Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia dalam Proyek Bab. 7 Dr. Ir. Asep Handaya Saputra, M.Eng Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia dalam Proyek Bab. 7 Dr. Ir. Asep Handaya Saputra, M.Eng Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia."— Transcript presentasi:

1 Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia dalam Proyek Bab. 7 Dr. Ir. Asep Handaya Saputra, M.Eng Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia

2 Definisi Memimpin adalah “Proses mempengaruhi dan mengarahkan anggota kelompok organisasi untuk melakukan kegiatan dan bekerja sama dengan sukarela yang berkaitan dengan tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah digariskan”

3 Syarat-syarat yang harus ada dalam diri Pemimpin Proyek 1.Motivasi 2.Otoritas 3.Gaya Kepemimpinan 4.Melatih 5.Kepenyeliaan 6.Konsultasi

4 1.Motivasi berarti mendorong seseorang atau kelompok untuk melakukan pekerjaan dengan mencoba memenuhi keinginannya atau memberi daya tarik yang lain. 2.Otoritas mengandung arti hak untuk memerintah dan dipatuhi. 3.Gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan. 4.Melatih adalah usaha meningkatkan kepandaian dan keterampilan anggota agar dapat mengerjakan tugas yang diserahkan kepadanya. 5.Menyelia berarti memberi petunjuk dan perintah, bimbingan dan disiplin, agar melakukan tugasnya dengan benar

5 Teori-teori Kepemimpinan A. Teori X dan Y dari McGregor Menurut teori ini, pengelolaan suatu usaha atau kegiatan harus dimulai dari pernyataan bagaimana manajer melihat sifat-sifat sumber daya manusia dalam hubungannya dengan pekerjaan atau tugas yang dihadapi Perilaku Sumber Daya Manusia & Motivasi

6 Teori X 1.Umumnya manusia tidak menyukai pekerjaan, bila mungkin akan selalu berusaha menghindarinya. 2.Karena sifatnya yang demikian, maka perlu diarahkan, didorong, dikendalikan bahkan diancam suatu penalti agar mau berusaha dan bekerja sebaik-baiknya untuk mencapai sasaran. 3.Rata-rata manusia menjauhi tanggung jawab, lebih suka diarahkan dan menginginkan keamanannya terjamin.

7 Teori Y 1.Bekerja adalah alamiah seperti bermain dan istirahat. 2.Ancaman dan penalti dan tindakan-tindakan pengendalian bukanlah satu-satunya cara untuk membuat mereka bekerja demi mencapai sasaran. Mereka akan menerapkan pengendalian diri untuk mencapai sasaran yang telah disepakati bersama. 3.Besarnya usaha untuk memenuhi kesepakatan akan sebanding dengan besarnya penghargaan (materi dan nonmateri) yang mereka peroleh. 4.Umumnya mereka mau belajar, bila situasi menunjang untuk menerima suatu tanggung jawab.

8 Perbedaan antara Teori-X dan Teori-Y Teori - XTeori - Y PesimistikOptimistik KakuDinamis Kontrol Atasan ke BawahanLuwes Menekankan pada pengaturan diri

9 B. Hirarki Kebutuhan dari Maslow Teori-teori Kepemimpinan (Lanjutan) Dalam teori tersebut kebutuhan manusia disusun secara hirarki dari yang paling rendah sampai yang teratas. Bila satu macam kebutuhan telah dipenuhi, maka tidak bisa lagi dipakai sebagai motivator.

10 Kebutuhan Menurut Maslow 1.Kebutuhan fisik (physical needs) 2.Keamanan dan keselamatan 3.Kebutuhan afiliasi 4.Penghargaan 5.Kebutuhan akan jati diri (self-actualization)

11 7-2. Gaya Kepemimpinan Dua gaya kepemimpinan. 1.Orientasi kepada tugas (task oriented). 2.Orientasi kepada partisipasi (partisipative oriented).

12 Gaya Kepemimpinan (Lanjut) 1.Orientasi kepada tugas (task oriented). “Pemimpin mementingkan terlaksananya pekerjaan dan tercapainya sasaran sehingga mengarah ke arah otokrasi”. 2.Orientasi kepada partisipasi “Pemimpin memberikan perhatian yang besar kepada bawahannya, mengadakan konsultasi sebelum melakukan suatu tindakan penting, sehingga mengarah ke suasana yang demokratis”.

13 Gaya Kepemimpinan (Lanjut) Teori dari Hersey & Blanchard 3 (tiga) variabel Interaksi, yaitu: 1.Orientasi kepada tugas. 2.Orientasi kepada partisipasi, dan 3.Tingkat kedewasaan (Maturity Level)

14 Model Kepemimpinan situasional Hersey & Blanchard

15 7-3. OTORITAS 1.Otoritas Resmi 2.Otoritas Tidak Resmi 3.Aplikasi dalam Proyek 4.Otoritas Proyek 5.Efektivitas Otoritas dan Pengaruh

16 OTORITAS (Lanjut) Sumber PengaruhNilai Pengaruh Otoritas Resmi Hak resmi pimpro untuk mengeluarkan perintah agar dipatuhi 3,0 Tantangan Kerja Kemampuan pimpro untuk membuat personil menyukai pekerjaannya 3,2 Keahlian (expertise) Pengetahuan khusus pimpro yang dianggap penting oleh personil 3,3 Penempatan di massa depan4,6 Gaji Kemampuan pimpro untuk mempengaruhi kenaikan gaji personil 4,6 Promosi Posisi pimpro untuk mengusahakan promosi 4,8 Pesahabatan (keakraban) Antara pimpro dengan personil 6,2 Ancaman penalti (coercion) Kemampuan pimpro untuk mempengaruhi adanya penalti. 7,8 Catatan : Nilai 1 sampai dengan 8: Makin kecil nilai, makin besar bobot pengaruhnya

17 7-4. Kualifikasi Pimpro 1.Kepemimpinan yang Berorientasi Kuat Pada Pencapaian Sasaran. 2.Generalis dan Spesialis. 3.Kredibilitas Teknis. 4.Bergairah Menghadapi Tantangan. 5.Menguasai Aspek Sumber Daya Manusia. 6.Kekuasaan Berdasarkan dari Expert Power dan Referent Power. 7.Memenuhi Persyratan.

18 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Kepemimpinan yang Berorientasi Kuat Pada Pencapaian Sasaran. 1.Kaya akan inisiatif 2.Luwes (fleksibel) dalam pendekatan untuk menangani masalah tanpa mengorbankan sasaran produk. 3.Bersedia memikul tanggung jawab yang lebih besar dibanding otoritas resmi yang diberikan kepadanya. 4.Bersedia mengambil resiko, setelah dianalisis secara matang. 5.Bersifat kritis terhadap tatanan atau prosedur yang berlaku.

19 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Generalis dan Spesialis 1.Merancang dan mengendalikan sumber daya perusahaan. 2.Mengerti aspek bidang usaha. 3.Kemauan melatih dan membina personil. 4.Menguasai pengertian umum masalah akuntansi, keuangan dan administrasi.

20 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Kredibilitas Teknis Artinya memiliki cukup pengetahuan teknis (teknologi) dan latar belakang pengalaman yang diharapkan dapat menangkap dan mengerti aspek- aspek teknis serta operasional kegiatan proyek yang dikelolanya.

21 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Bergairah Menghadapi Tantangan Artinya Pemimpin harus dapat meyakinkan tim proyek, bahwa persoalan-persoalan dalam proyek yang sedang ditangani tersebut adalah wajar dan merupakan tantangan yang perlu ditanggapi dengan bergairah.

22 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Menguasai Aspek Sumber Daya Manusia Artinya Pemimpin Proyek dan tim inti (sampai derajat tertentu) perlu menagadakan kontak dengan bermacam-macam tingkatan dari lapisan birokrasi dan individu, baik internal maupun eksternal, dari perusahaan yang bersangkutan.

23 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Kekuasaan Berasal dari Expert Power dan Referent Power Artinya Pemimpin perusahaan hendaknya memilih seseorang pimpro dengan latar belakang dan pengalaman yang diperkirakan mampu menumbuhkan dan mengembangakan kekuasaannya berdasar keahlian expert power dan referent power.

24 Referent Power Adalah personal authority yang diperoleh seorang pemimpin karena ia dianggap memiliki pengalaman luas mengenai disiplin ilmu di bidang yang dia pimpin, Tambahannya adalah karena ia memiliki daya tarik karisma yang ditunjukkan oleh sikap dan tindakan, sehingga pengikutnya menaruh hormat dan pujian

25 Kualifikasi Pimpro (Lanjut) Memenuhi Persyaratan Seorang pimpro perlu menguasai prinsip-prinsip dasar manajemen, di samping pengetahuan teknis khusus yang relevan dengan proyek yang sedang dikelola.

26 7-5. Konflik di Lingkungan Proyek Catatan: Intensitas dinyatakan dengan skala 0 (rendah) sampai 3 (tinggi) Intensitas bermacam-macam konflik selama siklus proyek

27 Sumber, penyebab, dan upaya penanggulangan konflik di lingkungan Proyek


Download ppt "Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia dalam Proyek Bab. 7 Dr. Ir. Asep Handaya Saputra, M.Eng Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google