Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Imam Al Ghazali (w. 1111) menandaskan bahwa manusia hendaknya memiliki tiga waktu, yaitu waktu muhasabah (introspeksi), bekerja, dan beribadah. “Any one.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Imam Al Ghazali (w. 1111) menandaskan bahwa manusia hendaknya memiliki tiga waktu, yaitu waktu muhasabah (introspeksi), bekerja, dan beribadah. “Any one."— Transcript presentasi:

1 Imam Al Ghazali (w. 1111) menandaskan bahwa manusia hendaknya memiliki tiga waktu, yaitu waktu muhasabah (introspeksi), bekerja, dan beribadah. “Any one is truly religious doesn’t develop neurosis” (setiap orang yang betul-betul menjalankan agama tidak mungkin terhinggapi neurosis) DR. A. A Brill. Shalat

2 Dua studi epidemiologik yang dilakukan ilmuwan Lindenthal (1970) dan Star (1971) menunjukkan bahwa penduduk yang religius memiliki resiko stres, cemas, dan depresi yang kecil ketimbang mereka yang tidak religius.

3 definisi Menurut bahasa shalat artinya doa. Menurut istilah, shalat adalah suatu ibadah yang terdiri atas ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Kisah isra’ mi’raj bertalian erat dengan kesedihan Nabi Muhammad lantaran kematian Khadijah dan Abu Thalib mendapatkan. Tuhan menghiburnya dengan perjalanan menuju langit teratas (sidartul muntaha) dalam rangka bertemu dengan Tuhan dan menerima titah shalat.

4 Sebelum Shalat Ibadah ini diawali dengan kondisi suci (thahur) dari segala hadats (najis) yang meliputi badan, pakaian, dan tempat shalat. Tanpa kesucian, shalat seorang hamba tidak akan diterima dan sia-sia. Sebuah imperatif agar dalam hidup ini kesucian segala hal menjadi mindset tindakan semua orang. “Tuhan tidak akan menerima shalat kalian yang berhadats hingga berwudhu” (HR. Bukhari- Muslim)

5 Makna Shalat Secara hakikat shalat tak ubahnya pengakuan dan ketundukan hati kepada Tuhan. Ketulusan dalam ibadah ini akan membawa pengaruh psikologis, sekalipun secara individual. Nabi Muhammad sendiri mengumpamakan bahwa shalat itu tidak ubahnya sungai di depan rumah yang airnya jernih dan bersih. Dalamsehari paling lima kali setiap muslim mandi di sungai itu.

6 Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat untuk Pncegahan dan Pengobatan Penyakit karya Drs Madyo Wratsongko, MM dan dr Sagiran MKes yang diterbitkan oleh Qultum Media dijelaskan tubuh kita penuh dengan kabel dan pipa, terdapat saraf sentral dan spinal yang mengendalikan seluruh aktivitias di tubuh kita. Supaya daya kerjanya optimal, maka harus dijaga kelenturan, keseimbangan sistem elektrik atau aura, kelancaran peredaran darah terutama ke otak sebagai organ yang paling vital, yang membutuhkan oksigen dan kalori yang maksimal.

7 ''Pembuluh darah di otak, di bola mata sangatlah halus dan harus dialiri darah terus menerus. Menurut penelitian, ada pembuluh darah yang dapat diisi kembali hanya dengan gerakan sujud. Pantas, Allah menyuruh kita untuk ruku dan sujud,'' ujar Madyo Wratsongko. Yang menarik, kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang dan merupakan saraf sentral beserta sistem aliran darahnya, dapat dirawat dengan melakukan gerakan rukuk yang maksimal. ''Sebaiknya ini juga dilakukan dengan interval empat sampai lima jam sehari. Tuas sistem keringat yang terdapat di punggung, pinggang, paha, dan betis belakang dapat dirawat dengan gerakan rukuk.''

8 Selain itu, kata dia, tulang leher, tengkuk atau saluran saraf memori, dapat dengan baik dijaga kelenturannya dengan rukuk. Rukuk yang ditekuk maksimal, hingga tangan memegang pangkal kaki dapat berguna menarik urat pinggang, sehingga dapat mencegah sakit pinggang. "Kelenturan saraf memori dapat dijaga dengan gerakan rukuk ini yang mengangkat kepala secara maksimal, mata menghadap ke depan,'' ujar ahli akupuntur ini.

9 Menurut Madyo, seluruh aktivitas gerakan shalat memberkan manfaat kesehatan. Takbiratul Ihram misalnya, gerakan dengan mengangkat tangan, membuka dada, menarik nafas memberikan aliran darah dari pembuluh balik yang terdapat di lengan. Bahkan, aktivitas bersedekap pun ternyata memberi manfaat kepada kesehatan tubuh. Bersedekap, menjepit pembuluh darah balik pada lengan kiri sehingga pembuluh darah yang di telapak tangan atas akan mengembang.

10 Semakin lama bacaan dan tetap dijepit, semakin tinggi tekanan darahnya. Begitu takbir untuk rukuk, darah yang telah dicuci di telapak tangan akan langsung disemprotkan dengan kecepatan tinggi, mengisi kembali pembuluh darah yang ada di mata, telinga, dan seluruh bagian kepala. Kebiasaan ini akan menyebabkan keseimbangan tekangan darah antara bagian kanan dan kiri tubuh kita sampai ke ujung jari kita. Bahkan, sebenarnya kekuatan tangan kanan dan kiri bisa menjadi sama.

11 Dalam Al Qur’an, shalat adalah salah satu katarsis dari problem yang dihadapi oleh manusia. “Dan meminta tolonglah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya shalat itu berat kecuali bagi orang yang khusyu’ (QS. Al Baqarah: 45). Shalat menetralisir sifat buruk manusia. “Sesungguhnya manusia bersifat keluh kesah. Apabila tertimpa kerugian, ia mengeluh. Dan apabila mendapatkan kebaikan, ia kikir, kecuali mereka yang mendirikan shalat. Yaitu mereka yang melakukan shalat dengan tetap” (QS. Al Ma’arij: 19-23)

12 Ultimate goal Melaksanakan shalat fardlu lima kali sehari semalam dengan 17 kali ruku dan 34 kali sujud, meletakkan dahi di lantai tanah atau tikar, meletakkan tapak tangan, lutut dan ujung jari-jari kaki dan menempelkan hidung demi keagungan Tuhan, dapat mengurangi atau mengikis habis sifat bangga diri, angkuh dan sombong. Dalam kaitan ini Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra berkata: ''Furidlatush-shalatu tanziham minal kibari (shalat difardlukan untuk mencegah kesombongan).

13 Dalam kondisi shalat seorang hamba sebenarnya kembali kepada Tuhan (mi’rajul mu’minin, transendensi) dan melupakan segala pernak-pernik dunia. Proses transendensi ini menumbuhkan kesadaran untuk menanggalkan segala perbuatan keji dan munkar (QS. 29:45). Bukan hanya secara teologis, melainkan juga secara sosial-politik. Menurut Wahbah Az Zuhaili (ahli fikih Mesir), shalat berdampak timbulnya egaliterisme, mencegah dan diskriminasi.


Download ppt "Imam Al Ghazali (w. 1111) menandaskan bahwa manusia hendaknya memiliki tiga waktu, yaitu waktu muhasabah (introspeksi), bekerja, dan beribadah. “Any one."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google