Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Tim Pekerti BKMA Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 Oleh: Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Tim Pekerti BKMA Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 Oleh: Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si."— Transcript presentasi:

1

2 Tim Pekerti BKMA Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 Oleh: Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si

3 Mengapa Penting? Pelaksanaan Praktikum memerlukan dukungan media, sumber belajar, bahan ajar. Pelaksanaan Praktikum memerlukan dukungan media, sumber belajar, bahan ajar.

4 KOMPETENSI Mendeskripsikan media, sumber belajar, bahan ajar praktikum

5 INDIKATOR Mendeskripsikan media & sumber belajar praktikum Mendeskripsikan jenis bahan ajar

6 LANGKAH KEGIATAN PELATIHAN 60 ’ Pengantar: 5’ Sharing pendapat: 15’ Penguatan: 20’ Merancang media, sumber belajar dan bahan ajar sesuai topik praktikum: 10’ Diskusi : 10’

7 Sharing Pendapat (15’) Perhatikan gambar-gambar berikut ini (11 gambar) Mohon bapak/ibu golongkan termasuk media atau sumber belajar atau bahan ajar?

8 Gambar 1

9 Gambar 2

10 Gambar 3

11 Gambar 4

12 Gambar 5

13 Gambar 6

14 Gambar 7

15 Gambar 8

16 Gambar 9

17 Gambar 10

18 Gambar 11

19 PERTANYAAN? APA YANG DIMAKSUD SUMBER BELAJAR? APA BEDA DENGAN MEDIA DAN ALAT PERAGA? APA YANG DIMAKSUD BAHAN AJAR?

20

21 SUMBER BELAJAR Pengertian (AECT: 1977): adalah segala sesuatu (daya) yang dapat digunakan untuk memfasilitasi (mempermudah) kegiatan individu (siswa) dalam belajar (facilitating human learning). Dua macam Sumber Belajar: 1. SB yang dirancang (by design) 2. SB yang dimanfaatkan (by utilization)

22 SB yang dirancang (by design): yang secara khusus dikembangkan sebagai komponan sistem instruksional, dalam rangka mempermudah tindak pembelajaran secara formal, untuk mencapai tujuan pendidikan. Contoh: buku teks, buku paket, foto- slide pembelajaran, video pendidikan, Laboratorium Sains dan Bahasa, Alat peraga edukatif (APE), dll.

23 SB yang dimanfaatkan (by utilization): yang tidak secara khusus dipersiapkan untuk keperluan instruksional tetapi telah tersedia/ dapat diperoleh karena memang sudah ada di alam dan lingkungan sekitar, serta dapat digunakan untuk kepentingan belajar-pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan Contoh: pasar, toko, museum, kantor pos, tempat ibadah, posyandu, aquarium, rumah sakit, taman, nara sumber, sungai, sawah, balai desa, kantor kecamatan, pabrik, puskesmas, dll.

24 Sumber Belajar Komponen 1. Pesan 2. Orang 3. Bahan 4. Alat 5. Teknik 6. Lingkungan Pusat Sumber Belajar

25 Sumber Belajar Komponen 2. Orang Manusia sebagai penyimpan, pengolah dan penyaji pesan Pusat Sumber Belajar

26 Sumber Belajar Komponen 3. Bahan Sesuatu yg mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh diri sendiri Pusat Sumber Belajar

27 Sumber Belajar Komponen 4. Alat Sesuatu yg digunakan untuk menyampaikan pesan yg tersimpan dalam bahan Pusat Sumber Belajar

28 Sumber Belajar Komponen 5. Teknik Prosedur rutin atau acuan yg disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Pusat Sumber Belajar

29 Sumber Belajar Komponen 6. Lingkunagan Situasi sekitar atau tempat di mana pesan diterima Pusat Sumber Belajar

30 KETERKAITAN ANTARA ALAT PERAGA (Instructional Aid) MEDIA (Instructional Media) SUMBER BELAJAR (Resourcess Learning)

31

32 Pengertian Media Pembelajaran Segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai perantara penyampaian pesan (materi pembelajaran) dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pendidikan/pembelajaran.

33 Gunakan Kriteria Pemilihan Media, sbb: Sesuaikan dengan tujuan/ kompetensi yg akan dicapai Ketepatgunaan Sesuaikan dengan keadaan dan karakteristik pebelajar Ketersediaan Mutu teknis Biaya

34 PENGELOLAAN ALAT PERAGA Membuat alat peraga Alat peraga diletakkan pada tempat yang mudah dijangkau pebelajar Alat peraga diupayakan sering digunakan, Aturan penggunaan alat peraga perlu dibuat dan ditaati

35 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

36 PERBEDAAN ANTARA BUKU TEKS DAN BAHAN AJAR BUKU TEKS 1. Mengasumsikan minat dari pembaca 2. Ditulis terutama untuk digunakan dosen 3. Dirancang untuk dipasarkan secara luas 4. Disusun secara linear 5. Struktur berdasarkan logika bidang ilmu (content) 6. Belum tentu memberikan latihan 7. Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa 8. Belum tentu memberikan rangkuman 9. Gaya penulisan (bahasanya) naratif tetapi tidak komunikatif 10. Isi pada umumnya sangat padat 11. Dikemas untuk dijual secara umum 12. Tidak mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai 13. Tidak memberikan saran-saran cara mempelajari buku tersebut BAHAN AJAR 1. Menimbulkan minat dari pembaca 2. Ditulis dan dirancang untuk digunakan mahasiwa 3. Mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi) 4. Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel 5. Strukturnya berdasarkan kebutuhan mahasiwa dan kompetensi akhir yang akan dicapai 6. Berfokus pada pemberian kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih 7. Mengakomodasi kesukaran belajar siswa 8. Selalu memberikan rangkuman 9. Gaya penulisan (bahasanya) komunikatif dan semi formal 10. Kepadatan berdasarkan kebutuhan mahasiswa 11. Dikemas untuk di gunakan dalam proses instruksional 12. Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa 13. Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar

37 PENGERTIAN …. Merupakan bahan /materi pembelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan dalam proses pembelajaran

38 Jenis Bahan Ajar CD-Audio/Video Printed materials Computer Assisted Instruction Web-based courses Instructional Kits

39 Peran Bahan Ajar Dosen sbg fasili- tator, belajar mandiri Dosen sbg sumber Mahasiswa belajar darinya. Dosen sbg peng- ajar bhn yg di pilih (Dosen-Mhs)

40 MANFAAT BAHAN AJAR Bagi dosen 1. Hemat waktu mengajar 2. Peran dosen berubah dari pengajar jadi fasilitator 3. PBM efektif dan interaktif Bagi mahasiswa: 1. Belajar tanpa perlu tatap muka dengan pengajar 2. Belajar kapan saja, di mana saja 3. Belajar sesuai kecepatan 4. Belajar mandiri semangatnya akan tumbuh

41 Sifat Bahan Ajar Media Media satu arah Media dua arah

42 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Harus mempertimbangkan: 1. Persyaratan bahan ajar mandiri 2. Kecermatan isi: 3. Ketepatan cakupan: keluasan, kedalaman, keutuhan materi 4. Ketercernaan bahan ajar: kemudahan pemahaman. 5. Penggunaan bahasa 6. Ilustrasi 7. Kelengkapan komponen

43 PROSEDUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Analisis kebutuhan (kurikulum) Penulisan materi Format dan tata letak. Evaluasi Kegiatan Reviu dan revisi

44 ANALISIS KEBUTUHAN (KURIKULUM) Merupakan kurikulum program perkuliahan /praktikum (kompetensi, indikator, metode mengajar, estimasi waktu, dan daftar pustaka) Contoh: Kurikulum/Silabus bahan ajar cetak - Kurikulum/Silabus bahan ajar non-cetak

45 SISTEMATIKA PENULISAN BAHAN AJAR PRAKTIKUM (cetak) Tinjauan Mata praktikum Tujuan praktikum Pendahuluan Alat dan bahan Petunjuk praktikum/Cara kerja Tugas/bahan diskusi Daftar pustaka

46 Tinjauan Mata Praktikum Deskripsi singkat mata praktikum Kegunaan mata praktikum Kompetensi yang akan dicapai Urutan penyajian Petunjuk mahasiswa untuk mempelajari bahan ajar praktikum

47 Pendahuluan Cakupan materi praktikum Manfaat mempelajari petunjuk praktikum Urutan pembahasan Petunjuk belajar

48 Contoh: Bab 1 Uraian materi, contoh, non-contoh, tugas, yang bersifat interaktif untuk menumbuhkan proses belajar. Penilaian Uraian Tugas Contoh/non Belajar

49 Uraian Paparan materi: fakta, konsep, prinsip, teori, hukum, keterampilan, masalah yg disajikan secara naratif, dialogis yg mampu merangsang proses pembelajaran. Materi harus valid, up-to date, dan dapat mencapai kompetensi Disajikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif, tidak kaku dan menarik Materi yang disajikan kalau memang mengutip pendapat ahli harus dituliskan sumber nya (menghindari plagiarisme)

50 Contoh dan non-contoh Contoh dapat berupa benda, ilustrasi, kasus, gambar, diagram yang dapat menjelaskan konsep yang dijelaskan. Non-contoh dapat berupa benda, ilustrasi, kasus, gambar, diagram yang tidak mendukung konsep yang dijelaskan tetapi dimaksudkan untuk memantapkan pemahaman konsep.

51 Tugas/Bahan Diskusi Dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman pebelajar terhadap apa yang telah dipelajari Berisi tugas yang relevan dengan materi yang sedang dibahas, sesuai dengan kemampuan mahasiswa, bentuknya bervariasi, dan menantang mahasiswa untuk berpikir tingkat tinggi dan bersikap kritis Perlu dilengkapi dengan rambu-rambu pengerjaan latihan

52 MENULIS BAHAN AJAR (modul praktikum) Tulis kata-kata seperti pada saat mengajar Gunakan kata ganti orang kedua, misal: anda, saudara Ajak pembaca seolah-olah berinteraksi dengan anda Gunakan: kalimat aktif, paragraf singkat, contoh kasus, dan ilustrasi jika diperlukan

53 Contoh : LKM, Manfaat: 1. Mengaktifkan semua pebelajar a. Untuk memberi tugas ekstra (tambahan atau lanjutan) bagi pebelajar yang lebih cepat menyelesaikan tugas bersama. b. Untuk menvariasikan penugasan, terutama untuk melayani pebelajar yang tergolong tipe visual. c. Untuk meningkatkan frekuensi kegiatan individual.

54 d. Untuk melayani para pebelajar yang memiliki minat yang berbeda-beda. e. Untuk memudahkan pengelolaan kelompok besar pebelajar. f. Untuk menvariasikan jumlah anggota kelompok yang menggunakan lembar kerja yang berbeda.

55 2. Memperjelas pesan yang disampaikan Mempermudah pebelajar memahami tugas. Mempermudah pebelajar memahami tugas. Melatih pebelajar menangkap pesan tertulis. Melatih pebelajar menangkap pesan tertulis.

56 3. Mengurangi ceramah atau frekuensi berbicara instruktur mempermudah tugas yang rumit. mempermudah tugas yang rumit. Mengurangi pengulangan tugas yang sama. Mengurangi pengulangan tugas yang sama.

57 4. Membantu pengelolaan kelas dan merangsang inspirasi Membuat variasi kegiatan individual, pasangan, kelompok, dan seluruh kelas. Membuat variasi kegiatan individual, pasangan, kelompok, dan seluruh kelas. Mengurangi frekuensi penggunaan buku. Mengurangi frekuensi penggunaan buku.

58 5. Menghemat waktu Kegiatan belajar lebih terfokus. Kegiatan belajar lebih terfokus. Mempermudah pebelajar dalam proses menemukan. Mempermudah pebelajar dalam proses menemukan. Membantu pebelajar dalam proses pengamatan, penyelidikan, atau eksperimen. Membantu pebelajar dalam proses pengamatan, penyelidikan, atau eksperimen. Kegiatan-kegiatan belajar ditata secara sistematis. Kegiatan-kegiatan belajar ditata secara sistematis.

59 MERANCANG SUMBER, MEDIA DAN BAHAN AJAR (10’) Peserta menentukan 1 bahasan sesuai materi yang dipraktikumkan

60 DISKUSI HASIL RANCANGAN TENTANG SUMBER, MEDIA DAN BAHAN AJAR (10’) Peserta mempresentasikan hasil diskusi

61 SEMOGA BERMANFAAT


Download ppt "Tim Pekerti BKMA Universitas Muhammadiyah Malang Januari 2015 Oleh: Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google