Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sept 20071 DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (1) Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Lembaga Demografi, dan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sept 20071 DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (1) Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Lembaga Demografi, dan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas."— Transcript presentasi:

1 Sept DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (1) Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Lembaga Demografi, dan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. S-2 Lingkungan, Okt

2 Sept Masalah Kependudukan : Klasik Jumlah penduduk membesar  ketersediaan sumber daya ? ? ? “Balapan”  kebutuhan manusia dengan sumber daya (resources) yang tersedia. Sumber daya (resources) yang tersedia, tidak mampu memenuhi kebutuhan penduduk di suatu wilayah (negara). Penyebab sisi Demografi : Fertilitas, Mortalitas, Migrasi. Masalah kependudukan  masalah kesejahteraan orang per orang.

3 Sept Perlunya Kesempatan Kerja (Employment Opportunities) Jumlah penduduk bertambah : Kelahiran Bayi : tanggungan orang tua / wali. Pendatang : Migrasi. Perlu sumber daya (resources) untuk memenuhi kebutuhan hidup.  Penghasilan/pendapatan. Kebutuhan lapangan kerja : Lulus sekolah : pertama kali mencari kerja. Pindah kerja. Berumah Tangga (menikah). Mengurus Rumah Tangga  ingin bekerja.

4 Sept Urutan jumlah penduduk terbesar

5 Sept Kesejahteraan Menyangkut perasaan manusia. Penjumlahan perasaan obyektif dan subyektif seluruh penduduk. Normatif. Sejahtera lahir dan batin  kondisi ideal  tujuan hidup.  tetapi sulit sekali dicapai. Perasaan sejahtera  "naik-turun" seiring dengan berjalannya waktu kehidupan. Memerlukan “nilai obyektif” yg dapat diukur (objective measurable value) secara operasional.

6 Sept Kemampuan memenuhi kebutuhan hidup

7 Sept Persentasi penduduk dibawah garis kemiskinan (< US 2 per hari), 2002.

8 Sept Penduduk Indonesia 2008 : sekitar 227 juta orang TahunJumlah penduduk (Juta orang) , , , , , ,3

9 Sept Penduduk Indonesia Penduduk Indonesia 2008 diperkirakan sekitar 227 juta orang. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan penduduk 1,2 % per tahun, maka : Doubling Time : sekitar 58,3 tahun. Penduduk Indonesia 2066 : sekitar 450 juta.

10 Sept Penduduk Indonesia, 2008

11 Sept Population & Poverty ( ) Low-Income Countries : Income per capita : $ 430, Health Expenditures per capita $ 21,5, Infant Mortality : 121 per 1000 births. Lower Middle-Income Countries : Income per capita : $ 1,390, Health Expenditures per capita $ 72,3, Infant Mortality : 40,6 per 1000 births. Upper Middle-Income Countries : Income per capita : $ 5,040, Health Expenditures per capita $ 308.9, Infant Mortality : 22 per 1000 births. Industrial Market Economies Countries : Income per capita : $ 26,310, Health Expenditures per capita $ 2,736, Infant Mortality : 6,6 per 1000 births.

12 Sept GDP, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran, 2006 GDP Indonesia (Harga Berlaku) tahun 2006 : Rp ,2 trilyun. GDP Indonesia (Harga Konstan 2000) tahun 2006 : Rp ,7 trilyun. Pertumbuhan ek (h.konstan) : 5,5 % Income per Capita 2006 : US $ Tambahan penganggur 2005 : 600 ribu orang Pengangguran : sekitar juta orang Satu persen pertumbuhan ekonomi menyerap 397 ribu orang pencari kerja (2005).

13 Sept GDP, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran, 2007 / 2008 GDP Indonesia (Harga Berlaku) tahun 2008 diperkirakan : Rp ,2 trilyun. Pertumbuhan ek (h.konstan) : 6,32 % Inflasi 2008 : 11,06 %, 2007 = 6,59 %. Income per Capita 2007 : US $ Pengangguran : sekitar 13 juta orang

14 Sept Indikator Ekonomi APEC, 2008.

15 Sept Pendapatan Kotor per Kapita Urutan terbesar Gross National Income per capita (2005) : 1.Norwegia : US $ Swiss : US $ Denmark : US $ Amerika Serikat : US $ Swedia : US S –Indonesia (2007) : US $ 2.062

16 Sept Penduduk Miskin 2004 di 10 Prop.

17 Sept Pertumbuhan penduduk : Fertilitas – Mortalitas + (Mig. Netto). 2. Kesempatan Kerja = f (Pertumbuhan Ek,..)  Pertumbuhan ek = pertumbuhan GDP atau GNP Pertumbuhan penduduk : Keseimbangan kekuatan yang menambah dan yang mengurangi jumlah penduduk. Dipengaruhi jumlah bayi yang lahir (menambah jumlah penduduk). Tetapi secara bersamaan dikurangi jumlah kematian di setiap kelompok umur. “Imigran”akan menambah, “Emigran” akan mengurangi jumlah penduduk.

18 Sept Jumlah penduduk dan ekonomi a. Pertumbuhan penduduk 1,2 % per tahun = 0,012 X 222 juta = sekitar 2,66 juta. b. Mereka semua bayi (usia dibawah 1 tahun). Tergantung dari Orang Dewasa. PERTUMBUHAN PENDUDUK PERTUMBUHAN EKONOMI

19 Sept Economic Development Sources : Capital Formation, Human Resources and Entrepreneurial Ability. Social Overhead Capital. Strategies : Agriculture or Industry, Exports or Import Substitution, Central Planning or the Market. Growth versus Development : Whether economic growth necessarily brings about economic development.

20 Sept Issues in Economic Development Population Growth : a. The consequences of rapid population growth, b. Causes of Rapid Population Growth Lack of Financial Resources Developing-Country Debt Burdens Poverty Distribution of income.

21 Sept Lorenz Curve : perbandingan % pendapatan dan % Rumah tangga Jika pendapatan ter- distribusi secara merata, tidak ada bidang biru (shaded area). Lebih besar distribusi pendapatan tidak merata, membuat Lorenz Curves menjauhi garis 45 derajat. The Gini coefficient sering dipakai untuk mengukur ketidak-merataan pendapatan yg digambarkan oleh Lorenz curve. Besarnya antara 0 (maximum equality) hingga 1 (maximum inequality).

22 Sept The Circular Flow of Income

23 Sept Arus internasional Globalisasi Ekonomi

24 Sept Lingkungan external Organisasi Bisnis Return

25 Sept Makro Pertumbuhan ekonomi (growth) Pengendalian inflasi Peningkatan kesempatan kerja (employment opportunities).  Lebih sejahtera, di tiap segmen masyarakat

26 Sept Institusi Mikro Likuiditas Profitabilitas/Rentabilitas Solvabilitas.  Shareholder’s Wealth

27 Sept Masalah ekonomi. Bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang cenderung tak terbatas, dengan sumber daya (resources) yang sangat terbatas. Masalah : Kelangkaan Sumber Daya. Kebutuhan manusia naik terus, karena proses modernisasi (peradaban) dan penduduk bertambah banyak.

28 Sept Masalah ekonomi tidak ada, kalau : “Setiap orang mampu memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri”. Artinya setiap orang mempunyai sumber daya (misalnya uang) untuk membeli barang dan jasa yang dibutuhkannya. Tetapi umumnya, anak-anak dan orang miskin, tidak mampu memenuhi semua kebutuhannya.

29 Sept Kemampuan memenuhi kebutuhan hidup

30 Sept Contoh : Kemiskinan (poverty) dibeberapa negara bekas jajahan Kemiskinan :  Sebab atau Akibat Akibat dari “kekakuan” alokasi sumber daya ?  Sumber daya finansial. Why ? Sistem Kapitalis ?

31 Sept Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 17/2005. Terdiri dari 46 Komponen : 1. Makanan dan Minuman, 2. Sandang, 3. Perumahan, 4. Pendidikan, 5. Kesehatan, 6. Transportasi, 7. Rekreasi dan Tabungan

32 Sept KHL dan Upah Minimum Propinsi (UMP) KHL  dipakai untuk menentukan Upah Minimum Propinsi (UMP). UMP seyogyanya ditentukan dengan memperhatikan : a. Pertumbuhan Ekonomi, b. Tingkat Inflasi, c. Keuangan Daerah, d. Kemampuan Pengusaha/Perusahaan, e. Produktivitas.

33 Sept Kebutuhan Hidup dan Upah Minimum Propinsi, 2006.

34 Sept Penduduk Miskin, Indonesia 2006

35 Sept Kriteria Rumah Tangga Miskin (Bantuan Langsung Tunai) 1.Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang. 2.Lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan. 3.Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester. 4.Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ber-sama2 dengan rumah tangga lain. 5.Penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik. 6.Sumber air minum dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan. 7.Bahan bakar untuk memasak se-hari2 adalah kayu bakar/arang/minyak tanah. 8.Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu. 9.Hanya membeli satu setel pakaian baru dalam setahun. 10.Hanya sangu makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari. 11.Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di Puskesmas/Poliklinik. 12.Sumber Penghasilan Kepala RT : Petani dgn luas lahan 0,5 HA, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan dibawah Rp per bulan. 13.Pendidikan tertinggi KRT : Tidak sekolah/Tidak tamat SD/Hanya SD. 14.Tidak memiliki tab/brg yg mudah dijual dgn nilai min Rp seperti spd motor (kredit/non-kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lain.

36 Sept Perincian kemiskinan Inflasi Feb 2005 – Maret 2006 = 17,95 % Makanan berkontribusi 70,54 % thd garis kemiskinan Komoditi non-makanan a.l. : perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Tanpa pelaksanaan program kompensasi pengurangan subsidi BBM, jumlah penduduk miskin akan menjadi 50,8 juta (22,8 % penduduk). BLT ke 19,2 juta Rumah Tangga, Raskin, BOS  memperkuat pemenuhan dasar penduduk miskin Dari 39,1 juta miskin di 2006  19,8 juta sudah miskin tahun sebelumnya, 9,9 juta hampir miskin, 7,3 juta hampir tidak miskin, 2,1 juta tidak miskin.

37 Sept Simplifikasi dunia nyata “Menebak” dunia nyata : Model  teoritis, asumsi, matematis, data statistik, “ceteris paribus”  simplifikasi dunia nyata Dunia nyata : - Perilaku manusia  Economic rationale, Opportunity cost, Mekanisme Pasar, Budaya, Agama, dsb. - Sistem Politik  Demokrasi, dsb.  WEST ? - Lain-lain.

38 Sept Persentasi penduduk mnrt pendidikan yang ditamatkan, Indonesia Pendidikan Laki-lakiPerempuanTotal Belum tamat SD 33,05 %37,54 %35,29 % Sekolah Dasar 33,51 %34,93 %34,22 % SLP 14,24 %12,89 %13,57 % SLA 15,79 %12,17 %13,98 % D 1 / D 2 0,56 %0,52 %0,54 % D 3/Akademi/PT 2,83 %1,93 %2,38 % Total 100 %

39 Sept Life in the Developing Nations: Population and Poverty Difficulties faced by developing nations: chronic food shortages explosive population growth hyperinflations low productivity and low GDP per capita primitive shelter illiteracy infant mortality

40 Sept Social overhead capital Basic infrastructure projects  roads, power generation, and irrigation systems,  that add to a nation’s productive capacity. In developing economies, government provision of public goods is highly deficient, Many socially useful projects cannot be successfully undertaken by the private sector.

41 Sept Issues in Economic Development Population growth in developing nations is about 1.7 % per year (in industrial market economies is only 0.5 %). Thomas Malthus, England’s first professor of political economy, believed populations grow geometrically. He believed that due to the diminished marginal productivity of land, food supplies grow much more slowly.

42 Sept Population Growth The natural rate of population increase is the difference between the birth rate and the death rate. It does not take migration into account. Any nation that wants to slow its rate of population growth will probably find it necessary to have in place economic incentives for fewer children as well as family planning programs.

43 Sept Developing-Country Debt Burdens Debt rescheduling is an agreement between banks and borrowers through which a new schedule of repayments of the debt is negotiated; often some of the debt is written off and the repayment period is extended. A stabilization program is an agreement between a borrower country and the IMF in which the country agrees to revamp its economic policies to provide incentives for higher export earnings and lower imports.

44 Sept Transisi ke Market Economy Ekonom umumnya setuju 6 “basic requirements” untuk melakukan transisi dari sistem sosialisme ke “market- based system” : 1. Macroeconomic stabilization. 2. Deregulation of prices and liberalization of trade. 3. Privatization of state-owned enterprises and development of new private industry. 4. The establishment of market-supporting institutions, such as property and contract laws, accounting systems, and so forth. 5. A social safety net to deal with unemployment and poverty. 6. External assistance.

45 Sept International Conference on Population and Development (ICPD), Kairo 1994 Dihadiri 179 negara, telah disetujui : Population issues are not just a matter of numbers, they are first and foremost about people - about human beings and their inherent right to development and lead to a decent life no matter where they happen to be born. Juga disetujui bahwa : Women's empowerment and gender equality, and the elimination of violence against women and girls, are cornerstones of population and development policies.

46 Sept Tahun 2000 (era millenium) Sidang Majelis Umum 189 negara anggota PBB (termasuk Indonesia) mendiskusikan berbagai masalah dan memperbaharui komitmen untuk : peningkatan kesejahteraan dan kelangsungan hidup bangsa, penegakkan hak asasi manusia dan kolaborasi internasional untuk memajukan bangsa, dengan target dan indikator yang jelas. Menjawab berbagai tantangan di era millenium, Menetapkan langkah kongkrit dalam menilai kinerja (performance) melalui tujuan jangka panjang (goals), Menetapkan target dan indikator yang sudah ditetapkan dari 1990 hingga 2015, yang disebut "Millenium Development Goals" (MDGs).

47 Sept Delapan Goals MDGs Memberantas kemiskinan dan kelaparan. Mewujutkan pendidikan dasar. Meningkatkan persamaan gender dan pemberdayaan perempuan. Mengurangi angka kematian bayi. Meningkatkan kesehatan ibu. Memerangi HIV/AIDS, malaria, penyakit lain. Pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Mengembangkan kemitraan global dalam pembangunan.

48 Sept Fokus Asia - Pasifik Fokus thema wilayah Asia & Pasifik, yang ditetapkan dalam the Fifth Asia and Pacific Population Conference (APPC) bulan Desember 2002, adalah "Population and Poverty". Konperensi ini juga menetapkan Plan of Action yang akan dijalankan. Bagi Indonesia, MDGs dan Plan of Action tsb bukan hal baru, dan telah dilakukan sejak lama. Meskipun demikian, MDGs diharapkan dapat membantu semua pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan dengan jelas, karena sudah dilengkapi dengan indikator yang sesuai.

49 Sept People centered development Pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara : perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, Pembangunan bangsa dengan wawasan kependudukan,  sering disebut : “people centered development”, Penduduk : titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat,  memperlambat kondisi kesejahteraan yang ideal.

50 Sept People centered development Indikator ekonomi (mikro & makro) perlu dalam pembangunan nasional. Tetapi variabel kependudukan diletakkan sama pentingnya dalam perencanaan pembangunan. Kalau tidak, berimplikasi melahirkan ketidakharmonisan sosial yang menjurus pada konflik sosial. Merumuskan variabel kependudukan dalam pembangunan nasional  Memberikan posisi penting pada : Perencanaan kependudukan, Dinamika/mobilitas penduduk, Administrasi dan informasi kependudukan.

51 Sept Peningkatan Kesejahteraan Peningkatan kesejahteraan : ekonomi atau non-ekonomi, Masalah ekonomi adalah bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang cenderung tak terbatas dengan sumber- sumber daya (resources) yang sangat terbatas (langka). Individu / rumah tangga  punya sumber daya yg cukup (arus pendapatan / kekayaan)  membeli barang / jasa yg dibutuhkannya. Memilih konsumsi barang/jasa yang menjadi prioritasnya. Pembahasan kesejahteraan  dimulai dari individu / rumah tangga. Tidak dari aspek makro ekonomi semata.

52 Sept Peningkatan Kesejahteraan Pendapatan rumah tangga strata menengah kebawah  penurunan daya beli riil cukup besar. Mencari pekerjaan susah, untuk pencari kerja "lama" maupun "baru". Peningkatan kemiskinan dikalangan penduduk yang mempunyai human capital rendah. Lebih sejahtera  punya daya beli riil untuk membeli barang/jasa yang lebih banyak/lebih berkualitas. Variabel ekonomi yang berpengaruh dalam peningkatan kesejahteraan, antara lain : Pertumbuhan GDP/GNP Riil, Inflasi, Nilai tukar Rupiah (Kurs), Sumber Daya Finansial, dsb. Variabel-variabel non-ekonomi yang juga dianggap indikator peningkatan kesejahteraan dalam arti lebih luas : Hak asasi manusia, Kesehatan, Pendidikan, Persamaan gender, dsb.

53 Sept Prof. DR. Widjojo Nitisastro, Menyatakan bahwa segitiga : Pertumbuhan ekonomi, Pengendalian pertumbuhan penduduk, serta Lingkungan, harus dikelola pemerintah secara bersama-sama dan terintegrasi. Dikatakan : "Itulah konsep pembangunan berwawasan kependudukan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Penduduk harus ditempatkan sebagai titik sentral kegiatan pembangunan" (paparan pada Ulang Tahun ke 40 Lembaga Demografi FEUI, Agustus 2004).

54 Sept Penyeimbangan 3 Faktor Dominan di Negara Sedang Berkembang :

55 Sept Indikator Utama Kependudukan (Data Demografi Indonesia estimasi)

56 Sept Indikator Kependudukan 1. Pertumbuhan Penduduk Alamiah (Natural Rate of Population Increase) : Fertilitas : ASFR, TFR, NRR. Mortalitas : ASMR, IMR, Morbiditas. Berhubungan dengan : Sektor Kesehatan dan KB. Dana (Financial Resources)  APBD dsb. Pendapatan Rumah Tangga (Daya Beli). Agama, Adat, Budaya, Pendidikan.

57 Sept Indikator Kependudukan (lanjutan) 2. Migrasi Masuk dan Migrasi Keluar. 3. Ketenaga-kerjaan (Supply of Labor). Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)  Menentukan besarnya Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja. 4. Perkawinan (marriage) 5. Pembuatan Proyeksi Penduduk  untuk Perencanaan Daerah.

58 Sept Sejenak tentang Demografi Demografi berasal dari bahasa Yunani, Demos = Rakyat atau Penduduk, Grafein = Menggambar, Menulis/Tulisan.

59 Sept T ulisan atau gambaran mengenai rakyat atau penduduk. (Achille Guillard dalam “Elements de Statistique Humaine on Demographic Comparee, 1885). Demografi

60 Sept Donald J. Bogue (buku “Principles of Demography”) Demografi : ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang jumlah, komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan –perubahannya, sebagai akibat bekerjanya 5 komponen demografi : Kelahiran (Fertilitas), Kematian (Mortalitas), Perkawinan, Migrasi, dan Mobilitas Sosial.

61 Sept Demografi Ilmu yang mempelajari persoalan dan hal- hal yang berhubungan dengan komponen- komponen perubahan penduduk, seperti : Kelahiran, Kematian, Migrasi, sehingga menghasilkan suatu jumlah dan komposisi penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin tertentu.

62 Sept George W. Barclay (1970) Demografi : Adalah ilmu yang memberikan gambaran secara statistik tentang Penduduk. Demografi mempelajari perilaku penduduk secara menyeluruh, bukan perorangan.

63 Sept Demografi Is the scientific study of human population, including its size, distribution, composition, and the factors that determine changes in its size, distribution, and composition. Studi ilmiah tentang penduduk, meliputi jumlah (size), distribusi, komposisi, dan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dari jumlah penduduk, distibusinya dan komposisinya.

64 Sept Dari definisi, demografi memfokuskan pada 5 aspek penduduk : Jumlah (size). Distribusi (Geographic distribution) Komposisi. Dinamika kependudukan - The component of change (births, deaths, migration) Faktor sosial-ekonomi dan konsekwensi perubahan penduduk.

65 Sept Jumlah penduduk adalah banyaknya orang yang ada disuatu daerah tertentu pada waktu tertentu. Distribusi penduduk adalah the way the population is depersed di suatu wilayah geografis pada waktu tertentu. Komposisi penduduk memperlihatkan banyaknya orang menurut umur, jenis kelamin, dan kategori demografi lain. Pengertian kategori demografi ini mengundang berbagai perdebatan diantara para ahli demografi. Mereka setuju bahwa umur, jenis kelamin, ras, tahun kelahiran, tempat lahir, merupakan karakteristik demografi yang tidak berubah selama masa hidup seseorang (disebut ascribed characteristics).

66 Sept Karakteristik lain disebut karakteristik sosial ekonomi : nativity, ethnicity, ancestry, agama, kewarganegaraan, status perkawinan, karakteristik rumah tangga, living arragements, tingkat pendidikan, school enrollment, status angkatan kerja, pendapatan dan kekayaan. Karakteristik ini bisa berubah dalam perjalanan hidup seseorang.

67 Sept Secara sempit dapat didefinisikan bahwa komponen perubahan dalam demografi adalah kelahiran, kematian dan migrasi. Definisi yang lebih inklusif termasuk : 1.Perkawinan dan perceraian sebagai suatu proses yang mempengaruhi kelahiran, pembentukan rumah tangga dan “peleburan” rumah tangga, dan 2.Peranan dari sakit atau morbiditas, sebagai suatu proses yang mempengaruhi mortalitas. The study of the interrelation of these factors and age/sex composition defines the subfield of Formal Demography.

68 Sept Beyond Demography Beyond these demographic factors of change, there are a host of social and economic characteristics, that represent causes and consequences of change in the basic demographic characteristics and the basic components of change. Study of these topics defines the subfields of social and economic demography. Dengan demikian, pembahasan demografi dapat di kelompokkan dalam : Basic demography, dan Applied demography.

69 Sept Ilmu Demografi Merupakan suatu alat untuk mempelajari perubahan-perubahan kependudukan dengan memanfaatkan : Data dan statistik kependudukan. Perhitungan-perhitungan secara matematik dan statisktik dari data penduduk, terutama mengenai perubahan jumlah, persebaran dan komposisinya.

70 Sept Variabel-variabel Utama Demografi Fertilitas (Fertility) Mortalitas (Mortality). Migrasi (Migration).

71 Sept Lingkup Demografi dan Ilmu Kependudukan Ilmu demografi berkembang 3 abad lalu. John Graunt (Inggris, ), bapak demografi, melakukan analisa mortalitas, fertilitas, migrasi dsb, dari The Bills of Mortality, dan mencetuskan “hukum- hukum” pertumbuhan penduduk. Karya William Petty ( ), Political Arithmetic, mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan demografi.

72 Sept Lingkup Demografi dan Ilmu Kependudukan Edmund Halley ( ) menyusun tabel kematian (Life Table) modern yang pertama. Oleh para pelopor (Guillard dsb), demografi disebut Bio-Social Book- keeping, kelahiran menambah jumlah penduduk dan kematian mengurangi jumlah penduduk. Berfokus pada statistik penduduk dan analisanya.

73 Sept Demografi The science of population Apakah telaah demografi diperlukan dalam pengelolaam pembangunan (nasional dan daerah) ? Demografi : ilmu yang berkenaan dengan hal-hal yang berpengaruh terhadap besaran, distribusi, proses, struktur dan karakteristik penduduk. (John R. Weeks, 1999:36) Demografi berasal dari bahasa Yunani. Demos = Rakyat atau Penduduk, Grafein = Menggambar, Menulis/Tulisan. Tulisan atau gambaran mengenai rakyat atau penduduk. (Achille Guillard dalam “Elements de Statistique Humaine on Demographic Comparee, 1885).

74 Sept Ilmu Kependudukan. Diperlukan ilmu lain, yaitu : Sociological Demography, Population Studies, Economic Demography, dsb, Sering disingkat menjadi Ilmu Kependudukan. Merupakan penghubung antara penduduk dengan sistem sosial, agar mengerti keadaan di masyarakat melalui proses analisa kependudukan. Sekarang lebih disadari bahwa demografi dipelajari tidak terlepas dari berbagai variabel non-demografis (seperti ilmu ekonomi, sosiologi, geografi, psikologi, politik, dsb). Demography merupakan “Interdisciplinary Science”.

75 Sept Demografi FERTILITASMIGRASIMORTALITAS DEMOGRAFI


Download ppt "Sept 20071 DASAR-DASAR KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI (1) Sisdjiatmo K. Widhaningrat, Lembaga Demografi, dan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google