Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI OLEH; PROF. DR. J. BASUKI, M.Psi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI OLEH; PROF. DR. J. BASUKI, M.Psi."— Transcript presentasi:

1

2 TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI OLEH; PROF. DR. J. BASUKI, M.Psi.

3 LITERATUR  JAY M. SHAFRITZ, E.W. RUSSEL, CHRISTOPHER P. BORICK, INTRODUCING PUBLIC ADMINISTRATION, 2007  CHARLES H. LEVINE, B. GUY PETERS, FRANK J. THOMSON, PUBLIC ADMINISTRATION: CHALLENGE, CHOISE, CONSEQUENCES, 1990  HERBERT A SIMON, VICTOR A. THOMPSON, DONALD W. SMITHBURG, PUBLIC ADMINISTRATION, 2000  H. GEORGE FREDERICKSON, THE SPIRIT OF PUBLIC ADMINISTRATION, 1997  SISTEM ADMINISTRASI REPUBLIK INDONESIA (SANRI), LAN, 2006

4  LANJUTAN  SONDANG P. SIAGIAN, FILSAFAT ADMINISTRASI, 2006  PETER F. DRUCKER, MANAGEMENT CHALLENGES FOR 21 ST CENTURY, 1999  , MANAGEMENT’S NEW PARADIGM, 1998  DAVID OSBORN & PETER PLASTRIK, BANISHING BUERAUCRACY, 1996  DANIEL A. WREN, THE EVOLUTION OF MANAGEMENT THOUGHT, 1994  DAVID OSBORN AND TED GAEBLER, REINVENTING GOVERNMENT, 1992  CHARLES H. LEVINE, B. GUY PETERS, FRANK J. THOMSON, PUBLIC ADMINISTRATION, 1990

5 ANALISIS INSTRUKSIONAL MATA KULIAH : TEORI ADMINISTRASI T I U Menjelaskan konsep administrasi sebagai ilmu, sebagai dasar untuk memahami lebih lanjut bidang-bidang administrasi yang lain T I U Menjelaskan konsep administrasi sebagai ilmu, sebagai dasar untuk memahami lebih lanjut bidang-bidang administrasi yang lain Menjelaskan fungsi-fungsi Administrasi Menjelaskan fungsi-fungsi Administrasi Menjelaskan Kepemimpinan Dalam Administrasi Menjelaskan Kepemimpinan Dalam Administrasi Menjelaskan Komunikasi dalam Administrasi Menjelaskan Komunikasi dalam Administrasi 8 9 Menjelaskan Konsep Administrasi Sebagai suatu Sistem Menjelaskan unsur-unsur Administrasi Menjelaskan Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu-ilmu lain Menjelaskan Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu-ilmu lain Menjelaskan Administrasi sebagai Seni dan Ilmu 3 Menjelaskan hakikat Administrasi 2 Filsafat Ilmu Administrasi 1 7

6 TANTANGAN ABAD KE-21 BERKAITAN DENGAN “KNOWLEDGE WORKER”, YANG MEMERLUKAN PARADIGMA ADMINISTRASI/MANAJEMEN BARU, STRATEGI BARU, PEMIMPIN PERUBAHAN, TANTANGAN INFORMASI, PRODUKTIVITAS PEGAWAI BERBASIS ILMU PENGETAHUAN, DAN KEMAMPUAN MENGELOLA DIRI SENDIRI, SERTA KUALITAS PELAYANAN PRIMA.(PETER F. DRUCKER : 1999):

7 TANTANGAN ADMINISTRASI PADA ABAD KE-21

8 Filsafat Ilmu Pengetahuan Filsafat  perenungan untuk menyusun suatu sistem pengetahuan yg rasional, yg memadai untuk memahami dunia tempat kita hidup maupun memahami diri sendiri. Ciri pokok pemikiran filsafat adalah menyeluruh, mendasar dan spekulatif-rasional. Oleh karena itu suatu ilmu pengetahuan harus dimulai dengan pemikiran filosofis. Landasan berfikir filsafat ilmu pengetahuan mempertanyakan tiga pemikiran, yakni; (1) Pemikiran ontologis, mempertanyakan ujud hakiki dari obyek yang diamati dan ditelaah serta hubungan antara obyek dg tangkapan manusia sbg subyeknya; (2) Pemikiran epistimologis, mempertanyakan cara atau proses memperoleh pengetahuan atau berpikir ttg metodologi dlm memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan; (3) Pemikiran axiologis, mempertanyakan manfaat atau kegunaan ilmu pengetahuan yg berhubungan dg keyakinan agama, moral, kebudayaan, teknologi dsb.

9 SUMBER KEBENARAN ILMU MANUSIA WAHYU MELALUI NABI RASA (HATI)RASIO (OTAK) PENGAMATAN PENGALAMAN PENGETAHUAN UPAYA PENGULANGAN & PENGUJIAN ILMU PENGETAHUAN (SCIENTIFIC KNOWLEDGE)

10 PEMAHAMAN SUBYEK THD OBYEK PENGENALAN MANUSIA THD OBYEK SHG MEMILIKI PENGETAHUAN THD OBYEK YG DIAMATINYA DILAKUKAN MELALUI, PROSES; KNOWER  KEMAMPUAN MANUSIA SBG SUBYEK UNTUK MENGETAHUI, MERASAKAN, DAN MENCAPAI APA YG DIRASAKAN, DILAKUKAN BERDASARKAN KESADARAN; KNOWING-KNOWLEDGE  MANUSIA BERPIKIR BAIK YG SIFATNYA EMPIRICAL MAUPUN TRANSEDENTAL  MELALUI PROSES KNOWING MANUSIA MEMPEROLEH “KNOWLEDGE” SBG PENGETAHUAN DARI NALAR YG DILAKUKANNYA; INTELECTUAL ACTIVITY  KEGIATAN PEMAHAMAN OLEH MANUSIA MULAI DARI PENGAMATAN, MEMBEDA-BEDAKAN UNTUK MENENTUKAN PILIHAN SD PEROLEHAN PENGETAHUAN. INTELECTUAL ACTIVITY BERHUBUNGAN DG PERKEMBANGAN PENGETAHUAN KRN BERKEMBANGNYA PENGETAHUAN YG DIMILIKI MANUSIA AKAN TERGANTUNG INTELECTUAL ACTIVITINYA

11 METHODS OF KNOWING The Method of Tenacity, suatu metode dlm mencari validitas atau keabsahan untuk memperoleh kebenaran; The Method of Authority, suatu metode untuk membangun kepercayaan sebagai pegangan dalam bersikap; The Method of Intuition, atau disebut The Priori Method, suatu metode untuk mencari pembenaran dengan persepsi yg sdh umum; The Method of Science, metode memperoleh pengetahuan dengan /melalui proses penelitian secara ilmiah.

12 BATASAN-BATASAN PEMIKIRAN 1. AXIOMA: HUKUM ALAM, DOGMA AGAMA, SUNATULLAH; PROPOSISI YANG TIDAK MEMERLUKAN BUKTI, TIDAK TERBANTAH; SECARA UNIVERSAL DIANGGAP BENAR. CONTOH: MATAHARI PASTI TERBIT DI TIMUR, DSB. 2. PARADIGMA: POLA PIKIR DAN KEYAKINAN FILSAFATI YANG BERSIFAT KULTURAL/BERBASIS PERADABAN; NILAI-NILAI DASAR MASYARAKAT YANG DITERIMA SECARA UMUM; CARA PANDANG SOSIAL POLITIK DAN SOSIO KULTURAL YANG TAKEN FOR GRANTED; SUATU MAXIM, RULES OF CONDUCT, MODEL ATAU POLA PIKIR INTEGRAL. CONTOH: RAKYATLAH YANG BERDAULAT, BUKAN PASAR BEBAS. 3. ADAGIUM: PERUMPAMAAN YANG DITERIMA SECARA OPERATIF (PROVERB); PEDOMAN/PANDUAN/PLATFORM PENYELENGGARAAN DI LAPANGAN, BERSIFAT CULTURAL-BEHAVIORAL, SEBAGAI PILIHAN YANG BENAR. CONTOH; FIAT JUSTITIA RUAT COELUM-BIAR LANGIT RUNTUH HUKUM JALAN TERUS. 4. ASUMSI: BATASAN-BATASAN TEORI (THEORY CONSTRAINTS). CONTOH; HARGA AKAN NAIK APABILA PERMINTAAN NAIK, DENGAN ASUMSI BAHWA PENAWARAN TETAP. 5. TEORI: SUATU PENDAPAT (OPINION,VIEW) YG DIPEROLEH MELALUI PEMIKIRAN RASIONAL MENURUT PROSEDUR AKADEMIK ATAU ILMIAH (SCIENTIFIC METHOD) SUMBER: MEUTIA FARIDA HATTA SWASONO., PEDOMAN RINGKAS PENULISAN KARYA ILMIAH, 2002P

13 FUNGSI TEORI TEORI MERUPAKAN RUMUSAN LENGKAP DARI ILMU PENGETAHUAN (UNDERSTANDING AND KNOWLEDGE) TENTANG SESUATU (THING); TEORI MERUPAKAN SEMACAM PEDOMAN ATAU PEGANGAN DLM MENGHADAPI PRAKTEK DLM LINGKUNGAN SEHARI-HARI; TEORI MERUPAKAN BAHAN PENDIDIKAN UNTUK MENTRANSFER KNOWLEDGE, MEMBUAT SADAR, MEMAHAMI DAN MELATIH ORANG LAIN. BENTUK TEORI: 1. YANG PALING SEDERHANA  DEFINISI 2. TESIS  TEORI KHUSUS / SUATU PENDAPAT / TEMUAN 3. DESKRIPSI  PENDAPAT SEORANG SARJANA/PAKAR YANG TELAH MELALUI SUATU PROSES RISET ILMIAH DAN TERUJI.

14 LANJUTAN BENTUK TEORI 1.EKSPLIKASI  SUATU TEORI YG MENJELASKAN HAL- IHWAL SUATU FENOMENA SETELAH DITELITI SECARA ILMIAH; 1.NORMASI  SUATU TEORI YG MENETAPKAN SYARAT- SYARAT KRITERIA ATAU STANDAR YG HARUS DIPENUHI; 1.PRINSIP  PIKIRAN DASAR, TEORI YG MENJELASKAN, MENENTUKAN, SUATU TATA HUBUNGAN ANTARA ORANG DG ORANG, ORANG DG BENDA, ORANG-BENDA-ORANG, ORANG – KEWAJIBAN DSB

15 PERSYARATAN SUATU DISIPLIN ILMU OBYEK STUDI TERMINOLOGI TERSENDIRI YG KHAS METODOLOGI FILOSOFI PERANGKAT TEORI DAN SUB-TEORI- SUB-TEORI

16 MAKNA ADMINISTRASI ADMINISTRASI  AD + MINISTRARE  TO + SERVE  MELAYANI  KONOTASI PEKERJAAN PEMBANTU  TEKNIS KETATAUSAHAAN (ADMINISTRASI DLM ARTI SEMPIT) ADMINISTRASI (DLM ARTI LUAS)  KONSEP MANAJEMEN DAN KONSEP ORGANISASI

17 HAKIKAT ADMINISTRASI “PROSES KERJASAMA SEKELOMPOK MANUSIA YANG DIDASARKAN PADA PELAYANAN, RASIONALITAS, EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN SEBELUMNYA”

18 PARADIGMA ADMINISTRASI ADMINISTRASI NILAI-NILAI PELAYANAN, RASIONALITAS, EFEKTIVITAS, EFISIENSI KONSEP DASAR SKLP. MANUSIA TUJUAN KERJASAMA BIMBINGAN, KEPEMIMPINAN & PENGENDALIAN SARANA&PRASARANA TUJUAN MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN HUMAN REALTIONS ORGANISASI STATIS/ORGANO GRAM DINAMIS (INTERAKSI INTERNAL & EKSTERNAL

19 PERBEDAAN MAKNA EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI EFEKTIF FOKUS PADA OUTPUT DAN MENGERJAKAN SESUATU HAL YANG BENAR (DOING THE RIGHT THINGS)  TERKAIT DG PENCAPAIAN TUJUAN SERTA KINERJA DARI PROSES PELAKSANAAN PEKERJAAN; EFISIEN FOKUS PADA INPUT DAN BAGAIMANA KITA MENGERJAKAN DENGAN BAIK DAN BENAR (DOING THINGS RIGHT)  TERKAIT DG KUALITAS MASUKAN/MODAL YG DIMILIKI ORGANISASI  PERBANDINGAN TERBAIK ANTARA INPUT DG OUTPUT (OUTPUT HARUS LEBIH BESAR DARI INPUT); “EFFECTIVENESS IS THE FOUNDATION OF SUCCESS, WHILE EFFICIENCY IS A MINIMUM CONDITION FOR SURVIVAL AFTER SUCCESS HAS BEEN ACHIEVED” SUMBER: MULLINS, L.J. (1989), STEERS (1977), ROBBINS, 1987, PETER DRUCKER, (1973)

20 Ilmu Administrasi Adalah ilmu yang mempelajari semua proses manajemen, organisasi dan individual yang terlibat dalam pelaksanaan pencapaian tujuan baik dalam sektor publik maupun sektor bisnis.

21 Ruang Lingkup Menurut perspektif makro adalah proses penentuan tujuan, alokasi sumber daya, dan koordinasi kegiatan pencapaian tujuan. Menurut perspektif makro adalah proses penentuan tujuan, alokasi sumber daya, dan koordinasi kegiatan pencapaian tujuan. Perspektif makro ini menekankan pada aspek filosofi tentang apa tujuan dan makna kehidupan. Apa tujuan yang kita inginkan dan bagaimana mencapainya, serta bagaimana seharusnya orang berperilaku. Perspektif makro ini menekankan pada aspek filosofi tentang apa tujuan dan makna kehidupan. Apa tujuan yang kita inginkan dan bagaimana mencapainya, serta bagaimana seharusnya orang berperilaku.

22 Ruang Lingkup (lanjutan) Menurut perspektif mikro adalah perilaku administrasi seperti sikap, pendekatan, persepsi, dan nilai-nilai yang dianut oleh para administrator. Menurut perspektif mikro adalah perilaku administrasi seperti sikap, pendekatan, persepsi, dan nilai-nilai yang dianut oleh para administrator. Stephen P. Robbins (2001) mengemukakan bahwa perilaku administrasi dipengaruhi oleh sejarah organisasi, norma-norma pendidikan, dan pengalaman. Stephen P. Robbins (2001) mengemukakan bahwa perilaku administrasi dipengaruhi oleh sejarah organisasi, norma-norma pendidikan, dan pengalaman.

23 Konsep dan Teori Ilmu Administrasi Pada sisi makro pembahasan di fokuskan tentang seberapa besar peranan pemerintah dibandingkan dengan peranan sektor swasta. Sedangkan pada sisi mikro dibahas manajemen kegiatan-kegiatan pemerintah dan organisasi swasta, serta apa kendala dan peluang yang dihadapi.

24 FOKUS KAJIAN STUDI ILMU ADMINISTRASI Sumber Daya Manusia organisasional Sumber Daya Manusia organisasional Mencakup manajemen, kepemimpinan, pengambilan keputusan, human relations dan organisasi seluruh bidang kehidupan baik bisnis maupun publik Mencakup manajemen, kepemimpinan, pengambilan keputusan, human relations dan organisasi seluruh bidang kehidupan baik bisnis maupun publik Bidang publik mencakup administrasi negara(termasuk instansi pemerintah, lembaga legislatif, badan peradilan, BUMN/D), dan administrasi lembaga non-pemerintah seperti yayasan, koperasi, rumah sakit, dsb. Bidang publik mencakup administrasi negara(termasuk instansi pemerintah, lembaga legislatif, badan peradilan, BUMN/D), dan administrasi lembaga non-pemerintah seperti yayasan, koperasi, rumah sakit, dsb. Bidang bisnis mencakup administrasi niaga termasuk lembaga- lembaga perekonomian, organisasi dunia usaha, budaya perusahaan, Bidang bisnis mencakup administrasi niaga termasuk lembaga- lembaga perekonomian, organisasi dunia usaha, budaya perusahaan,

25 ADMINISTRASI ORGANISASI MANAJEMEN KEPEMIMPINAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA HUBUNGAN ADMINISTRASI, ORGANISASI, MANAJEMEN, KEPEMIMPINAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA M

26 PERBEDAAN ADMINISTRASI DG MANAJEMEN ADMINISTRASI “DITUJUKAN PADA PENENTUAN TUJUAN POKOK DAN KEBIJAKANNYA” “SUATU PROSES DAN LEMBAGA YG BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP PENENTUAN TUJUAN, DIMANA ORGANISASI & MANAJEMEN DIGARISKAN SERTA PEMBERIAN PENGARAHAN KEBIJAKAN UMUM (GENERAL POLICIES)” MANAJEMEN “DITUJUKAN PADA PELAKSANAAN KEGIATAN DG MAKSUD MENYELESAIKAN/MENCAPAI TUJUAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN YG TELAH DITENTUKAN” PROSES DARI PARA MANAJER AGAR KEGIATAN-KEGIATAN SERTA MENGATUR TINDAKAN- TINDAKAN DALAM MEREALISASIKAN TUJUAN UNTUK TERCAPAINYA TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN

27 SUB-SUB DISIPLIN ILMU ADMINISTRASI MANAJEMEN (KEPEMIMPINAN, PENGAMBILAN KEPUTUSAN) TEORI ORGANISASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MANAJEMEN KEUANGAN MANAJEMEN MATERIIL/LOGISTIK MANAJEMEN PERKANTORAN KOMUNIKASI ORGANISASI KEBIJAKAN PUBLIK HUKUM ADMINISTRASI TEKNOLOGI ADMINISTRASI MANAJEMEN EKONOMI PUBLIK MANAJEMEN PEMBANGUNAN DAERAH

28 HUBUNGAN ILMU ADMINISTRASI DG ILMU2 LAIN

29 HUBUNGAN PROSES POLITIK & ADMINISTRASI B MASY. SIDANG UMUM ARTIKU- LASI KPT. BIROKRASI AGREGASI KPT. PRODUK POLITIK PELABKS. JAKPOL EVALUASI KEBIJAKAN BUDAYA POLITIK SOSIALISASI POLITIK REKRUITMEN POLITIK KOMUNIKASI POLITIK PEMBUATAN, PENERAPAN, DAN PENGHAKIMAN PROSES ADMINISTRASI PUBLIK PROSES POLITIK

30 MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT SCHOOL OF THOUGHT CENTRAL FOCUS HISTORICAL ERA REPRESENTATIVE THEORISTS The theory of bureaucracy Identifying the structural characteristics that facilitate administrative efficiency sMax Weber Scientific Management Theory Using scientific study and rational planning to enable fast and efficient task performance s Frederick W.Taylor Frank Gilbert Henry Gantt Administrative management theory (Modern Administration Theory) Identifying the administrative principles that allow organizations to accomplish complex tasks S Henri Fayol James Mooney Luther Gullick MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT

31 SCHOOL OF THOUGHT CENTRAL FOCUS HISTORICAL ERA REPRESENTATIVE THEORISTS Pre-Human Relations theory Enhancing morale and securing cooperation by depersonalizing the authority relationship 1920 Mary Parker Follett Human Ralations Theory Adjusting workers to the workplace and securing their cooperation using various behavior methodes s Elton Mayo Fritz-Roethlisberger

32 MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT SCHOOL OF THOUGHT CENTRAL FOCUS HISTORICAL ERA REPRESENTATIVE THEORISTS Natural System Theory Maintaining cooperative systems by offering inducements and exercising moral leadershsip s Chester Barnard Structural- Functional Theory Identiying the functional and dysfunctional consequences of bureaucracy s Robert Merton Philip Selznick Alvin Gouldner Peter Blau Open System Theory Keeping The organizational system viable through internal maintainance and external adjustment s Katz and kahn James -D.Thompson Joan Woodward Burn & Stalker Lawrence & Lorsch

33 MAJOR SCHOOLS OF THOUGHT SCHOOL OF THOUGHT CENTRAL FOCUS HISTORICAL ERA REPRESENTATIVE THEORISTS Human Resources theory Enhancing motivation and productivity by satisfying the full range of human needs s Kurt lewin Rensis Likert Abraham Maslow Chris Argyris Douglas McGregor Frederick Herzberg Quality Management Theory Institutionalysing a cultural commitment to continuous improvement and customer satisfaction sArmand-Feigenbaum W.Edwards- Deming Joseph Juran Organizational Culture and leadership theory Creating a culture committed to high performance through visionary leadership and symbolic management s Edgar Schein William Ouichi Pascale and Athos Tom Peters

34 KARAKTERISTIK BIROKRASI (MAX Weber) Organisasi berdasarkan hierarkhi (tingkatan-tingkatan) Birokrasi dapat diterapkan dlm organisasi pemerintah/swasta Struktur tugas dibuat rasional (antara wewenang & t.jawab) Formalisasi, tindakan2 berdasarkan pada peraturan/ketentuan Manajemen terpisah dari pemilikan Tidak ada hak milik terdapap jabatan Tuntutan kemampuan dan pelatihan khusus bagi setiap jabatan Pejabat (birokrat) dipilih berdasar kompetisi kemampuan Unsur legalitas, bhw setiap jabatan memiliki batas wewenang yg jelas dan tegas.

35 FAYOL’S FOURTEEN ADMINISTRATIVE PRINCIPLES 1.DIVISION OF WORK 2.AUTHORITY AND RESPONSIBILITY 3.DISCIPLINE 4.UNITY OF COMMAND 5.UNITY OF DIRECTION 6.SUBORDINATION OF INDIVIDUAL INTEREST TO GENERAL INTEREST 7.REMUNERATION OF PERSONNEL 8. CENTRALIZATION 9. SCALAR CHAIN 10. ORDER 11. EQUITY 12. STABILITY OF TENURE OF PERSONNEL 13. INITIATIVE 14. ESPRIT DE CORPS

36 KONSEP F.W. TAYLOR BAHWA SUATU AKTIVITAS ADMINISTRASI (MANAJEMEN) DINILAI EFISIEN APABILA DILAKUKAN OLEH PARA PEGAWAI YANG MEMILIKI KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN YANG MEMADAI (SESUAI TUGASNYA)BAHWA SUATU AKTIVITAS ADMINISTRASI (MANAJEMEN) DINILAI EFISIEN APABILA DILAKUKAN OLEH PARA PEGAWAI YANG MEMILIKI KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN YANG MEMADAI (SESUAI TUGASNYA)

37 Konsepsi Fungsi Organisasi (Henry Fayol) Fungsi teknis, produksi, adaptasi Fungsi teknis, produksi, adaptasi Komersial, membeli, menjual, barter Komersial, membeli, menjual, barter Fungsi keuangan, mencari dana dan menggunakan secara optimal Fungsi keuangan, mencari dana dan menggunakan secara optimal Fungsi keamanan, perlindungan aset dan pegawai Fungsi keamanan, perlindungan aset dan pegawai Fungsi akunting, pembiayaa, statistik Fungsi akunting, pembiayaa, statistik Fungsi administrasi, unsur2nya; perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, kordinasi, pengendalian Fungsi administrasi, unsur2nya; perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, kordinasi, pengendalian

38 Prinsip Umum Penyusunan Organisasi (L. Gulick dan Urwick) Mencocokan orang dengan struktur Adanya satu pimpinan puncak Adanya satu pimpinan puncak Adanya kesatuan komando Adanya kesatuan komando Adanya staf umum dan khusus Adanya staf umum dan khusus Dasar pembagian sub divisi Dasar pembagian sub divisi Adanya pendelegasian Adanya pendelegasian Keseimbangan tanggungjawab dan wewenang Keseimbangan tanggungjawab dan wewenang Rentang kendali yang tepat Rentang kendali yang tepat

39 KONSEP HERBERT SIMON “MANUSIA ADMINISTRASI LEBIH REALISTIS DARIPADA MANUSIA EKONOMI. MANUSIA ADM. PENUH KESADARAN AKAN KETERBATASAN2, ILMUNYA TDK SEMPURNA, SUMBER-SUMBER TERBATAS, DAN MASA DEPAN PENUH KETIDAKPASTIAN, MANUSIA ADMINSTRASI ADALAH MANUSIA YANG EFISIEN” “MANUSIA ADMINISTRASI LEBIH REALISTIS DARIPADA MANUSIA EKONOMI. MANUSIA ADM. PENUH KESADARAN AKAN KETERBATASAN2, ILMUNYA TDK SEMPURNA, SUMBER-SUMBER TERBATAS, DAN MASA DEPAN PENUH KETIDAKPASTIAN, MANUSIA ADMINSTRASI ADALAH MANUSIA YANG EFISIEN”

40 KONSEP-DASAR PERILAKU 1. SELF CONCEPT  Kesadaran eksistensi dirinya sebagai manusia baik phisik, mental, spiritual dan moral; 1. SELF-ESTEEM  Keyakinan seseorang bhw dirinya berharga; 1. SELF-EFFICACY  KeyakinaN ttg kemampuan dirinya untuk menjalankan tugas; 1. SELF-FULFILLING PROPHESY  Harapan seseorang hendaknya menjadi penentu perilakunya, supaya yg diharapkan (diramalkan menjadi kenyataan). 1. PERCEPTIOAN  Proses kognitif seseorang untuk memberi arti terhadap stimuli dari lingkungan yg dpt ditangkap melalui inderanya 1. ABILITIES  Bakat yang melekat seseorang untuk melakukan kegiatan secara phisik dan mental yg diperoleh sejak lahir, belajar dan pengalaman. 1. PERSONALITY  Sesuatu yg unik dr seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain/lingkungannya 1. INTROVERT VS EXTROVERT  Cinta pd dirinya sendiri vs lebih suka bergaul dg orang lain 1. LOCUS OF CONTROL  perasaan seseorang mengenai lokasi yg membuat dirinya sukses atau gagal  internalizer dan externalizer; 1. MACHIAVELISME  aliran menghalalkan semua cara, menguasai dan memanipulasi kekuasaan, cenderung pragmatis dan tergantung pada “etika, legalitas, dan kemanusiaan” 1. PAROKIALISME  Suatu paham bahwa pandangannya yang paling benar dan tidak melihat kenyataan; 1. ANDROGINI  watak seseorang yang suatu menampakkan sifat-sifat maskulin dan suatu saat feminin

41 PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI  (MENURUT RALPH C. DAVIS & ALAN C. FILLEY, 1990, PP 13-16); 1. PHASE SCIENTIFIC MANAGEMENT KONSEP YG DIKEMBANGKAN; STUDI GERAK & WAKTU, INSENTIF, KARTU INSTRUKSI, STANDAR SYARAT KERJA; 1. PHASE ADMINISTRATIVE ( ) KONSEP YG DIKEMBANGKAN  FUNGSI2 MGT. POCCC, DG PENEKANAN PD PRINSIP PEMBAG. PEK, WEWENANG & TANGGUNGJAWAB, KESATUAN PERINTAH, RENTANG KENDALI; 1. PHASE INDUSTRIAL RELATIONS DG KONSEP YG DIKEMBANGKAN ; PERSONNEL MANAGEMENT, HUMAN RELATIONS, LABOR RELATIONS; 1. PHASE BEHAVIORAL DECISION THEORY DG KONSEP YANG DIKEMBANGKAN DARI PSIKOLOGI, SOSIOLOGI DAN ANTHROPOLGY

42 PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI (MENURUT SCHEVERMONT Jr, 1997)  PHASE KLASIK  TEORI BIROKRASI, TEORI ADMINISTRASI MODERN DAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH;  PHASE NEO KLASIK  BEHAVIORALISME  PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI;  PHASE KUANTITATIF  PENGGUNAAN TEKNIK- TEKNK KUANTITATIF DALAM ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN;

43 PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRSI (MENURUT ROBBINS & COULTER, 1999) 1. TEORI KLASIK (TEORI ADMINISTRASI UMUM DAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH) 2. PENDEKATAN KUANTITATIF 3. PENDEKATAN PERILAKU

44 PERGESERAN PARADIGMA MANAJEMEN  MANAGEMENT BY DOING: ORIENTASI PADA PELAKSANAAN, DAN PIMPINAN MASIH SANGAT DOMINAN DALAM SETIAP AKTIVITAS ORGANISASI;  MANAGEMENT BY DIRECTING: PADA TAHAPAN INI, YANG MENJADI ISU UTAMANYA ADALAH PENGARAHAN, DAN KOMANDO;  MANAGEMENT BY RESULT/MBO: PADA TAHAPAN INI TELAH TERJADI PERGESERAN DARI PENGENDALIAN (COMMAND AND CONTROL) MENJADI PENENTUAN TUJUAN, PENETAPAN SASARAN, DAN TARGET, SERTA MULAI DIKEMBANGKAN MOTIVASI PEGAWAI;  MANAGEMENT BY PROCESS: ORIENTASI PADA TAHAPAN INI PADA NILAI- NILAI, DAN YANG PENTING UNSUR SDM TELAH DI DUDUKKAN SEBAGAI SUMBER DAYA POTENSI YG. NILAINYA TERUS DAPAT DIKEMBANGKAN;  MANAGEMENT BY KNOWLEDGE : PADA TAHAPAN INI, MANAJEMEN TIDAK HANYA BERKAITAN DENGAN MODAL MATERIAL, TETAPI PADA HUMAN CAPITAL, BRAIN CAPITAL, INTELECTUAl, EMOTIONAL CAPITAL, BAHKAN PADA SPIRITUAL CAPITAL, SERTA LEBIH DIKEMBANGKANNYA NETWORKING, TEKNOLOGI INFORMASI, DAN PENGEMBANGAN TIM YANG DINAMIS.

45 PENGGOLONGAN ILMU ADMINSITRASI  ADMINISTRASI NEGARA  ADMINISTRASI BISNIS/SWASTA  ADMINISTRASI INTERNASIONAL  ADMINISTRASI SOSIAL

46 Ilmu Administrasi Negara (Publik)  Adalah ilmu yang mempelajari semua proses, manajemen, organisasi dan individual (sebagai official) sehubungan dengan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh badan legislatif, eksekutif dan peradilan. Definisi ini mencakup kegiatan formulasi, penetapan kebijakan, implementasi kebijakan dan evaluasi kebijakan.

47  Robert Presthus (1975): “Public Administration is concerned with the institutional framework of government, its socio-economic and political milieu, and the behavior of individuals who man the bureaucratic machine”.  Levine et al. (1990): “Issues of public administration can be arrayed on a continuum that runs from macro to micro”.

48 George J. Gordon, 1982 )  Public administration may be defined as all processes, organizations, and individuals (the later acting in official positions and roles) associated with carrying out laws and other rules adopted or issued by legislatures, executives, and courts. (

49 Administrasi Negara yang Tradisional berdasarkan Asumsi:  Bersikap netral, profesional, ditangani oleh pegawai negeri sipil yang kompeten dan spesialis  Dibawah kendali chief executive  Mematuhi keinginan badan legislatif  Dibawah pengawasan badan legislatif

50 Pengaruh Sistem Politik terhadap Administrasi Negara  Adm. Negara Amerika Serikat dipengaruhi oleh kekuasaan pemerintahan yang tidak terpusat tetapi terpecah dan tersebar.  Dinamika administrasi negara ditandai oleh ke-vacuum-an dan konflik kekuasaan.  Administrator mempunyai diskresi yang cukup luas sehingga memungkinkan mengambil inisiatif kebijakan.

51 Public Adm. Vs Business Adm  Adm. Publik pendekatannya lebih makro tidak hanya tentang organization entity (wujud/keberadaan org) tetapi juga mencakup eksternalities yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan kepentingan masyarakat  Adm. Privat (swasta) pendekatannya lebih mikro yaitu menurut kepentingan perusahaan sebagai suatu organisasi dan bermotif mencari keuntungan

52 PERBEDAAN ADMINISTRASI NEGARA DG ADMINISTRASI NIAGA  ADMINISTRASI NEGARA  PUBLIC SERVICE  LEGALISTIC APPROACH  BUREAUCRACY  NO COMPETITION  SOCIAL WELFARE  ADMINISTRASI NIAGA  PROFIT MOTIVE  TIDAK TERLALU TERIKAT DG. KETENTUAN YG BERLAKU  MENGUTAMAKAN HASIL  BEKERJA DG SANGAT EFFIENCT  FREE COMPETITION  KESEJAHTERAAN INDIVIDU/KELOMPOKNYA

53 Perbedaan Public Administration dengan Public Management? Public administration  proses manajemen, organisasi dan individual yang terlibat dalam tugas pemerintahan dan pelayanan masyarakat Public management  manajemen anggaran, kontrak pelayanan dan pegawai, kewirausahawan, serta pertanggung- jawaban kinerja pada masyarakat

54 Siapa yang Terlibat dalam Proses Administrasi Publik Dalam administrasi publik (di negara yang demokratis) yang terlibat tidak hanya administrator tetapi juga banyak pihak lain yang berkepentingan (stakesholders) baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

55 Perbedaan antara Demokrasi & Organisasi Publik DEMOKRASIORGANISASI PUBLIK Equality Rotation in Office Freedom Pluralism Citizen Participation Openness Community Legitimacy Based on Election Hierarchy Seniority Command Unity Participation Based on Expertise Secrecy Impersonality Legitimacy Based on Expertise

56 Perbedaan Organisasi Publik dengan Organisasi Bisnis PERBEDAANPUBLIKBISNIS Kepemilikan Eksternal Internal dan/ Eksternal Sudut Pandang Dari Kepentingan Masyarakat Dari kepentingan Privat Sumber Legitimasi Warga Negara/ Masyarakat pada Umumnya Pemilik Modal/ Pemegang Saham Orientasi Pelayanan Masyarakat Keuntungan Pengaruh Lingkungan Nilai-nilai dan Sistem Politik Terutama dari Konsumen Teori-teori Bersifat Lokal Bersifat Universal Pelayanan yang Diberikan Diatur Oleh Pemerintah Diatur oleh Mekanisme Pasar

57 Peter F.Drucker’s, The Deadly Sins in Public Administration (Kesalahan Fatal dalam Administrasi Negara) 1. Tujuan yang Terlalu Muluk (Have a Lofty Objectives) 1. Tanpa Adanya Prioritas (Try To Do Several Things At Once) 1. Terlalu Yakin Bahwa Organisasi yang Besar Baik (Believe That “Fat” is Beautiful) 1. Jangan Berkesperimen Harus Dogmatis (Don’t Experiment Be Dogmatic) 1. Memastikan Bahwa Anda Tidak Dapat Belajar Dari Pengalaman (Make Sure That You Cannot Learn From Experience) 1. Ketidakmampuan Menghentikan Program/ Kegiatan yang Salah (The Inability to Abandon)

58 Lima Mitos dalam Reformasi Sektor Publik  Pemerintah dapat diperbaiki dengan anggaran dan kegiatan yang lebih banyak (Mitos Liberal)  Pemerintah dapat diperbaiki dengan anggaran dan kegiatan yang lebih sedikit (Mitos Konservatif)  Pemerintah dapat diperbaiki dengan mengelolahnya seperti cara bisnis (Mitos Swasta)  Pegawai negeri dapat mempunyai kinerja tinggi dengan memberi gaji yang cukup (Mitos Pegawai)  Pemerintah dapat diperbaiki dengan memperkerjakan SDM yang lebih baik (Mitos Orang)

59

60

61 PENUTUP THE UNIVERSAL IMPORTANCE OF ADMINISTRATION--> melalui ilmu pengetahuan administrasi kita mengerti perencanaan, organisasi, komando, koordinasi dan pengawasan (Henry Fayol); THE STABILIZING ROLE OF ADMINISTRATION IN SOCIETY, peran administrasi secara primer adalah stabilisasi institusi-institusi sosial (Paul Pigors) THE ROLE ADMINISTRATION IN SOCIAL CHANGE, fungsi pokok administrasi adalah menjamin stabilitas sosial dengan menyediakan fasilitas bagi perubahan sosial (Brook Adam); THE THREAT OF A MANAGERIAL REVOLUTION, bahwa kualitas esential dari emerging society adalah dalam hal karakter manajemennya, dan para manajer mempunyai taken over masyarakat modern (James Burnham); THE PROSPECT OF MANAGERIAL EVOLUTION, bahwa posisi manajerial sangat penting dalam setiap organisasi, bahwa organ pemerintah tidak lain adalah organ manajerial (Charles Merriem); ADMINISTRATION AS THE KEY TO MODERN SOCIETY, masyarakat modern adalah masyarakat besar, dan administrasi merupakan kunci untuk pengabdian kekuasaan dalam masyarakat besar (Charles A. Beard) Sumber: A. Lepawsky, dan Prof. Prajudi, dan dari berbagai sumber.

62 SEKIAN DAN TERIMAKASIH


Download ppt "TEORI DAN KONSEP ADMINISTRASI OLEH; PROF. DR. J. BASUKI, M.Psi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google