Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Pengendalian Eko

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Pengendalian Eko"— Transcript presentasi:

1 Pengendalian Eko

2 Peta pembelajaran “Pengendalian” Pengen dalian (1) Tujuan : Memonitor & Koreksi (2) Langkah-langkah Tetapkan standar (fisik, moneter, waktu) Ukur Kinerja Evaluasi kinerja Tindakan korektif, evaluasi (3) Tipe pengawasan Feedforward control Concurent control Feedback control (4) Perlunya pengendalian Memonitor perubahan Rencana sesuai hasil? Menambah daya saing Mempermudah delegasi/kerja tim (5) 10 Karakteristik pengawasan

3 Peta pembelajaran “Metode Pengendalian” Pengen- dalian (1) Kualitatif Observasi Inspeksi langsung Pelaporan lisan/tertulis Evaluasi pelaksanaan (2) Kuantitatif Diskusi antara mgr. n bwhn. Anggaran (Budget) Audit : Internal, ekstrn, mgt Analisa BEP Analisa Rasio : ROA, ROE, BPL, CAR, Bagan dan teknik penjadwln

4 PENGENDALIAN Pengendalian  Proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan Tujuan pengendalian – Pengendalian membantu manajer memonitor keefektifan aktivitas perencanaan, pengeorganisasian, dan kepemimpinan mereka. – Bagian terpenting dari proses pengendalian adalah mengambil tindakan korektif yang diperlukan

5 Langkah-langkah pengendalian

6 Langkah-langkah dalam proses pengendalian 1.Tetapkan standar 2.Ukur prestasi kerja 3.Evaluasi kinerja 4.Tindakan korektif/evaluasi standar

7 Penentuan standar 1.Standar-standar fisik – Meliputi kuantitas barang atau jasa, jumlah langganan atau kualitas produk 2.Standar moneter – Yang ditunjukkan dalam rupiah dan mencakup biaya tenaga kerja, biaya penjualan, laba kotor, pendapatan penjualan, dan sejenisnya. 3.Standar-standar waktu. – Meliputi kecepatan produksi atau batas waktu suatu pekerjaan harus diselesaikan

8 Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan Berapa kali pelaksanaan harus diukur ? (jam, hari, minggu, bulan, tahun)  siapkan jadwal Dalam bentuk apa pengukuran dilakukan (lap tertulis, inspeksi visual, melalui telepon) Siapa yang akan terlibat?, manajer/staff departemen/karyawan/dll. Pengukuran sebaiknya mudah dilaksanakan, tidak mahal, dapat diterangkan kepada karyawan

9 Pengambilan Tindakan Koreksi 1.Mengubah standar mula-mula (mungkin terlalu tinggi atau terlalu rendah) 2.Mengubah pengukuran pelaksanaan (inspeksi terlalu sering frekuensinya atau kurang atau bahkan mengganti sistem pengukuran itu sendiri) 3.Mengubah cara dalam menganalisa dan menginterpretasikan penyimpangan-penyimpangan.

10 Langkah-langkah dalam pengendalian Contoh 1.Min.Prod. 100 unit/employee 2.Metode ukur  Unit 3.Evaluasi – Cukup 100 unit  sesuai – Tidak cukup 100 unit  koreksi 4.Apa yang salah? – Koreksi standarnya, apakah harus diturunkan?

11 Tipe-tipe pengawasan

12 Tipe pengawasan Feedforward control – Kesempatan untuk memperbaiki aktivitas sebelum dilaksanakan. Concurent control – Mengawasi dan mengendalikan aktivitas pada saat dilaksanakan. Feedback control – Memberi masukan terhadap aktivitas yang telah dilakukan.

13 Perlunya pengendalian 1.Memonitor perubahan 2.Apakah rencana sesuai hasil/kesalahan-kesalahan? 3.Menambah nilai/daya saing 4.Mempermudah delegasi dan kerja tim

14 Karakteristik-karakteristik Pengawasan Efektif 1.Akurat 2.Tepat waktu 3.Objektif dan menyeluruh 4.Terpusat pada titik-titik pengawasan strategik 5.Realistik secara ekonomis 6.Realistik secara organisasional 7.Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi 8.Fleksibel 9.Bersifat sebagai petunjuk dan operasional 10.Diterima para anggota organisasi

15 Karakteristi-karakteristik Pengawasan Efektif 1.Akurat – Secara tepat mengukur apa yang hendak diukur, (ukuran, besaran, pencapaian, dsb) – Misal : untuk mengukur produktivitas karyawan, yang harus diukur adalah output yang dihasilkan, bukan jumlah hadir. 2.Tepat waktu – Setiap aktivitas memiliki batas waktu, maka akan diukur pada waktu yang tertentu. – Misal : batas waktu, kecepatan produksi, kinerja pegawai, kalibrasi alat, kepuasan pelanggan, dll. 3.Objektif dan Menyeluruh – Fokus pada objek pengawasan dan menyeluruh pada aktivitas terkait

16 Karakteristi-karakteristik Pengawasan Efektif 4.Terpusat pada titik pengawasan strategis – Fokus pada titik pengawasan strategis. – Misal : pada aktivitas produksi, titik pengawasan strategis pada menjaga mutu. 5.Realistik secara ekonomis – Biaya; setiap aktivitas akan menimbulkan biaya. 6.Realistik secara organisasi – Sumber daya yang digunakan

17 Metoda Pengendalian

18 Metode pengendalian Kualitatif – Pengamatan (Control by observation) – Inspeksi teratur dan langsung – Pelaporan Lisan dan Tertulis – Evaluasi pelaksanaan – Diskusi antara manajer dan bawahan Kuantitatif – Anggaran (budget): PPBS, ZBB, HRA – Audit: Internal, Eksternal, Mgt Audit – Analisa BEP – Analisa rasio – Bagan dan teknik penjadwalan

19 Observasi Tanpa sepengetahuan objek Memantau item-item indikator yang menjadi pencapaian kinerja – Misal : Produksi, Perilaku karyawan, Bisa dengan menugaskan orang lain yang tidak diketahui/dikenal oleh subjek yang diobservasi Bisa dilakukan dengan : wawancara informal (mengobrol), merekam aktivitas produksi, dll.

20 CONTOH ANGGARAN Anggaran adalah Laporan formal sumber daya-sumber daya keuangan yang disisihkan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu selama periode waktu yang ditetapkan Anggaran Pembelian Mobil dinas (1 Buah)Rp Komputer 10 Unit 4 Jt)Rp Alat Tulis KantorRp Mesin baruRp Total Anggaran 2008Rp

21 Metode pengendalian kuantitatif (Analisis BEP)

22 Contoh Rasio Keuangan Sumber : Laporan Keuangan Bank Lippo

23 Sekian dan Terimakasih

24 Latihan Jelaskan bagaimana pengawasan dapat dijadikan alat untuk memonitor perubahan! Bagaimana akurat dan tepat waktu menjadi karakteristik pengawasan yang efektif!


Download ppt "Pengendalian Eko"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google