Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANGAN INDONESIA. ILMU PERUNDANG – UNDANGAN == STUDI PERUNDANGAN == WETTEN KENNIS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANGAN INDONESIA. ILMU PERUNDANG – UNDANGAN == STUDI PERUNDANGAN == WETTEN KENNIS."— Transcript presentasi:

1 TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANGAN INDONESIA

2 ILMU PERUNDANG – UNDANGAN == STUDI PERUNDANGAN == WETTEN KENNIS

3 3. MEMAHAMI PENGERTIAN PERUNDANG – UNDANGAN, KHUSUSNYA DI INDONESIA 3.1. MENJELASKAN URUTAN PERUNDANG- UNDANGAN DI INDONESIA MENJELASKAN ASAS-ASAS PERUNDANG- UNDANGAN YANG BERLAKU DI INDONESIA MENJELASKAN HAK MENGUJI PERUNDANG- UNDANGAN 3.4. MENJELASKAN SAAT BERLAKUNYA PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

4 KETETAPAN MPRS NO. XX/MPRS/1966 TENTANG MEMORANDUM DPR-GR MENGENAI TERTIB HUKUM R.I. DAN TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANGAN DI INDONESIA JO. KETETAPAN MPR NO.V/MPR/1973 (PENGUAT) KETETAPAN MPR NO.V/MPR/1973 (PENGUAT)JO. KETETAN MPR NO.IX/MPR/1978KETETAN MPR NO.IX/MPR/1978JO.

5 JO. KETETAPAN MPR NO.III/MPR/2000 KETETAPAN MPR NO.III/MPR/2000JO. UNDANG-UNGANG NO. 10 TAUN 2004 UNDANG-UNGANG NO. 10 TAUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN KANSIL,1986 : 54 DASAR HUKUM TATA URUTAN PERUNDANGAN R.I

6 TATA URUTAN PERUNDANG UNDANGAN (UNDA-USUK = HIERARCHIE = STUFENBAU DES RECHETS) DI INDONESIA 1.UUD UNDANG-UNDANG/PPP.UU 3.PERATURAN PEMERINTAH 4.PERATURAN PRESIDEN 5. PERATURAN DAERAH 5.1. PERATURAN PROPINSI 5.1. PERATURAN PROPINSI 5.2. PERATURAN DAERAH 5.2. PERATURAN DAERAH 5.3. PERATURAN DESA 5.3. PERATURAN DESA

7 U U D PERATURAN NEGARA YANG TINGGI DALAM NEGARA, YANG MEMUAT KETENTUAN- KETENTUAN POKOK & MENAJADI SALAH SATU SUMBER PERATURAN PERUNDANGAN LAINNYA YANG KEMUDIAN DIKELUARKAN OLEH NEGARA ITU. PERATURAN NEGARA YANG TINGGI DALAM NEGARA, YANG MEMUAT KETENTUAN- KETENTUAN POKOK & MENAJADI SALAH SATU SUMBER PERATURAN PERUNDANGAN LAINNYA YANG KEMUDIAN DIKELUARKAN OLEH NEGARA ITU. UUD BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER HUKUM. UUD BUKAN SATU-SATUNYA SUMBER HUKUM. KASIL,1986 : 54-55

8 UUD : BAGIAN DARIPADA HUKUM DASAR = YANG TERTULIS = YANG TERTULISKONSITUSI DISAMPING HUKUM DASAR YANG TERTULIS, BERLAKU JUGA (DAN OLEH KARENA ITU DIAKUI ADANYA) HUKUM DASAR TIDAK TERTULIS. HUKUM DASAR TIDAK TERTULIS : ATURAN-ATURAN DASAR YANG TIMBUL DAN TERPELIHARA DIDALAM PRAKTEK PENYELENGGARAAN NEGARA, MESKIPUN TIDAK TERTULIS

9 KEBIASAAN KETATANEGARAAN = PRAKTEK KETATANEGARAAN =CONVENTION UUD UUDKONSTITUSI CONVENTION CONVENTION

10 U U D 1945 UUD 1945 TERDIRI DARI : A. PEMBENTUKAN (DASAR & SUMBER HUKUM DARI BATANG TUBUHNYA) B. BATANG TUBUH  16 BAB  37 PASAL  3 PASAL ATURAN PERALIHAN  2 PASAL ATURAN TAMBAHAN C. PENJELASAN  UMUM  PASAL DEMI PASAL

11 U U D DI INDONESIA GRONDWET = CONSTITUTIONAL LAW = LOI CONSTITUTIONELLE = VERASUNG RECHT 1. UUD KOSTITUSI RIS 3. UUDS UUD 1945

12 UNDANG – UNDANG SALAH SATU BENTUK PERATURAN PERUNDANGAN YANG DIADAKAN UNTUK MELAKSANAKAN UUD ATAUA KETETAPAN MPR UU ORGANIK

13 BUYS UU SEBAGAI SUMBER HUKUM ADA DUA ARTI (RAHARDJO, SATJIPTO & SOEMITRO,RONNY H. DALAM PENGANTAR ILMU HUKUM, MODUL 1-5, )

14 UU DALAM ARTI MATERIAL : SETIAP KEPUTUSAN PMERINTAH YANG ISINYA MENGIKATLANGSUNG SECARA UMUM PADA SETIAP PENDUDUK. PERATURAN CONTOH : P.PUSAT : UU, PP P.DAERAH : PERDA P.SEKTOR

15 UU DALAM ARTI FORMAL : SETIAP PERATURAN & KETETAPAN YANG DIBENTUK OLEH ALAT PERLENGKAPAN NEGARA YANG DIBERI KEKUASAAN MEMBENTUK UU & DIUNDANGKAN SEBAGAIMANA MESTINYA. UNDANG-UNDANG CONTOH : UU NO.5/1960 PD.PPA

16 HAK MENGUJI UU : SUATAU HAK UNTUK MENILAI/ MENGUJI APAKAH : A. UU ITU ISINYA/ MATERINYA BERTENTANGAN DGN UU ATAU TIDAK. B. PERATURAN ITU ISINYA BERTENTANGAN DGN UU ATAU KETENTUAN YANG LEBIH TINGGI ATAU TIDAK. C. CARA PEMBENTUKAN/PEMBUATAN DAN CARA MENGUNDANGKAN SUATAU UU BERTENTANGAN DGN KETENTUAN ATAU TIDAK. HAK MENGUJI UU (RECHTERLIJKE TOETSINGSRECHT = TOETSINGSRECHT

17 SIAPAKAH YANG MEMPUNYAI HAK MENGUJI SECARA MATERIAL? MAKAMAH AGUNG HANYA TERHADAP PERATURAN PERUNDANGAN YG LERBIH RENDAH DARIPADA UU TETAPI

18 TIDAK TERHADAP UU MAKAMAH AGUNG RI TIDAK MEMPUNYAI HAK MENGUJI TERHADAP UUD (PASAL 31 & PENJELASAN – (PASAL 31 & PENJELASAN – UU NO.5/2004) YG BERHAK MENGUJI MATERIEL UU TERHADAP UUD ADALAH MAHKAMAH KONSTITUSI. (PASAL 10 UU NO.24/2003)

19 STUKTUR KETATANEGARAAN SETELAH PERUBAHAN UUD1945 UUD 1945 DPR MPR DPD DPR PRESIDENWAPRES KEKUASAAN HAKIM MK MA KY LEGISLATIFEKSEKUTIFYUDIKATIF KETERANGAN : MK = MAHKAMAH KONSTITUSI MA = MAHKAMAH AGUNG KY = KOMISI YUDISIAL

20 SIAPAKAH YG MEMPUNYAI HAK MENGUJI SECARA FORMIL? HAKIM (PN, PT, MA) BAHKAN SEBELUM MENETAPKAN SUATU PERATURAN PERUNDANGAN LEBIH DAHULU WAJIB MENELITI, APAKAH PERATURAN PERUNDANGAN TERSEBUT TELAH SESUAI DGN CARA PEMBENTUKAN/PEMBUATAN & PENGUNDANGANNYA ATAU TIDAK BAHKAN SEBELUM MENETAPKAN SUATU PERATURAN PERUNDANGAN LEBIH DAHULU WAJIB MENELITI, APAKAH PERATURAN PERUNDANGAN TERSEBUT TELAH SESUAI DGN CARA PEMBENTUKAN/PEMBUATAN & PENGUNDANGANNYA ATAU TIDAK CARA PEMBENTUKAN/PEMBUATAN & CARA MENGUNDANGKAN SUATAU UU DIATUR DALAM UU NO.2 TAHUN 1950, LN TAHUN 1950 NO.32 (UU TENTANG LN & PENGUMUMAN) CARA PEMBENTUKAN/PEMBUATAN & CARA MENGUNDANGKAN SUATAU UU DIATUR DALAM UU NO.2 TAHUN 1950, LN TAHUN 1950 NO.32 (UU TENTANG LN & PENGUMUMAN)

21


Download ppt "TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANGAN INDONESIA. ILMU PERUNDANG – UNDANGAN == STUDI PERUNDANGAN == WETTEN KENNIS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google