Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Jl. BABARSARI, POBox 6101/YKBB YOGYAKARTA 55281 – INDONESIA Tel. : 62(274)484085, 489716 Fax. : 62(274)489715 Prof. Dr. Ir. Kris Tri Basuki MSc

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Jl. BABARSARI, POBox 6101/YKBB YOGYAKARTA 55281 – INDONESIA Tel. : 62(274)484085, 489716 Fax. : 62(274)489715 Prof. Dr. Ir. Kris Tri Basuki MSc"— Transcript presentasi:

1

2 Jl. BABARSARI, POBox 6101/YKBB YOGYAKARTA – INDONESIA Tel. : 62(274)484085, Fax. : 62(274) Prof. Dr. Ir. Kris Tri Basuki MSc 1

3 BIO DATA : Prof. Dr. Ir. KRIS TRI BASUKI MSc Pendidikan : 1. S1 MIPA KIMIA UGM ( 1980 ) 2. S1 Teknik Kimia ECP Perancis ( 1986 ) 3. S2 Teknik Industri ECP Perancis ( 1987 ) 4. S3 Teknik Industri ECP Perancis ( 1991 ) Job Struktur : 1. Ketua Kelompok Proses PPNY ( 1991 – 1995 ) 2. Kepala Bidang Proses ( BKNP ) PPNY ( 1995 – 2005 ) 3. Ketua STTN – BATAN ( 2007 – Sekarang ) Job Riset : 1. Peneliti Utama Radioekologi Kelautan Kerma PBB ( 1995 – 2005 ) 2. Peneliti Utama EMSB Kerma Jerman ( 1999 – 2004 ) 3. Peneliti Utama Monasit Kerma PT Timah ( 2001 – 2005 ) 4. Peneliti Utama Xenotim Kerma PT Timah ( 1997 – 2001 ) 5. Peneliti Utama RUT II, V, VIII, XI dll 2

4 KESEPAKATAN PEMBELAJARAN 1. DOSEN YANG HADIR TERLAMBAT SELAMA 10 MENIT DIANGGAP KOSONG 2. KARENA KESIBUKAN DOSEN ( SEBAGAI KETUA ), APABILA KOSONG AKAN DIGANTIKAN SESUAI KESEPAKATAN DENGAN MAHASISWA 3. MHS TERLAMBAT DIATAS 10 MENIT DILARANG MASUK. 4. SAMPAI MID ( 6-7 Tatap Muka ) MAHASISWA TIDAK HADIR 2 ( dua ) KALI ATAU LEBIH TIDAK DAPAT IKUT UJIAN MID, DEMIKIAN PULA UNTUK UJIAN AKHIR. 5. KETUA KLAS MENYIAPKAN PERALATAN PEMBELAJARAN ( Absen, LCD, Komputer ) 2A

5 PESAN Dan sejarah akan menulis di sana antara Benua ASIA dan Benua Australia, antara Lautan Teduh dan Lautan Indonesia, adalah hidup suatu bangsa yang mula-mula hidup sebagai bangsa, akhirnya hidup menjadi kuli di antara bangsa-bangsa, kembali menjadi : “ Een natie van koelies en een koelies onder natie “. Sungguh bisa jadi kenyataan, yang membuat bangsa Indonesia sebagai bangsa pencari upah belaka, bangsa sebagai pemakan upah di antara bangsa-bangsa. Bung Karno ( 16 Agustus 1963 ) 3

6 ISU GLOBAL Ceramah : Prof. Dr. Hidayat Syarief MSc ( 26 Februari 1998 ) Saya bertaruh pada tahun 2003 nanti, ribuan mahasiswa anda akan bekerja sebagai buruh mahasiswa saya. Karena saya melihat Perguruan Tinggi anda tidak banyak berbuat untuk menghadapi era Globalisasi dan pasar bebas nantinya 4

7 ISU GLOBAL Ceramah : Prof. Dr. Hidayat Syarief MSc ( 26 Februari 1998 ) Sistem pendidikan anda sama sekali tidak menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa anda. Kemampuan mahasiswa anda dalam menguasai TEKNOLOGI dan INFORMASI jauh dibawah kemampuan mahasiswa kami. 5

8 ISU GLOBAL Ceramah : Prof. Dr. Hidayat Syarief MSc ( 26 Februari 1998 ) Padahal 20 tahun yang lalu kami belajar dari anda bagaimana mengelola pendidikan. Sekarang kondisinya sudah terbalik, anda harus belajar dari kami. 6

9 PERENUNGAN Pada tahun 1950 – 1980 kita Belajar di Eropa, Rusia dan USA Pada tahun 1980 – 1990 kita Belajar di Jepang, singapura dan Korea Pada tahun 1990 – 2005 kita Belajar di Malaysia dan Thailand Mungkinkah 5 tahun mendatang kita belajar ke TIMOR LOROSAE ? 7

10 METODE PEMBELAJARAN 1. TEORI – TEORI ( 6 Minggu ) a. Etika Penelitian b. Norma Penelitian c. Usulan Penelitian dan Pengembangan d. Karya Tulis Ilmiah Penelitian di Indonesia e. T. A. STTN dll Minggu ke 6 pengumpulan Us-Pen TA 2. SEMINAR Diambil dari T. A. Anda nantinya a. Presentasi Sem. 10 menit ( Bhs Inggris ) b. Tanya Jawab 5 Menit 8

11 LABORATORIUM INSTRUMENTASI KENDALI 9

12 1. JUDUL PENELITIAN : 2. JENIS PENELITIAN : Litdas / Liter / Bangtek / Bangin/ Pengkajian / Survai 3. PROYEK / BAGIAN PROYEK : 4. TOLOK UKUR PROYEK: 5. BIDANG : a. Struktural: b. Renstra: c. Ilmu dan kata kunci: 6. PENANGGUNG JAWAB: 7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN: ( Maksimal 12 Bulan ) 8. BIAYA YANG DIUSULKAN: 10

13 MEKANISME KERJA ENERGI LISTRIK 11

14 I. ETIKA PENELITIAN A. Pengertian : Etika Penelitian : Kumpulan azas atau nilai yang dianggap baik yang diyakini bersama berkenaan dengan akhlak atau norma penelitian. 1. Penelitian : Suatu kegiatan penyelidikan yang dilakukan menurut metode ilmiah yang sistematis untuk menemukan informasi ilmiah dan atau teknologi yang baru, membuktikan kebenaran atau ketidak benaran hipotesa sehingga dapat dirumuskan teori dan atau proses gejala alam dan atau sosial 12

15 2. Penelitian Dasar ( LITDAS ) adalah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. 3. Penelitian Terapan ( LITER ) adalah kegiatan lanjutan dari penelitian dasar dengan tujuan untuk menemukan penerapan praktis pengetahuan ilmiah baru yang diperoleh 4. Pengembangan adalah kegiatan lanjutan dari penelitian terapan untuk menghasilkan perangkat lunak / proses secara ekonomis. 5. Pengembangan Teknologi ( BANGTEK ) adalah pengembangan sampai pembuatan prototip dan uji coba dalam skala pilot, termasuk usaha penyediaan bahan baku dan sarana produksi. 13

16 6. Pengembangan Industri ( BANGIN ) adalah kelanjutan pengembangan teknologi ( Bangtek ) sampai tahap siap untuk produksi atau uji coba dalam skala industri ( SKALA BESAR ) termasuk jaminan tersedianya bahan baku dan sarana produksi. 7. Pengkajian adalah kegiatan penyelidikan secara ilmiah mengenai kemanfaatan teori, proses atau teknologi baru. 8. Survai adalah kegiatan pegumpulan serta pengolahan data dan informasi berdasarkan suatu metode yang baku. 14

17 B. Nama Penulis ( AUTHOR ) Dalam setiap karya tulis ilmiah susunan daftar nama penulis perlu mendapat perhatian. Daftar para penulis dalam suatu karya tulis ilmiah adalah mereka yang secara aktif memberikan sumbangan dalam seluruh disain dan pelaksanaan penelitian sesuai tingkat sumbangan masing masing penulis dalam pelaksanaan penelitian. Penulis Pertama adalah seorang penulis yang melakukan sebagian besar atau semua porsi penelitian. 15

18 Beberapa contoh dalam menentukan urutan nama penulis adalah sebagai berikut : 1. Penulis Tunggal Misalkan seorang peneliti A telah merancang suatu penelitian. Kemudian A menugaskan seorang teknisi B untuk mengerjakan kegiatan teknis dan atau rutin. Setelah penelitian selesai dan menghasilkan suatu naskah karya tulis ilmiah, maka peneliti A akan menjadi penulis tunggal, mengingat teknisi B hanya melakukan pekerjaan rutinnya. Nama teknisi B perlu dicantumkan dalam ucapan terima kasih. 2. Penulis Ganda Misalkan dalam penelitian di atas peneliti A telah melibatkan teknisi B dalam perencanaan, pelaksanaan dan penulisan hasil penelitian. Dalam hal ini yang demikian maka teknisi B harus dicantumkan namanya sebagai penulis. Penulis ganda dapat pula terjadi pada penulisan hasil penelitian 16

19 3. Penulis Ganda dan Bantuan Orang Lain Misalkan penelitian yang dilaksanakan diatas pada butir 2 untuk alasan tertentu ingin dilakukan uji banding, maka untuk keperluan tersebut peneliti A meminta bantuan rekannya peneliti C ( seorang Ahli ). Hasil uji banding oleh peneliti C tidak perlu dicantumkan sebagai penulis dan hanya dicantumkan dalam ucapan terimakasih. C. KUTIPAN / CATATAN KAKI / ACUAN Hal yang dikutip atau diperoleh dari bahan keterangan yang tertulis maupun lisan, harus disebutkan sumbernya secara jelas dalam catatan kaki atau acuan D. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada pihak yang telah membantu terlaksananya E. Penyaji Penyaji adalah penulis karya tulis ilmiah yang dapat menguasai keseluruhan materi yang akan disajikan. Dalam suatu pertemuan ilmiah seyogyanya seorang penyaji paling banyak membawakan dua buah karya tulis ilmiah F. KEASLIAN (ORIGINALITY) KARYA TULIS ILMIAH Yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah asli adalah karya tulis ilmiah hasil penelitian sendiri atau kelompok yang sebagian besar isinya belum pernah diterbitkan. 17

20 F. KEASLIAN (ORIGINALITY) KARYA TULIS ILMIAH Yang dimaksud dengan karya tulis ilmiah asli adalah karya tulis ilmiah hasil penelitian sendiri atau kelompok yang sebagian besar isinya belum pernah diterbitkan. Ulangan publikasi dari data atau pikiran yang sama dalam beberapa Jurnal / Majalah ilmiah yang berbeda dapat dilakukan hanya dengan menyebutkan sumber asli di mana karya tulis ilmiah tersebut untuk pertama kali ditertibkan, dan tidak dapat digunakan untuk memperoleh tambahan nilai G. HAK PEMILIKAN ( COPYRIGHTS) Hak pemilikan dilindungi oleh peraturan / perundang undangan yang berlaku terhadap adanya penjiplakan ( PLAGIATISM), penggelapan data hasil penelitian yang pernah diterbitkan, reprint ( Cetak Cuplik tanpa nama penulis untuk tujuan advertensi / komersial dan penyalahgunaan yang lain. Setiap Peneliti mempunyai kewajiban untuk mempertahankan integritas karya tulis ilmiah. 18

21 II. NORMA PENELITIAN A. PENGERTIAN Yang dimaksud dengan norma penelitian adalah standar dan ketentuan yang terus dipenuhi oleh seorang peneliti dalam melakukan persiapan penelitian, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan penyajian dalam bentuk tulisan. B. PERSIAPAN PENELITIAN. Dalam mempersiapkan penelitian perlu diperhatikan norma pemilihan topik, informasi dan koordinasi. 1. Pemilihan Topik Topik penelitian dapat bersumber pada hasil pemikiran sendiri atau oleh atasan dan topik tersebut harus sesuai dengan tugas pokok fungsi unit kerjanya sehingga tidak saling tumpang tindih. Topik yang dipilih sebaiknya merupakan kesinambungan (kontinuitas) dari penelitian sebelumnya. 19

22 2. Informasi Dalam mempersiapkan suatu penelitian harus dicari terlebih dahulu informasi mengenai dana yang tersedia, pustaka, bahan dan peralatan yang diperlukan, sehingga tidak akan terjadi penelitian terhambat karena kempat hal tersebut ( kurang, tidak ada, atau terlambat datang ). 3. Koordinasi Koordinasi antar peneliti dalam satu unit / instansi perlu dipahami, mengingat adanya kebersamaan dalam penggunaan alat dan pengadaan bahan, disamping adanya keterkaitan antara peneliti satu dan lainnya. Hal ini Topik yang dipilih sebaiknya merupakan kesinambungan (kontinuitas) dari penelitian sebelumnya. 20

23 C. PERENCANAAN Suatu penelitian akan berpeluang besar untuk berhasilguna jika direncanakan dengan baik, efektif dan efisien. Perencanaan penelitian yang baik tertuang dalam suatu usulan penelitian yang dapat melukiskan apa yang akan dicapai, bagaimana cara melakukannya, berapa dana, bahan, alat dan waktu yang diperlukan, kapan dan dimana dilakukan serta jumlah tenaga secara rasional. Pada dasarnya usulan penelitian tersebut disusun dalam formulir yang berlaku dan mendapat persetujuan atasan peneliti yang bersangkutan. D. PELAKSANAAN Yang dimaksud dengan pelaksanaan suatu penelitian dan pengembangan ( Litbang ) ialah norma yang harus diikuti oleh setiap peneliti mencakup pelaksanaan, percobaan pendahuluan, kesudahan / keandalan dan evaluasi 21

24 1. Pelaksana a. Melakukan penelitian sesuai dengan rencana b. Harus dapat memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kemampuannya c. Harus dapat mempersiapkan kader untuk menjamin kesinambungan pelaksanaan penelitian 2. Percobaan Pendahuluan Seorang peneliti seharusnya melakukan percobaan pendahuluan yang memadai dan dapat dipertanggungjawaban secara ilmiah, agar penelitian dapat dilaksanakan sesuai rencana. 3. Kesudahan / Keandalan Perhitungan atau pengukuran data harus berdasar metode yang teruji dan telah di ulang secukupnya sehingga mempunyai keandalan bahwa gejala yang diamati memang demikian dan jika perlu dapat diulang oleh peneliti yang lain 4. Evaluasi Untuk memperoleh kesimpulan yang tepat maka evaluasi data harus dilakukan dengan teori yang dikuasai secara baik. Metode statistik yang tepat harus digunakan untuk menolak data data yang tidak meyakinkan ( misalkan : akibat fluktuasi, derau, atau gejala alamiah yang memang mempunyai jangkau nilai yang lebar ) 22

25 E. PELAPORAN Hasil penelitian harus ditulis dalam bentuk yang sesuai dengan pedoman F. PENYAJIAN Hasil suatu penelitian sebaiknya disajikan dalam suatu pertemuan ilmiah atau dipublikasikan sehingga informasi yang diperoleh dapat disebarluaskan untuk mendapat penilaian di kalangan masyarakat ilmiah 23

26 III. USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN A.FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Program penelitian dan pengembangan biasanya bersifat jangka panjang ( multi-years). Namun demikian program kegiatan dapat direncanakan dalam tahapan satu tahunan sesuai sasaran tiap tahun yang merupakan bagian dari program penelitian dan pengembangan jangka panjang. Rencana penelitian yang mendapatkan prioritas adalah penelitian yang terkait dengan Rencana Strategis Riset Nasional ataupun Riset Departemen/Lembaga/PT yang menjadi tugas pokok Pusat/Biro/UPT/Jurusan/Prodi/Satker yang bersangkutan, disamping pasar litbang yang jelas ( pengguna ) serta kepastian dalam pelaksanaan. Hasil litbang dapat berupa produk materi atau jasa, sedangkan pasar hasil litbang atau pengguna hasil litbang dapat berada di dalam Departemen/Lembaga sendiri ( satu atau beberapa unit satker ) atau di luar Departemen/Lembaga ( penggusaha swasta, instansi lain pemerintah, kelompok masyarakat dll ). Rencana penelitian disusun oleh peneliti ( penanggung Jawab penelitian dan pengembangan ) yang dituangkan di dalam formulir usulan penelitian dan pengembangan sbb : 24

27 1. JUDUL PENELITIAN : 2. JENIS PENELITIAN : Litdas / Liter / Bangtek / Bangin/ Pengkajian / Survai 3. PROYEK / BAGIAN PROYEK : 4. TOLOK UKUR PROYEK: 5. BIDANG : a. Struktural: b. Renstra: c. Ilmu dan kata kunci: 6. PENANGGUNG JAWAB: 7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN: ( Maksimal 12 Bulan ) 8. BIAYA YANG DIUSULKAN: Catatan / Komentar / Saran Kepala Pusat / Biro / UPTa. Ketua Lemlit / UPPM / KPP Disetujui / Tidak Disetujui ( Prof. Dr. Ir. Suhardi MSc ) ( Prof. Dr. Ir. HARI P MT ) Pemimpin Proyek/Pim. Bag. Pro ( Dr. Ir. Sutikno Ali MM. MT. ) 25

28 9. LATAR BELAKANG MASALAH 10. SASARAN TAHUN INI 26

29 11. SASARAN DAN HASIL YANG TELAH DICAPAI TAHUN LALU 12. SASARAN DAN TINDAK LANJUT TAHUN DEPAN 27

30 13. TUJUAN, SASARAN AKHIR UNTUK PENCAPAIAN 14. PASAR / PENGGUNA HASIL 28

31 15. CARA PELAKSANAAN a. Ruang Lingkup b. Rancangan dan metode 29

32 15. CARA PELAKSANAAN c. Tahap / Jadwal Kegiatan 1. Tahap Kegiatan a. Triwulan I: b. Triwulan II: c. Triwulan III: d. Triwulan IV: 30

33 15. CARA PELAKSANAAN c. Tahap / Jadwal Kegiatan 2. Jadwal Kegiatan URAIANBULAN PELAKSANAAN

34 15. CARA PELAKSANAAN d. Tolok Ukur Pelaksanaan UraianSATUANJumlahRealisasi Sampai Dengan triwulan IIIIIIIV JUMLAH 32

35 16. RENCANA BIAYA ( RIBUAN RUPIAH ) JENIS PENGELUARAN TRIWULAN JUMLAH IIIIIIIV Bahan Kimia Bahan Lain Habis Terpakai Perjalanan Dinas Lain – Lain Jumlah 33

36 17. PERSONALIA NAMAWAKTU YANG DISEDIAKAN SISA WAKTU UNTUK Penanggung Jawab / NIP ……………………………….. ………………………… …………………… Staf Peneliti / NIP 1. ………………………………. 2. ………………………………. 3. ………………………………. ………………………. …………………… …………………... Teknisi / NIP 1. ……………………………… 2. ……………………………… 3. ……………………………… ……………………….. ………………………. …………………… Konsultan : 1. …………………………………………………………… 2. …………………………………………………………… 34

37 18. PERSONALIA a. Yang Telah Tersedia 1. ……………………………………… 2. ……………………………………… 3. …………………………………….. b. Yang Perlu Disediakan / Diperbaiki / Dilengkapi 1. Disediakan a. ………………………………………….. b. ………………………………………….. 2. Diperbaiki a. …………………………………………. b. …………………………………………. 3. Dilengkapi a. …………………………………… b. …………………………………… 19. KERJASAMA DENGAN PIHAK LAIN a. ………………………………………………… b. ………………………………………………… 35

38 19. KERJASAMA DENGAN PIHAK LAIN a. ………………………………………………… b. ………………………………………………… Menyetujui Penanggung Jawab Kapok / Kasi …………………………………………………………………. NIP : ……………………….. NIP : ……………………… Tanggal : ……………………Tanggal : ………………... Menyetujui Ka. Bidang / Balai / Instalasi …………………………………. NIP : ………………………….. Tanggal : ……………………. 36

39 B. PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 1. Judul Judul penelitian harus jelas, singkat, mencerminkan macam persoa- lan/kegiatan dan luas masalah yang akan diteliti atau diselesaikan. 2. Jenis Coret yang tidak diperlukan 3. Proyek dan Bagian Proyek Nama proyek dan bagian proyek yang membiayai penelitian 4. Tolok Ukur Tolok ukur ialah kelompok kegiatan yang tercantumdalam memo TOR PROYEK atau Bagian Proyek. 5. Bidang a. Struktural sesuai nama: Bidang / Balai / Instalasi b. Renstra, disi sesuai dengan nama bidang dalam Renstra c. Ilmu, disi sesuai dengan nomor dan klasifikasi INIS, lihat di Perpustakaan Kata Kunci, disi dari kata kata penting dalam penelitian 37

40 B. PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 6. Penanggung Jawab Nama orang yang bertanggungjawab dalam perencanaan dan pelaksanaan serta pelaporan hasil penelitian 7. Jangka Waktu Pelaksanaan Perkiraan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian penelitian. Jangka waktu maksimal 12 bulan termasuk pembuatan laporan tertulis minimal laporan teknis 8. Biaya Yang Diusulkan Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan LITBANG sesuai jumlah total pada butir Latar Belakang Yang dimaksud dengan latar belakang adalah uraian singkat mengenai masalah dan gagasan yang mendasari usulan Litbang Uraian tersebut harus dapat meyakinkan bahwa rencana litbang yang diajukan cukup layak untuk dilaksanakan Dilengkapi tinjauan ulang (review) tentang masalah terkait yang telah dikerjalan oleh peneliti sebelumnya. Sumber acuan perlu disebutkan. 38

41 B. PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 10. Sasaran Tahun Ini Pernyataan yang singkat, tetapi lengkap dan logis mengenai litbang yang diharapkan dapat dicapai tahun ini 11. Sasaran dan Hasil Yang Telah Dicapai Tahun Lalu Apabila litbang atau kegiatan yang diusulkan merupakan kelanjutan litbang yang lalu, maka perlu dikemukakan sasaran yang diusulkan tahun lalu dileng kapi dengan uraian singkat mengenai hasil-hasil yang telah dicapai 12. Sasaran / Tindak Lanjut Tahun Depan Apabila litbang akan dilanjutkan maka perlu secara singkat dicantumkan hasil yang diharapkan dapat dicapai atau diuraian kegiatan yang akan dilaksa nakan tahun depan 13. Tujuan, Sasaran Akhir dan Tahun Pencapaian Tujuan : yaitu pernyataan singkat, lengkap, dan logis mengenai maksud litbang dan kegunaan hasilnya Sasaran Akhir : yaitu uraian tentang hasil akhir yang diharapkan akan dicapai, diuraikan secara bulat dan menyeluruh dalam kurun waktu yang direncanakan. Pelaksanaan kegiatan yang bertahap dan sinambung tersebut mengarah kesasaran akhir yang ingin dicapai Tahun Pencapaian : ialah saat penelitian diperkirakan selesai 39

42 B. PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 14. Pasar / Pengguna Hasil Setiap Litbang harus berorientasi kepada pasar, yaitu litbang yang jelas pengguna hasilnya ( baik langsung maupun tidak langsung ). Pernyataan mengenai pengguna hasil litbang harus lengkap dan terinci. Hasil litbang bisa berupa produk materi atau jasa 15. Cara Pelaksanaan a. Ruang Lingkup Uraian mengenaian garis besar kegiatan termasuk batasan atau jangkauan pengamatan yang akan dilaksanaan. Apabila kegiatan meliputi beberapa percobaan (eksperimen), maka masing-masing perlu diuraian. b. Rancangan dan Metode Uraian mengenai cara yang akan dipakai antara lain menggambarkan metode eksperimen, kalkulasi dan analisis untuk memecahkan masalah yang akan diteliti, bila dianggap perlu juga diuraikan cara evaluasi data yang akan diperoleh (model matematika, rancangan, dan atau statistik) 40

43 B. PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 15. Cara Pelaksanaan c. Tahap / Jadwal Kegiatan 1. Tahap Kegiatan : ialah urutan pekerjaan yang direncanakan berikut sasaran tiap triwulan 2. Jadwal Kegiatan : ialah uraian urutan pekerjaan yang direncanakan digambarkan dalam bentuk garis yang menyatakan lama waktu pekerjaan d. Tolok Ukur Pelaksanaan Kriteria yang dapat menggambarkan kemajuan penelitian : Nama Tolok Ukur Pelaksanaan : ialah hasil kegiatan yang menggambarkan urutan perkembangan penelitian Satuan Tolok Ukur : ialah jumlah satuan tolok ukur Jumlah Tolok Ukur : ialah jumlah satuan tolok ukur Realisasi s/d Triwulan : ialah jumlah satuan tolok ukur yang dapat dicapai sampai dengan triwulan bersangkutan bersifat kumulatif dan juga dinyatakan secara kuantitatif dalam persen. 41

44 B. PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR USULAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 16. Rencana Biaya Perkiraan biaya untuk tiap jenis pengeluaran tiap triwulan. 17. Personalia Nama orang yang ikut dalam penelitian dan persentase waktu yang disediakan oleh yang bersangkutan untuk penelitian tersebut, serta uraian kegiatan yang dilakukan dalam sisa waktu. 18. Peralatan Laboratorium dan Fasilitas yang Diperlukan Semua perlengkapan dasar dan peralatan utama, ruang kerja yang tersedia, bahan dan perlengkapan lain yang sudah ada yang dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan penelitian 19. Kerjasama Dengan Pihak Lain Diisi dengan keterangan lengkap mengenai kerjasamadengan pihak lain (nama, tempat, dan bentuk kerjasama). Bila dianggap perludisebutkan pula fasilitas dan konstribusi masing-masing pihak untuk pelaksanaan penelitian tersebut 42

45 IV. KARYA TULIS ILMIAH A. PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH 1. Pendahuluan Pedoman ini dimaksudkan untuk menyeragamkan format karya tulis ilmi- ah yang akan diterbitkan di Jurnal / Prosiding. Sebuah karya tulis ilmiah dapat berupa karya tulis yang memuat hasil eks- perimen, survai, tinjauan pustaka, rancang bangun beserta analisisnya, baha- san teoritis, serta dapat pula berupa laporan teknis. Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ialah menyampaikan materi karya tulis kepada masyarakat ilmiah secara secara lengkap dan jelas. Naskah karya tulis harus disusun dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris atau bahasa resmi dunia lainnya dengan kalimat sederhana, lugas, je- las. Disamping itu, penggunaan istilah harus dilakukan konsistendan menggu- nakan ejaan baku. 2. Jenis Karya Tulis Ilmiah a. Karya Tulis Hasil Eksperimen Karya tulis hasil eksperimen didasarkan atas hasil kegiatan percobaan dan pengujian dengan perlakuan tertentu untuk mendapatkan fakta, pe- ngertian dan atau prinsip baru b. Karya Tulis Hasil Survai 43

46 2. Jenis Karya Tulis Ilmiah b. Karya Tulis Hasil Survai Karya tulis hasil survai didasarkan atas hasil pengamatan, pengumpu- lan, pemeriksaan, dan pengkajian / informasi yang diperoleh dari pe- nyelidikan atas pelbagai gejala fisis dan sosial dengan tujuan menen- tukan kondisi, situasi, bentuk, nilai, luas, posisi atau keterangan lain mengenai suatu masalah c. Karya Tulis Tinjauan Pustaka Karya tulis tinjauan pustaka didasarkan atas analisis berbagai data pustaka yang berkaitan dengan suatu masalah dan bertujuan menetap kan status hasil penelitian yang telah ada mengenai masalah tersebut. Penalaran disini didukung oleh pustaka yang relevan dan lugas. d. Karya Tulis Rancang Bangun Beserta Analisisnya Karya tulis hasil rancang bangun beserta analisisnya didasarkan atas kegiatan rancang bangun yang teranalisis mengikuti metode ilmiah dan nalar berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dalam rangka penciptaan dan pengubahan peralatan, perangkat ins- trumen, sistem proses, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. e. Karya Tulis Bahasan Teoritis Karya tulis hasil bahasan teoritis didasarkan atas suatu pembahasan secara ilmiah mengenai suatu masalah dengan tujuan mengupas masa lah tersebut dalam ruang lingkup ilmu pengetahuan. Cara pembahasan di sini lebih ditekankan pada peninjauan secara teoritis 44

47 2. Jenis Karya Tulis Ilmiah f. Karya Tulis Laporan Teknis Karya tulis laporan teknis berisikan data dan informasi teknis berke- naan dengan suatu kegiatan rutin berprosedur dan atau kegiatan yang fenomenanya telah diketahui. Penyampaian data dan informasi terse- but dilakukan melalui format atau prosedur tertentu secara lugas tan- pa bahasan ilmiah secara mendalam tetapi cukup kuantitatif g. Karya Tulis Ilmiah Ringkas Karya tulis ilmiah yang belum disertai pembahasan secara lengkap 3. Susunan Karya Tulis Ilmiah a. Sistimatika Penyusunan Karya tulis ilmiah umumnya mengikuti Tiga Pola : 1. Pola penyusunan karya tulis hasil eksperimen atau survai. Pola ini memuat : Judul ; Penulis dan Alamat ; Abstrak ; Pendahu- luan ; Teori (Apabila diperlukan ) ; Tata Kerja ( Bahan dan Metode ) ; Hasil dan Pembahasan ; Kesimpulan ; Pernyataan Terima Kasih ( Bila Ada ) dan Daftar Pustaka. 2. Pola penyusunan karya tulis Tinjauan Pustaka, Rancang Bangun beser- ta analisisnya, dan Bahasan Teoritis Pola ini tidak sepenuhnya dapat dibakukan seperti halnya pola pada bu- tir (1). Walaupun demikian masih perlu dicantumkan : Judul ; Nama ser ta Alamat penulis ; Abstrak ; Pendahuluan ; Bahasan ; Kesimpulan dan Daftar Pustaka. Pernyataan Terima Kasih dapat pula dicantumkan 45

48 3. Susunan Karya Tulis Ilmiah a. Sistimatika Penyusunan Karya tulis ilmiah umumnya mengikuti Tiga Pola : 3. Pola penyusunan Laporan Teknis Pola ini memerlukan format yang telah ditentukan. Walaupun demikian perlu dicantukan : Judul ; Nama dan Alamat Pelapor dan bila perlu di- sebutkan kedudukannya dalam kegiatan yang dilaporkan dalam bentuk catatan kaki. Kesimpulan masih harus dicantumkan. 4. Pola penyusunan karya tulis ILMIAH RINGKAS Pola ini memuat : Judul ; Penulis dan Alamat ; Pendahuluan ; Tata Kerja; Hasil dan Daftar Pustaka b. Penjelasan. 1. Judul Judul hendaknya Ringkas ; Jelas dan Mencerminkan Isi Tulisan. Judul seyogyanya terdiri atas paling banyak sepuluh ( 10 ) kata yang ditulis simetris dengan menggunakan huruf kapital. Bila mungkin, judul yang terlalu panjang diusahakan diperpendek. Namun bila hal itu tidak mungkin judul tersebut ditulis dua bagian : Judul dan Subjudul. Un- tuk memudahkan pembuatan indeks. Judul hendaknya mengandung satu atau lebih kata kunci. 46

49 3. Susunan Karya Tulis Ilmiah b. Penjelasan. 1. Judul CONTOH a. Judul yang terlalu panjang dapat diperpendek SUATU USAHA MEMPERBAIKI TINGKAT PRODUKSI TANAMAN PADI DENGAN MUTAN TANAMAN MENGGUNAKAN SINAR GAMMA COBALT – 60 ; ( terlalu panjang ) dapat diperpendek menjadi : USAHA MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DENGAN MUTASI RADIASI Kata kunci dalam judul ini : “ Mutasi Radiasi “ b. Judul yang terlalu panjang dapat dipecah menjadi judul pendek dan sebuah subjudul PERBEDAAN EFISIEN PEMUPUKAN ORGANIK BERTANDA P32 YANG DIBERIKAN PADA TANAMAN PADI DALAM MUSIM KEMARAU DAN MUSIM HUJAN ; ( terlalu panjang ) dapat dipecah menjadi judul pendek dan sebuah subjudul : PENGA- RUH MUSIM TERHADAP EFISIENSI PEMUPUKAN ORGANIK : SUA- TU PERCOBAAN PEMUPUKAN BERTANDA 32 P. Kata kunci dalam judul ini adalah : “ Pemupukan Organik “ 47

50 3. Susunan Karya Tulis Ilmiah b. Penjelasan. 1. Judul CONTOH c. Judulterlalu umum seyogyanya diubah RADIOFARMAKA DAN KESEHATAN MANUSIA ; ( terlalu umum ) dapat diubah menjadi : RADIOFARMAKA UNTUK DIAGNOSIS PE- NYAKIT FAAL MANUSIA Kata kunci dalam judul ini : “ Radiofarmaka “ d. Bila Judul karya tulis memerlukan keterangan, maka keterangan tersebut ditulis sebagai catatan kaki pada halaman judul dengan menggunakan tanda bintang atau angka arab ( Lihat Contoh ) CONTOH : RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN DI SEKITAR RSG - LP SERPONG* * Hasil Kerma Bidang Keselamatan Kerja PEBN BATAN dan PSPKR BATAN RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN DI SEKITAR RSG-LP SERPONG 1) 1) Hasil Kerma Bidang Keselamatan Kerja PEBN BATAN dan PSPKR BATAN 2. Penulis dan Alamat Penulisan nama penulis sepenuhnya diserahkan kepada penulis sendiri. Disarankan penulisan itu secara konsisten. 48

51 3. Susunan Karya Tulis Ilmiah b. Penjelasan. 2. Penulis dan Alamat Penulisan nama penulis : sepenuhnya diserahkan kepada penulis sendiri. Disarankan penulisan itu secara konsisten. Apabila terdapat dua penulis atau lebih, urutan nama penulis diserahkan kepada ke- sepakatan para penulis yang bersangkutan Alamat Penulis : adalah alamat instansi tempat bekerja dituliskan se- bagai catatan kaki. Untuk menghubungkan nama dan alamatnya pa- da catatan kaki digunakan tanda bintang atau angka arab ( lihat Contoh ) CONTOH Surya Palih** dan Jusuf Kabeh*** **) Teknokimia Nuklir STTN, Jalan Babarsari Yogyakarta ***) Teknik Industri UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 ATAU Surya Palih 2) dan Jusuf Kabeh 3) 2) Teknokimia Nuklir STTN, Jalan Babarsari Yogyakarta 3) Teknik Industri UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 49

52 3. Susunan Karya Tulis Ilmiah b. Penjelasan. 3. Abstrak Abstrak : memuat ringkasan isi karya yang bersifat informatif bukan sekedar indikatif, ditulis secara ringkas tidak melampaui 250 kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak berdiri seba- gai satu alinea, memuat apa yang dilakukan dan hasilnya secara ringkas tanpa tabel dan acuan puataka. Abstrak dimulai dengan ju- dul karya tulis yang ditulis dengan huruf kapital. Karya tulis yang menggunakan bahasa Indonesia, abstrak disajikan berbahasa Indonesia diikuti oleh abstrak bahasa Inggris. Untuk karya tulis berbahasa Inggris atau berbahasa dunia resmi lainnya, abstrak pertama menggunakan bahasa Inggris atau bahasa dunia resmi lainnya diikuti oleh abstrakberbahasa Indonesia. 4. Pendahuluan Pendahuluan berisikan latar belakang masalah yang akan diteliti atau diba- has, tujuan serta pendekatan cara pemecahannya. Latar belakang masalah da- pat bersumberkan hasil penelitian terdahulu, penemuan fakta sehari-hari, teori atau hipotesis. Dengan menguraikan tujuan penelitian, penulis hendaknya da- pat mengemukakan hipotesis dalam pendahuluan ini. 50

53 5. Teori Apabila persoalan yang dibahas didasarkan atas teori, atau penulis hendak mengetengahkan teori yang belum pernah dilaporkan, teori tersebut perlu diuraikan secara rinci. Untuk karya tulis hasil eksterimen dan hasil survai, penguraian teori secara rinci akan mampu memperjelas latar belakang penelitian yang diungkapkan pada pendahuluan. Untuk karya tulis hasil tinjauan pustaka dan bahasan teoritis, pengungkapan teori akan dapat mempermudah uraian yang akan disampaikan pada pembahasan. Untuk karya tulis rancang bangun penyampaian teori akan memperjelas penalaran yang mengarah kepada penyuntingan metode analisis yang relevan dalam pekerjaan rancang bangun. 6. Tata Kerja ( Bahan dan Metode ) Tata Kerja ( bahan dan metode ) hanya diperlukan pada penulisan hasil eksterimen dan survai. Tata kerja menguraikan tentang bahan dan peralatan utama serta metode penelitian yang digunakan. Bila metode yang digunakan sudah umum dipakai atau sudah pernah diuraikan oleh penulis yang sama atau yang lain, maka metode tersebut cukup diacu saja. Rancangan penelitian hendaknya diuraikan secara ringkas dan jelas. 51

54 7. Hasil dan pembahasan Hasil eksperimen atau survai atau rancang bangun beserta analisisnya dan pembahasannya dapat disajikan secara bersama-sama atau secara terpisah berupa uraian, tabel atau gambar. Data yang dilaporkan sudah harus berupa data yang terolah, bukan data mentah. Tabel dan Gambar harus dilengkapi nomor urut menggunakan angka Arab, dan bila diperlukan, disertai keterangan tambahan, seperti acuan dan arti singkatan. Untuk karya tulis hasil tinjauan pustaka dan hasil bahasan teoritis, informasi pustaka yang akan dipermasalahkan dan pembahasannya dapat diuraikan secara bersama-sama atau secara terpisah. Informasi pustaka yang akan dipermasalahkan dan pembahasannya disajikan secara sistematis, rasional, dan lugas. 8. Kesimpulan Kesimpulan hendaknya berisikan hasil eksperimen, survai, rancang bangun, tinjauan pustaka, dan bahasan secara teoritis yang ditulis secara ringkas. Kesimpulan tidak hanya mengemukakan fakta, tetapi harus sekaligus mengetengahkan penalaran. 9. Ucapan Terimakasih Pernyataan/ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang dianggap telah memberikan bantuan 52

55 10. Daftar Pustaka Cara penulisan daftar pustaka seperti contoh dibawah ini : DAFTAR PUSTAKA 1. SNEDECOR, G.W. and COCURAN, W.G., StatisticalMethode, State Univ. Press, Iowa (1972) 2. HAMMOND, C.R., “ The Element “, Handbook of Chemistry and Physics, 45 th ed. (1964) 3, IAEA, Radiation Protection Procedures (Safety Series No. 38), IAEA, Viena (1973) ( No : 1 ; 2 ; 3 berupa buku ) 4. AASTVELT, K., “ Use of induced barley mutants in cross breeding programme “, Mutation and Plant Breeding ( Proc. Panel Viena, 1966), IAEA, Viena (1966) ( No : 4 berupa risalah ) 5. ZAHIRUDDIN, Penentuan mangan, uranium, krom, tembaga dan molibdinium dalam baja spesial dengan cara aktivasi neutron, majah BATAN XI : 2 (1972) 6. MUNCK. L., Improvement of nutritional value in cereal, Heriditas 72 (1973) 7. ATKINSON. E. E., Adenosin triphosphate conservation in metabolic regulation, J. Biol Hematol, 342 (1967) ( No : 5, 6, 7 berupa majalah ) 53

56 DAFTAR PUSTAKA 8. SMITH, J., US. Patent , in Chem Abstr, 51 (1961) ( No : 8 berupa Patent ) 9. SMITH, J., A model for study of nutrional induced overweight, Ph.D. Thesis, Columbia Univ., New York (1962) ( No ; 9 berupa tesis ) 10. ATJE PARTADIMEJA., “ Tantangan agraria menjelang tahun 2000 “, Konggres Agronomi., Jakarta (1977), tidak terbit ( No : 10 karya tulis ilmiah tidak terbit ) 11. HARSOJO, ANDINI, L.S., SIAGIAN, E.G., dan ARIFIN, M., Efek radiasi terhadap kotoran hewan kerbau dan kambing. Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi – BATAN, Jakarta. PAIR/P.63/1982 ( No : 11 Karya tulis laporan teknis ) 12. ALI KASIM (1978), Komunikasi pribadi ( No : 12 Komunikasi pribadi ) 54

57 4. Pengacuan Pustaka Pustaka yang diacu diberi nomor urut. Pustaka pertama yang diacu diberi nomor (1) dan seterusnya. Urutan ini sesuai pula dengan urutan penulisan daftar pustaka. Acuan hendaknya hanya memuat isi tulisan yang diacu tanpa disertai pendapat penulis. Acuan yang berasal dari buku perlu disertai nomor halaman yang bersangkutan dengan menulis – kannya di dalam tanda kurung. Contoh : ……………………………. Menurut SNEDECOR dan Cocuran ( 1, p.46 ) Nomor halaman acuan yang berasal dari sumber lain (bukan buku) cukup dicantumkan dalam daftar pustaka. Kalau sumber pustaka yang diacu ditulis oleh dua orang, kedua nama penulis bersama-sama dicantumkan. Kalau sumber pustaka yang diacu ditulis oleh lebih dari dua orang, untuk mengacunya cukup dengan mencantumkan nama keluarga penulis pertama diikuti oleh singkatan dkk., yang mengartikan ---- dan kawan kawan ( untuk karya tulis dalam bahasa indonesia ) atau menggunakan kata-kata et al ( untuk karya tulis dalam bahasa Inggris ). Contoh : WUST dkk. Atau WUST et al (3) 55

58 Apabila dalam penulisan dilakukan pengutipan karya orang lain, nama penulis yang mengutip ditulis setelah nama penulis aslinya. Contoh : Menurut BRAUNSBERG dan CUVER (1965) yang dikutip oleh CAMBERMONT et al (3), radiasi Carenkov …………..dst atau Menurut BRAUNSBERG dan CUVER (1965) dalam CAMBERMONT et al (3) radiasi Carenkov ………………………….dst Pernyataan yang diperoleh dari orang lain melalui komunikasi pribadi dapat disebutkan pula sebagai acuan. Contoh : Menurut ALI KASIM (12)………………………………. 56

59 5. Format Karya Ilmiah Karya tulis ilmiah yang akan diterbitkan harus disusun mengikuti format sebagai berikut : a. Naskah harus diketik pada kertas HVS berukuran Kwarto b. Ketikan naskah harus memiliki margin kiri 4 cm, margin atas, kan dan bawah masing-masing 3 cm c. Judul naskah ditulis dengan huruf kapital, demikian pula dengan judul bagian naskah d. Nama penulis dicantumkan dua spasi ketik dibawah judul dan terletak simetris terhadap margin kanan dan kiri judul naskah. Huruf kapital hanya digunakan pada awal nama dan atau bagian dan atau singkatan bagian nama tersebut e. Nomor halaman dicantumkan dengan angka Arab, terletak simetris dari margin kanan kiri naskah pada jarak 1,5 cm dari tepi atas kertas. Nomor halaman pertama, yaitu halaman judul tidak perlu dicantumkan. f. Pengedtikan naskah harus menggunakan jarak ketik dua spasi. g. Penulisan alinea baru selalu dimulai tiga spasi dibawah penjudulan baru atau dibawah baris terakhir penulisan alinea sebelumnnya. Huruf pertama diketik lima ketukan dan margin kiri. h. Suatu alinea diijinkan ditulis pada dua halaman berturutan dengan suatu ketentuan bahwa tidak satupun bagian alinea tersebut di salah satu halaman hanya berisikan satu baris saja. 57

60 5. Format karya tulis ilmiah i. Tabel dan gambar diurutkan dengan diberi nomor sesuai urutan penyajian masing-masing dengan angka Arab. Nama tabel yang berada sejajar dengan nomor tabel dicantumkan diatas tabel pada jarak dua spasi dan diketikkan mulai dari margin kiri. Nama gambar juga berada sejajar dengan nomor gambar pada jarak dua spasi dibawah batas gambar dan diketikkan mulai dari margin kiri. Apabila keterangan tabel dan gambar diperlukan, penulisan keterangan tersebut menggunakan satu spasi ketik j. Daftar pustaka disusun berurutan sesuai dengan urutan pencantuman di dalam isi naskah. Pengurutan itu dibantu penomoran dengan angka Arab. Tatacara pencantuman pustaka, kecuali dikehendaki secara khusus sesuai disiplin ilmu tertentu, harus mengikuti yang tercantum pada nomor 4 sebelumnya Apabila karya tulis ilmiah akan diterbitkan dalam majalah atau disajikan pada pertemuan ilmiah agar penulisan disesuaikan dengan format yang disyaratkan 58

61 V. PROGRAM RISET DI INDONESIA 1. DIKTI a. Program Hibah Kompetisi Institusi A, B dan C b. Program Hibah Teknologi Informasi dan Komunikasi c. Program Hibah Penelitian Kerma antar Perg. Tinggi d. Program Penelitian Hibah Bersaing e. Program Penelitian Fundamental f. Program Peneliti Muda g. Program Insentif Riset Dasar 59

62 V. PROGRAM RISET DI INDONESIA 2. RISTEK a. Program Insentif b. Program Riset Unggulan Terpadu ( RUT ) c. Program Riset Unggulan Kemitraan ( RUK ) d. Program Kompetisi RISTEK – Kalbe Science Award e. Program Kompetisi RISTEK – Medco Energi Award f. Program L’Oreal Indonesia Fellowship For Women g. Hibah Riset Kerjasama Pemerintah Jepang h. Hibah Riset Kerjasama Pemerintah Perancis i. Hibah Riset Kerjasama Pemerintah Korea 60

63 VI. TUGAS AKHIR Tugas akhir yang harus diselesaikan oleh seorang mahasiswa untuk memperoleh sebutan Sarjana Sains Terapan adalah menyusun sebuah Tugas Akhir dan memper- tanggungjawabkannya di depan Dewan Penguji Tugas Akhir Tugas Akhir (TA) di STTN diberi beban 5 SKS. Setiap SKS TA setara dengan penyelesaian kegiatan efektif mahasiswa selama 65 – 85 jam Tugas Akhir merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa program DIV berdasarkan hasil penelitian, pengkajian / analisis sistem, pengembangan analisis, penerapan teknologi, pengujian laboratorium, rancang bangun, pembuatan model, atau perancangan / pembuatan sistem, yang dilakukan secara seksama dengan bimbingan pembimbing yang berkompeten. Disamping melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah yang baik, TA juga bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam berkehidupan bersama, termasuk menjunjung tinggi etika profesi, dan berkomunikasi secara efektif. 61

64 A. Program Studi dan Tujuan : Mahasiswa diperkenankan melaksanakan Tugas Akhir dengan persyaratan akademik sebagai berikut : 1. Telah menempuh kurikulum Program Studi sampai dengan Semester VII dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2,56 dengan nilai D sebanyak banyaknya 15 %. 2. Mahasiswa yang menyusun Tugas Akhir dapat menempuh mata kuliah ulang atau perbaikan nilai sebanyak-banyaknya 8 SKS dengan persetujuan DOSEN WALI 62

65 B. Ketentuan-Ketentuan Terkait Dengan TA 1. Pelaksanaan TA secara prinsip berada di STTN, sedang untuk mendapatkan data atau membuat perancangan / peralatan dapat dikerjakan di luar STTN 2. Jangka waktu pelaksanaan TA adalah sesuai jangka waktu saat mengambil TA dam KRS 3. Dalam hal mahasiswa mengejakan TA di instansi di luar STTN maka mahasiswa mengajukan surat permohonan untuk mengerjakan yang telah disetujui oleh Ketua Jurusan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada instansi yang akan dituju dan semua biaya yang ditimbulkannya menjadi tanggungjawab mahasiswa. 4. Pada hakekatnya semua biaya pelaksanaan TA adalah menjadi tanggung jawab mahasiswa, tetapi mahasiswa diperkenankan untuk mendapat bantuan, sponsor dari pihak instansi yang sesuai dengan ketentuan perundang- perundangan yang berlaku 63

66 5. Setelah dipandang cukup, mahasiswa mengajukan usulan TA / Proposal TA kepada Jurusan terkait yang setidak tidaknya memuat : 6. Judul TA dan identitas Mahasiswa Pengusul 7. Pendahuluan yang mencakup : Latar Belakang ; Rumusan Masalah ; Asumsi dan Bahasan Masalah ; Keaslian TA ; Tinjauan Pustaka ; Landasan Teori dan Hipotesis. 8. Rencana Kerja, meliputi : Tempat ; Bahan ; Alat ; Rencana / Cara kerja TA ; dan Jadwal Pelaksanaan. 9. Daftar Pustaka 10. Pengurus Jurusan mengkaji usulan TA mahasiswa, jika disetujui pengurus jurusan memproses sampai ditetapkan Dosen Pembimbing I dan Pembimbing II 11. Pembimbing I dan II adalah dosen STTN. Apabila tidak memungkinkan pembimbing hanya dari dosen STTN maka pembimbing II dimungkinkan selain dosen STTN. 64

67 11. Apabila mahasiswa mengerjakan TA di luar STTN maka pembimbing yang ditunjuk oleh instansi tersebut menjadi pembimbing instansi / lapangan. 12. Setelah Pengurus Jurusan menyetujui Usulan TA dan dosen pembimbing telah ditetapkan maka mahasiswa berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing 13. Setelah pembimbing TA ditetapkan maka segala urusan yang berkaitan dengan penyelesaian TA menjadi Tanggung jawab mahasiswa dan pembimbing TA yang bersangkutan 14. Hasil konsultasi awal dengan dosen pembimbing berupa penyempurnaan Usulan TA (proposal) yang sudah disetujui semua pembimbing diserahkan kepada jurusan dan dosen pembimbing, Jurusan dapat menyelenggarakan Seminar untuk menilai kelayakan awal Tugas Akhir ( TA ) 65

68 15. Mahasiswa melaksanakan TA dengan arahan Pembimbing I dan Pembimbing II ( pembagian tugas ditentukan oleh Pembimbing I atau kesepakatan kedua pembimbing ). Setiap konsultasi dibuktikan dengan tanda tangan pembimbing dalam lembar konsultasi. 16. Setelah dipandang cukup, mahasiswa membuat makalah untuk diseminarkan di depan sivitas akademika STTN dipandu Dosen Pembimbing. Seminar ini diharapkan menjadi ajang tukar menukar informasi dan diskusi ilmiah antar sivitas akademika STTN, sebagai sarana pengurus jurusan untuk mengaudit TA mahasiswanya, dan memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas TA. 17. Hasil seminar digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki TA. 18. Mahasiswa membuat laporan TA sesuai dengan ketentuan. 66

69 C. USULAN / PROPOSAL TUGAS AKHIR Usulan TA yang diserahkan ke jurusan harus sudah disetujui pembimbing untuk TA yang dibuat mengikuti format sebagai berikut : BAGIAN AWAL TERDIRI ATAS : 1. Halaman Judul berisi Judul Usulan TA dan identitas mahasiswa pengusul ; 2. Halaman persetujuan yang berisi persetujuan Pembimbing disertai tanggal pembimbing menyetujui 3. Daftar Isi 4. Daftar singkatan dan lambang beserta artinya 67

70 BAGIAN UTAMA TERDIRI ATAS : 1. PENDAHULUAN meliputi : a. Latar Belakang ; b. Keaslian TA ; c. Identifikasi / Rumusan Masalah ; d. Batasan masalah ; e. Tujuan Penelitian ; f. Manfat Penelitian. 2. DASAR TEORI Meliputi : a. Tinjauan Pustaka ; b. Landasan Teori ; c. Hipotesis 68

71 3. RENCANA PENELITIAN ( Disesuaikan jenis TA ) a. Metode / Cara Kerja Jika berupa penelitian Laboratorium berisi Bahan ; Alat ; dan cara kerja. Jika waktu dan tempat juga merupakan informasi ilmiah, maka dua hal itu harus dituliskan pada awal bagian ini. b. Cara analisis data c. Jadwal Penelitian 4. DAFTAR PUSTAKA D. ISI TUGAS AKHIR Secara Umum Tugas Akhir terdiri atas 3 bagian ; yaitu : a. Bagian Awal b. Bagian Utama c. Bagian Akhir 69

72 1. Bagian Awal Bagian awal sebuah Tugas Akhir memuat halaman Sampul Depan, Halam Judul, Halaman Pengesahan, Halaman Pernyataan, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Gambar, Daftar Tabel, Daftar Lampiran, Daftar Lambang dan Singkatan, Intisari dan Abstract. Halaman Sampul Depan Halaman sampul depan memuat : Judul Tugas Akhir, Lambang STTN, Nama dan Nomor mahasiswa, Program Studi, Jurusan, Tahun dan Tugas Akhir selesai Judul Tugas Akhir dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukan dengan tepat isi Tugas Akhir Tulisan-tulisan dan Lambang Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir pada halaman sampul, dibuat di tengah dengan ukuran proposional. Warna sampul depan disesuaikan dengan Bendera Program Studi Prodi Teknokimia: Warna Hijau Prodi Elin: Warna Kuning Prodi Elmek: Warna Merah 70

73 Halaman Judul Isi halaman judul sama dengan halaman sampul depan tetapi diberi nomor halaman ii romawi kecil dengan kertas HVS putih Halaman Pengesahan Halaman Pengesahan meliputi : a. Halaman Pengesahan STTN ; b. Pengesahan oleh instansi tempat pelaksanaan TA, bagi yang melaksanakan TA di luar STTN ; c. Halaman Persetujuan Jurusan Halaman Pernyataan Halaman ini berisi pernyataan bahwa isi TA tidak merupakan jiplakan, juga bukan karya orang lain. Kata Pengantar Kata Pengantar mengandung uraian singkat tentang maksud TA, penjelasan-penjelasan singkat seperti tempat dan waktu TA, ucapan terima kasih, dan harapan - harapan 71

74 Daftar Isi Daftar Isi dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang isi TA dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat suatu bagian TA. Dalam daftar isi tertera urutan judul bab, judul sub bab, judul anak sub bab disertai dengan nomor halamannya. Daftar Gambar Daftar Gambar berisi urutan gambar besrta judul setiap gambar dan nomor halamannya. Halaman ini tidak diperlukan jika jumlah gambar dalam TA tidak terlalu banyak Daftar Tabel Daftar Tabel memuat urutan tabel beserta nama dan nomor halamannya. Jika jumlah tabel dalam TA tidak terlalu banyak, halaman ini tidak diperlukan. Daftar Lampiran Daftar Lampiran perlu dibuat jika TA memiliki banyak lampiran. Daftar ini disusun urutan judul lampiran serta nomor halamannya. 72

75 Arti Lambang dan Singkatan Arti lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam TA disertai dengan arti dan satuannya, bila jumlah cukup banyak, disusun dalam daftar. Intisari / Abstrak Intisari/abstrak ditulis dalam bahasa indonesia, berisi uraian singkat tetapi lengkap tentang latar belakan, tujuan, cara, serta hasil dan rekomendasi yang diberikan. Intisari dapat ditulis dalam 3 alinea dan panjangnya tidak boleh lebih dari 1 (satu) halaman ketikan 1 (satu) spasi. Abstract Abstract merupakan terjemahan Intisari ke dalam bahasa inggris 2. Bagian Utama Bagian Utama TA memuat Pendahuluan, Dasar Teori ( Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, dan Hipotesis ), Metodologi, Hasil dan Pembahasan, serta Kesimpulan dan Saran. 73

76 I. PENDAHULUAN Pendahuluan memuat latar belakang, rumusan masalah, asumsi dan batasan masalah, tujuan, dan manfaat, yaitu : 1.1. Latar belakang Bagian ini memuat uraian dan pembahasan yang menjadi latar belakang perlunya dilakukan penelitian (sesuai topik TA yang dipilih). Hal ini berfungsi untuk menunjukan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam TA memang benar-benar diperlukan Keaslian TA Bagian ini memuat uraian unsur baru penelitian / TA yang diajukan atauhal-hal yang membedakan dengan penelitian sebelumnya Rumusan Masalah Rumusan masalah merupakan penarikan kesimpulan dari bagian latar belakang, biasanya dituliskan dalam satu alinea yang sudah menyatakan secara jelas persoalan yang akan diselesaikan dalam TA. 74

77 1.4. Asumsi dan Batasan Masalah Asumsi dan batasan masalah berisi penjelasan tentang asumsi-asumsi yang diambil dalam melaksanakan TA, serta berisi batasan-batasan yang diambil untuk lebih memfokuskan bagian TA Tujuan Penelitian (disesuaikan topik TA dipilih ) Tujuan penelitian menyebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan penelitian / topik yang dipilih. Bagian inilah yang harus dijawab dengan Kesimpulan Manfaat Penelitian ( disesuaikan topik TA dipilih ) Bagian ini berisi manfaat yang dapat diraih dari kegiatan TA, termasuk manfaat bagi ilmu pengetahuan, masyarakat, dan bagi pembangunan Negara dan Bangsa. II. DASAR TEORI Dasar teori berisi Tinjauan Pustaka, Landasan Teori, dan Hipotesis, yaitu : 2.1. Tinjauan Pustaka Memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya dengan TA yang dilakukan. 75

78 2.1. Tinjauan Pustaka Memuat uraian sistematis tentang informasi dan atau hasil penelitian terdahulu dan yang ada hubungannya dengan TA yang dilakukan. Fakta- fakta yang dikemukakan mungkin diambil dari sumber aslinya. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan mencantumkan nama belakang penulis dan tahun penerbitan, atau dengan memberi nomor sesuai urutan pengacuan dan harus sesuai dengan penulisan dalam daftar pustaka Landasan Teori Landasan Teori merupakan alur atau penalaran yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan informasi yang disusun secara sistematis yang mempunyai fungsi memperjelas dan mempertajam ruang lingkup dan variabel yang akan diteliti, perkiraan dan pemandu menemukan fakta, serta mengendalikan penelitian yang akan dilaksanakan. Landasan Teori diperlukan agar penelitian itu bukan sekedar percobaan coba-coba ( trial and error ) saja melainkan sudah dikaji dengan baik Hipotesis Hipotesis berupa pernyataan singkat yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan yang akan diselesaikan. 76

79 III. METODE PENELITIAN / CARA PENELITIAN Metode Penelitian menjelaskan secara rinci hal-hal mencakup Bahan ; Alat ; Metode / Jalan Penelitian di Laboratorium ; Tingkat Ketelitian Alat / Metode ; dan Kesulitan – Kesulitan serta Cara Pemecahan ; yaitu : 3.1. Bahan atau Materi Penelitian Bahan atau materi penelitian ( disesuaikan dengan topik TA yang dipilih ) harus menyatakan spesifikasinya selengkap mungkin. Untuk penelitian di laboratorium, haruslah disebutkan asal, cara penyiapan, sifat fisis, dan susunan kimia bahan yang dipakai. Hal ini perlu dilakukan agar jika ingin dilakukan pengujian awal, tidak terjadi salah langkah Alat Yang Dipergunakan Alat yang dipergunakan untuk melaksanakan penelitian ( disesuaikan dengan topik TA yang dipilih ) diuraikan dengan jelas, jika diperlukan disertai gambar. 77

80 3.3. Jalannya Penelitian Jalannya penelitian berupa uraian lengkap dan rinci tentang langkah- langkah yang telah diambil pada pelaksanaan penelitian, termasuk cara pengumpulan data dan sejenisnya ( disesuaikan dengan topik TA yang dipilih ) Kesulitan – Kesulitan Yang Timbul Kesulitan-kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya perlu ditampilkan, agar peneliti berikutnya yang berkecimpung dalam bidang sejenis terhindar dari kesulitan itu ( disesuaikan dengan topik TA yang dipilih ) Tempat dan Waktu Pelaksanaan TA Jika tempat dan waktu pelaksanaan TA merupakan informasi ilmiah yang berkaitan TA maka hal ini harus dicantumkan. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini memuat hasil analisis pembahasan yang bersifat terpadu dan bisa jadi tidak dapat dipecah menjadi sub bagian tersendiri ; yaitu : 78

81 4.1. Hasil Hasil sedapat mungkin disajikan dalam bentuk tabel, grafik, gambar, foto, atau bentuk lain yang ditempatkan sedekat-dekatnya dengan pembahasan, agar pembaca lebih mudah mengikuti uraian. Pada alinea pertama, sebaiknya dikemukakan bahwa hasil dapat dijumpai pada gambar yang nomornya disebutkan Pembahasan Pembahasan berisi tentang penjelasan teoritis baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik, tentang hasil yang diperoleh. Disamping itu, hasil sebaiknya juga dibandingkan dengan hasil yang telah diperoleh oleh penulis terdahulu. V. KESIMPULAN DAN SARAN Bagian ini berisi kesimpulan terhadap hasil yang telah dilakukan serta saran untuk perbaikan atau pengembangan yang perlu dilakukan. Kesimpulan dan saran harus dinyatakan secara terpisah ; yaitu : 79

82 5.1. Kesimpulan Kesimpulan merupakan pernyataan singkat dan tepat yang dijabarkan dari hasil dan pembahasan untuk membuktikan kebenaran hipotesis Saran Saran dibuat berdasarkan pengalaman dan pertimbangan penulis untuk kelanjutan / perbaikan dari yang sudah dicapai. Saran bukan merupakan keharusan. 3. Bagian Akhir Bagian akhir sebuah TA terdiri atas Datar Pustaka dan Lampiran. a. DAFTAR PUSTAKA Daftar Pustaka disusun dengan sistem Desitasi atau Sistem Havard secara konsisten disesuaikan dengan teknik pengacuan dan penulisan Daftar Pustaka yang Lazim untuk masyarakat ilmiah. b. LAMPIRAN Untuk menempatkan data atau keterangan lain yang berfungsi melengkapi bagian utama TAD 80

83 E. UJIAN TUGAS AKHIR 1. Ujian TA merupakan Ujian Terakhir bagi seorang mahasiswa. Perbaikan nilai yang diumumkan setelah ujian TA dianggap selesai (tak ada) 2. Mahasiswa meminta persetujuan Jurusan bahwa TA sudah siap diujikan dengan menunjukan : a. Daftar nilai hasil studi keseluruhan dengan minimal IPK 2,56 ; nilai D sebanyak banyaknya 15 % ; tanpa nilai E ; disyahkan oleh Ka BAAK atau pejabat yang ditunjuk ; b. Lembar konsultasi TA ; c. Bukti sah telah melaksanakan dan mengikuti seminar ; d. Telah dinyatakan lulus ujian komprehensif dengan surat keterangan dari jurusan ; e. Laporan TA yang sudah disetujui oleh pembimbing 3. Ketua Jurusan mengusulkan Susunan Dewan Penguji, untuk disetujui Puket I, yang meliputi 1 (satu) orang Ketua Dewan Penguji merangkap anggota dan 2 (dua) anggota Dewan Penguji Lain 81

84 E. UJIAN TUGAS AKHIR 4. Mahasiswa membuat kesepakatan jadwal ujian dengan para pengujinya 5. Mahasiswa mendaftarkan ujian TA ke sub bagian Akademik dan Pengajaran mengisi formulir yang telah tersedia, dengan melampirkan : a. Persetujuan Jurusan ( dari butir 2 (dua) lengkap ) ; b. Surat keterangan Lunas Administrasi yang dikeluarkan oleh Subbag. Keuangan (khusus mahasiswa yang mempunyai kewajiban administrasi keuangan ) ; c. Naskah TA 6. Subbag. Akademik dan Pengajaran menyurati Dewan Penguji serta menyiapkan berkas ( Semua berkas mahasiswa dan berkas lain untuk keperluan penilaian dll diberikan kepada Ketua Dewan Penguji ) dan perlengkapan ujian. 82

85 7. Surat Undangan Pengujian dan Naskah TA harus sudah diterima penguji selambat lambatnya 24 jam sebelum pelaksanaan ujian ; 8. Pada saat pelaksanaan ujian, mahasiswa yang diuji berpakaian busana STTN dengan Jas Almamater dan bagi Penguji berpakian rapi, berdasi bagi penguji pria. Mahasiswa. Mahasiswa membawa bahan pendukung. Jika dinyatakan lulus, Ketua Dewan Penguji dan atau Pembimbing TA menyampaikan ucapan selamat dan pesan-pesan moral kepada mahasiswa bersangkutan. 9. Setelah ujian, jika dinyatakan lulus dengan perbaikan pemimpin sidang harus mengisi Lembar Revisi TA 10. Mahasiswa meminta pengesahan TA dan menyerahkannya kepada jurusan, Pembimbing, dan Perpustakaan STTN. 11. Ka. Subag. Kemahasiswaan dan Alumni memberikan persyaratan wisuda untuk dilengkapi oleh mahasiswa. 83

86 12. Semua berkas ujian dan persyaratan Wisuda diserahkan ke Subbag. Akademik dan Pengajaran untuk keperluan Rapat Yudisium ; 13. Setelah Rapat Yudisium berkas di distribusikan ke pihak yang berkepentingan. F. PENILAIAN TUGAS AKHIR 1. Nilai Pembimbingan (bobot 30 % ) selama pelaksanaan TA dari Pembimbing I dan Pembimbing II. 2. Nilai Isi Tulisan ( bobot 40 % ) yang diberikan oleh Dewan Penguji 3. Nilai Ujian Lesan ( bobot 30 % ) Nilai Tugas Akhir setelah perbaikan, yaitu : 80 – 100 : A 70 – 79,99:B 60 – 69,99 :C 84

87 G. TATA TULIS LAPORAN KP DAN TA 1. Bahan Sampul KP menggunakan kertas warna biru diperkuat karton, cover TA menggunakan warna sesuai dengan bendera Prodi diperkuat dengan karton. Isi menggunakan kertas HVS minimal 70 g/m 2 2. Ukuran Kertas HVS yang digunakan adalah A4 ( 21 cm x 29,7 cm ) dengan batas tepi atas dan kiri 4 cm, serta kanan dan bawah 3 cm. 3. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch, spasi ganda kecuali untuk Intisari, Abstrak, Daftar Pustaka, dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1 (satu). 85

88 3. Pengetikan Huruf yang digunakan adalah Times New Roman 12 pitch, spasi ganda kecuali untuk Intisari, Abstrak, Daftar Pustaka, dan Baris dalam Tabel menggunakan Spasi 1 (satu). Nomor halaman bagian awal menggunakan huruf romawi kecil diletakkan dibagian kanan bawah dan bagian berikutnya menggunakan angka arab diletakkan di kanan atas kecuali pada Bab baru diletakkan dibagian kanan bawah. Gambar dan Tabel diberi nomor dengan angka Arab. Nomor dan nama gambar diletakkan dibawah Gambar sedang Nomor dan Nama Tabel diletakkan diatas Tabel dengan posisi center ( Tengah ). 4. Bahasa Bahasa yang digunakan dalam penulisan KP dan TA adalah bahasa yang lazim dalam Tata Tulis Ilmiah. 86

89 LAIN- LAIN 1. Format dan tata cara penulisan TA selain jenis penelitian mengikuti kaidah ilmiah yang lazim sesuai jenis karya tulis ilmiah yang diajukan. 2. Ujian Lesan TA / Pendadaran dilaksanakan menggunakan Bahasa Inggris 3. Format AWAL USULAN TA 4. Format Usulan TA 5. Format TA 87

90 88


Download ppt "Jl. BABARSARI, POBox 6101/YKBB YOGYAKARTA 55281 – INDONESIA Tel. : 62(274)484085, 489716 Fax. : 62(274)489715 Prof. Dr. Ir. Kris Tri Basuki MSc"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google