Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri Benefit Cost Ratio BCR Lecture Note CHP 7.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri Benefit Cost Ratio BCR Lecture Note CHP 7."— Transcript presentasi:

1 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri Benefit Cost Ratio BCR Lecture Note CHP 7

2 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 2 Kriteria kelayakan alternatif proyek “public service” (biasanya milik pemerintah) tidak memungkinkan untuk diukur berdasarkan nilai keuntungannya tetapi dinyatakan dalam ukuran manfaat umum yang bisa ditimbulkannya Proyek “public service” tidak bisa dianalisis dengan PW/AE/FW maupun ROR Proyek pemerintah diklasifikasikan: (1) pengembangan kebudayaan, (2) proyek untuk proteksi, (3) proyek pelayanan ekonomi, dan (4) proyek untuk sumber daya alamiah Pengantar

3 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 3 Proyek pemerintah seringkali bertujuan ganda Proyek pemerintah biasanya membutuhkan investasi yang sangat besar dan memiliki umur yang panjang (sampai di atas 50 tahun) Pembiayaan proyek berasal: (1) pajak, (2) dana internal dari hasil proyek-proyek pemerintah yang dimanfaatkan masyarakat dengan cara membayar, dan (3) pinjaman (obligasi) Penentuan tingkat suku bunganya seringkali diputuskan tanpa analisa yang rasional Pengantar

4 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 4 Dasar penentuan tingkat suku bunga proyek “public service” adalah: (a) lebih besar dari bunga pinjamannya, (b) berdasarkan ongkos kesempatan dari dana yang dipakai dari sudut pandang pemerintah, atau (c) berdasarkan ongkos kesempatan dana tersebut bila dilihat dari sudut pandang pembayar pajak Tingkat bunga semakin besar dengan semakin meningkatnya ketidakpastian dan resiko yang dihadapi Pengantar

5 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 5 BCR adalah analisis yang digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek pemerintah sebagai cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek Evaluasi dilakukan dengan menggunakan horizon perencanaan yang panjang dan melihat dan menganalisis semua efek manfaat dan ongkos Dasar kelayakan: rasio antara manfaat terhadap biaya yang dibutuhkannya lebih besar dari satu Analisis Benefit – Cost

6 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 6 BCR dilakukan dengan mengkuantifikasi manfaat dari suatu usulan proyek, bila perlu dalam bentuk satuan mata uang Analisis BCR digunakan dengan menentukan terlebih dahulu dari sudut mana proyek tersebut akan ditinjau (identifikasi siapa yang menerima benefit dan siapa yang membayar cost) Analisis Benefit – Cost

7 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 7 Konvensi tanda yang digunakan dalam BCR  Benefit = (+) advantages, receipts, savings (–) disadvantages, disbursements, losses  Costs = (+) disbursements, losses (–) savings, receipts BCR dapat dituliskan dengan persamaan atau Analisis Benefit – Cost

8 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 8 Persamaan di atas dapat dibuktikan sama Analisis Benefit – Cost

9 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 9 Contoh Departemen PU mempertimbangkan untuk membuat jalur baru karena banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Diestimasikan ongkos pembangunan jalur baru per km adalah $1,500,000 dengan perkiraan umur 30 tahun dengan ongkos perawatan diperkirakan 3% dari ongkos awal. Kepadatan lalu lintas pada jalan ini adalah kendaraan per hari dan analisis dilakukan pada tingkat bunga 7%. Estimasi angka kecelakaan turun dari 8 menjadi 4 per 100 juta km kendaraan kalau jalan baru dibuka. Ongkos yang ditimbulkan dari adanya kecelakaan meliputi: ongkos kerugian properti, pengeluaran untuk keperluan medis, dan hilangnya upah bagi orang yang mengalami kecelakaan. Dari data yang ada diperoleh informasi bahwa rata-rata ada 35 kecelakaan ringan dan 240 kerusakan properti untuk setiap satu kecelakaan fatal Analisis Benefit – Cost

10 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 10 Ongkos ekuivalen saat ini dari setiap klasifikasi kecelakaan tersebut adalah sebagai berikut: kecelakaan fatal per orang$ 900,000 kecelakaan ringan 10,000 kerusakan properti 1,800 Dengan data-data di atas maka ongkos agregat dari kecelakaan per satu kecelakaan fatal bisa dihitung sebagai berikut: kecelakaan fatal per orang$ 900,000 kecelakaan ringan ($10,000 x 35) 350,000 kerusakan properti ($ 1,800 x 240) 432,000 Total$1,682,000 Dengan metode BCR tentukan apakah usulan pembukaan jalur baru tersebut bisa diterima atau tidak Analisis Benefit – Cost

11 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 11 Manfaat ekuivalen tahunan AE(i) yang diharapkan per km dan ongkos-ongkos ekuivalen tahunan AE(i) yang diharapkan per km adalah sehingga BCR adalah Analisis Benefit – Cost = $ 245,572 $120,900 $45,000

12 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 12 Gambar BCR dan IRR dari persoalan di atas Analisis Benefit – Cost

13 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 13 Semua alternatif yang bersifat independent dapat dilaksakanan apabila nilai BC(i) >1 Untuk alternatif mutually exclusive, maka gunakan analisis pada incremental investment- nya dengan ketentuan BC(i) A2–A1 > 1 : terima A2 BC(i) A2–A1  1 : tolak A2 dan terima A1 BCR dengan Multiple Alternatif

14 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 14 Contoh BCR dengan Multiple Alternatif

15 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 15

16 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 16

17 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 17 Replacement Analysis Lecture Note CHP 8

18 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 18 Pengantar Penggantian suatu peralatan dilakukan dengan alasan :  Kerusakan fisik  Keusangan  Faktor-faktor ekonomis (peningkatan kapasitas produksi, biaya perawatan yang semakin meningkat, dll)  Alternatif lain : sewa

19 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 19 Dasar-Dasar Replacement Analysis 1. Defender  suatu asset (mesin) yang dipertimbangkan untuk diganti 2. Challenger  suatu asset (mesin) yang diusulkan menjadi pengganti 3. Sunk cost diabaikan  sunk cost defender tidak relevan untuk membuat keputusan di masa yang akan datang (nilai defender adalah nilai pada saat sekarang)

20 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 20 Dasar-Dasar Replacement Analysis 4. Komparasi didasarkan menurut sudut pandang orang ketiga (outsider)  outsider akan memberikan penilaian yang lebih fair terhadap defender dan challanger 5. Umur ekonomis suatu asset  interval waktu yang meminimumkan biaya total annual ekuivalen asset atau memaksimumkan pendapatan bersih annual ekuivalen asset

21 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 21 Contoh (1) Misalkan sebuah Mesin A dibeli 4 tahun yang lalu dengan harga $2,200 dengan estimasi umur pemakaian 10 tahun dan nilai sisanya $200. Ongkos operasi dan maintenance sebesar $700 per tahun dan diasumsikan mesin memiliki performance yang tetap selama estimasi umurnya. Pada saat ini seorang salesman menawarkan Mesin B dengan harga $2,400 dengan estimasi umur selama 10 tahun dengan nilai sisa $300 serta untuk biaya operasi dan maintenance $400 per tahun. Jika investasi equipment menggunakan MARR 15% dan salesman mau membeli Mesin A seharga $400, maka gambarkan nilai pasarnya!

22 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 22 Contoh (1) Cash flow Sunk cost Present time The Outsider Mesin B $2,400 -$700 … -$300 Mesin A $600 -$700 … -$ $2,200 -$700 …

23 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 23 $836 Contoh (1) Karena umurnya tidak sama, maka perhitungannya menggunakan nilai anual ekuivalen Biaya tahunan untuk mempertahankan mesin A dan B selama 6 tahun dari sudut pandang outsider: Rekomendasi keputusan: pertahankan mesin A CR(15) A = ($600 – $200)(0.2642) + $200(0.15) $136 Biaya tahunan operasional dan maintenance 700 CR(15) B = ($2,400 – $300)(0.1993) + $300(0.15) $464 Biaya tahunan operasional dan maintenance 400 $864

24 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 24 Contoh (2) Sebuah perusahaan manufakturing kecil mempertimbangkan untuk mengganti unit pemanas gas alamnya. Kebutuhan panas selama 1 tahun adalah sebesar x 10 9 Btu untuk mengisolasi fasilitas pada temperatur tertentu. Alternatif-alternatif yang sekarang dipertimbangkan adalah: - Alternatif A1: unit pemanas dibongkar dan membeli steam - Alternatif A2: tetap menggunakan unit pemanas yang ada - Alternatif A3: unit pemanas dibongkar dan membeli sistem pemanas baru Data yang diperlukan untuk melakukan analisis pada MARR 20% adalah seperti berikut:

25 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 25 Contoh (2)

26 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 26 Contoh (2) Estimasi harga gas alam akan meningkat 10% per tahun. Biaya pembongkaran yang akan datang dari sistem pemanas yang ada dan biaya maintenance untuk ketiga alternatif diestimasi meningkat 10% per tahun. Kontrak harga pembelian steam juga meningkat 10% per tahun. Kontrak menjamin bahwa steam akan dipasok sedikitnya selama 10 tahun tetapi jika diinginkan pembeli dapat memutus kontrak tanpa penalty setelah 4 tahun

27 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 27 Menentukan Umur Ekonomis Misalkan perhitungan ekonomis dari suatu asset dengan biaya awal $3,000 dapat dilihat pada tabel di bawah ini: AE(12) = ($3,000 – $1,500)(1.1200) + $1,500(0.12) + $1,000 + $700(0,0000) A/P,12,1A/G,12,1 AE(12) = ($3,000 – $500)(1.1200) + $500(0.12) + $1,000 + $700(0,9246) A/P,12,3A/G,12,3

28 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 28 Menentukan Umur Ekonomis Kesimpulan :  umur ekonomis untuk asset ini adalah 2 tahun dengan AE(i) cost yang minimum yaitu $2,633 per tahun

29 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 29 Asumsi dan Keputusan dalam Replacement 1.Assume replecement of each alternative by identical alternatives 2.Assume no replacement of current alternatives 3.Assume replecement of each alternative by the best challenger 4.Assume replecement of each alternative by the dissimilar challenger

30 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 30 Alternatif-alternatif D1D2D3 End of Year n Salvage Value When Asset Retired at Year n Operating Costs During Year n Total Annual Equivalent Cost When Asset Retired at Year n Salvage Value When Asset Retired at Year n Operating Costs During Year n Total Annual Equivalent Cost When Asset Retired at Year n Salvage Value When Asset Retired at Year n Operating Costs During Year n Total Annual Equivalent Cost When Asset Retired at Year n 0$1,200--$1,800--$2, $300$ 7800$ 107$2,1770$150$3, , , , , , , , , ,1421, Asumsi dan Keputusan dalam Replacement

31 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 31 Asumsi ini menganggap replacements dilakukan dengan mengganti setiap current alternative dengan serangkaian asset yang identik dengan alternatif tersebut Alternatif : = 18 (mutually exclusive alternative) Karena cash flow diasumsikan berulang, maka AE(i) hanya dihitung selama umur service dari 18 alternatif  AE(i) D1 1 = $ 780 per tahun  AE(i) C1 5 = $1,000 per tahun  AE(i) C2 7 = $ 751 per tahun Asumsi 1

32 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 32 Asumsi 1 D1 1 D1 2 D1 1 D1 2 … … … D1 5 … Alternatif-alternatif, D1 C1 1 … C1 2 … … C1 6 … Alternatif-alternatif, C1 C2 1 C2 2 C2 1 C2 2 … … … C2 7 … Alternatif-alternatif, C2 Xn t = Defender/Challenger n dengan umur t tahun

33 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 33 Asumsi 2 Situasi ini biasanya terjadi ketika sebuah defender dan challenger sedang dibandingkan dan di sini tidak ada “knowledge” dari replacements yang mungkin. Umur dari asset dengan umur terpendek menjadi periode studi  gunakan Metode 2 Nilai AE(i) yang didasarkan pada umur ekonomis dari masing-masing alternatif dapat dibandingkan secara langsung AE(i) D1 1 = $ 780 per tahun AE(i) C1 5 = $1,000 per tahun AE(i) C2 7 = $ 751 per tahun

34 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 34 Asumsi 2 D1 1 D1 2 … D1 5 Alternatif-alternatif, D1 C1 1 C1 2 … C1 6 Alternatif-alternatif, C1 C2 1 C2 2 … C2 7 Alternatif-alternatif, C2 Xn t = Defender/Challenger n dengan umur t tahun

35 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 35 Asumsi 3 Semua future challenger yang dipertimbangkan adalah the best current challanger yaitu current challanger diantara semua available current challanger yang meminimumkan nilai AE(i) Best challenger : C 2 7 Terdapat 2 kondisi yaitu:  Kondisi 1 : jika semua AE(i) costs dari defender lebih besar dari AE(i) costs dari best challenger  Kondisi 2 : jika terdapat lebih dari satu AE(i) costs dari defender yang kurang dari AE(i) costs dari best challenger

36 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 36 Asumsi 3 (Kondisi 1) D1 1 D1 2 C2 7 D1 5 C2 7 Alternatif-alternatif, D1 D1 3 C2 7 D1 4 C2 7 Alternatif, C2 C2 7 AE(i) D1 1 = $780 per tahun (umur ekonomis dari defender) AE(i) C2 7 = $751 per tahun (best current challenger)

37 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 37 Asumsi 3 (Kondisi 1) Keputusan : pilih C2 7 dengan biaya $751 per tahun

38 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 38 Asumsi 3 (Kondisi 2) Misalkan hanya ada challenger C1 yang dibandingkan dengan defender D1, dimana alternatif C1 terbaik dengan minimum AE(i) diperoleh pada periode waktu 5 tahun dengan AE(i)=$1,000 per tahun. Dengan menggunakan nilai AE(i) maka keputusannya adalah alternatif D1 dipertahankan selama 1 tahun dan kemudian diganti dengan alternatif C15 AE(15) D1 1 = $780 per tahun (umur ekonomis dari defender) AE(15) C1 5 = $1000 per tahun (best current challenger)  SALAH!!!!

39 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 39 Asumsi 3 (Kondisi 2) Dari tabel di atas dapat dilihat keputusan atas dasar nilai AE(i) tidak tepat, dimana D1 menunjukkan bahwa pada periode tahun 3, 4, dan 5 defender merupakan pilihan paling ekonomis  Gunakan nilai PW(i)

40 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 40 PW(15) D1 = – $875 (2.8550) + $1,000 (0,4972) = $2,996 P/A,15,4 P/F,15,5 4 PW(15) C1 = [– $1,083 (2.2832) + $1,000 (1,6257)(0,6575)] = $3,542 P/A,15,3 P/A,15,2 3 P/F,15,3 Alternative End of YearD1C $3,161$4, ,414 3, ,013 3, ,996 3, ,033 3,352 * * Best challenger Asumsi 3 (Kondisi 2)

41 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 41 Asumsi 3 (Kondisi 2) Keputusan : pertahankan alternatif D1 selama 4 tahun kemudian di-replace oleh C1 5 (best challenger) Kesimpulan tersebut didasarkan pada periode studi 5 tahun dan nilai PW(15). Hasil yang sama dapat terjadi apabila periode studi lebih panjang dari 5 tahun. Jika umur maksimum dari defender melebihi umur dari best current challenger, maka dipilih umur yang terpanjang sebagai dasar periode studi

42 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 42 Asumsi 4 Asumsi ini tidak terlalu membatasi seperti asumsi-asumsi sebelumnya. Dengan inovasi teknologi, tersedianya jenis-jenis equipment yang baru, dan equipment di masa yang akan datang mungkin berbeda dengan equipment yang sekarang ada. Inflasi dan pengaruh finansial lainnya juga akan mengubah cash flow dari rencana akuisisi. Tidak mengekspektasi bahwa semua future challenger adalah sama (similar)

43 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 43 Asumsi 4 Misalkan defender D1 saat ini berumur 2 tahun dan masih dapat digunakan 5 tahun lagi. Defender tersebut dapat diganti pada akhir tahun-tahun tertentu. Pada tiap-tiap tahun tersedia challenger C1 yang mempunyai umur service 6 tahun. Semua pilihan replace (R) and keep (K) yang mungkin untuk defender dan challenger selama periode 10 tahun dapat dilihat pada network D1 2 C2 7 C7 3 D2 t : challenger tersedia pada tahun ke-2 dan dipertahankan selama t tahun C7 t : challenger tersedia pada tahun ke-7 dan dipertahankan selama t tahun

44 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 44 Asumsi 4

45 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 45 Asumsi 4

46 RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri 46 Keputusan : Tergantung periode studi yang ditetapkan dalam analisis Tergantung pada asumsi mana yang digunakan Memilih alternatif yang meminimumkan total biaya Asumsi dan Keputusan dalam Replacement


Download ppt "RI-1504/EKONOMI TEKNIK//2004/SEW/#7 Jurusan Teknik Industri Benefit Cost Ratio BCR Lecture Note CHP 7."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google