Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL Tema: pokok persoalan, pokok permasalahan atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Mengapa sebelum menulis karangan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL Tema: pokok persoalan, pokok permasalahan atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Mengapa sebelum menulis karangan."— Transcript presentasi:

1 MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL Tema: pokok persoalan, pokok permasalahan atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Mengapa sebelum menulis karangan kita perlu menentukan tema terlebih dahulu? 1. Jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas. 2. Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini kita mampu mengembangkannya menjadi suau karangan. 3. Pilih tema yang sumber/bahannya mudah kita peroleh atau kita kuasai. 4. Pilih tema yang penting dan bersifat inovatif.

2 Kerangka Karangan (Outline)  Kerangka karangan berfungsi sebagai:1. Memudahkan pengelolaan susunan karangan sehingga lebih teratur dan sistematis.  Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap masalah.  Membantu menyeleksi materi mana saja yang penting dan tidak penting.Secara sederhana penyusunan kerangka karangan dapat dibagi dalam 4 tahap: 1. Mencatat di atas kerja sesuai gagasan yang timbul dalam pikiran. 2. Mengatur urutan gagasan-gagasan yang dituliskan. 3. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab. 4. Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap.

3 Catatan  Alinea: bagian dari suatu tulisan yang biasanya mengandung satu ide pokok. Ide pokok ini adalah topik yang tertuang dalam kerangka karangan yang sebelumnya telah disiapkan.  Pengembangan kerangka karangan memerlukan pemikiran yang sistematis dan terarah. Artinya alur pikiran perlu didasari ketelitian dan kecermatan. Jadi, setiap topik yang sudah tertuang dalam kerangka tidak boleh bertumpang tindih. Topik yang satu dengan topik yang lain dan tetap memiliki satu hubungan.  Tulisan yang baik dan berbobot memiliki sistematika, kelogisan, dan relevansi serta terpusat pada tema yang ditentukan.

4 Contoh Outline Judul: Sikap Masyarakat terhadap Bahasa Indonesia A. Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Lembaga Formal 1………………………………………………… 2 ………………………………………………… B. Realisasi Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar 1………………………………………………………………. 2. …………………………………………………………….. Judul: Fungsi Bahasa Indonesia A. Fungsi Bahasa Indonesia dalam Pendidikan 1……………………………………………………………….. 2………………………………………………………………… B. Fungsi Bahasa Indonesia dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 1………………………………………………………………… 2………………………………………………………………….

5 Penggunaan Bahasa yang Efektif Bahasa adalah alat komunikasi. Dalam satu karangan, apa pun itu, penggunaan unsur-unsur bahasa yang tepat, memegang peran yang amat penting. Jika hendak menyusun suatu karya tulis atau makalah, maka digunakan ragam bahasa ilmiah. Kita perlu menggunakan bahasa secara efektif. Kita perlu menggunakan bahasa secara efektif. Jadi unsur-unsur bahasa harus memperhatikan: 1. Pemakaian ejaan dan imbuhan 2. Pemilihan dan penempatan kata 3. Penggunaan kalimat dan alinea.

6 Penggunaan Ejaan Ejaan : kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dn sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf) serta penggunaan tanda baca (KBBI). Kesalahan ejaan sering dijumpai pada kata depan dan awalan. Contoh:  Cara yang praktis untuk mengelola sampah telah di temukan (salah).  Cara yang praktis untuk mengelola sampah telah ditemukan (benar).  Rumah-rumah dipinggir jalan itu beratap jerami. (salah)  Rumah-rumah di pinggir jalan itu beratap jerami. (benar)

7 Cara penulisan awalan adalah merankaikannya dengan kata dasar yang dibubuhinya. Sedangkan, kata depan, penulisannya harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya. Kata yang diikuti awalah di-menunjukkan kta kerja. Sedangkan kata yang diikuti kata depan di menunjukkan arah tempat. Penulisan awalan SalahBenar di lihatdilihat di telitiditeliti di cobadicoba ditokodi toko kekirike kiri disampingdi samping Kata kepada dan daripada juga sering salah penulisannya seperti: a. Ke pada saya diserahkan mandat itu. (salah) b. Kepada saya diserahkan mandat itu. (Benar) c. Dari pada menderita, lebih baik mati.(salah) d. Daripada menderita, lebih baik mati.(benar)

8 Imbuhan Ketentuan penulisan kata yang memperoleh imbuhan: 1. Imbuhan harus dituliskan serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: diberlakukan bukan di berlakukan 2. Gabungan kata seperti tanggung jawab, serah terima, nomor dua yang mendapat awalan dan akhiran bersama-sama, ditulis serangkai. Contoh: pertanggungjawaban dipertangungjawabkan dinomorduakan dinonaktifkan Partikel pun yang mengikuti kata kerja, kata benda, dan kata sifat harus ditulis terpisah dari kata-kata yang mengikutinya. di rumah pun di kantor pun sakit pun seratus pun berjalan pun

9 Pemakaian kata bentuk jamak  Dalam tulisan ilmiah sering ditemukan penggunaan kata bentuk jamak yang salah, baik yang mengandung makna jamak maupun yang dinyatakan dalam bentuk ulang.  Contoh kata: semua, para, banyak, beberapa  Contoh kata dalam bentuk ulang yang bermakna jamak: negara-negara, hasil-hasil 1. Para hadirin dipersilak 2. Hadirin dipersilakan berdiri (salah) an berdiri (benar) 3. Banyak orang-orang Oi Foo yang menderita demam berdarah. (salah) 4. Banyak orang Oi Foo yang menderita demam berdarah. (benar)

10 Pemakaian kata yang memiliki makna yang sama 1. Kebudayaan daerah adalah merupakan sumber kebudayaan nasional. (salah) 2. Kebudayaan daerah merupakan sumber kebudayaan nasional. (benar) 3. Parit-parit dibersihkan agar supaya tidak tergenang air. (salah) 4. Parit-parit dibersihkan agar tidak tergenang air. (benar) BakuTidak baku derajatderajad volumefolume frekuensifrekwensi insafinsyaf kongreskonggres terampiltrampil Latihan: Carilah mana yang merupakan bentuk kata dan mana yang tidak baku dari kata-kata/gabungan kata berikut: kodifikasiegi tiga, mentolerir, harafiah, provinsi, Nopember, peranti, kwalitas, pelat, merubah, manajemen, wujud, ekstrem, resiko.

11 Kata Menjadi Kalimat Menyusun kata menjadi kalimat adalah merangkai beberapa kata untuk membentuk satu pengertian atau makna yang lengkap. Maksudnya, kata-kata yang terdapat dalam sebuah kalimat bukanlah sederatan kata-kata yang tidak berarti. Contoh: Ali buku di toko membeli Sederatan kata di atas tidak membentuk suatu pengertian yang lengkap. Untuk memperoleh sebuah pengertian yang lengkap, maka perlu diubah urutan kata-kata tersebut menjadi: Ali membeli buku di toko. Setelah urutan kata-katanya diatur, susunan kata-kata itu kini telah memberikan sutau pengertian. Dengan deikian pertanyaan yang diajukan berdasarkan pengertian yang dimaksud maka akan memperoleh jawaban: 1. Siapa membeli buku di toko? 2. Ali membeli apa di toko? 3. Di mana Ali membeli buku? 4. Melihat uraian di atas, berarti kita dapat memebentuk sebuah kalimat dengan mengawalinya melalui pengajuan beberapa pertanyaan terlebih dahulu. Dengan cara ini, kita menghindari mendaftar sekian banyak kata dan mengurutkannya. Misalnya: 1. Apakah Ali membeli majalah? Jawabannya: Tidak. Ali tidak membeli majalah. 1. Apakah Ali membaca buku? Jawabannya: Tidak. Ali membeli buku.

12 Dalam menyusun akta menjadi kalimat kita perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini: a. Kecocokan kata yang pertama dengan kata yang mengikutinya b. Antara kata pertama dengan kata yang mengikutinya dapat dikembangkan c. Setiap kata yang ingin dipasang atau dipergunakan mencerminkan tujuan yang ingin dikembangkan melalui kalimat. Latihan: Apakah sebuah kalimat terdiri atas satu kata saja? Berapakah sebaiknya jumlah kata yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah kalimat? Susunlah kata-kata di bawah ini sehingga menjadi kalimat yang utuh! 1. Buku meja kursi petugas perpustakaan mengatur 2. Pagi ibu kehadiran bapak menunggu ini 3. Harus masih karangannya lagi diperbaiki

13 Paragraf dan Pengembangannya Paragraf adalah kesatuan yang lebih tinggi dari kalimat. Paragraf bukan satu kalimat, tetapi beberapa kalimat yang memiliki satu pokok pikiran. Pokok pikiran dalam paragraf didukung oleh adanya kesatuan arti yang bersumber dari beberapa kalimat. Jadi, paragraf bukan kumpulan dari beberapa kalimat yang tidak memiliki kesatuan arti. Contoh: 1. Makin banyak remaja yang mengalami depresi. Survey yang dilakukan New York University Child Study Center (NYUCSC) ini melaporkan bahwa 43% remaja pria telah mengalami depresi sedikitnya dalam dua minggu. Begitulah kondisi di Amerika Serikat. 2. Dalam survei tersebut wawancara dilakukan terhadap sekitar 400 remaja. Studi sebelumnya menunjukkan, hanya 19% remaja yang mengalami depresi serupa,’kata dr. Harald S. Kolewicz direktur lembaga tersebut. Dalam 1 paragraf, kalimat yang satu dengan kalimat yang lain saling mendukung. Contoh di atas menunjukkan adanya saling keterkaitan kalimat 1 dengan yang lain.

14  Masing-masing paragraf memiliki tema. Tema atau ide pokok paragraf itu dapat muncul dalam salah satu kalimat yang menyusun alinea. Kalimat yang memuat ide pokok ini selanjutnya disebut kalimat topik/kalimat utama, sedangkan kalimat lainnya yang menyusun paragraf disebut kalimat penjelas. Kalimat topik dapat berada di awal paragraf, namun bisa pula di tengah atau di akhir paragraf.  Kalimat topik dikenal pula dengan istilah pikiran utama, pokok pikiran, ide pokok, atau kalimat pokok. Kalimat topik tidak dapat berdiri sendiri. Kalimat ini selanjutnya dikembangkan ke dalam beberapa kalimat lain yang menjadi pengembang dan penjelasnya. Untuk membuat kalimat topik yang baik, maka harus diperhatikan ciri-ciri berikut:

15 1. Kalimat topik merupakan pernyataan umum, bukan pernyataan khusus Contoh: Mengurus sampah memang tidak mudah. Harus tersedia sejumlah khusus angkutan khusus sampah, juga kuli-kuli sampah yang memaskkannya ke dalam tryk dan membuangnya di tempat pembuangan sampah. Harus tersedia pula sejumlah tukang sapu sehingga jalan-jalan, taman, pasar, dan tempat-tempat lain dapat dibersihkan setiap hari. Ide pokok: Mengurus sampah tidak mudah. Kalimat utama ini merupakan pernyataan umum yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa kalimat di belakangnya dalam paragraf yang sama.

16 2. Pernyataan dalam kalimat topik harus menyakinkan pembaca. Hindari pernyataan seperti: saya rasa, barangkali, kalau tidak salah ingat. Contoh: Harga sebagian bahan pokok bergerak naik. Beras yang seminggu lalu berharga Rp.7.000,- per liter, kini berubah menjadi Rp.8.500,- per liter. Gula pasir melonjak dari harga Rp.6.000,- per kg menjadi Rp.7.500,- per kg. Contoh kalimat topik tersebut adalah: Harga sebagian bahan pokok bergerak naik. Kalimat ini jelas menyakinkan pembaca dibandingkan jika kita menulis ‘ Saya kira harga sebagian bahan pokok bergerak naik’ atau ‘Kalau tidak salah, harga sebagian bahan pokok bergerak naik’. 3. Kalimat topik harus bulat dan utuh. Untuk menghindari salah pemahaman, maka sebaiknya setiap gagasan disampaikan hanya dalam kalimat tunggal. Meskipun demikian, penggunaan kalimat majemuk pun tetap diperkenankan.

17 Supaya paragraf yang dibangun dapat menampilkan pesan dan menunjukkan kesatuan ekspresi yang utuh dalam setiap kalimatnya, maka kita harus merumuskan pikiran utama dalam kalimat topik dengan memperhatikan tujuan dasarnya secara jelas dan bersikap secara tegas. Tujuan dasar yang jelas sangat berkaitan dengan tujuan mengarang. Misalnya kita ingin melukiskan suatu pandangan tentang pertandingan sepak bola, mengulas suatu peristiwa sejarah, atau membandingkan peristiwa yang satu dnegan yang lainnya, dan seterusnya. Sementara itu, sikap yang tegas berfungsi untuk melicinkan jalan dalam merumuskan dan mengembangkan kalimat topik secara jelas. Sikap yang tegas berarti juga bertindak jujur dalam memaparkan setiap masalah. Misalnya, dalam suatu karangan argumentasi kita menentukan sikap secara tegas terhadap suatu pendapat/pandangan: menolak atau menerima, setuju atau tidak. Berdasarkan cara mengembangkan ide pokoknya, maka kita bisa mengelompokkan paragraf ke dalam empat struktur paragraf yaitu paragraf deduksi, paragraf induksi, paragraf kronologis, dan paragraf contoh.


Download ppt "MENENTUKAN TEMA DAN JUDUL Tema: pokok persoalan, pokok permasalahan atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Mengapa sebelum menulis karangan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google