Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

4/9/2015 Tran si 1 Penalaran (Reasoning), Hakikat dan Penggunaan akuntansi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "4/9/2015 Tran si 1 Penalaran (Reasoning), Hakikat dan Penggunaan akuntansi."— Transcript presentasi:

1 4/9/2015 Tran si 1 Penalaran (Reasoning), Hakikat dan Penggunaan akuntansi

2 Penalaran 4/9/2015 Tran si 2 Proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan terhadap suatu pernyataan atau asersi. Menentukan secara logis dan objektif apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut. Struktur penalaran terdiri atas masukan, proses, dan keluaran.

3  Pernyataan atau asersi (assertion)  Keyakinan (belief)  Argumen (argument) 4/9/2015 Tran si 3 Unsur atau Komponen Penalaran

4 Proses dan Struktur Penalaran 4/9/2015 Tran si 4 Argumen Asersi sebagi elemen Keyakinan bahwa asersi konklusi benar/valid MasukanProsesKeluaran Asersi inferensi konklusi

5 4/9/2015 Tran si 5 Asersi Penegasan tentang sesuatu hal atau realitas yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau ungkapan. Pengkuatifikasi asersi Untuk membatasi asersi universal/umum menjadi spesifik dan menentukan hubungan inklusi, eksklusi, saling-isi. Pengkuantifikasi: sedikit, banyak, tak semua, beberapa, semua.

6 4/9/2015 Tran si 6 Penyajian Asersi Makna atau arti Semua badan usaha milik negara adalah perusahaan pencari laba. Struktur atau bentuk Semua A adalah B. Diagram A B

7 4/9/2015 Tran si 7 Penyajian Asersi Hubungan eksklusi: Hubungan inklusif: A B A B Tidak satupun A adalah B = Tidak satupun B adalah A Semua A adalah B dapat bermakna Tidak semua B adalah A

8 4/9/2015 Tran si 8 Penyajian Asersi Hubungan saling isi B A

9 4/9/2015 Tran si 9 Penyajian Asersi “Beberapa B adalah A” Ada sebagian A yang bukan B. Semua A adalah B. B sama dengan A Asersi menyangkal “Semua B adalah A” Asersi menegaskan “Tidak semua B adalah A” Tanpa diagram tidak diketahui apakah: “Beberapa B adalah A” tidak selalu sama dengan “Tidak semua B adalah A”

10 4/9/2015 Tran si 10 Penyajian Asersi Interpretasi: Beberapa B adalah A. B A B A Menyangkal Semua B adalah A. Menegaskan Tidak semua B adalah A Umumnya ini yang dimaksud. atau

11 4/9/2015 Tran si 11 Asersi untuk Evaluasi Istilah Interpretasi: certified public accountant (CPA) = bersertifikat akuntan publik (BAP)? meja bundar biru (blue round tables) meja biru bundar (round blue tables)

12 4/9/2015 Tran si 12 Jenis dan FungsiAsersi Kredibilitas konklusi tidak dapat melebihi kredibilitas terendah premis-premis yang diajukan dalam argumen. Asumsi (assumption) Hipotesis (hypothesis) Pernyataan fakta (statement of facts) Jenis: Fungsi: Sebagai pernyataan premis dan konklusi Kaidah/prinsip:

13 4/9/2015 Tran si 13 Keyakinan Kebersediaan untuk menerima bahwa suatu asersi adalah benar tanpa memperhatikan apakah argumen valid atau tidak atau apakah asersi tersebut benar atau tidak.

14 4/9/2015 Tran si 14 Indikator Argumen Dalam suatu argumen atau penalaran yang kompleks, tidak selalu mudah untuk mengenali premis dan konklusi. Indikator premis: oleh karena, karena, mengingat, dengan asumsi bahwa, jika Cara mengenali: Prinsip/kaidah interpretasi terdukung (principle of charitable interpretation) Indikator konklusi: oleh karena itu, dengan demikian, maka, sehingga, sebagai akibatnya

15  Deduktif  Nondeduktif: Induktif Analogi Sebab-akibat 4/9/2015 Tran si 15 Jenis Argumen

16 4/9/2015 Tran si 16 Argumen Deduktif Argumen yang simpulannya diturunkan dari serangkaian asersi umum yang disepakati atau dianggap benar (disebut premis baik major maupun minor). Pada umumnya berstruktur silogisma sehinga disebut argumen logis (logical argument). Premis major: Premis minor: Konklusi: Semua binatang menyusui berparu-paru. Kucing adalah binatang menyusui. Kucing berparu-paru. Lihat contoh penalaran deduktif dalam akuntansi pada Gambar 2.8

17 4/9/2015 Tran si 17 Kriteria Kebenaran Argumen Deduktif Kelengkapan Kejelasan Kesahihan Keterpercayaian Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif adalah kebenaran logis bukan kebenaran empiris (realitas). Kriteria kebenaran logis: 1.Semua premis benar 2.Konklusi mengikuti semua premis 3.Semua premis dapat diterima

18 4/9/2015 Tran si 18 Argumen Induktif Argumen yang simpulannya merupakan perampatan atau generalisasi dari keadaan atau pengamatan khusus sebagai premis. Generalisasi menjadikan argumen induktif merupakan argumen ada benarnya (plausible argument) bukan argumen pasti benarnya atau logis (logical argument). Premis: Konklusi: Satu biji jeruk dari karung A manis rasanya. Beberapa biji berikutnya manis rasanya. Semua jeruk dari karung A manis rasanya. Ada benarnya tetapi dapat salah. Tidak pasti benar.

19 4/9/2015 Tran si 19 Perbedaan Argumen Deduktif dan Induktif Untuk meyakinkan perlu dilekatkan tingkat keyakinan (confidence level), misalnya 90% atau 95%. Premis 1: Semua burung berbulu. Premis 2: Bebek berbulu. Konklusi: Bebek adalah burung. Pasti benar (necessarily true) Premis 1: Beberapa burung dapat terbang. Premis 2: Bebek adalah burung. Konklusi: Bebek dapat terbang. Argumen deduktifArgumen induktif Boleh jadi benar/ada benarnya (not necessarily true) Lihat contoh penalaran induktif dalam akuntansi pada Gambar 2.11

20 4/9/2015 Tran si 20 Argumen Sebab-Akibat (Causal Generalization) Argumen untuk mendukung bahwa perubahan faktor tertentu disebabkan oleh faktor yang lain. Kriteria Penyebaban: 1.Faktor sebab bervariasi dengan faktor akibat (efek). 2.Faktor sebab terjadi sebelum atau mendahului faktor akibat. 3.Tidak ada faktor lain selain faktor sebab yang diidenfikasi. Lihat kaidah penyebaban Mill pada Gambar 2.10

21 4/9/2015 Tran si 21 Pemikiran di balik akuntansi berpasangan Akuntansi pencatatan berpasangan klasifikasional untuk tetap menjaga persamaan akuntansi fundamental yang merangkum posisi klasifikasional tersebut : Aktiva = kewajiban + modal pemilik Dalam akuntansi pencatatan berpasangan klasifikasional, sisi debit mengggambarkan klasifikasi dan sisi kredit menggambarkan klasifikasi yg lain. Maka terdapat klasifikasi yg berbeda. Misalnya pembelian suatu persediaan secara kredit Jurnalnya : Pembukuan pencatatan berpasangan kausal menggambarkan suatu hubungan sebab – akibat antara kenaikan dengan penurunan, Sebagai contoh pembelian persediaan yang sama dengan tunai Jurnalnya :

22 4/9/2015 Tran si 22 Prinsip-Prinsip akuntansi yang berlaku umum  Arti GAAP Akuntansi dipraktikan dalam suatu kerangka yg implisit. Kerangka ini dikenal dengan prinsip akuntansi berlaku umum. Pernyataan No. 4 Accountimg Principle Board (APB) of the AICPA menyatakan bahwa GAAP mencatat “ perngalaman, alasan, kebiasaan, penggunaan, dan kebutuhan praktis dan mereka mencakup ketentuan, aturan, prosedur yang diperlukan dalam mendefinisikan praktik akuntansi yang berlaku umum pada satu waktu tertentu.

23 4/9/2015 Tran si 23  GAAP kecil dan GAAP besar Akuntansi sedang menghadapi masalah usaha – usaha kecil yg dibebani scr berlebihan oleh biaya administrasi dan akuntansi yg dibutuhkan utk memenuhi aturan yg tidak relevan. Pertanyaan apakah benar – benar terdapat perbedaan antara usaha – usaha besar dan usaha – usaha kecil, membenarkan adanya perbedaan akuntansi melaui dua bentuk GAAP; GGAP kecil utk usaha kecil dan GAAP besar utk perusahaan – perusahaan besar

24 4/9/2015 Tran si 24 Akuntansi yang di rancang Pada dasarnya ketika seorang pengamat tertarik dan mempunyai rasa ingin tahu yg besar dari luar bidang akuntansi misal memeriksa disiplin ilmu akuntansi maka dia akan dengan mudah tertarik utk melihat lbh jauh barbagai usaha utk memilih tekhnik dan solusi akuntansi yg sesuai dengan sasaran dan gambaran yg telah ditetapkan. Aspek – aspek dari konsep akuntansi yg dirancang adalah : a.Hipotesis salah saji keuangan secara selektif b.Perataan laba c.Manajemen laba d.Akuntansi kreatif e.Kecurangan akuntansi

25 4/9/2015 Tran si 25 Hipotesis salah saji keuangan Secara selektif diasumsikan melintasi kedua sektor publik dan pribadi “karena para partisipan di kedua sektor tersebut dimotivasi untuk mendukung standar – standar yg secara selektif membuat salah saji dari realitas ekonomi ketika hal tersebut sesuai dengan tujuan mereka

26 4/9/2015 Tran si 26 Perataan Laba Pengurangan fluktuasi laba dari tahun ke tahun dengan memindahkan pendapatan dari tahun-tahun yg tinggi pendapatannya ke periode yg kurang menguntungkan

27 4/9/2015 Tran si 27 Manajemen laba Suatu kemampuan untuk “memanipulasi” pilihan – pilihan yang tersedia dan mengambil pilihan yg tepat untuk dapat mencapai tingkat laba yg diharapkan

28 4/9/2015 Tran si 28 Kreativitas dalam akuntansi Menyiratkan suatu interpretasi yang liberal atas aturan-aturan akuntansi yang memungkinkannya dilakukan pilihan – pilihan sehingga dapat dihasilkan penggambaran situasi keuangan yg lebih atau kurang optimis jika dibandingkan dengan situasi nyata

29 4/9/2015 Tran si 29 Bila orang merasakan belajar sebagai kenikmatan, maka dia akhirya akan mengenyam kenikmatan ganda.


Download ppt "4/9/2015 Tran si 1 Penalaran (Reasoning), Hakikat dan Penggunaan akuntansi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google