Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Contoh 1. Rencanakan sambungan perpanjangan seperti gambar di bawah ini dengan menggunakan alat sambung paku. Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Contoh 1. Rencanakan sambungan perpanjangan seperti gambar di bawah ini dengan menggunakan alat sambung paku. Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis."— Transcript presentasi:

1 Contoh 1. Rencanakan sambungan perpanjangan seperti gambar di bawah ini dengan menggunakan alat sambung paku. Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis 0,5. Asumsikan nilai λ sebesar 0,8. 1 PERTEMUAN 4 CONTOH SOAL ALAT SAMBUNG PAKU 20 kN 10 kN 2,5/12 5/12 Penyelesaian : Dicoba paku 4”BWG8 = diameter = 4.2 mm dan panjang 102 mm. (tabel 10) Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z) Diameter paku (D) = 4,2 mm Kuat lentur paku (F yb ) = 620 N/mm 2 (tabel 9) Kuat kayu samping dan kayu utama dianggap memiliki berat jenis yang sama yaitu 0,5, maka Fes=Fem = 31,98 N/mm 2 (tabel 8) dan Re = Fem/Fes=1,00 Tebal kayu samping (ts) = 25 mm

2 Penetrasi pada komponen pemegang (p) P = 102 mm – 25 mm – 50 mm = 27 mm (hal. 46) K D = 2,2 (untuk paku dengan deameter < 4,3 mm; lihat hal.42) Tahan lateral acuan (Z) satu irisan : 2

3 Moda kelelehan Tahanan lateran acuan (N) Is10074 III m 4432 III s 4221 IV4302 Tahanan lateran acuan untuk dua irisan, Z = 2x4221 =8442 N Menghitung tahanan lateral acuan terkoreksi (Z’) Nilai koreksi penetrasi (C d ) P=27mm >6D (6x4,2 = 25,2 mm) <12D (12x4,2 = 50,4 mm), maka Cd = p/12D=27/(12x4,2)=0,536 Z’=C d Z (C di, C eg dan C tn tidak diperhitungkan) Z’=0,536x8442 = 4525 N Menghitung tahanan lateral ijin satu paku (Z u ) Z u = λØ z Z’ Z u = 0,8x0,65x4525 Z u = 2353 N 3

4 Menghitung jumlah paku (n f ) N f = P/Z u = 20000/2353 = 8,5 paku; dipasang 10 paku 4 5/12 c 7,5 5 cm x 47,5 ca d b d Ketentuan penempatan alat sambung paku : Spasi dalam satu baris (a): 10xD = 42 mm ≈ 50 mm Jarak antar baris (b): 5xD = 21 mm ≈ 30 mm Jarak ujung (c): 15xD = 63 mm ≈ 75 mm Jarak tepi tidak dibebani (d): 5xD = 21 mm ≈ 30 mm

5 Contoh 2 : Hitunglah gaya tari P maksimum yang diijinkan dari sambungan satu irisan dibawan ini, jika paku yang dipergunakan adalah 3’BWG10, berat jenis kayu adalah 0,55 dan faktor waktu sebesar 1, /12 7 5x3 7 3x4 Penyelesaian : Menghitung tahanan lateral acuan satu batu (Z) Paku 3’BWG10 memiliki diameter 3,4 mm dan panjang 76 mm Kuat lentur paku (F yb ) = 689 N/mm2 Kuat tumpu kayu ; F es =F em = 38,11 N/mm 2 dan R e = 1,00 Tebal kayu penyambung (tebal kayu terkecil) = 30 mm Kedalaman penetrasi (p) = 76 mm - 30 mm = 46 mm K D = 2,2 (diameter paku < 4,3 mm) 5/12 PP

6 Moda kelelehan Tahanan lateran acuan (N) Is5831 III m 3126 III s 2163 IV1622 Menghitung tahanan lateral acuan terkoreksi (Z’) Nilai koreksi penetrasi (Cd) P=46 mm>12D(12x3,4=40,8 mm) maka C d = 1,00 Z’=C d Z = 1,00x1622 = 1622 N Menghitung gaya tarik maksimum sambungan (P) P ≤ n f λØ z Z’ P ≤ 12x1,00x0,65x1622 P ≤ 1261 N Jadi Gaya tarik P maksimum adalah 12, 6 kN 6

7 Contoh 3 7 5/12 2x3/12 4 2x3 4 3x4 Tampak Samping Tampak Atas Hitunglah besarnya gaya tarik P dari sambungan buhul di atas yang tersusun dari kayu dengan berat jenis o,6 dan paku 2,5”BWG11. Asumsikan nilai faktor waktu (λ) sebesar o,8.

8 Penyelesaian : Menghitung tahanan lateral acuan satu baut (Z) satu irisan Paku 2,5”BWG11 memiliki diameter =3,1 mm dan panjang = 6,3 mm Kuat lentur paku (F yb ) = 689 N/mm2 Kuat tumpu kayu ; F es =F em = 44,73 N/mm 2 dan R e = 1,00 Tebal kayu penyambung (tebal kayu terkecil) = 30 mm Kedalaman penetrasi (p) = 63mm - 30 mm = 33 mm Kontrol overlapping : V=2x(p-0,5tm)=2x(33-25)=36 mm> 4D (4x3,1=12,4 mm) …(hal 46) K D = 2,2 (diameter paku < 4,3 mm) Moda kelelehan Tahanan lateran acuan (N) Is6240 III m 2441 III s 2248 IV1461 Karena penempatan paku pada dua sisi, makan tahanan lateral acuan : Z = 2x1461 = 2921 N 8

9 Menghitung tahanan lateral acuan terkoreksi (Z’) Nilai koreksi penetrasi (Cd) P=33 mm>6D(6x3,1 = 18,6 mm <12D )12x3,1=37,2 mm) maka C d = p/12D=33/37,2 = 0,89 Z’=C d Z = 0,89x2921 = 2599 N Menghitung gaya tarik maksimum sambungan (P) P ≤ n f λØ z Z’ P ≤ 9x0,8x0,65x2599 P ≤ N Jadi Gaya tarik P maksimum adalah 12 kN 9

10 10

11 Rencanakan sambungan perpanjangan seperti gambar di atas dengan menggunakan alat sambung paku. Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis 0,6 dan λ = 0, kN 12,5 kN 3/12 6/12 12,5 kN


Download ppt "Contoh 1. Rencanakan sambungan perpanjangan seperti gambar di bawah ini dengan menggunakan alat sambung paku. Kayu penyusun sambungan memiliki berat jenis."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google