Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Α-Amilase (EC 3.2.1.1) Oleh Rosmaya Dewi20511309 Nurul Widya20511312 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Α-Amilase (EC 3.2.1.1) Oleh Rosmaya Dewi20511309 Nurul Widya20511312 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012."— Transcript presentasi:

1 α-Amilase (EC ) Oleh Rosmaya Dewi Nurul Widya INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

2 Agenda Presentasi 1. Struktur dan Tatanama α-Amilase 2. Kegunaan α-Amilase 3. Mekanisme Katalisis α -Amilase 4. Isolasi α-Amilase 5. Modifikasi α-Amilase

3 Struktur α–Amilase domain A domain B domain C Domain A memiliki struktur tong (β/α) 8 yang terdiri dari delapan untai β yang paralel dikelilingi oleh delapan heliks α terletak di antara β3 dan α3. Pada domain ini terdapat ion Ca 2+. yang berperan untuk mengikat substrat merupakan β- sheet anti paralel yang memiliki peran sebagai pelindung residu hidrofobik pada domain A.

4 Tata nama α–Amilase α-Amilase (EC ) endoenzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis ikatan α-1,4 gliosidik pada pati dan glikogen dengan produk akhir berupa dekstrin dan oligosakarida (van der Maarel et al., 2002) digit pertama kelas hidrolase digit kedua ikatan yang dihidrolisis adalah ikatan glikosidik (glikosilase). Digit ketiga: enzim yang menghidrolisis senyawa O- dan S-glikosil Digit keempat: nomor urut 1

5 α-Amilase α-Amilase (EC ) merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis ikatan α-1,4 gliosidik pada pati dan glikogen dengan produk akhir berupa dekstrin dan oligosakarida (van der Maarel et al., 2002). α-Amilase merupakan enzim amilolitik yang berfungsi untuk mempercepat laju reaksi degradasi bagian linear pati

6 Kegunaan α-Amilase industri bioetanol untuk memecah pati menghasilkan oligosakarida dan dekstrin industri deterjen, untuk meningkatkan kemampuan deterjen dan menjadikan deterjen lebih ramah lingkungan industri kertas dan pulp, untuk memodifikasi pati dari kertas industri pemrosesan pati menjadi oligosakarida dan sirup glukosa

7 Mekanisme Katalitik α-Amilase Mekanisme katalitik α-amilase disebut dengan α-retaining double displacement Mekanisme ini melibatkan dua residu katalitik pada sisi aktif; residu asam glutamat sebagai asam/basa katalis dan residu asam aspartat sebagai nukleofil

8 5 Tahap Katalitik α -Amilase setelah substrat terikat pada sisi aktif, residu asam glutamat dalam bentuk asamnya mendonorkan sebuah proton pada oksigen ikatan glikosidik, oksigen antara dua molekul glukosa pada bagian -1 dan +1 dan nukleofilik dari residu asam aspartat menyerang C1 dari glukosa pada bagian -1 Tahap 1 Terbentuknya sebuah ion oksokarbonium pada keadaan transisi yang diikuti dengan pembentukan kovalen intermediet Tahap 2 Molekul glukosa yang terprotonasi pada bagian +1 meninggalkan sisi aktif saat molekul air atau molekul glukosa baru pindah pada sisi aktif dan menyerang ikatan kovalen diantara molekul glukosa pada bagian -1 dan residu asam aspartat; Tahap 3

9 5 Tahap Katalitik α –Amilase (con’t). Ion oksokarbonium terbentuk kembali Tahap 4 Basa katalis residu asam glutamat menerima sebuah hidrogen dari air yang datang atau dari molekul glukosa baru pada bagian +1 dan menggantikan ikatan oksokarbonium diantara molekul glukosa pada bagian -1 dan residu asam aspartat membentuk gugus hidroksil baru pada posisi C1 dari glukosa pada bagian -1 (hidrolisis) atau ikatan glikosidik baru diantara glukosa pada bagian -1 dan +1 (transglikosilasi) (Gambar 3). Residu asam aspartat katalitik kedua berperan mengatur distorsi substrat dan pKa residu asam glutamat katalitik melalui interaksi elektrostatik Tahap 5

10 Isolasi gen α-Amilase B. aquimaris MKSC 6.2 Isolasi gen α-Amilase B. aquimaris MKSC 6.2 dengan : Teknik Degenerate PCR dan Inverse PCR Tahap isolasi secara umum : 1. Preparasi Enzim 2. Pengujian Enzim

11 Teknik Isolasi gen α-Amilase B. aquimaris MKSC 6.2 Degenerate PCR Inverse PCR Degenerate PCR mempunyai banyak kesamaan dengan PCR biasa. Perbedaan utamanya adalah primer spesifik pada PCR biasa diganti dengan primer mix. Banyak gen dalam satu famili mempunyai struktur yang mirip. Dengan menderetkan sekuens nukleotida dari sejumlah nukleotida yang berhubungan akan dapat ditemukan bagian nukleotida yang konserf (conserve). Berdasarkan informasi tersebut dapat ditemukan motif nukleotida yang konserf yang dapat digunakan sebagai titik awal pembuatan primer degenerate PCR (Koelle, 1996) Inverse PCR umumnya digunakan untuk mengidentifikasi urutan mengapit sekitar sisipan genom yang melibatkan serangkaian digestions DNA dan ligasi diri, sehingga urutan dikenal di kedua ujung urutan diketahui

12 Modifikasi α-amilase pada industri pengolahan pati Hidrolisis pati : gelatinisasi suhu ↑, biaya ↑  -Amilase pendegradasi pati mentah: biaya ↓, menyederhanakan proses konversi pati (puspitasari, 2011)

13 Referensi Pandey, A., Nigam, P., Soccol, C. R., Soccol, V. T.,Sing, D., dan Mohan, R., (2000), Advances in Microbial Amylases. Biotechnology and Applied Biochemistry. 31,135–152 Puspasari, F., Nurachman, Z., Noer Saefuddin, A., Natalia, D. (2011). Characteristic of raw starch degrading α-amylase from Bacilllus aquimaris MKSC 6.2 associated with soft coral Sinularia sp., Starch-Starke Van der Maarel,M.J.E.C., van der Veen,B., Uitdehaag, J.C. M.,leemhuis,H., Dijkhuizen, L. (2002). Properties and application of starch converting enzymes of the amylase family, Journal of Biotechnol


Download ppt "Α-Amilase (EC 3.2.1.1) Oleh Rosmaya Dewi20511309 Nurul Widya20511312 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google