Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ALGORITMA Matakuliah: T0974 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming I Tahun: 2008 Versi: 1/0.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ALGORITMA Matakuliah: T0974 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming I Tahun: 2008 Versi: 1/0."— Transcript presentasi:

1 ALGORITMA Matakuliah: T0974 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming I Tahun: 2008 Versi: 1/0

2 Bina Nusantara Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu: –Menjelaskan definisi algoritma –Menerapkan algoritma

3 Bina Nusantara Outline Materi Definisi Algoritma Kriteria Algoritma Program dan Bahasa Pemrograman Pengekspresian Algoritma Pseudocode Diagram Alur (Flowchart) NS Diagram

4 Bina Nusantara Algoritma Prosedur (langkah-langkah logis) komputasi yang terdefinisi dengan baik (dari initial state ke terminal state) yang menerima (himpunan) input untuk menyelesaikan suatu tugas/masalah dan menghasilkan (himpunan) output Dikatakan benar jika dari (himpunan) input menghasilkan (himpunan) output yang benar Langkah logis berarti algoritma tidak harus mengikuti urutan tertentu, dan tidak melompati langkah yang lain

5 Bina Nusantara Algoritma Contoh: algoritma pengurutan angka (sorting) memiliki: –Input: Himpunan n bilangan (a 1, a 2, a 3, …, a n ) seperti: 5, 3, 4, 2, 1 –Output: Himpunan n bilangan terurut (a’ 1, a’ 2, a’ 3, …, a’ n ) seperti: 1, 2, 3, 4, 5 Contoh permasalahan yang diselesaikan algoritma: –Human Genome Project mengidentifikasi 100,000 gen DNA manusia yang menentukan 3 miliar pasang kimia pembentuk DNA. Data tersebut disimpan dalam database dan memerlukan aplikasi analisis data. Algoritma melakukan penyimpanan dan analisis yang cepat.

6 Bina Nusantara Algoritma –Internet untuk pencarian informasi melalui mesin pencarian (search engines). Algoritma membantu pencarian informasi yang cepat dan cerdas. –Peta perjalanan terdapat tempat tujuan yang ingin dicapai dari tempat asal. Algoritma memberikan solusi pencarian jalan terpendek dan tercepat untuk menampilkan rute dari tempat asal ke tempat tujuan tersebut.

7 Bina Nusantara Kriteria Algoritma Input: algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar. Output: algoritma harus memiliki minimal satu buah output/keluaran. Definiteness (pasti): algoritma memiliki instruksi- instruksi yang jelas dan tidak ambigu. Finiteness (ada batas): algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role). Effectiveness (tepat dan efisien): algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif. Contoh instruksi yang tidak efektif adalah: A=A+0 atau A=A*1 Catatan: Namun ada beberapa program yang dirancang unterminatable, contoh Sistem Operasi

8 Bina Nusantara Program Kumpulan instruksi-instruksi (source code) yang dibuat oleh programmer (pembuat program) untuk menyelesaikan suatu masalah pada komputer. Instruksi: sintaks (cara pengkodean) sesuai bahasa pemrograman yang dipakai dan mengandung komponen input, output, proses, seleksi, dan perulangan yang menugaskan komputer untuk mengeksekusi suatu perintah tertentu. Algoritma menempati posisi di bagian implementasi –pemrogram melakukan proses coding (pembuatan program).

9 Bina Nusantara Bahasa Pemrograman Alat untuk membuat program. Perbedaan: cara memberikan instruksi. Persamaan: output/pemecahan masalah yang dicapai.

10 Bina Nusantara Bahasa Pemrograman Contoh bahasa pemrograman: –COBOL (Common Business Oriented Language) –FORTRAN (FORmula TRANslation) –BASIC (Beginner All-purpose Symbolic Instructional Code) –Pascal (dinamakan untuk Blaise Pascal) –Ada (dinamakan untuk Ada Lovelace) –C (pengembang bahasa B) –Visual Basic (mirip BASIC, buatan Microsoft) –Delphi (mirip Pascal, buatan Borland) –C++ (bahasa berorientasi object, berbasiskan C) –C# (mirip Java, buatan Microsoft) –Java

11 Bina Nusantara Pengekspresian Algoritma Alur pengekspresian algoritma dituangkan secara tertulis –Alur pengekspresian: alur pemikiran, sehingga algoritma setiap orang berbeda –Tertulis: algoritma berupa tulisan/kalimat, gambar, atau tabel Algoritma dapat melalui beberapa metode: –Tulisan/kalimat: pseudocode –Gambar: Flowchart –Tabel: NS Diagram

12 Bina Nusantara Pseudocode Berasal dari kata pseudo dan code, berarti kode yang tidak sebenarnya Deskripsi informal untuk algoritma pada pemrograman komputer Tujuan: memudahkan manusia untuk membaca bahasa pemrograman konvensional Tidak ada standar untuk pseudocode karena bukan program yang dapat dieksekusi

13 Bina Nusantara Pseudocode Umumnya dimulai dengan kata “BEGIN” dan diakhiri “END” IF-THEN dan ELSE digunakan untuk operasi percabangan/seleksi WHILE dan DO-WHILE digunakan untuk operasi perulangan

14 Bina Nusantara Pseudocode BEGIN Hold up the phone WHILE not dial Press dial button WHILE not connected Waiting dial IF connected THEN WHILE not finish Talking Hold down the phone END Contoh pseudocode untuk melakukan panggilan melalui telepon:

15 Bina Nusantara Pseudocode BEGIN Number = Input Number Result = Number % 2 IF Result = 0 THEN Print “The number is even number” ELSE THEN Print “The number is odd number” END Contoh pseudocode untuk mengecek apakah bilangan genap atau ganjil:

16 Bina Nusantara Diagram Alur (Flowchart) Representasi skematik dari suatu algoritma atau proses. Skematik: penggunaan diagram untuk merepresentasikan elemen suatu sistem menggunakan simbol-simbol abstrak yang bukan sesungguhnya. Contoh: bangunan pada peta disimbolkan dengan titik, gunung disimbolkan dengan segitiga

17 Bina Nusantara Diagram Alur (Flowchart) Notasi Proses, Entri data, Aritmatika: Notasi Seleksi: Notasi Arah/alur (Flowlines): Notasi Input/Output: Notasi Berhenti Umumnya dimulai dengan dan diakhiri dengan RECTANGLE DIAMOND Start PARALLELOGRAM CIRCLE END

18 Bina Nusantara Diagram Alur (Flowchart) Contoh flowchart untuk melakukan panggilan melalui telepon: Hold up the phone Press dial button Waiting Start Dialing No Yes Connected No Yes Talking Finish No Yes Hold down the phone END

19 Bina Nusantara Diagram Alur (Flowchart) Contoh flowchart untuk mengecek apakah bilangan genap atau ganjil: Start Input Number Number % 2 Print “Odd Number”Print “Even Number” 01 END

20 Bina Nusantara Did You Know? Algoritma berasal dari nama seorang ahli astronomi dan matematik Persia (Iran), Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, dalam sebuah tulisan Arab berjudul “al jabr w’al-muqabala” (“Rules of Restoration and Reduction” atau “On Calculation with Hindu Numerals”) pada tahun 825 M. Tulisan tersebut diterjemahkan dalam bahasa latin pada abad ke-12 berjudul “Algoritmi de numero Indorum“ atau “Algoritmus on the numbers of the Indians“ Kata “Algoritmi” merujuk pada nama penulisnya, tetapi masyarakat menyalahartikan sebagai “calculation method”.

21 Bina Nusantara Advanced Learning Nassi-Shneiderman (NS Diagram) –representasi desain grafikal untuk pemrograman terstruktur NS Diagram: metode penulisan algoritma menggunakan tabel secara top-down Dikembangkan tahun 1972 –Isaac Nassi dan Ben Shneiderman NS Diagram dikenal dengan structograms

22 Bina Nusantara Advanced Learning Notasi process: Notasi seleksi: Notasi perulangan –WHILE –DO-WHILE Proses Kondisi BetulSalah Kondisi Belum Terpenuhi Proses Kondisi Belum Terpenuhi Proses

23 Bina Nusantara Advanced Learning Contoh NS Diagram untuk melakukan panggilan melalui telepon: Hold up the phone Dialing? Press dial button Finish? Talking Hold down the phone

24 Bina Nusantara Advanced Learning Contoh NS Diagram untuk mengecek apakah bilangan genap atau ganjil: Insert number Print “Even Number” Number % 2 Equal to 0Equal to 1 Print “Odd Number”

25 Bina Nusantara Referensi Introduction to Algorithms. 2ed. Cormen p5-13 Introduction to Java Programming. 7ed. Liang p33-34 Algorithm. Pseudocode. Flowchart. NS Diagram.


Download ppt "ALGORITMA Matakuliah: T0974 / Algoritma dan Metode Object Oriented Programming I Tahun: 2008 Versi: 1/0."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google