Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Penyajian Data Selain berupa angka-angka ringkasan, penyajian data dapat berbentuk dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Penyajian Data Selain berupa angka-angka ringkasan, penyajian data dapat berbentuk dan."— Transcript presentasi:

1

2 Penyajian Data Selain berupa angka-angka ringkasan, penyajian data dapat berbentuk dan

3 Kumpulan angka-angka yang disusun menurut kategori-kategori, sehingga memudahkan untuk pembuatan analisis data. Gambar-gambar yang menunjukan secara visual data berupa angka, biasanya berasal dari tabel yang telah dibuat.

4 Tabel dan Grafik bisa dipergunakan untuk menyajikan Cross Section Data Dan Data Berkala

5 Bagian–bagian Tabel Nama Komoditas Tahun KaretKopiKopra Jumlah TABEL 3.1 HARGA KOMODITI EKSPOR ( Rp / Kg ) Sumber : Statistik Indonesia BPS Kepala Leher Badan Kaki

6 Grafik Garis Grafik Batangan Grafik Lingkaran Grafik Peta (Cartogram Chart) Grafik Gambar (Pictogram Chart)

7 DISTRIBUSI FREKUENSI Daftar yang memuat data berkelompok disebut disebut distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Data berkelompok adalah data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu.. A.PENGERTIAN DISTRIBUSI FREKUENSI Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut katagori tertentu dalam sebuah daftar.

8 B. BAGIAN-BAGIAN DISTRIBUSI FREKUENSI 1. Kelas-kelas ( class ) 1. Kelas-kelas ( class ) 2. Batas kelas ( class limit ) 2. Batas kelas ( class limit ) 3. Tepi kelas ( class boundary ) 3. Tepi kelas ( class boundary ) 4. Titik tengah kelas ( class mid point ) 4. Titik tengah kelas ( class mid point ) 5. Interval kelas ( class interval ) 5. Interval kelas ( class interval ) 6. Panjang interval kelas ( interval size ) 6. Panjang interval kelas ( interval size ) 7. Frekuensi kelas ( class frequency ) 7. Frekuensi kelas ( class frequency )

9 1. Kelas – kelas. Kelas adalah kelompok nilai data atau variabel

10 2. Batas Kelas. Nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Terdapat dua batas kelas, yaitu: Terdapat dua batas kelas, yaitu: a. Batas kelas bawah (lower class limit) terdapat dideretan kiri setiap kelas terdapat dideretan kiri setiap kelas b. Batas kelas atas (upper class limit) terdapat dideretan kanan setiap kelas terdapat dideretan kanan setiap kelas Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas, karena di antara kelas yg satu dengan kelas yang lain masih terdapat lubang tempat angka tertentu. Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas, karena di antara kelas yg satu dengan kelas yang lain masih terdapat lubang tempat angka tertentu.

11 3. Tepi kelas. Batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Penentuan tepi kelas tergantung pada keakuratan pencatatan data. Terdapat dua tepi kelas, yaitu: Terdapat dua tepi kelas, yaitu: a. Tepi bawah kelas atau batas kelas bawah sebenarnya. sebenarnya. b. Tepi atas kelas atau batas atas sebenarnya. Untuk Ketelitian sampai satu desimal, Untuk Ketelitian sampai satu desimal, a. Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5 a. Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5 b. Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0,5 b. Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0,5

12 4. Titik tengah kelas. Angka atau nilai data yang tepat terletak di tengah suatu kelas. Titik tengah kelas merupakan nilai yang mewakili kelasnya. Titik tengah kelas : ½ (batas atas + batas bawah) kelas ½ (batas atas + batas bawah) kelas

13 5. Interval kelas. Selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain.

14 6. Panjang interval kelas. Jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas. 7. Frekuensi kelas. Banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu

15 Contoh : Tabel 1. Modal PT.Angin Ribut Modal ( jutaan Rp) Frekuensi ( f ) Jumlah100 Sumber : Data fiktif

16 Dari contoh tabel 1 : Banyaknya kelas : 5 Banyaknya kelas : 5 Batas kelas : 50, 59, 60, 69,….. Batas kelas : 50, 59, 60, 69,….. Batas bawah kelas : 50, 60, 70, 80, 90 Batas bawah kelas : 50, 60, 70, 80, 90 Batas atas kelas : 59, 69, 79, 89, 99 Batas atas kelas : 59, 69, 79, 89, 99 Tepi bawah kelas : 49,5 ; 59,5 ; …;89,5 Tepi bawah kelas : 49,5 ; 59,5 ; …;89,5 Tepi atas kelas : 59,5 ; 69,5 ; …; 99,5 Tepi atas kelas : 59,5 ; 69,5 ; …; 99,5 Titik tengah kelas : 54,5 ; 64,5 ; … ; 84,5 Titik tengah kelas : 54,5 ; 64,5 ; … ; 84,5 Interval kelas : 50-59, 60-69,…, Interval kelas : 50-59, 60-69,…, Panjang interval masing-masing 10 Panjang interval masing-masing 10 Frekuensi kelas adalah 16, 32, 20, 17 dan 15 Frekuensi kelas adalah 16, 32, 20, 17 dan 15

17 C. PENYUSUNAN DISTRIBUSI FREKUENSI Distribusi Frekuensi dapat dibuat dengan mengikuti pedoman berikut : 1. Mengurutkan data. 1. Mengurutkan data. 2. Menentukan jangkauan (range) dari data. 2. Menentukan jangkauan (range) dari data. 3. Menentukan banyaknya kelas (k). 3. Menentukan banyaknya kelas (k). 4. Menentukan panjang interval kelas. 4. Menentukan panjang interval kelas. 5. Menentukan batas bawah kelas pertama. 5. Menentukan batas bawah kelas pertama. 6. Menghitung frekuensi kelas. 6. Menghitung frekuensi kelas.

18 1. Mengurutkan data. Mulai dari data yang terkecil ke yang terbesar. Jangkauan ( R ) : Data terbesar – data terkecil 2. Menentukan jangkauan ( range ) dari data

19 3. Menentukan banyaknya kelas k = 1 + 3,322 log n k = banyaknya kelas n = banyaknya data Hasilnya dibulatkan, biasanya ke atas Dalam menentukan banyaknya kelas, usahakan : Tidak terlalu sedikit, sehingga pola kelompok kabur. Tidak terlalu sedikit, sehingga pola kelompok kabur. Banyaknya kelas berkisar 5 sampai 15 Banyaknya kelas berkisar 5 sampai 15 Jika jangkauan terlalu besar maka banyaknya kelas antara 10 sampai 20. Jika jangkauan terlalu besar maka banyaknya kelas antara 10 sampai 20.

20 4. Menentukan Panjang Interval Kelas Panjang interval kelas ( i ) : Panjang interval kelas ( i ) :

21 5. Menentukan batas bawah kelas pertama Batas bawah kelas pertama biasanya dipilih dari data terkecil atau data terkecil yang berasal dari pelebaran jangkauan(data yang lebih kecil dari data terkecil), dan selisihnya harus kurang dari panjang interval kelasnya.

22 6. Menghitung frekuensi kelas. Menuliskan frekuensi kelas dalam kolom sesuai banyaknya data. Seluruh data harus dimasukan ke dalam kelas dan satu data tidak boleh masuk ke dalam 2 kelas yang berbeda.

23 Contoh Soal. Contoh Soal.

24 D. HISTOGRAM, POLIGON FREKUENSI, DAN KURVA 1. Histogram dan Poligon Frekuensi 1. Histogram dan Poligon Frekuensi Histogram dan poligon frekuensi adalah dua grafik yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram : grafik batang Poligon frekuensi : grafik garis

25 2. Kurva Frekuensi Kurva distribusi frekuensi, disingkat kurva frekuensi yang telah dihaluskan mempunyai berbagai bentuk dengan ciri-ciri tertentu. Antara lain, simetris, tidak simetris, bentuk J, bentu U, Bimodal, Multimodal, dll.

26 E. JENIS-JENIS DISTRIBUSI FREKUENSI 1. Distribusi Frekuensi Biasa. a. Distribusi frekuensi numerik a. Distribusi frekuensi numerik b. Distribusi frekuensi katagori b. Distribusi frekuensi katagori 2. Distribusi Frekuensi Relatif 3. Distribusi Frekuensi Kumulatif a. Kurang dari. a. Kurang dari. b. Lebih dari. b. Lebih dari.

27 a. Distribusi frekuensi numerik Adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelasnya dinyatakan dalam angka. Tabel 2 Pelamar Perusahaan X, 2004 Umur (tahun) Frekuensi 20 – – – – – Jumlah50

28 b. Distribusi frekuensi katagori Adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelasnya dinyatakan berdasarkan data atau golongan data yang ada. PerusahaanFrekuensi AppleCompaq Gateway 2000 IBM Packard Bell Jumlah50 Tabel 3 Pembelian Komputer

29 Distribusi Frekuensi Relatif Adalah distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan yang terkandung dan jumlah pengamatan yang terkandung dalam kumpulan data yang berdistribusi dalam kumpulan data yang berdistribusi tertentu. tertentu. Rumusnya : Rumusnya :

30 Distribusi Frekuensi Kumulatif Distribusi Frekuensi Kumulatif Adalah distribusi frekuensi yang berisikan frekuensi kumulatif. Frekuensi kumulatif adalah frekuensi yang dijumlahkan. Distribusi frekuensi kumulatif memiliki grafik atau kurva yang disebut ogif.


Download ppt "Penyajian Data Selain berupa angka-angka ringkasan, penyajian data dapat berbentuk dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google