Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Gait Analysis OlehSugijanto TUJUAN INSTRUKSIONAL Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mengkaji.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Gait Analysis OlehSugijanto TUJUAN INSTRUKSIONAL Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mengkaji."— Transcript presentasi:

1

2 Gait Analysis OlehSugijanto

3 TUJUAN INSTRUKSIONAL Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mengkaji faktor-faktor penilaian Analisis jalan. Mengkaji faktor-faktor penilaian Analisis jalan. Mangkaji dan memperagakan tahapan gait cycle. Mangkaji dan memperagakan tahapan gait cycle. Mengkaji pembebanan (bearing) dan ayunan (swinging). Mengkaji pembebanan (bearing) dan ayunan (swinging). Mengkaji tentang ritme jalan. Mengkaji tentang ritme jalan. Mengkaji Sagital, transversal dan horizontal cadens. Mengkaji Sagital, transversal dan horizontal cadens. Mengkaji tentang foot stride. Mengkaji tentang foot stride. Mendiagnosis penyimpangan gait cycle. Mendiagnosis penyimpangan gait cycle. Mendiagnosis penyimpangan pembebanan-ayunan, ritme, cadens. Mendiagnosis penyimpangan pembebanan-ayunan, ritme, cadens.

4 Pertanyaan studi Jelaskan Kajian Analisis jalan. Jelaskan Kajian Analisis jalan. Jelaskan dan peragakan tahapan gait cycle. Jelaskan dan peragakan tahapan gait cycle. Jalaskan tentang pembebanan (bearing) dan ayunan (swinging). Jalaskan tentang pembebanan (bearing) dan ayunan (swinging). Jelaskan tentang ritme jalan. Jelaskan tentang ritme jalan. Jelaskan tentang Sagital, transversal dan horizontal cadens. Jelaskan tentang Sagital, transversal dan horizontal cadens. Jelaskan tentang foot stride. Jelaskan tentang foot stride. Jelaskan tentang penyimpangan gait cycle. Jelaskan tentang penyimpangan gait cycle. Jelaskan penyimpangan pembebanan-ayunan, ritme, cadens. Jelaskan penyimpangan pembebanan-ayunan, ritme, cadens.

5 Pendahuluan Tujuan pemeriksaan FT: Tujuan pemeriksaan FT: Menegakkan diagnosa FT Menegakkan diagnosa FT Correction gait Correction gait Penggunaan sepatu Penggunaan sepatu

6 Gait Analysis

7 GAIT ANALYSIS Perhatikan gait cycles: saat initial contact, foot flat, loading respons, terminal contact, asceleration, mid swing, desceleration dan kembali initial contact Perhatikan gait cycles: saat initial contact, foot flat, loading respons, terminal contact, asceleration, mid swing, desceleration dan kembali initial contact Perhatikan rhythm, feet distance, cycle phase, sagital – tranversal – horizontal cadens, speed etc. Perhatikan rhythm, feet distance, cycle phase, sagital – tranversal – horizontal cadens, speed etc.

8 Siklus normal berjalan Stance phase Stance phase Initial contact = Heel strike Initial contact = Heel strike Loading response = Foot flat Loading response = Foot flat Mid stance = Mid stance Mid stance = Mid stance Terminal stance = Heel off Terminal stance = Heel off Pre swing = Toe off Pre swing = Toe off

9 Swing phase Swing phase Initial swing = Acceleration Initial swing = Acceleration Mid Swing = Mid swing Mid Swing = Mid swing Terminal swing = Deceleration Terminal swing = Deceleration

10 Pemeriksaan Observasi Observasi Initial contact to loading response Initial contact to loading response Pelvic drops : trendelen berg  kelemahan hip abductor Pelvic drops : trendelen berg  kelemahan hip abductor HIP : Deviasi  Anterior pelvic tilt  kelemahan extensor hip/kontraktur fleksi hip. HIP : Deviasi  Anterior pelvic tilt  kelemahan extensor hip/kontraktur fleksi hip. Knee:Insufisiensi knee/hyper extensi  Kelemahan knee extensor/ kontraktur knee extension Knee:Insufisiensi knee/hyper extensi  Kelemahan knee extensor/ kontraktur knee extension Ankle : early foot flat  kelemahan foot dorsal flexor/peroneus nerve lesion Ankle : early foot flat  kelemahan foot dorsal flexor/peroneus nerve lesion

11 Mid stance HIP HIP Badan condong kebelakang  kelemahan hip extensor Badan condong kebelakang  kelemahan hip extensor Panggul bergeser ipsilateral  kelemahan abduktor  Hip Adductor spasticity Panggul bergeser ipsilateral  kelemahan abduktor  Hip Adductor spasticity KNEE KNEE Hyper extensi  Kelemahan ekstensor knee Hyper extensi  Kelemahan ekstensor knee Ankle Ankle Excessive plantar fleksi  Kontraktur/spastik plantar flexor Excessive plantar fleksi  Kontraktur/spastik plantar flexor

12 Terminal stance Terminal stance HIP HIP Badan condong ke Ipsilateral  kelemahan abduktor Badan condong ke Ipsilateral  kelemahan abduktor KNEE KNEE Hiper ekstensi knee  kelemahan ekstensor knee Hiper ekstensi knee  kelemahan ekstensor knee Excessive plantar fleksi  Kontraktur/spastik plantar flexor Excessive plantar fleksi  Kontraktur/spastik plantar flexor Ankle Ankle Excessive ankle dorso flexion  kelemahan soleus Excessive ankle dorso flexion  kelemahan soleus

13 Pre swing Pre swing HIP HIP Excessive hip flexion  spastic hip flexor Excessive hip flexion  spastic hip flexor KNEE KNEE Insufficient knee flexion  kelemahan knee extensor Insufficient knee flexion  kelemahan knee extensor ANKLE ANKLE Excessive ankle dorsiflexion  kelemahan soleus Excessive ankle dorsiflexion  kelemahan soleus

14 INITIAL SWING INITIAL SWING HIP HIP Circumduction hip  kelemahan hip flexor Circumduction hip  kelemahan hip flexor KNEE KNEE Insufficient hip flexion  kelemahan hip flexor Insufficient hip flexion  kelemahan hip flexor ANKLE ANKLE Excessive ankle plantar flexion  kontraktur plantar flexion Excessive ankle plantar flexion  kontraktur plantar flexion

15 MID SWING MID SWING HIP HIP Excessive hip flexion  kelemahan dorsiflexor ankle dikompensasi hip flexion\ Excessive hip flexion  kelemahan dorsiflexor ankle dikompensasi hip flexion\ KNEE KNEE Insufficient knee flexion  kelemahan hip flexor Insufficient knee flexion  kelemahan hip flexor ANKLE ANKLE Excessive ankle plantar flexion  kelemahan dorsi flexor ankle Excessive ankle plantar flexion  kelemahan dorsi flexor ankle

16 TERMINAL SWING TERMINAL SWING HIP HIP Circumduction hip  kelemahan hip flexor Circumduction hip  kelemahan hip flexor KNEE KNEE Insufficient knee flexion  kelemahan knee extensor Insufficient knee flexion  kelemahan knee extensor ANKLE ANKLE Excessive plantar flexion ankle  kelemahan dorsi flexor ankle Excessive plantar flexion ankle  kelemahan dorsi flexor ankle

17 Pathological gait Pathological gait seperti: duchene gait, weddling’s gait, paralytic gait, parkinsonian’s gait, dll. Pathological gait seperti: duchene gait, weddling’s gait, paralytic gait, parkinsonian’s gait, dll. Hip Joint: Antalgic gait, torsion gait, flexion contracture gait, duchene gait, trendelen’s gait, scissor gait, leg dicrepancy gait dll Hip Joint: Antalgic gait, torsion gait, flexion contracture gait, duchene gait, trendelen’s gait, scissor gait, leg dicrepancy gait dll Knee joint: Antalgic gait, knee flexion contracture gait, Bow leg gait, Knock knee gait, hyper extension gait, dll Knee joint: Antalgic gait, knee flexion contracture gait, Bow leg gait, Knock knee gait, hyper extension gait, dll Ankle and foot: Early foot flat gait, horse gait, stappage gait, dll Ankle and foot: Early foot flat gait, horse gait, stappage gait, dll

18 PENGGUNAAN SEPATU Shoe lift untuk leg discrepancy Shoe lift untuk leg discrepancy Penggunaan medial dan lateral arc support Penggunaan medial dan lateral arc support Splinting jari kaki Splinting jari kaki Plantar stop Plantar stop

19 Thanks


Download ppt "Gait Analysis OlehSugijanto TUJUAN INSTRUKSIONAL Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mahasiswa memahami gait analisis dengan cara : Mengkaji."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google