOMHD ke-8 tahun 2013  Pertemuan SOMHD ke-8 tahun 2013 di Singapura, antara lain telah disepakati tentang keinginan ASEAN untuk melegalkan kerjasama dengan WHO melalui perpanjangan kerjasama MOU ASEAN-WHO untuk periode : a. Emerging Infectious Diseases; (i)Emergency Preparedness and Response to Outbreaks (ii)International Health Regulations/Asia Pacific Strategy for Emerging Diseases (iii)Antimicrobial Resistance Including Focus on Drug Resistance in Malaria and Tuberculosis b.Healthy Borders; (i)Greater Mekong Sub-Region and other similar settings (a)Health systems at the borders (b)Migrant health issues (c)Spurious/falsely labelled/falsified/counterfeit medicines at the borders

10 c.Access to Quality Medicines and Technologies; (i)Access to High-Priced Medicines (ii)Traditional Medicines (iii)National Regulatory Agency Strengthening (iv)Appropriate Health Technology d.Healthy lifestyles; (i)Social Determinants of Health (ii)Tobacco Control

11  Secara garis besar tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara MOU kerjasama yang lama dan MOU yang baru. Perubahan terdapat pada area kerjasama, serta penambahan pasal kerahasiaan dan hak kekayaan intelektual Article IV: Confidentiality and intellectual property 1. Any exchange of information between the Parties under this MOU will be subject to any reasonable conditions of confidentiality which the party disclosing the information wishes to impose, notwithstanding other areas of cooperation stated in this MOU. 2. In the absence of any specific agreement to the contrary, the Parties hereby acknowledge that this MOU will not act as a license for either organization to exercise the other's intellectual property rights in relation to know-how, materials or technology. 3. Intellectual property rights in respect of know-how, materials or technology resulting from activities carried out under this MOU shall be agreed on in good faith on a case-by-case basis in separate exchanges of letters.

12 SOMHD ke-9 tahun 2014  menyetujui penandatanganan akan dilakukan di sela-sela pertemuan AHMM ke-12, tanggal 18 September 2014 di Hanoi, Vietnam. Proses selanjutnya dalam rangka persiapan penandatangannya adalah clearence (izin) oleh divisi hukum ASEAN Secretarat maupun WHO  Signing Memorandum of Understanding on The Collaborative Framework Between The World Health Organization (WHO) and The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) oleh Sekretaris Jenderal ASEAN akan mewakili ASEAN untuk menjadi pihak penandatangan mewakili negara anggota ASEAN, dan Regional Director WHO SEARO dan WPRO menjadi pihak penandatangan WHO  MoU ASEAN WHO akan berlaku mulai tahun dan entry into force setelah semua AMS menyatakan endorsement-nya. Berdasarkan informasi ASEAN Sekretariat via per tanggal 25 Agustus 2014 (terlampir), semua SOMHD ASEAN telah menyetujui kecuali Indonesia dan Vietnam

13 Tantangan Kerjasama ASEAN-WHO Coordination between ASEAN Secretariat and WHO; Overlap between ASEAN and WHO health-related activities and initiatives; Timely information on WHO and ASEAN meetings to ensure meaningful participation; Greater collaboration with the other ASEAN communities; Large number of areas of collaboration and activities.

14 ASEAN and UNFPA PARTNERSHIP

15 UNFPA Strategic Plan

16 Asia and the Pacific Regional Programme  Masuk ke dalam Strategic Plan ( ), dengan beberapa penyesuaian menyesuaikan dengan kebutuhan dan isu2 baru yg muncul di kawasan  Kawasan Middle-Income Countries  Kawasan dengan berbagai keanekaragaman dan konflik kemanusiaan  Strategi:  Perwakilan di 23 Country Offices dalam area kerjasama teknis, program maupun operasional  Regional public goods (studies, analysis, advocacy tools, capacity development tools)  Regional/global knowledge sharing (incl. south-south)  Kerjasama melalui badan2 regional spt ASEAN

17 SOMHD ke-8 (2013)  UNFPA mengusulkan melegalkan kerjasama dengan ASEAN melalui MOU  Mengusulkan MOU dapat ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal ASEAN  Pertemuan SOMHD ke-8 mencatat usulan area kerjasama sebagaimana rekomendasi pertemuan 2 nd ASEAN Task Force on Maternal and Child Health Agustus 2013 sbb: 1. Initiative addressing challenges on Data Harmonization 2. Human Resources Development 3. Addressing unmet need for family planning 4. Reproductive health information and services to young people

18 SOMHD ke-9 (2014)  Pertemuan SOMHD mencatat usulan prioritas kerjasama sesuai dengan UNFPA Regional Programme  Overarching Goal: Universal access to Sexual and Reproductive Health (SRH) services  Focus Area 1. Maternal Health (MW education, data, emergency/humanitarian situations) 2. Family Planning (advocacy, unmet need for FP, commodity security 3. Sexual Reproductive Health needs of young people (SRH issues, services, data)

19 Upaya kolaborasi di masa mendatang 1. Publication of Minimal Requirements for SBA in ASEAN (dokumen akan di- launch pada pertemuan AHMM ke-12) 2. Follow-up data harmonization workshop (Indonesia Lead Country) 3. Promoting health and well-being of young people in ASEAN countries (e. g. addressing legal and social barriers to access youth friendly health services) 4. Multi-sectoral regional “youth charter” for ASEAN 5. Reproductive Health Commodity Security 6. Health sector response to gender-based violence 7. SRH of Young People in ASEAN region: a review of issues, policies and programs 8. ASEAN Intergovernmental Commission on Humanitarian Right (AICHR) Regional Workshop on the Promotion of Maternal Health and Reduction of Maternal Mortality: Meeting the UN MDG Goal 5 in the Context of ASEAN Community 9. SOMHD Work Group Meeting on Post-2015 Health Development Agenda

20 SOMHD ke-9  Menindaklanjuti inisiasi MOU yang dimulai sejak bulan September  Draft MOU telah disirkulasikan kepada SOMHD untuk mendapatkan input  Pertemuan mengkonfirmasi bahwa Sekrtaris Jenderal ASEAN menandatangani Memorandum of Understanding between the Association of Southeast Asian Nations and the United Nations Population Fund mewakili negara anggota ASEAN  Implementasi MOU melalui subsidiary bodies di bawah SOMHD (ex: ATFMCH)

21 Update MOU ASEAN WHO Hasil pertemuan the Committee of Permanent Representative (CPR) to ASEAN 26 Agustus 2014 in Bali: 1. MOU telah melalui mekanisme review dari legal division kedua belah pihak (ASEAN Secretariat dan WHO) 2. MOU akan ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal ASEAN dan 2 WHO Regional Director (SEAR dan WPRO) pada pertemuan 12th AHMM tanggal18 September Endorsement MOU ASEAN WHO telah diterima secara resmi oleh ASEAN Secretariat dari 8 negara. Diharapkan masing2 CPR dari 2 negara ASEAN dapat membantu memfasilitasi dalam mempercepat proses endorsement (Per tanggal 28 Agustus 2014 hanya Indonesia yang belum memberikan endorsement) 4. Mengingat Pertemuan CPR berikutnya akan dilaksanakan pada tanggal 17 September 2014, persetujuan secara ad referendum akan diberikan oleh CPR setelah Deputy Secretary General for ASCC memberikan informasi melalui surat resmi mengenai endorsement dari semua 10 AMS thd MOU ASEAN-WHO

22 Update MOU ASEAN UNFPA  the CPR mencatat update draft MOU (pada saat pertemuan CPR Bali) telah mendapatkan clearence dari Divisi Hukum ASEAN Secretariat  Comments dan Inputs dari Divisi Legal ASEAN Secretariat saat ini sedang dalam proses review dari divisi legal UNFPA  Penandatanganan MOU akan dikonfirmasikan kemudian.  ASEAN Secretariat akan mem-follow-up kepada negara yang belum memberikan endorsement MOU. ASEC telah mengirimkan surat permintaan dari Deputy Secretary General for ASCC kepada CPR untuk mendapatkan endorsement ad referendum  Pihak pendandatangan UNFPA adalah Executive Director Dr. Babatundi Osotimehin  Berdasarkan informasi terbaru dari UNFPA, penandatangan MOU dapat dilakukan setelah pertemuan 12th AHMM

23 TERIMA KASIH

24 PTRI ASEAN  CPR mendapat surat dari ASEC perihal permintaan endorsement MOU ASEAN- WHO  CPR berperan sebagai gate keeper dalam sebuah Perjanjian Int’l.  Badan Sektoral terlebih dahulu  CPR  Setnas (PI dan KFA Kemlu)  Pertemuan Bali: ASEC hanya memberikan brief ttg MOU  MOU akan dibahas di tingkat Working Group CPR sblm ke forum CPR

25 Perjanjian Ekososbud, Kemlu  Secara garis besar tidak terdapat pasal problematik  Pasal 4 butir (2) dan (3)  arrangement

26  Surat Endorsement SOMHD cc: ASEC dan PTRI

27 UNFPA - MOU berbentuk framework (bersifat umum) - Unit teknis lebih concern thd pasal2 di dalam implementing arrangement

28 RTL  PKLN menyampaikan surat tertulis kepada Dit. P Ekososbud dan Dit. KFA perihal persetujuan terhadap draft MOU dari unit teknis  Berdasarkan surat balasan Kemlu (clearence), SOMHD Indonesia (Sekjen Kemkes) akan memberikan endorsement thd draft MOU  Proses selanjutnya ASEC akan membawa MOU ke level Duta Besar ASEAN (CPR) untuk mendapatkan review


Download ppt "Rapat Persiapan Endorsement Indonesia terhadap MOU ASEAN-WHO dan MOU ASEAN-UNFPA Pusat Kerjasama Luar Negeri, 4 September 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google