Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

P e n g a n g k a t a n P e g a w a I n e g e r I s I p I l 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "P e n g a n g k a t a n P e g a w a I n e g e r I s I p I l 1."— Transcript presentasi:

1 P e n g a n g k a t a n P e g a w a I n e g e r I s I p I l 1

2 Ketentuan Umum 1.PNS Pusat adl PNS yg gajinya dibebankan pd APBN dan Bekerja pd Dept/Kementrian, Kejagung, Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan, Kantor Meneg, Kepolisian Negara RI, LPND, Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, dst, dst. (lihat: PP 9/2003, pasal 1); 2.Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adl Menteri, jaksa Agung, Kepala Kepolisian Negara, Pimp.LPND, Pim.Kesekretariatan Lembaga Tinggi/Tertinggi Negara, dst. dst….. 3.Pangkat adl kedudukan yg menunjukkan tingkat seseorang PNS berdasarkan jabatannya dlm rangkaian susunan kepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian; 2

3 Lanjutan Golongan Ruang adl gol.ruang gaji pokok sebagaimana diatur dlm ketentuan peraturan perundang-undangan yg berlaku tentang gaji PNS; 5.Jabatan Struktural adl suatu kedudukan yg menunjukkan tugas, tg.jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dlm rangka memimpin suatu satuan organisasi negara; 6.Jabatan Fungsional adl kedudukan yg menunjukkan tugas, tg.jawab, wewenang dan hak seseorang PNS dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau ketrampilan untuk mencapai 7 an organisasi 3

4 Lanjutan Tanggung Jawab adl kesanggupan seorang PNS untuk menyelesaikan pekerjaan yg diserahkan kepadanya dan tepat pd waktunya serta berani menanggung resiko atas keputusan yg diambilnya atau tindakan yg dilakukannya; 8.Wewenang adl keabsahan tindakan yg dimiliki oleh PNS yg menduduki jabatan struktural agar dapat menentukan tata cara dan tindakan yg perlu diambil dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas pekerjaannya 4

5 PENGANGKATAN CPNS DAN PNS 1.Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat menetapkan: a.Pengangkatan CPNS Pusat di lingkungannya; b.Pengangkatan menjadi PNS Pusat bagi CPNS Pusat di lingkungannya, kecuali yg tewas atau cacat karena dinas 2.Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Propinsi atau Kabupaten/Kota menetapkan: a.Pengangkatan CPNS Daerah di lingkungannya; b.Pengangkatan menjadi PNS Daerah bagi CPNS Daerah di lingkungannya, kecuali yg tewas atau cacat karena dinas 5

6 Lanjutan Pengangkatan menjadi PNS bagi CPNS Pusat dan CPNS Daerah yang tewas atau cacat karena dinas ditetapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara; 4.Pejabat sebagaimana dimaksud pada no.1,2 dan 3 dapat mendelegasikan kewenangannya atau memberikan kuasa kepada pejabat lain di lingkungannya; 5.Pengangkatan CPNS dilakukan dalam tahun anggaran berjalan, dan penetapannya tidak boleh berlaku surut 6

7 Pengangkatan cpns dalam gol. ruang 1.Golongan ruang I/a bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah SD atau yg setingkat; 2.Gol.ruang I/c bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah SLTP atau yg setingkat; 3.Gol.ruang II/a bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah SLTA, Diploma I, atau yg setingkat; 4.Gol.ruang II/b bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa atau Diploma II; 7

8 Lanjutan Gol.ruang II/c bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah Sarjana Muda, Akademi, atau Diploma III; 6.Gol.ruang III/a bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah Sarjana (S1), atau Diploma IV; 7.Gol.ruang III/b bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah Dokter, ijazah Apoteker dan ijazah lain yg setara, Magister (S2), atau Ijazah Spesialis I; 8.Gol.ruang III/c bg yg pd saat melamar serendah- rendahnya memiliki dan menggunakan ijazah Doktor (S3), atau ijazah Spesialis II 8

9 Syarat pengangkatan “cpns” menjadi “pns” 1.Masa percobaan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun dan paling lama 2 (dua) tahun; 2.Setiap unsur penilaian prestasi kerja sekurang- kurangnya bernilai baik; 3.Telah memenuhi syarat kesehatan jasmani dan rohani untuk diangkat menjadi PNS  dinyatakan dlm surat keterangan Dokter Penguji Tersendiri/Tim Penguji Kesehatan yg ditunjuk oleh Menteri Kesehatan; 4.Telah lulus Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan. 9

10 Pangkat dalam pengangkatan pns 1.Juru Muda bg yg telah diangkat dlm gol.ruang I/a; 2.Juru bg yg telah diangkat dlm gol.ruang I/c; 3.Pengatur Muda bg yg telah diangkat dlm gol.ruang II/a; 4.Pengatur Muda tkt I bg yg telah diangkat dalam golongan ruang II/b; 5.Pengatur bg yg telah diangkat dlm gol.ruang II/c 6.Penata Muda bg yg telah diangkat dlm gol.ruang III/a; 7.Penata Muda Tkt I bg yg telah diangkat dalam golongan ruang III/b; 8.Penata bg yg telah diangkat dlm gol.ruang III/c 10

11 pns menurut pangkat, golongan dan ruang No.PANGKATGOL.RUANG 1.JURU MUDA I a 2.JURU MUDA TINGKAT I I b 3.JURU I c 4.JURU TINGKAT I I d 5.PENGATUR MUDA II a 6.PENGATUR MUDA TINGKAT I II b 7.PENGATUR II c 8.PENGATUR TINGKAT I II d 9.PENATA MUDA III a 10.PENATA MUDA TINGKAT I III b 11.PENATA III c 12.PENATA TINGKAT I III d 13.PEMBINA IV a 14.PEMBINA TINGKAT I IV b 15.PEMBINA UTAMA MUDA IV c 16.PEMBINA UTAMA MADYA IV d 17.PEMBINA UTAMA IV e 11

12 JABATAN STRUKTURAL & ESELON 1.Jabatan Struktural Eselon I pd instansi pusat ditetapkan oleh Presiden atas usul Pimp.Instansi setelah mendapat pertimbangan tertulis dr MenPAN; 2.Jabatan Struktural Eselon II ke bawah pd instansi pusat ditetapkan oleh pimp.instansi setelah mendapat pertimbangan tertulis dr Menteri PAN; 3.Jabatan Struktural Eselon I ke bawah di Propinsi dan Jabatan Struktural Eselon II ke bawah di Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Gubernur/Bupati/Walikota setelah mendapat persetujuan dr pimpinan DPRD Prop/Kab/Kota. 12

13 Syarat pengangkatan dlm jabatan struktural 1.Berstatus sbg PNS; 2.Serendah-rendahnya menduduki pangkat 1 (satu) tingkat di bawah jenjang pangkat yg ditentukan; 3.Memiliki kualifikasi dan tingkat pendidikan yang ditentukan; 4.Semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang- kurangnya bernilai baik dlm 2 (dua) tahun terakhir; 5.Memiliki kompetensi jabatan yg diperlukan; 6.Sehat jasmani dan rohani. Yang perlu juga diperhatikan adalah Faktor Senioritas dalam Kepangkatan, Usia, Pendidikan dan Pelatihan Jabatan, dan Pengalaman yg dimiliki 13

14 Catatan Tambahan … 1.PNS yang diangkat dlm jabatan struktural belum mengikuti dan lulus diklat kepemimpinan sesuai dengan tingkat jabatan struktural, wajib mengikuti dan lulus diklat kepemimpinan selambat-lambatnya 12 (DUA BELAS) BULAN SEJAK YBS DILANTIK; 2.PNS yang menduduki jabatan struktural tidak dapat menduduki jabatan rangkap, baik dengan jabatan struktural maupun dengan jabatan fungsional. 14

15 ESELON DAN JENJANG JABATAN STRUKTURAL NOESELONJENJANG PANGKAT, GOLONGAN/RUANG TERENDAHTERTINGGI PANGKATGOL/RUANGPANGKATGOL/RUANG 1IaPembina Utama Madya IV/dPembina UtamaIV/e 2IbPembina Utama Muda IV/cPembina UtamaIV/e 3IIaPembina Utama Muda IV/cPembina Utama Madya IV/d 4IIbPembina Tk IIVbPembina Utama Muda Ivc 5IIIaPembinaIVaPembina TK IIVb 6IIIbPenata Tk IIII/dPembinaIVa 7 PenataIIIcPenata TK IIIId 8IVbPenata Muda Tk IIIIbPenataIIIc 15

16 Penilaian dan pertimbangan pengangkatan dalam jabatan 1.Pengangkatan dlm jabatan struktural Eselon I pd instansi pusat ditetapkan oleh Presiden atas usul pimp.instansi dan setelah mendapat pertimbangan tertulis dr Komisi Kepegawaian Negara; 2.Untuk menjamin kualitas dan obyektifitas dlm pengangkatan PNS dlm jabatan struktural Eselon II ke bawah di setiap instansi dibentuk Baperjakat, yg ditetapkan oleh: a.Pejabat pembina kepegawaian pusat utk inst.pusat; b.Pejabat pembina kepegawaian prop utk inst.prop; c.Pejabat pembina kepegawaian kab/kota utk instansi kab/kota. 16

17 Susunan anggota baperjakat 1.Seorang Ketua, merangkap anggota; 2.Paling banyak 6 (enam) orang anggota; dan 3.Seorang Sekretaris. Untuk menjamin obyektifitas dan kepastian dalam pengambilan keputusan, anggota Baperjakat ditetapkan dalam jumlah ganjil. 17

18 Keanggotaan baperjakat 1.Ketua dan Sekretaris Baperjakat Inst.Pusat adalah Pejabat Eselon I dan Pejabat Eselon II yg secara fungsional bertanggung jawab di bidang kepegawaian dengan anggota Pejabat Eselon I lainnya; 2.Bagi Instansi Pusat yg hanya terdapat 1 (satu) Pejabat Eselon I, Ketua dan Sekretaris Baperjakat adalah Pejabat Eselon II dan Pejabat Eselon III yg secara fungsional bertanggung jawab di bidang kepegawaian dengan anggota Pejabat Eselon II lainnya; 3.Ketua Baperjakat Inst.Propinsi adl Sekretaris Daerah Prop, dengan anggota para Pejabat Eselon II, dan Sekretaris scr fungsional dijabat oleh pejabat yg bertanggung jawab di bidang kepegawaian; 18

19 Lanjutan Ketua Baperjakat Instansi Daerah Kabupaten/Kota adalah Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota, dengan anggota para Pejabat Eselon III, dan Sekretaris secara fungsional dijabat oleh pejabat yang bertanggung jawab di bidang kepegawaian; 5.Masa keanggotaan Baperjakat adalah paling lama 3 (tiga) tahun, dan dapat diangkat kembali untuk keanggotaan berikutnya. 19

20 c a a..p e k d e c h... 20


Download ppt "P e n g a n g k a t a n P e g a w a I n e g e r I s I p I l 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google