Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh Kelompok III : DIAN SWASTIKA (13020212410003) YOZAR F. AMRULLAH (13020212410004) CHRISTINA (13020212410005) SOGIMIN (13020212410008) PRAMAWATI YUSTIANA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh Kelompok III : DIAN SWASTIKA (13020212410003) YOZAR F. AMRULLAH (13020212410004) CHRISTINA (13020212410005) SOGIMIN (13020212410008) PRAMAWATI YUSTIANA."— Transcript presentasi:

1 Oleh Kelompok III : DIAN SWASTIKA ( ) YOZAR F. AMRULLAH ( ) CHRISTINA ( ) SOGIMIN ( ) PRAMAWATI YUSTIANA ( ) MORFOLOGI BAHASA SUNDA 1

2 Morfologi Bahasa Sunda Morfologi dalam bahasa Sunda disebut tata kecap. Kata tata kecap berasal dari kata “tata” = aturan dan kecap = ucap, omong, atau kata atau yang disebut aturan atau kaidah yang membangun suatu kata. Dalam bahasa Sunda bentuk kata dibagi menjadi : 1. Kata dasar Kata dasar berasal dari satu morfem bebas tanpa dilakukan perubahan apapun. Proses pembentukan kata dasar tersebut adalah derivasi zero. 2

3 Morfologi Bahasa Sunda 3 2. Kata Jadian kata jadian dapat diperoleh dari proses-proses berikut : a. Afiksasi b. Reduplikasi c. Pemajemukan d. Abreviasi

4 Proses Morfologis Bahasa Sunda 1. Afiksasi Afiksasi adalah proses mengubah leksem menjadi kata kompleks. Dalam proses ini, leksem (1) berubah bentuknya, (2) menjadi kategori kelas kata tertentu, (3) berubah maknanya. Afiks (imbuhan) adalah bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata. Afiks yang digunakan pada proses morfologis bahasa Sunda berfungsi sebagai morfem terikat. Jenis afiks yang dipakai adalah awalan (prefiks), akhiran (sufiks), sisipan (infiks), dan gabungan (konfiks). 4

5 Proses Morfologis Bahasa Sunda 5 CONTOH MORFEM TERIKAT BERUPA PREFIKS PrefiksLeksemKelas KataKataKelas KataArti nga-godokadjngagodokverbmerebus nga-lebaradjngalebaradjmelebar di-sadanoundisadaverbbersuara ciN-susunouncinyusuverbbermata air ka-candakverbkacandakadjterbawa ka-duaadjkaduaadjkedua sa-gunungnounsagunungadjsegunung sa-dunyanounsadunyaadjsedunia

6 Proses Morfologis Bahasa Sunda 6 CONTOH MORFEM TERIKAT BERUPA SUFIKS SufiksLeksemKelas KataKataKelas KataArti -anseusehverbseuseuhannouncucian -ancainouncaianverbberair -anratusadjratusanadjberatus-ratus -anpowénounpowéanadjharian -anopatadjopatanadjberempat -wancendekiaadjcendekiawannouncendekiawan -euncacingnouncacingeunadjcacingan -nasuratnounsuratnanounsurat tersebut

7 Proses Morfologis Bahasa Sunda 7 CONTOH MORFEM TERIKAT BERUPA INFIKS InfiksLeksemKelas KataKataKelas KataArti –ar–datangverbdaratangverbberdatangan –ar–munculverbmarunculverbbermunculan –ar–nangisverbnarangisverbbertangisan -al-lumpatverblalumpatverbberlarian -in-satrianounsinatriaadjbersifat satria

8 Proses Morfologis Bahasa Sunda 8 CONTOH MORFEM TERIKAT BERUPA KONFIKS KonfiksLeksemKelas KataKataKelas KataArti N-keunpeuntasadjmeuntaskeunverbmenyeberangkan nga-keunluhuradjngaluhurkeunverbmeninggikan nga-anbeureumadjngabereumanverbmemerahi maN-keunicalverbmangicalkeunverbmenjualkan N-anpagernounmageranverbmemagari ka-antirisadjkatirisanadjkedinginan

9 Proses Morfologis Bahasa Sunda 9 CONTOH MORFEM TERIKAT BERUPA KONFIKS KonfiksLeksemKelas KataKataKelas KataArti ka-anrajanounkarajaannounkerajaan sa-natugiadjsatuginaadjsesampainya di-anbaledogverbdibaledoganverbdilempari paN-natebihadjpangtebihnaadjterjauh ke – anusiknounkeusikannounberdebu ke – andunyanounkadunyaannounkeduniaan

10 Proses Morfologis Bahasa Sunda PENGULANGAN (REDUPLIKASI) Pengulangan adalah pengulangan satuan gramatikal, baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Proses pengulangan dalam bahasa Sunda dapat diklarifikasikan menjadi : a. Pengulangan seluruhnya Definisi : pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan fonem dan penambahan afiks Contoh : umah-umah ‘rumah-rumah’ jalan-jalan‘jalan-jalan’

11 Proses Morfologis Bahasa Sunda 11 b. Pengulangan sebagian Definisi : pengulangan sebagian dari bentuk dasarnya. Contoh : gugulingan‘bergulingan’= U-awal-an + guling papariksa‘memeriksa-meriksa’= U-awal + pariksa iimahan‘rumah-rumahan’= U-awal-an + imah kukudaan ‘kuda-kudaan’= U-awal-an + kuda lalabuh ‘berjatuhan’= U-awal + labuh cacarita ‘bercerita-cerita’= U-awal + carita

12 Proses Morfologis Bahasa Sunda 12 c. Pengulangan yang dikombinasikan dengan penambahan afiks Definisi : pengulangan yang terjadi bersamaan dengan proses pembubuhan afiks. Contoh : pakirim-kirim‘saling mengirim’= pa-U-dasar + kirim ngagerak-gerakkeun‘menggerak-gerakkan’= nga-keun-U-dasar + gerak sajero-jerona‘sedalam-dalamnya’= sa-U-dasar-na + jero kahejo-hejoan‘kehijau-hijauan’= ka-U-dasar-an + hejo

13 Proses Morfologis Bahasa Sunda 13 d. Pengulangan dengan merubah vokal Pengulangan kata dengan merubah vokal lebih memberikan makna penguatan mengenai keanekaan dan pengulangan. Contoh : culang-cilong‘melihat ke segala arah’ tuwur-tawar‘menawar-nawar’ punta-penta‘meminta-minta’

14 Proses Morfologis Bahasa Sunda Pemajemukan (Compunding) Pemajemukan merupakan pemaduan dua kata atau lebih yang membentuk satu kata. Contoh : nganggo acu‘berbaju’= nganggo + acu ngajadikeun bojo‘memperistri’= ngajadikeun (nga-keun + jadi) + bojo silih kirim‘saling mengirim’= silih + kirim gaduh bumi‘mempunyai rumah’= gaduh + bumi rajin pisan‘sangat rajin’= rajin + pisan

15 Proses Morfologis Bahasa Sunda Abreviasi Abreviasi (pemendekan) merupakan proses morfologis yang berupa penanggalan satu atau beberapa satuan kata atau kombinasi kata, sehingga membentuk kata baru. Contoh : dekah dewek mah kirata dikira-kira sugan nyata

16 Fungsi Morfem Morfem Tindakan a. Morfem Tindakan Melakukan Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan N- dan nga-, contoh : ngirim‘mengirim’= N- + kirim ngadua‘berdoa’= nga- + dua b. Morfem Tindakan Memakai/Mempergunakan Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan nganggo (Kasar) atau ngangge (Halus), contoh : nganggo kaca mata ‘berkacamata’ = nganggo + kacamata nganggo atep‘beratap’= nganggo + atep

17 Fungsi Morfem 17 c. Morfem Tindakan Mengeluarkan Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan di-, N-, - an, dan ciN, contoh : ngendhog‘bertelur’= N- + endhog cinyusu‘bermata air’= ciN- + susu d. Morfem Tindakan Membawa/ Memindahkan dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan N-keun, contoh : ngandangkeun ’mengandangkan’= N-keun + kandang mojokkeun ‘memojokkan’= N-keun + pojok

18 Fungsi Morfem 18 e. Morfem Tindakan Menuju Ke Suatu Tempat Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan kata depan ka, contoh : ka sisi‘menepi’= ka + sisi ka liang‘ke lubang’= ka + liang f. Morfem Tindakan Melebihkan Dalam bahasa Sunda morfem direalisasikan dengan kata depan nga-keun, contoh : ngagedekkeun‘membesarkan’= nga-keun + gede ngalebarkeun‘melebarkan’= nga-keun + lebar

19 Fungsi Morfem 19 g. Morfem Tindakan Membuat Jadi Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan nga-keun, N-keun, dan kata yang searti ngajadikeun ‘menjadikan’, contoh : nilukeun‘membagi tiga’= N-keun + tilu ngajadikeun bojo‘memperistri’= ngajadikeun (nga- keun + jadi) + bojo h. Morfem Tindakan Yang Tidak Disengaja Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan ka-, contoh : katincak‘terinjak’= ka- + tincak kacoret‘tercoret’= ka- + coret

20 Fungsi Morfem 20 i. Morfem Tindakan Sebab (Kausatif) Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan nga-keun atau N-keun (Kasar/Halus) dan nga-an (Kasar/Halus), contoh : ngalebarkeun‘melebarkan’= nga-keun + lebar manaskeun‘memanasi’= N-keun + panas j. Morfem Penerima (Benefaktif) Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan N-keun atau maN-keun (Kasar/Halus), contoh : macakeun‘membacakan’= N-keun + baca meulikeun‘membelikan’= N-keun + beuli

21 Fungsi Morfem 21 k. Morfem Tindakan Memberi Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan N-an atau nga-an (Kasar/Halus), contoh : mageran‘memagari’= N-an+ pager ngagulaan ‘menggulai’= nga-an + gula l. Morfem Tindakan Berulang-ulang Dalam bahasa unda morfem irealisasikan dengan N-an, nga- keun-U-dasar, U-awal-an, dan U-awal, contoh : mawaan‘mengambili’= N-an + bawa nyowehan‘menyobek-nyobek’= N-an + soweh gugulingan‘bergulingan’= U-awal-an + guling papariksa‘memeriksa-meriksa’= U-awal + pariksa

22 Fungsi Morfem 22 m. Morfem Tindakan Saling (Resiprokal) Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan pa-U-dasar dan kata silih ‘saling’, contoh : pakirim-kirim‘saling mengirim’= pa-U-dasar + kirim silih kirim‘saling mengirim’= silih + kirim patempo-tempo‘saling memandang’= pa-U-dasar + tempo silih tempo ‘saling memandang’= silih + tempo n. Morfem Tindakan Santai Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan U-N-, U-dasar, dan U-awal, contoh : maca-maca‘membaca-baca’= U-N- + baca jalan-jalan‘berjalan-jalan’= U-dasar + jalan cacarita‘bercerita-cerita’= U-awal + carita

23 Fungsi Morfem 23 o. Morfem Dikenai Tindakan (Menderita) Dalam bahasa Sunda direalisasikan dengan ka-an, contoh: kahujanan‘kehujanan’= ka-an + hujan katirisan ‘kedinginan’= ka-an + tiris kaleungitan‘kehilangan’= ka-an + leungit

24 Fungsi Morfem Morfem Keadaan a. Morfem dalam keadaan pada seperti dasarnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan akhiran – an Contoh: juta + -an= jutaan“berjuta-juta” ribu + -an= ribuan“beribu-ribu” ratus + -an= ratusan“beratus-ratus” b. Morfem mengandung seperti pada dasarnya/pusatnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan ke – an dan akhiran -an Contoh: ke - an+ usik= keusikan“berdebu” cai+-an= caian“berair”

25 Fungsi Morfem 25 c. Morfem memiliki sifat sehubungan dengan dasarnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan akhiran –wan Contoh: sukarela+-wan=sukarelawan cendekia+-wan=cendekiawan sosial+-wan=sosiawan d. Morfem memiliki sesuatu Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan kata gaduh ‘mempunyai’ Contoh: gaduh + bumi = gaduh bumi “mempunyai rumah” gaduh + wibawa= gaduh wibawa “mempunyai wibawa”

26 Fungsi Morfem 26 e. Morfem keadaan menjadi Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan awalan nga- untuk bentuk kata polimorfemis, dan kata yang searti “menjadi” untuk bentuk frasa. Contoh: nga- + lebar= ngalebar“melebar” nga- + batu= ngabatu“membatu” f. Morfem keadaan sama/seperti pada dasarnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan sa- Contoh: sa- + gunung = sagunung“segunung” sa- + bumi = sabumi“serumah” sa- + alit = sakalit“sekecil”

27 Fungsi Morfem 27 g. Morfem keadaan menyerupai dasarnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan U-awal-an Contoh: U-awal-an+ imah= iimahan“rumah-rumahan” U-awal-an+ kuda= kukudaan“kuda-kudaan” h. Morfem keadaan agak sehubungan dengan dasarnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan ka-U-dasar- an (kata polimorfemis),dan rada ‘agak’ (frasa) Contoh: ka-U-dasar-an + hejo = kahejo-hejoan “kehijau-hijauan” rada + beureum= rada beureum “kemerah-merahan”

28 Fungsi Morfem 28 i. Morfem keadaan paling sehubungan dengan dasar/pusatnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan paN-na Contoh: paN-na + pinter= pangpinterna“terpandai” paN-na + tebih= pangtebihna“terjauh” k. Morfem keadaan sampai ke tingkat yang paling Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan sa-U-dasar-na Contoh: sa-U-dasar-na + jero= sajero-jerona “sedalam-dalamnya” sa-U-dasar-na + jauh= sajauh-jauhna “sejauh-jauhnya”

29 Fungsi Morfem 29 l. Morfem keadaan sangat sehubungan dengan dasar/pusatnya Dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan kata pisan ‘sangat’ dan maha ‘sangat’ Contoh: rajin+ pisan= rajin pisan“sangat rajin” maha- + agung= maha agung“maha agung”

30 Fungsi Morfem Morfem Tempat a. Morfem tempat sehubungan dengan benda pada dasarnya Dalam bahasa Sunda, morfem tempat (lokatif) sehubungan dengan benda pada dasarnya berupa konfiks ka-an dan per- an, contoh: Karajaan‘karajaan’= ka-an+ raja Kalurahan ‘kelurahan’= ka-an+ lurah b. Morfem Tempat (Lokatif) Sehubungan Dengan Tindakan Kerjanya Dalam bahasa Sunda, morfem tempat (Lokatif) sehubungan dengan tindakan kata kerjanya berupa akhiran –an (pada konfiks N-an, nga-an, dan di-an), contoh: Ngabaledogan‘melempari’= nga-an+ baledog Dibaledogan‘dilempari’= di-an+ baledog Nyareyan‘meniduri’= N-an+ sare

31 Fungsi Morfem Morfem Kala-Aspek (Temporal-Aspek) Dalam bahasa Sunda, morfem kala-aspek (temporal-aspek) “waktu telah” sehubungan dengan tindakan pada dasarnya berupa konfiks sa-na, contoh : Satugina ‘sesampai’=sa-na+ tugi Samulihna‘sepulang’=sa-na+ mulih Saangkatna‘seberangkat’=sa-na+ angkat 5. Morfem Bilangan a. Morfem Bilangan Tunggal 1)Morfem Bilangan Satu Sehubungan Dengan Dasarnya Dalam bahasa Sunda, morfem bilangan satu sehubungan dengan kata benda pada dasarnya direalisasikan dalam se-, contoh : Sadinten‘sehari’=se-+ dina Sewengi‘semalam’=se-+ wengi

32 Fungsi Morfem 32 2) Morfem Bilangan Tiap-tiap Sehubungan Dengan Dasarnya Arti bilangan tiap-tiap sehubungan dengan dasarnya dalam bahasa Sunda, direalisasikan dengan morfem terikat an-, seperti dalam contoh berikut: Powéan ‘harian’= powé + -an Karungan ‘karungan’= karung + -an 3) Morfem Seluruh Sehubungan Dengan Dasarnya Dalam bahasa Sunda, morfem bilangan seluruh sebagai kesatuan sehubungan dengan kata benda pada dasarnya direalisasikan dengan morfem sa-, contoh : Sadunya‘sedunia’= sa-+ dunya Sakampung ‘sekampung’= sa-+ kampung

33 Fungsi Morfem 33 b. Morfem Bilangan Jamak 1)Morfem bilangan jamak tentu a) Morfem bilangan jamak tentu sehubungan dengan bilangan pada dasarnya/pusatnya Dalam bahasa Sunda morfem bilangan jamak tentu sehubungan dengan dasarnya berupa awalan ka-, contoh : Katilu (jalmi) ‘ketiga (orang)’= ka + tilu kaopat (jalmi) ‘keempat (pasang)’= ka + opat b) Morfem bilangan bersama-sama... dalam jumlah jamak tentu sehubungan dengan bilangan dasarnya Dalam bahasa Sunda morfem bilangan bersama-sama … dalam jumlah jamak tentu sehubungan dengan dasarnya berupa akhiran -an, contoh : Duaan‘berdua’= dua + -an Opatan‘berempat’= opat + -an Limaan‘berlima’= lima + -an

34 Fungsi Morfem 34 2) Morfem bilangan jamak tak tentu a)Morfem bilangan jamak tak tentu sehubungan dengan tindakan pada dasarnya/pusatnya Dalam bahasa Sunda morfem bilangan jamak tak tentu sehubungan dengan tindakan pada dasarnya berupa sisipan –ar–, akhiran –an, dan U-awal, contoh: (seneur anu) maruncul ‘bermunculuan’ = muncul + –ar– (seneur anu) ragragan ‘berguguran’= ragrag+ –an (seneur anu) lalabuh ‘berjatuhan’= labuh+ U–awal b) Morfem bilangan jamak tak tentu sehubungan dengan benda pada dasarnya/pusatnya Dalam bahasa Sunda morfem bilangan jamak tak tentu sehubungan dengan benda pada dasarnya berupa U-dasar dan para ‘para’, contoh: Raja-raja ‘raja-raja’= raja+ U-dasar Para tamu‘para tamu’=Para + tamu

35 Fungsi Morfem 35 c. Morfem Bilangan Urutan Dalam bahasa Sunda morfem bilangan urutan sesuai dengan dasarnya/pusatnya direalisasikan dengan awalan ka-, seperti pada contoh berikut : Kadua‘kedua’=ka-+dua katilu‘ketiga=ka-+tilu kaompat‘keempat’=ka-+ompat kalima‘kelima’=ka-+lima

36 Fungsi Morfem Morfem Hal Dan Hasil a. Morfem hal sehubungan dengan dasarnya/pusatnya Contoh: Hal maca ‘pembaca’ = hal + maca ( n- + baca) Hal ngalebarkeun ‘perluasan’= hal + ngalebarkeun (nga-keun +lebar) b. Morfem hal abstraksi sehubungan dengan alasan dasarnya/pusatnya: Contoh : Hal wegahan‘kemalasan’= hal-an + wegah Kadunyaan ‘keduniaan’= ka-an + dunya

37 Fungsi Morfem 37 c. Morfem hasil sehubungan dengan dasarnya: Contoh: Tulisan‘tulisan’= tulis + an Seuseuhan‘cucian’= seuseh + an Kaputan‘jahitan’= kaput + an 7. Morfem Pelaku, Alat, Dan Penyebabnya a. Morfem pelaku tindakan sehubungan dengan dasarnya/pusatnya: Contoh: anu maos‘pembaca’= anu + maos ( N- + maos) pemborong‘pemborong,= pe-N + borong b. Morfem pelaku profesi sehubungan dengan dasarnya/pusatnya: Contoh: wartawan‘wartawan’= warta + wan ilmuwan‘ilmuwan’= ilmu + wan

38 Fungsi Morfem 38 c. Morfem pelaku sesuai sifat pada dasarnya: Contoh: sieunan‘penakut’ = sieun + -an isinan‘pelaku”= isin + -an wanian‘pemberani’= wani + -an d. Morfem alat untuk melakukan tindakan sehubungan dengan dasarnya: Contoh: garisan‘penggaris’ = garis + an anu dianggo ngagaris‘penggaris’ = anu dianggo + ngagaris (nga- + garis) kiloan‘timbangan’= kilo + an e. Morfem penyebab sehubungan dengan sifat pada dasarnya: Contoh: penyakit ‘penyakit’ = peN- + sakit tukang + ngarusak‘perusak’ = tukang + ngarusak (nga + rusak)

39 Daftar Pustaka 39 Kats, J. dan Soeriadiraja M.,1982. Tata Bahasa dan Ungkapan Bahasa Sunda. Penerjemah Ayat Rohaedi. Jakarta : Djambatan. Marsono Morfologi Bahasa Indonesia Dan Nusantara. Yogyakarta : Gajah Mada University Press Suryani Elis NS, Calakan, Aksara Basa, Sastra, Katutu Budaya Sunda. Bogor : Ghalia Indonesia. Sudaryat, Yayat, Tata bahasa Sunda Kiwon. Bandung : Yrang Widya.

40 40


Download ppt "Oleh Kelompok III : DIAN SWASTIKA (13020212410003) YOZAR F. AMRULLAH (13020212410004) CHRISTINA (13020212410005) SOGIMIN (13020212410008) PRAMAWATI YUSTIANA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google