Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 1 H agency 6 2 1 1 Resiko “Mis-Management” Interkoneksi Terhadap Revenue Board Advisory Group - Treasury Telkomsel.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 1 H agency 6 2 1 1 Resiko “Mis-Management” Interkoneksi Terhadap Revenue Board Advisory Group - Treasury Telkomsel."— Transcript presentasi:

1

2 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 1 H agency Resiko “Mis-Management” Interkoneksi Terhadap Revenue Board Advisory Group - Treasury Telkomsel Juli

3 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 2 H agency POLA INTERKONEKSI TELKOMSEL - TELKOM REVENUE SHARING CUSTOMER BASIS CALL BASIS DURATION BASIS REVENUE BASIS POINT OF INTERCONNECTION COST BASIS DURATION BASIS

4 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 3 H agency DATA RUJUKAN TELKOMSEL - TELKOM Incoming CDR Transit CDR Outgoing CDR A# & B# Duration of Call Routing Information

5 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 4 H agency POLA PERHITUNGAN INTERKONEKSI EXISTING TELKOMSEL - TELKOM NEAR END FAR END Hanya berlaku untuk panggilan-2 dan pelanggan dari dan ke X- Telkom yang satu kota dengan MSC-Tsel. Berlaku untuk panggilan-2 dan pelanggan dari dan ke X-Telkom yang tidak satu kota dengan MSC- Tsel. Hanya Incoming CDR Hanya Data No. Pelanggan (tanpa data Routing) Catatan : Diberlakukan faktor koreksi terhadap ketimpangan pada lokal call pelanggan yang roaming atau short-distance call pada X-Telkom yang tidak sekota dengan MSC

6 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 5 H agency PERMASALAHAN TELKOMSEL - TELKOM Pemberlakuan faktor koreksi x % selama ini dianggap cukup memadai (sebahagian besar pelanggan kartuHALO yang relatif kecil dimana MSC tidak satu kota dengan X- TELKOM serta kecilnya roaming) Nilai faktor koreksi x % dirasa sangat tidak relevan lagi mengingat banyak pelanggan-2 simpati di kota-kota lain di luar Jawa memakai kartu simPATI dari Jawa >Pemakaian dan pendapatan lokal dengan pembayaran interkoneksi Interlokal semakin hari semakin besar dengan jumlah yang signifikan

7 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 6 H agency BILLING PELANGGAN VS INTERKONEKSI interkoneksi Usaha Yang Dibutuhkan BILLING INTERKONEKSI BESAR/ RETAIL KECIL/ BULK Dampak Terhadap Pendapatan/Unit KECIL BESAR Resiko Bad-Debt BESAR HAMPIR TIDAK ADA

8 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 7 H agency KEBUTUHAN PERHATIAN KHUSUS TELKOMSEL interkoneksi Pilih sibuk dengan pekerjaan berat, hasil kecil dengan resiko bad-debt atau pekerjaan lebih mudah, hasil besar tanpa bad-debt ? (membiarkan ketidak fokusan terhadap Interkoneksi seperti kondisi sekarang) Dibutuhkan perhatian khusus TELKOMSEL dalam pengelolaan Interkoneksi dengan lebih sungguh-sungguh dan terfokus mengingat besarnya dampak interkoneksi terhadap pendapatan : ->Keterfokusan SISFO ->Keterfokusan OPERASI ->Keterfokusan KEUANGAN Koordinasi Antar Operator Koordinasi Antar Fungsi Kualitas Fungsi

9 TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 8 H agency THANK YOU... for your attention TELKOMSEL Board Advisory Group - Treasury Gd. Graha Surya Internusa, Lt. 17 Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-O Jakarta Indonesia Tel , Fax , kartuHALO TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA


Download ppt "TELKOMSELINDONESIATELKOMSELINDONESIA 1 H agency 6 2 1 1 Resiko “Mis-Management” Interkoneksi Terhadap Revenue Board Advisory Group - Treasury Telkomsel."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google