Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 1 Bab 4 Rerangka Konseptual: Suatu Model.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 1 Bab 4 Rerangka Konseptual: Suatu Model."— Transcript presentasi:

1  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 1 Bab 4 Rerangka Konseptual: Suatu Model

2  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 2 Menyebutkan pemakai statemen keuangan dan kepentingannya. Menjelaskan aspek dan versi tujuan pelaporan keuangan. Menyebutkan tujuan pelaporan versi FASB dan menjelaskan penalaran yang mendasarinya. Menyebutkan karakteristik kualitatif informasi dan menjelaskan makna dan hubungan antara karakteristik. Menyebutkan elemen-elemen statemen keuangan dan mendefinisinya. Menjelaskan lingkup pelaporan dan statemen keuangan. Menyebut atribut pengukuran elemen dan pos. Menyebut dan menjelaskan kriteria pengakuan suatu objek ke dalam elemen statemen keuangan. Menjelaskan konsep transfer teknologi akuntansi dalam pengembangan standar akuntasi. Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk:

3  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 3 Teknologi penalaran yang dapat dijadikan contoh untuk ditransfer, diadopsi, atau diadaptasi. Model FASB: Conceptual Framework yang dituangkan dalam Statements of Financial Accounting Concepts. Alasan: Komponen lengkap dan terpadu serta mengandung aspek pendidikan dan penalaran yang cukup lengkap. Model

4  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 4 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises (maksud dari laporan keuangan Qualitative Characteristics of Accounting Information ( Karaktristik fungsi informasi akuntani) Elements of Financial Statements of Business Enterprises (elemen laporan keungan) Objectives of Financial Reporting by Nonbusiness Enterprises (tujuan dari laporan keuangan) Recognition and Measurement in Financial Statements of Business Enterprises (kriteria laporan keuangan) Elements of Financial Statements (mengganti SFAC No. 3) (Elemen laporan keunagan) Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurement (penggunaan informasi aliran kas dan nilai sekarang dalam pengukuran akuntansi) SFAC No. 1 SFAC No. 2 SFAC No. 3 SFAC No. 4 SFAC No. 5 SFAC No. 6 SFAC No. 7

5  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 5 Merupakan langkah penting dalam perekaya- saan pelaporan keuangan. Menentukan konsep-konsep dan prinsip- prinsip yang harus dipilih. Menuntut pengidentifikasian pihak yang dituju. Tujuan Pelaporan Keuangan

6  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 6 Pendekatan Penentuan Tujuan 1.Informasi keuangan umum (general purpose financial statements). 2.Beda tujuan beda angka (different figures for different purposes). Alternatif: Basis data (database approach)

7  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 7 Tujuan Siapa? 1.Fungsional 2.Bersama 3.Kelompok dominan Bila tujuan sosial dan ekonomik negara harus dicapai, siapa yang harus dituju oleh informasi? Jenis tujuan:

8  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 8 Evolusi Tujuan di AS 1.Tujuan versi ASOBAT (a statement of basic acounting theory) 2.Tujuan versi APB No. 4 (accounting principle board statement) 3.Tujuan versi Komite Trueblood 4.Tujuan versi FASB Tujuan pelaporan keuangan di Indonesia dinyatakan dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dan terdapat dalam Standar Akuntansi Keuangan.

9  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 9 Landasan Pikiran Penentuan Tujuan oleh FASB 1.Konteks lingkungan penerapan akuntansi 2.Kemampuan pelaporan keuangan mengungkapkan informasi 3.Perlu adanya fokus yang dituju (intended users) Dengan ketiga landasan di atas, FASB membatasi lingkup pelaporan sebagai pelaporan keuangan eksternal umum atau pelaporan keuangan umum (general purpose external financial reporting atau financial reporting).

10  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 10 Konteks Lingkungan Keterbatasan Informasi Pelaporan Keuangan Umum Pihak Dituju: Investor dan Kreditor Tujuan Pelaporan Fokus/Cakupan Informasi Penalaran Perumusan Tujuan Pelaporan FASB Dielaborasi dalam Gambar 4.4

11  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 11 Organisasi dan Jurisdiksi Akuntansi (di AS) Semua Organisasi Bisnis/ProfitNonbisnis/Nonprofit KepemerintahanNonkepemerintahan FederalState/Local FASB GASB GAO

12  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 12 Karakteristik Organisasi Nonbisnis 1.Penyedia dana tidak mengharapkan imbalan yang sepadan dengan dana yang dicurahkan. 2.Menyediakan barang dan jasa tidak untuk perdagangan tetapi lebih untuk pelayanan. 3.Tidak ada pemilikan pribadi atas aset. Secara substantif, aset menjadi milik publik.

13  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 13 RK untuk Organisasi Nonbisnis 1.Organisasi dibedakan menjadi kepemerintahan dan nonkepemerintahan. 2.Jurisdiksi pelaporan keuangan organisasi nonkepemerintahan ada di bawah FASB. 3.Cukup satu RK untuk organisasi nonkepemerintahan (bisnis dan nonbisnis). 4.Karakteristik operasi membedakan tujuan pelaporan organisasi bisnis dan nonbisnis. Komponen RK lain tetap berlaku untuk keduanya. 5.SFAC No. 3 diganti dengan SFAC No. 6 setelah SFAC No. 4 dikeluarkan.

14  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 14 Karakteristik Kualitatif Informasi Kebijakan akuntansi (accounting policy) melibatkan masalah apakah suatu informasi dilaporkan atau tidak. Kebijakan akuntansi ada di beberapa level: perekayasa, penyusun standar, dan perusahaan. Perlu pedoman umum di tingkat rerangka konseptual untuk dasar penentuan perlu tidaknya penyajian suatu informasi diatur dalam bentuk standar. Karakteristik kualitatif merupakan kriteria untuk menentukan apakah suatu informasi perlu dilaporkan.

15  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 15 Level Kebijakan dan Bentuk Dokumen Level Perekayasa* Penyusun/penetap standar* Manajemen perusahaan *Dapat merupakan badan yang sama di level nasional. Bentuk Dokumen Rerangka konseptual Standar akuntansi Pedoman akuntansi

16  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 16 Pertimbangan dalam Kebijakan Akuntansi 1.Perlukah informasi tertentu disediakan? 2.Apakah cukup efisien disediakan melalui pelaporan keuangan? 3.Mampukan pemakai memahami? 4.Akankah pemakai menggunakannya? 5.Apakah informasi tersebut mempengaruhi keputusan? 6.Bagaimana informasi tersebut diungkapkan?

17  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 17 Hierarki Kualitas Informasi Pengambil Keputusan serta Karakteristiknya KEBERPAUTAN Keterpahamian Kenetralan KetepatwaktuanNilai BalikanKeterujian Benefit > Kos Materialitas KETERANDALAN Kebermanfaatan Keputusan Nilai Prediktif Ketepatan Penyimbolan Keterbandingan/Ketaatasasan

18  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 18 Saling-tukar antara Keberpautan dan Keterandalan Keberpautan 100% Keberpautan Keterandalan Keterandalan 100% Mengorbankan keterandalan demi keberpautan Mengorbankan keberpautan demi keterandalan Keberpautan Keterandalan Keberpautan Keterandalan Keberpautan Keterandalan A A1 A2 A3

19  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 19 Elemen-elemen Statemen Keuangan 1.Aset (assets) 2.Kewajiban (liabilities) 3.Ekuitas (equities) 4.Investasi oleh pemilik (investments by owners) 5.Distribusi ke pemilik (distributions to owners) 6.Laba komprehensif (comprehensive income) 7.Pendapatan (revenues) 8.Biaya (expenses) 9.Untung (gains) 10.Rugi (losses) 11.Aliran kas dari operasi (cash flows from operating activities) 12.Aliran kas dari investasi (cash flows from investing activities) 13.Aliran kas dari pendanaan (cash flows from financing activities)

20  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 20 Elemen-elemen Statemen Keuangan (Nonlaba/Kepemerintahan) 1.Aset (assets) 2.Kewajiban (liabilities) 3.Aset bersih (net assets), Ekuitas/Saldo dana (fund equities/balances) 4.Aset bersih terbatas permanen (permanently restricted net assets) 5.Aset bersih terbatas sementara (temporarily restricted net assets) 6.Aset bersih takterbatas/bebas (unrestricted net assets) 7.Pendapatan (revenues), Penerimaan (Receipts) 8.Biaya (expenses), Pengeluaran/Belanja (disbursements/expenditures) 9.Surplus (surpluses) 10.Defisit (deficits) 11.Aliran kas dari operasi (cash flows from operating activities) 12.Aliran kas dari investasi (cash flows from investing activities) 13.Aliran kas dari pendanaan (cash flows from financing activities)

21  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 21 Tujuan PelaporanKarakteristik Informasi Realitas/fenomena fisis atau keuangan dan kegiatan usaha Informasi semantik Elemen-elemen statemen keuangan Penalaran Penentuan Elemen (Gambar 4.12) Kaitkan dengan Gambar 3.2

22  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 22 Penyebab Perubahan Elemen Keadaan (circumstances) Kejadian (events) Transaksi (transactions) Transaksi adalah salah satu bentuk kejadian eksternal. Kejadian internal tidak dapat disebut transaksi. Jadi, sebenarnya tidak ada yang namanya transaksi internal. Lihat Gambar 4.13

23  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 23 Laba komprehensif

24  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 24 Pengukuran dan Pengakuan Pengukuran Berapa jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek (elemen atau pos) sesuai dengan atributnya sehingga jumlah tersebut merepresentasi atribut yang ingin disajikan serta besarnya atribut dapat dirasakan dan diantarbandingkan. Dalam konteks rerangka konseptual, pengukuran lebih diarahkan pada penilaian yaitu jumlah yang harus disajikan dalam statemen keuangan.

25  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 25 Pengukuran dan Pengakuan Pengakuan Konseptual: penyajian suatu informasi melalui seperangkat statemen keuangan sebagai ciri central perlaporan keuangan. Diperlukan kriteria umum atau fundamental. Teknis: pencatatan secara resmi (penjurnalan) suatu jumlah rupiah hasil pengukuran ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terrefleksi dalam elemen atau pos bersangkutan.

26  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 26 Atribut Pengukuran Kos historis (historical cost) Kos sekarang (current cost) Nilai pasar sekarang (current market value) Nilai terrealisasi/pelunasan neto (net realizable/ settlement velue) Nilai sekarang atau diskunan aliran kas masa datang (present or discounted value of future cash flows) Lihat Gambar 4.16 untuk contoh pos dan atributnya.

27  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 27 Lingkup Pengakuan dalam Pelaporan Keuangan Catatan atas Statemen Keuangan Statemen Keuangan Informasi Lain Media Pelaporan Keuangan Lain Informasi Pelengkap Lingkup Pengakuan dan Pengukuran Rerangka Konseptual Statemen Keuangan Dasar Semua Informasi yang Relevan dengan Keputusan Lingkup Pelaporan Keuangan Lingkup yang Langsung Dipengaruhi Standar

28  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 28 Kriteria Pengakuan Fundamental Definisi (definition) Keterukuran (measurability) Keberpautan (relevance) Keterandalan (reliability) Kriteria pengakuan di atas harus dijabarkan dalam standar akuntansi dalam bentuk penentuan saat pengakuan (timing of recognition).

29  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 29 Nilai Sekarang dalam Pengukuran Akuntansi Saat pengukuran: –Saat pengakuan mula-mula (at initial recognition) –Baru mulai (fresh-start) Penentuan aliran kas masa datang: –Taksiran terbaik (best estimate) –Aliran kas estimasian (estimated cash flows) –Aliran kas harapan (expected cash flows) Nilai sekarang aliran kas masa datang: –Nilai sekarang (present value) –Nilai sekarang harapan (expected present value) Nilai wajar Beberapa pengertian dasar:

30  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 30 Saat Pengukuran Mula-mula Untuk menentukan kos pemerolehan yang dapat didasarkan atas: Kos historis atau Atribut lainnya Objek X Baru-mulai akhir perioda Pengukuran kapanpun setelah mula-mula untuk menentukan nilai bawaan atas dasar jumlah rupiah yang independen terhadap atribut sebelumnya. Nilai sekarang (present value) aliran kas masa datang dapat menjadi dasar dalam pengukuran baru-mulai.

31  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 31 Aliran kas masa datang: Kisar dan Tunggal Waktu SekarangMasa datang Jumlah rupiah Kisar Maksimum Paling boleh jadi (most likely) = estimat terbaik Minimum Estimasian Tunggal

32  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 32 Aliran kas masa datang: Kisar dan Seri Aliran Waktu Sekarang Masa datang Estimat terbaik Jumlah rupiah Maksimum Minimum Jumlah rupiah Jumlah rupiah Jumlah rupiah Jumlah rupiah Aliran 1Aliran 2Aliran 3Aliran 4Aliran 5 Kisar 1 Kisar 2 Kisar 3 Kisar 4 Kisar 5 Seri atau Serangkaian

33  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 33 Aliran kas harapan (AKH) tunggal Mean kisar aliran kas berbobot probabilitas tanpa didiskun. Waktu SekarangMasa datang Jumlah rupiah RpXn, prob = pn RpX2, prob = p2 RpX1, prob = p1 p1 + p2 + p3 + … + pn = 1 Kisar RpX3, prob = p3

34  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 34 Aliran kas harapan (AKH) seri/serangkaian Serangkaian mean kisar aliran kas berbobot probabilitas tanpa didiskun. Waktu SekarangMasa datang Jumlah rupiah AKH 1 Jumlah rupiah AKH 2 Jumlah rupiah AKH 3 Jumlah rupiah AKH 4

35  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 35 Nilai Sekarang Faktor pengali untuk menentukan nilai sekarang suatu aliran kas yang bersarnya bergantung pada tingkat bunga dan lamanya perioda. Makin panjang perioda, FNS makin kecil. Formula: Aliran kas masa datang (baik tunggal atau seri) yang dinilaisekarangkan atau didiskun (discounted) pada tingkat diskun tertentu. Faktor nilai sekarang (FNS):

36  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 36 Nilai Sekarang Harapan (NSH) Nilai sekarang (NS) aliran kas harapan baik tunggal maupun seri. Cara menghitung: Nilai sekarang harapan tunggal: Lihat Gambar 14.9 Nila sekarang tiap aliran kas dalam kisar dihitung dahulu baru kemudian dihitung nilai harapan berdasarkan dengan probabilitas sebagai bobot. Dapat juga aliran kas harapan (AKH) dihitung dahulu baru kemudian AKH dinilaisekarangkan/didiskun.

37  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 37 Nilai Sekarang Harapan Seri Waktu SekarangMasa datang Jumlah rupiah AKH 1 Jumlah rupiah AKH 2 Jumlah rupiah AKH 3 Jumlah rupiah AKH 4 FNS1 FNS2 FNS4 FNS3 NSAKH3 NSAKH1 NSAKH2 NSAKH4  NSAKHn NSH

38  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 38 Atribut Pengukuran dan Fokus Saat Pengukuran Kos historis Kos sekarang Nilai pasar sekarang Nilai terrealisasi neto Nilai sekarang Pengukuran mula-mula dan alokasi pada perioda berikutnya Pengukuran mula-mula dan baru mulai pada perioda berikutnya Pengukuran mula-mula atau basis penentuan amortisasi jumlah rupiah yang mula-mula ditentukan atas dasar kos historis, kos sekarang, dan nilai pasar sekarang. Misalnya amortisasi metoda bunga efektif untuk diskun/premium obligasi

39  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 39 Tujuan Nilai Sekarang Adanya perbedaan ekonomik antara sehimpunan aliran kas yang satu dan yang lain karena perbedaan ketidakpastian dan saat penerimaan/ pengeluaran. Dianutnya konsep nilai waktu uang. Keterbandingan antarentitas. Menentukan nilai wajar apabila tidak terdapat pasar untuk objek bersangkutan sehingga nilai takteramati (unobservable) atau untuk penentuan amortisasi periodik dengan metoda bunga efektif. Dasar pikiran:

40  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 40 Nilai Wajar 1.Saat tibanya aliran kas 2.Harapan tentang risiko yang melekat 3.Nilai waktu uang atau kos kesempatan 4.Risiko menimbulkan kos yang harus ditanggung 5.Likuiditas dan ketaksempurnaan pasar Nilai wajar menjadi sasaran pengukuran dengan nilai sekarang aliran kas karena terdapatnya faktor yang membedakan secara ekonomik aliran-aliran kas masa datang yang berbeda saat dan ketidakpastiannya. Lihat prinsip-prinsip umum penerapan nilai sekarang!

41  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 41 Manfaat Model Menjadi acuan dalam pengembangan rerangka konseptual dan standar akuntansi sebagai penjabarannya. Menjadi basis transfer teknologi. Menjadi salah satu alternatif dalam rangka shopping for technology. Membedakan transfer teknologi dan transfer produk. Lihat Gambart 14.20

42  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 42 Pengaruh RK FASB FASB mempelopori pengembangan RK. Profesi di beberapa negara mengikuti langkah FASB. RK FASB menjadi acuan bahkan ditiru oleh negara lain sehingga terjadi kemiripan. IASC mengadaptasi RK FASB dengan kemiripan yang luar biasa tetapi tanpa information background. RK FASB mengandung kelemahan dan mengundang kritik. Lihat contoh kemiripan dalam Gambar 4.21

43  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 43 Strategi Pengembangan Pelaporan Keuangan Bagi Negara Berkembang Evolutionary approach Transfer of technology The adoption of international accounting standards Adaptasi pelaporan keuangan negara maju dengan penyesuaian faktor lingkungan Belkaoui (2004), hlm. 150.

44  Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 44 Dosen bukan sumber pengetahuan utama. Sumber pengetahuan utama adalah buku, artikel, media cetak/audio/visual, dan lainnya.


Download ppt " Suwardjono Bab 4Rerangka Konseptual: Suatu Model 4/16/2015 Transi 1 Bab 4 Rerangka Konseptual: Suatu Model."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google