Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penggunaan Napza RATNA MARDIATI Angsamerah. Otak dan Fungsinya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penggunaan Napza RATNA MARDIATI Angsamerah. Otak dan Fungsinya."— Transcript presentasi:

1 Penggunaan Napza RATNA MARDIATI Angsamerah

2 Otak dan Fungsinya

3

4 Zat Bekerja Di Pusat Kesenangan Kebanyakan zat bekerja langsung atau tidak langsung pada target sistem reward otak dengan membanjirinya Dopamin. Dopamine adalah neurotransmitter dalam sistem sinap otak yang mengatur gerakan, emosi, kognisi, motivasi, dan pereasaan nyaman menyenangkan. Stimulasi berlebihan dari sistem ini, akan membuat orang bahagia secara alami. Rasa bahagia senantiasa dicari dan diulangi

5 Gambaran Otak

6 Bisa Diperbaikikah Otak?

7

8 Macam Zat Heroin Merthamphetamin Kokain

9 Macam Zat kokain/Crack LSD Ekstasi

10 Macam Zat PCP Psilosibin Mushroom Kanabis Opium

11 Happy Five=Nimetazepam (dipasarkan dengan brand name Erimin) merupakan zat hipnotik intermediate-acting golong turunan benzodiazepine

12 Synthetic Cathinones (“Bath Salts”) kathinone sintetik dijual dengan judul “bath salts” agar tak dikenali oleh otoritas Bentuknya bubuk kristal putih atau coklat, dijual dalam kantung plastik atau kertas aluminium diberi label “not for human consumption" Isinya termasuk 3,4- methylenedioxypyrovalerone (MDPV), mephedrone (“Drone,” “Meph,” atau “Meow Meow”), dan methylone, dan campuran yang tidak diketahui

13 Catha Edulis Katinon

14 KROKODIL Abuse dari desomorphine buatan rumahan dilaporkan pertamakali di Siberia pada Dibuat oleh clandestine di Russia dan sekitarnya, 2010, digunakan juga di Jerman, ditemukan pada Oktober 2011 Derivat morfin, lebih murah, disuntikan. Nicknames: Walking Dead, Crocodile, Krok, Zombie Drug. Primarily used by heroin addicts who can no longer afford heroin Dibuat dari kodein dengan berbagai campuran

15 K2

16 Produk K2

17 Kanabinoid Sintetik Kanabimoid sintetik: "7H", "K2", "Spice", "7th Heaven" berisi kanabinoid kimia Legal digunakan sebagai pengganti ganja Tidak terdeteksi pada tes urin kanabinoid Anjing pelacak tak mengenalinya Tanda: takikardi, mulut kering, gangguan berpikir, gangguan persepsi, sensasi waktu terganggu, cemas, paranoia, sedasi kelelahan pasca intoksikasi

18 Adiksi Adiksi penyakit otak kronis, kambuhan khas dengan penggunaan, pencarian kompulsif,meski tahu akan bahayanya. Disebut penyakit otak karena membuat otak sakit, strukturnya berubah, juga faali nya Perubahan pada otak bertahan lama, sehingga dapat membuat perilaku berbahaya

19 Faktor Risiko dan Protektif Faktor RisikoDomainFaktor Protektif Perilaku aggresif diniIndividualKendali diri Ketrampilan sosial burukIndividualPositive Relationships Kurangnya supervisi orangtua KeluargaMonitoring dan dukungan parental Substance AbusePeerKompetensi akademik Ketersediaan ZatSekolahKebijakan Anti-Drug KemiskinanMasyarakatKekerabatan tetangga yang erat

20 Mengapa Menjadi Kecanduan/Tidak Kecanduan Genetik %

21 Mengapa Menggunakan Zat Supaya merasa nyaman dan menyenangkan. Sensasi awalnya eforia diikuti oleh efek lainnya yang tergantung zatnya. Stimulan (kokain, amfetamin) akan membuat orang 'giting', merasa berkuasa, percaya diri dan energi meningkat. Eforia depresan (putauw) diikuti rasa santai dan puas. Merasa berfungsi lebih baik. Mereka yang cemas bergaul, mudah cemas dengan pekerjaan, depresi akan merasa nyaman menggunakan zat sehingga mereka dapat berfungsi lebih baik. Stress mengawali penggunaan, untuk meredakan stress mereka menggunakan zat. Untuk lebih berprestasi misal memerbaiki kemampuan atletik, kognitif. Rasa ingin tahu, karena teman menggunakan. Sebagai cara untuk diakui dalam geng

22 Faktor Peningkat Risiko Adiksi Tidak ada sebab tunggal untuk orang menjadi adiksi. Anak-anak yang berinteraksi ditengah keluarga pengguna akan cepat menggunakannya adiksi terus berkembang, dimulai dari masa kanak atau remaja. National drug use surveys mengindikasikan anak mulai menggunakan obat padab umur 12 atau13.

23

24

25 Program Pencegahan Cara pencegahan adalah dengan meningkatkan faktor protektif dan mengeliminasi atau menurunkan faktor risiko. Program harus dibuat sesuai perkembangan umur anak, dapat individual atau kelompok, di sekolah atau rumah. Tiga jenis program –Universal programs tertuju untuk faktor risiko dan protektif anak yasng berisiko--> sekolah, komunitas –Program selektif, buat anak yang risikonya tinggi –Program dengan indikasi- untuk mereka yang sudah menggunakan

26 Terapi Psikologi Cognitive Behavioral Therapy. Hindari dan koping Motivational Incentives. Menggunakan penguatan positif seperti penghargaan ketika tetap bebas zat, sesi konseling, atau terapi gangguan yang ada. Motivational Interviewing. Meningkatkan pemikiran untuk mengubah perilaku. Terapi kelompok.

27 Terimakasih


Download ppt "Penggunaan Napza RATNA MARDIATI Angsamerah. Otak dan Fungsinya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google