Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-2 M.SUYANTO www.msuyanto.com.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-2 M.SUYANTO www.msuyanto.com."— Transcript presentasi:

1 TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-2 M.SUYANTO

2 CERITA CERITA MERUPAKAN SEBUAH NARASI BERBAGAI PERISTIWA YANG SENGAJA DISUSUN BERDASARKAN WAKTU MISALNYA : PERISTIWA ANAK DITINGGAL KEDUA ORANG TUANYA HILANGNYA SEPATU ADIKNYA PERISTIWA MENGANTUK KEMUDIAN TIDUR MELIHAT WANITA CANTIK KEMUDIAN LANGSUNG JATUH CINTA

3 SCRIPTWRITER Screenwriters / scriptwriters / scenario writer adalah orang atau sekelompok orang yang menulis / membuat skenario pendek atau panjang pada media massa seperti film, program televisi, komik atau video game.

4 STRUKTUR CERITA DRAMATIS TEMA : Apa yang ingin disampaikan dalam cerita PLOT : Bagaimana cerita mengalir ke depan dan berkembang. KARAKTER : Bagaimana seseorang berbeda dari yang lainnya dan bagaimana masing-masing bereakti terhadap situasi yang terjadi LINGKUNGAN : Tempat adegan terjadi

5 PLOT PLOT : Bagaimana cerita mengalir ke depan dan berkembang. PLOT SUMMARY, PLOT SYNOPSIS Batman, Gordon dan Harvey Dent dipaksa untuk berurusan dengan kekacauan yang disebabkan oleh seorang dalang anarkis yang dikenal hanya sebagai Joker, dengan keterbatasan mereka masing-masing (The Dark Knight). Diselamatkan dari pengabaian memalukan bibi dan pamannya, seorang anak laki-laki dengan takdir besar membuktikan kemampuannya saat hadir pada Sekolah Sihir “Hogwarts” (Harry Potter).

6 JENIS KONFLIK DRAMATIS AREA UMUM KONFLIK Budaya sama vs budaya berbeda Ideologi sama vs ideologi berbeda Ideal vs rasional Perasaan vs pikiran Berpikir bijaksana vs realitas Sosial vs individual Kebaikan vs kejahatan Kaya vs miskin

7 AREA KHUSUS Agama Alam Anggota keluarga Birokrasi Diri sendiri Gaya hidup Kawan Keadaan Kebenaran Kepercayaan Kesamaan Kekuasaan KONFLIK Kewenangan Kekuasaan Lingkungan Moral Pemerintah Prinsip Sahabat Sistem sosial Tekanan pasangan Teman sekelas Tetangga

8 DRAMATURGI KLASIK PERKENALAN : yang mengatur konteks dalam adegan yang terjadi TITIK BANGKIT : munculnya krisis yang pertama PENINGKATAN KETEGANGAN : konflik dan kesulitan meningkat KLIMAKS : terjadinya krisis terbesar atau titik belok PEMECAHAN : Pahlawan masuk dalam kesulitan dan menang atau kalah

9 DRAMATURGI KLASIK(GUSTAV FREYTAG) PERKENALAN : yang mengatur konteks dalam adegan yang terjadi TITIK BANGKIT : munculnya krisis yang pertama PENINGKATAN KETEGANGAN : konflik dan kesulitan meningkat KLIMAKS : terjadinya krisis terbesar atau titik belo PENURUNAN KETEGANGAN : PEMECAHAN : Pahlawan masuk dalam kesulitan dan menang atau kalah

10 DRAMATURGI KLASIK PERKENALAN : yang mengatur konteks dalam adegan yang terjadi TITIK BANGKIT : munculnya krisis yang pertama PENINGKATAN KETEGANGAN : konflik dan kesulitan meningkat KLIMAKS : terjadinya krisis terbesar atau titik belok PEMECAHAN : Pahlawan masuk dalam kesulitan dan menang atau kalah

11 Perkenalan (suasana) Peningkatan ketegangan Peningkatan konflik Titik bangkit (krisis yang pertama) Klimaks (krisis terbesar) Pemecahan Baik (Pahlawan Selamat) Jelek (Pahlawan Mati) Penurunan ketegangan Konsekuensi Krisis terbesar

12 Latar belakang Awal Cerita TemaTitik balikTitik TengahKlimaksTitik Balik Judul Babak I Judul Babak II Judul Babak III Unsur-unsur Pemadu film BY KREVOLIN Judul dan Pengarang

13

14 1.Dunia Biasa (Kesadaran Terbatas) Tema 5.Melewati Amban Batas (Berkomitmen) 8.Ujian Berat (Perubahan Besar) 13.Kembali (Penguasaan) 11.Jalan Kembali (Rededikasi) 2.Pang gilan (Pening- katan Kesa- daran) 3.Peno- lakan Pang gilan (Keeng ganan) 4.Bertemu Pembim bing (Menga- tasi Kesu- litan) 6.Ujian, Sekutu, Musuh (Bereks perimen) 7.Pende Katan Tempat Bahaya (Persi- apan) 9.Peng- hargaan (Konse kuen si) 10.Peno- lakan Utk Kembali (Keeng- ganan (Rededi- kasi) 12.Kebang kitan/ Klimaks (Upaya Akhir) DUNIA BIASA DUNIA KUSUS DUNIA BIASA Unsur-unsur Pemadu filmBy M. Suyanto

15 KARAKTER A. Tokoh Protagonis / Tokoh Utama : Tokoh yang biasanya menjadi “pahlawan” dalam cerita dan ditempatkan sebagai tokoh utama, Kepribadiannya cenderung baik hati, suka menolong pokoknya “All Around Good guy.” B. Tokoh Antagonis : Tokoh yang biasanya menjadi “penjahat” atau lawan dari tokoh Protagonis, kepribadiannya adalah lawan dari kepribadian tokoh Protagonis C. Tokoh Grey (Abu-abu) : Tokoh yang tidak jelas apakah Protagonis atau Antagonis biasanya kepribadiannya cenderung kejam dalam bertindak tetapi berdasarkan alasan yang benar.

16 ARCHETYPES (C. VOGLER) 1.HEROES : Tokoh sentral dalam cerita-cerita. Setiap orang adalah pahlawan untuk ceritanya sendiri. 2.SHADOWS : Penjahat, antagonis atau musuh, mungkin musuh dari dalam. Sisi gelap dari Kekuatan, kemungkinan menindas pahlawan, dia mempunyai potensi untuk kejahatan. Bisa jenis lain dari penindasan, seperti tekanan kesedihan, kemarahan, frustrasi atau kreativitas yang berbahaya jika tidak memiliki jalan keluar. 3.MENTORS :Pemandu atau prinsip panduan bagi pahlawan, misalnya Yoda, Merlin, pelatih atau guru yang hebat. 4.HERALD: Seseorang atau peristiwa yang membawa panggilan untuk melakukan petualangan

17 ARCHETYPES 5.THRESHOLD GUARDIANS : Kekuatan yang berdiri di jalan pada titik-titik balik yang penting, termasuk musuh yang cemburu, penjaga gerbang yang profesional, atau ketakutan dan keraguan dari Heroes. 6.SHAPESHIFTERS : Dalam cerita, makhluk seperti vampir atau manusia serigala yang dapat berubah bentuk. Dalam kehidupan, shapeshifter mewakili perubahan atau ambiguitas. Cara orang lain (atau persepsi kita tentang mereka) terus berubah. Lawan jenis, orang yang dapat bermuka dua. 7.TRICKSTERS : Badut dan pembuat-kenakalan, Bugs Bunny dan Daffy Duck, Richard Pryor dan Eddie Murphy. Kenakalan bawah sadar kita sendiri, mendesak kita untuk berubah. 8.ALLIES : Karakter yang membantu pahlawan melewati perubahan. Sahabat karib, teman, pacar yang menasehati pahlawan melewati masa perubahan kehidupannya.

18 LINGKUNGAN Setelah membuat karakter maka kita juga harus menentukan tempat, tahun sebagai latar belakang cerita kita, disini kita menentukan secara mendetil tempat (Pulau, daerah, lokal atau regional), tempat tinggal, kantor, sekolah (interior dan exterior) dan lingkungannya agar memudahkan background artist. Contoh : -Kota Misterius (Spirited Away) -P-Perancis (RATATOUILLE) -B-Benua Amerika (Up)

19 REFERENSI Brown, Blain Cinematography : Theory and Practice. Focal Press. Berlington, UK Krevolin, Richard, 2003, How to Adapt Anything into a Screenplay, John Wiley & Sons, Inc. Suyanto, M., Aryanto Y Perancangan Film Kartun Kelas Dunia, Andi-STMIK AMIKOM Yogyakarta Vogler Christopher, 2007, The Writers Journey, : Mythic Structure for Writers, 3rd Edition, Michael Wiese Production. Zettl, Herbert Television Production Handbook. Tenth Edition. Wadsworth Cengage Learning. Belmont, USA


Download ppt "TAHAP PENGEMBANGAN FILM KARTUN-2 M.SUYANTO www.msuyanto.com."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google