Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Nama/ RM: An. A/ 3882716 Jenis kelamin: Perempuan Usia: 1 tahun 2 bulan Rekam medis: 388-27-16 Masuk RS : 11-9-2013 Meninggal: 2-11-2013 Lama rawat: 53.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Nama/ RM: An. A/ 3882716 Jenis kelamin: Perempuan Usia: 1 tahun 2 bulan Rekam medis: 388-27-16 Masuk RS : 11-9-2013 Meninggal: 2-11-2013 Lama rawat: 53."— Transcript presentasi:

1

2 Nama/ RM: An. A/ Jenis kelamin: Perempuan Usia: 1 tahun 2 bulan Rekam medis: Masuk RS : Meninggal: Lama rawat: 53 hari Nama/ RM: An. A/ Jenis kelamin: Perempuan Usia: 1 tahun 2 bulan Rekam medis: Masuk RS : Meninggal: Lama rawat: 53 hari Keluhan Utama : Penurunan kesadaran sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit Keluhan Utama : Penurunan kesadaran sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit Kasus

3 Riwayat Penyakit Sekarang Pasien demam, O C Batuk, pilek (-) BAB cair 2-3 kali dengan konsistensi air lebih banyak ampas, tidak disertai darah dan lendir Pasien sadar, aktif, napsu makan tidak berkurang,, kejang (-) 10 hari SMRS 1 Minggu SMRS Kejang saat demam Kelojotan pada tangan dan kaki, lama 5 menit, berhenti sendiri Setelah kejang,  lemas, masih sadar BAB, BAK tidak ada kelainan Ke RS TD, dirawat 1 minggu Dalam perjalanan  kejang ke 2 1 Minggu SMRS HMRS Pulang paksa Demam (+), tidak ada perbaikan kesadaran, & tangan kaki kaku BAB cair 2-3 x/hari Mendapat obat dan infus LP, CT-scan atau MRI kepala tidak dilakukan Masih ada demam, lebih banyak tidur, tangan dan kaki pasien kaku Kejang (-)

4 Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat trauma kepala disangkal Pasien tidak pernah mengalami kejang sebelumnya, dengan atau tanpa demam Keluhan keluar cairan dari telinga tidak ada Pasien tidak pernah menjalani perawatan di RS untuk sakit yang berat Tidak terdapat riwayat alergi obat dan makanan

5 Keluhan serupa, kejang (-) Tuberkulosis (-) IVDU dan promiskuitas disangkal Riwayat penyakit keluarga Anak ke-2 dari 2 bersaudara SC karena ibu pre-eklamsi, aterm, gram, 51 cm Langsung menangis, morbiditas lain pasca-lahir (-) Riwayat kelahiran Kuantitas dan kualitas cukup Riwayat nutrisi Pertumbuhan baik hingga sebelum sakit Perkembangan terlambat sejak sebelum sakit pada ranah motor halus, kasar, bahasa Riwayat tumbuh kembang Imunisasi dasar lengkap Riwayat imunisasi Riwayat Lainnya

6 PEMERIKSAAN FISIS SAAT DI UGD

7 PEMERIKSAAN FISIS (IGD RSCM tanggal 11 September 2013)  Tampak sakit sedang, tidak sesak, tidak sianosis  Tanda vital Apatis (GCS E4M4V2 = 10) Tensi: 90/60 mmHg Laju nadi: 120 kali/menit, teratur, isi cukup Laju napas: 32 kali/menit, teratur, kedalaman cukup Suhu: 38,8 o C  Status antropometris: BB = 8,1 kg PB = 73 cm BB/U = -2 SD < Z score < 0 SD TB/U = -2 SD < Z score < 0 SD BB/TB = 0 SD < Z score <-1 SD Kesan: Gizi baik, perawakan normal

8 Status Generalis KepalaUbun ubun besar menutup, lingkar kepala 45 cm (normal), bentuk normal WajahDismorfik tidak ada, kesan paresis tidak ada Mata Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik. Pupil bulat isokor diameter 4 mm/4 mm, refleks cahaya langsung dan tidak langsung positif, DEM positif Leher Kaku kuduk negatif, Brudzinski I dan II negatif Pembesaran KGB tidak ada DadaBentuk & pergerakan simetris Paru Perkusi sonor, suara napas vesikular di kedua lapang paru, tidak terdengar ronki & mengi Jantung Iktus kordis tidak tampak. Bunyi jantung I dan II normal, tidak terdengar murmur maupun irama derap AbdomenDatar, lemas, hepar dan lien tdak teraba, bising usus normal EkstremitasAkral teraba hangat, waktu pengisian kapiler kurang dari 2 detik. Tidak terdapat edema. Spastis pada ke-4 ekstremitas, kesan paresis tidak ada. Refleks patologis: Babinski positif. Refleks fisiologis meningkat. Klonus positif pada Achilles.

9 11/9/2013 Satuan Nilai Hemoglobin8,2g/dL Hematokrit24,4% Jumlah Leukosit5,871000/uL Jumlah Trombosit /uL MCV/VER77,8fL MCH/HER26,1pg MCHC/KHER33,6g/dL Hitung Jenis Basofil 0 % Eosinofil 0 % Neutrofil 78 % Limfosit 19 % Monosit 3 % Pemeriksaan Laboratorium (1) 11/9/2013 Satuan Nilai GDS107 mg/dL Na137 mEq/L K2,59 mEq/L Cl97,2 mEq/L

10 Pemeriksaan Laboratorium (2) Analisis Cairan Otak (12/9/2013) Makroskopik WarnaTidak berwarna KejernihanJernih BekuanNegatif Mikroskopik Hitung sel30 sel/ul Hitung Jenis PMN (Segmen)18/ul MN (Limfosit)12/ul Kimia NonneNegatif PandyNegatif Protein cairan otak101 mg/dL Glukosa cairan otak58 mg/dL Glukosa serum113 mg/dL Klorida122 mEg/L Urinalisis (12/9/2013) MakroskopisMikroskopis WarnaKuningEpitel+1 KejernihanAgak keruhLekosit20-22/LPB pH7,5Eritrosit1-2/LPB Berat Jenis1,015SilinderGranula 0-2/LPK Protein1+KristalNegatif GlukosaNegatifBakteriPositif Keton2+ Darah/HbNegatif BilirubinNegatif Urobilinogen16 umol/L NitritNegatif Esterase lekosit 1+

11 Pemeriksaan Laboratorium (3) Pemeriksaan mikrobiologi biakan dan resistensi (13/9/2013) Sampel Urin Staphylococcus saprophyticus, 2000 kuman / mL DarahSteril

12 1.Rest ensefalitis 2.Global development delayed 3.Diare akut tanpa dehidrasi 4.Infeksi saluran kemih 5.Anemia normositik hipokrom 6.Hipoalbuminemia Diagnosis Kerja di IGD

13 Tata Laksana Nutrisi AdekuatMakan cair 8 x 100 mL NGT Atasi infeksi Cefotaxime 3 x 200 mg IV (dosis infeksi biasa) Atasi demam jika S>38 o CParacetamol 3 x 100 mg PO Cegah dehidrasiOralit 80 mL/BAB cair Atasi diareZink 1 x 20 mg PO NeurotopikPiracetam 2 x 800 mg IV Atasi anemiaTransfusi PRC 130 ml Atasi hipokalemia Koreksi cepat Kalium 0,5 mEq/kgBB dalam 4 jam Atasi hipoalbuminemiaKoreksi albumin (target 3,5 g/dL) dengan albumin 25% 18 ml

14 PEMANTAUAN BANGSAL INFEKSI

15 Ceftazidime 4 x 400 mg IV Pemantauan Tanggal September 2013 Paracetamol 3 x 100 mg PO Oralit 80 mL setiap BAB cair Zink 1 x 20 mg PO C efotaksim 3 x 400 mg IV Piracetam 2 x 800 mg PO E4M6V4, masih spastis, tidak pernah kejang, tanda rangsang meningeal (-), lateralisasi (-) Balans/24 jam berkisar antara (-) 100 ml – (+) 30 ml Diuresis/24 jam berkisar antara ml/kg/jam Hb (g/dL)10,5 Ht (%)31,5 Leukosit (/UL) Trombosit (/UL) MCV (80-95 fL)80,6 MCH (27-31 pg)26,9 MCHC (32-36 g/dL)33,3 Hitung jenis (%)0,2/0,1/78,3/13,0/8,4 LED (mm)91 Sampel UrinEscherichia coli kuman/mL DarahSteril MantouxO mm THTKesan infeksi (-) Div Infeksi: Marker infeksi ulang Infeksi otak teratasi? Div Neurologi: CT scan kepala Terapi sebagai meiningitis purulenta Ceftazidime 4 x 400 mg IV Na ( mEq/L)140- K (3,3-5,4 mEq/L)3,2- Cl ( mEq/L)105- CRP (0-3 mg/L)-6,48 Procalcitonin (<0,1)-1,36 SGOT /AST (<56 U/L)-48 SGPT /ALT (<56 U/L)-87 Ureum (mg/dL)-15 Creatinin (mg/dL)-0,1 MSCT Scan Cerebral (kontras) 24 September 2013 MSCT Scan Cerebral (kontras) 24 September Perdarahan cerebellum mediodekstra 2.Abses multipel cerebri (1,3 x 1,8 x 1,8 cm) dan cerebellum (1,1 x 1,1 x 0,9 cm) 3.Ventrikulomegali dengan ventrikulitis 1.Perdarahan cerebellum mediodekstra 2.Abses multipel cerebri (1,3 x 1,8 x 1,8 cm) dan cerebellum (1,1 x 1,1 x 0,9 cm) 3.Ventrikulomegali dengan ventrikulitis

16 Pemantauan Tanggal 25 September – 17 Oktober 2013 Manitol 20% 3 x 20 ml Ceftriaxon 4 x 400 ml Dexametason 3 x 1 mg IV Ceftazidime 4 x 400 mg IV Paracetamol 3 x 100 mg PO Ceftazidime 4 x 400 mg IV Piracetam 2 x 800 mg PO Muntah 1-2 x/hari, kadang-kadang, tidak dipengaruhi makan, tidak menyemprot, vol ml Balans/24 jam berkisar antara (-) 100 ml – (+) 179 ml Diuresis/24 jam berkisar antara 1,5 – 3,1 ml/kg/jam Metronidazole 3 x 150 mg IV E4M6V4, spastis, tidak pernah kejang, tanda rangsang meningeal (-), lateralisasi (-) Papil atrofi Muntah ec GERD? dd/ Peningkatan TIK? Posisi saat pemberian susu, kepala lebih tinggi 45 0 dari dada & perut CT scan untuk evaluasi abses kepala dan respon terapi antibiotik Ventrikulomegali ventrikel lateral, III, dan IV dengan tanda-tanda hidrosefalus hipertensi ec. Sugestif ventrikulitis ventrikel lateral kiri dengan ensefalitis Sinusitis maksilaris kanan Ventrikulomegali ventrikel lateral, III, dan IV dengan tanda-tanda hidrosefalus hipertensi ec. Sugestif ventrikulitis ventrikel lateral kiri dengan ensefalitis Sinusitis maksilaris kanan MSCT Scan Cerebral (kontras) 8 Okt 2013 MSCT Scan Cerebral (kontras) 8 Okt 2013 Konsultasi dengan bedah syaraf untuk tindakan operasi Periksa kondisi imunodefisiensi IgM (40-230)116 IgA ( )1.064 IgM (<144)198 IgE (70-400)71 CD45+ ( )1366 CD3+ (55-85%)55 CD4+ (31-60%)24 CD8+ (13-41%)29 Ceftriaxon 4 x 400 mg IV

17 Pemantauan Tanggal 18 Oktober – 26 Oktober 2013 Ceftriaxon 4 x 400 ml Ceftazidime 4 x 400 mg IV Paracetamol 3 x 100 mg PO Ceftriaxon 4 x 400 mg IV Piracetam 2 x 800 mg PO Balans/24 jam berkisar antara (-) 40 ml – (+) 143 ml Diuresis/24 jam berkisar antara 1,5– 2 ml/kg/jam Metronidazole 3 x 150 mg IV E4M6V4, spastis, tidak pernah kejang, tanda rangsang meningeal (-), lateralisasi (-) Pupil anisokor Burr hole dan pemasangan drainase eksternal Analisa cairan otak: Tidak berwarna, keruh, sel sel/ul (2.489 PMN), Nonne (-), Pandy (+), protein 150 mg/dL, glukosa 59 mg/dL 26 Okt 2013 Demam peak 41 0 C Inspiratory effort Makin spastis NGT coklat B/24j :30 ml, D/24j : 1,8 ml/kg/jam E4M6V4 Ronki basah halus paru bilateral Desaturasi oksigen Roentgen toraks: infiltrat parakardial bilateral Prokalsitonin (<0,1)10,72 PT14 (11,5) detik APTT35,7 (32) detik pH 7,533 p CO2 19,2 p O2 67 HCO3 16,3 Base Excess -3,3 O2 Saturation 95,4 Na ( mEq/L)151 K (3,3-5,4 mEq/L)2,98 Cl ( mEq/L)113,1 -Sepsis -Hospital acquired pneumonia -Ventrikulitis -Ventrikulomegali dan hidrosefalus hipertensif pasca drainase eksterna; -Abses serebri & serebelu, Oksigen 2 lpm Fosfomisin 2 x 500 mg IV Metronidazol 3 x 150 mg IV Inhalasi ventolin/ 8 jam Kultur darah, urin, Follow up kultur cairan ventrikel Fosfomisin 2 x 500 mg Hb (g/dL)10,310,7 Ht (%)31,633,2 Leukosit (/UL) Trombosit (/UL) MCV (80-95 fL)84,383,6 MCH (27-31 pg)27,527 MCHC (32-36 g/dL)32,632,2 Hitung jenis (%)0,2/0/72,3/14,8/12,70,3/0/55,9/25/18,8 LED (mm)4035

18 Foto toraks 26 Oktober 2013

19 Pemantauan Tanggal 27– 28 Oktober 2013 Paracetamol 3 x 100 mg PO Piracetam 2 x 800 mg PO Metronidazole 3 x 150 mg IV Fosfomisin 2 x 500 mg 28 – 10 – 2013, WIB Sesak, gasping NGT kecoklatan Demam E2M3V2 Tekanan darah : 70/50 mmHg Laju nadi: 190 x/menit, isi kurang Laju nafas: gasping, 30 kali/menit Suhu : 38,9°C Pupil isokor Paru: Vesikular, ronki pada lapang paru bilateral, mengi (-) Jantung kesan normal Abdomen kesan normal Spastis, lateralisasi (-)

20 28 – 10 – 2013 (lanjutan….) 1. Gagal napas ec. hospital acquired pneumonia 2. Syok hipovolemik dd/ sepsis 3. Abses multipel serebri dan serebelum 4. Ventrikulitis 5. Hidrosefalus hipertensif dan ventrikulomegali pascadrainase eksternal hari ke 9 6. Global developmental delay Cari ruang rawat intensif dengan ventilator Intubasi ETT no 4,5 kedalaman 13 cm dan VTP Resusitasi cairan: WIBFN 190x/menit, lemah TD 70/50 mmHg Gasping 38,6 0 C RL 20 ml/kg = 160 ml WIBFN x/menit, isi kurang TD 70/50 mmHg Terintubasi dan VTP manual Diuresis pada selang, pekat Syok belum teratasi Pasang akses vena tambahan RL 20 ml/kg = 160 ml (ke 2) WIBFN x/menit, isi kurang TD 78/50 mmHg (P50 81/35 mmHg) VTP manual 20 – 30 x/menit Diuresis 0,6 ml/kg/jam Hepatosplenomegali (-) Ronki basah bilateral  pnuemonia, sulit menilai overload dengan auskultasi paru Syok belum teratasi RL 20 ml/kg = 160 ml (ke 3) WIBFN 180 x/menit, isi kurang TD 78/50 mmHg VTP nabuak x.menit 38 0 C Hepatosplenomegali (-) Diuresis 1 ml/kg/j BJ urin stik 1,020  Syok belum teratasi  bukan masalah isi cairan lagi  syok sepsis Dopamin 10 mcg/kg/menit

21 Hb (g/dL)9,1 Ht (%)29,2 Leukosit (/UL)4.900 Trombosit (/UL) MCV (80-95 fL)88,5 MCH (27-31 pg)27,6 MCHC (32-36 g/dL)31,2 Hitung jenis (%)0,2/0,6/67,4/21,4/10,4 LED (mm)45 Prokalsitonin (ng/mL)2,79 AGD 1 jam pasca intubasi pH 7,429 p CO2 31,9 p O2 294,2 HCO3 21,3 Base Excess -1,8 O2 Saturation 99,5 Na ( mEq/L)139 K (3,3-5,4 mEq/L)3,5 Cl ( mEq/L)101,6 Analisa cairan ventrikel WarnaPutih KejernihanKeruh BekuanPositif Mikroskopik Hitung sel Hitung Jenis PMN MN Tinta indiaTidak ditemukan kriptokokus Nonne dan PandyPositif Protein cairan otak450 Glukosa cairan otak25 Glukosa serum- Klorida120 Obat: Fosfomisin 2 x 500 mg IV Cefoperazone sulbactam 3 x 500 mg IV Ranitidin 3 x 20 mg IV PRC target Hb 12 g/dl Pemantauan tanda vital/ jam, BD/6 jam Perawatan PICU  masih penuh Kultur cairan ventrikel, aerob dan anaerob steril

22 29 – Masih VTP manual Sempat direintubasi karena mucous plug Hipotermi E1M1V1 atau E0M0B0R1 Tekanan darah : 70/40 – 80/50 mmHg Laju nadi: x/menit, isi kurang Laju nafas: VTP manual Suhu : 35°C Pupil midriasis, DEM (-), refleks kornea (-) B/24 jam: ml D/24 jam: 4 ml/kg/jam GDS: 285 mg/dl 1. Gagal napas ec. hospital acquired pneumonia & sepsis 2. Sepsis berat 3. Abses multipel serebri dan serebelum. 4. Ventrikulitis. 5. Hiperglikemia reaktif. 6. Pasca aff drainase eksternal ec. hidrosfalus hipertensif dan ventrikulomegali. 7. Global developmental delay PICU  masih penuh VTP manual TPN: N4 + KCl (10)  34 ml/jam (DX 5%, GIR 3,5) AF5%  6,7 ml/jam (1 g/kg/hari) Obat: Dopamin 10 mcg/kg/menit  12 mcg/kg/menit Dobutamin 12 mcg/kg/menit  12 mcg/kg/menit Fosfomisin 2 x 500 mg IV Cefoperazone sulbactam 3 x 500 mg IV Ranitidin 3 x 20 mg IV

23 30 & 31 – 10 – 2013 Masih VTP manual Sudah tidak hipotermi NGT yang awalnya sudah mulai jernih kembali merah kecoklatan E1M1V1 atau E0M0B0R1 Tekanan darah : 77/50 – 81/50 mmHg Laju nadi: x/menit, isi kurang Laju nafas: VTP manual Suhu : ,8°C Pupil 1 mm/ 1mm, DEM (-), refleks kornea (-) B/24 jam: + 75 sampai 150 ml D/24 jam: 3,7 - 4,1 ml/kg/jam GDS: 91 mg/dL Hb (g/dL)12,7 Ht (%)37,8 Leukosit (/UL) Trombosit (/UL) MCV (80-95 fL)82 MCH (27-31 pg)27,5 MCHC (32-36 g/dL)33,6 Hitung jenis (%)0,3/1,2/86,6/8,1/3,8 LED (mm)40 pH 7,303 p CO2 49,4 p O2 336,6 HCO3 24,7 Base Excess -2 O2 Saturation 99,9 Na ( mEq/L)141 K (3,3-5,4 mEq/L)3,95 Cl ( mEq/L)95,5 1. Gagal napas ec. hospital acquired pneumonia & sepsis 2. Sepsis berat 3. Abses multipel serebri dan serebelum. 4. Ventrikulitis. 5. Pasca aff drainase eksternal ec. hidrosfalus hipertensif dan ventrikulomegali. 6. Global developmental delay PICU  masih penuh TPN: N4 + KCl (10)  34 ml/jam AF5%  6,7 ml/jam (1 g/kg/hari) Obat: Dopamin 10 mcg/kg/menit  12 mcg/kg/menit  14 mc/kg/menit Dobutamin 12 mcg/kg/menit  12 mcg/kg/menit  14 mc/kg/menit Fosfomisin 2 x 500 mg IV Cefoperazone sulbactam 3 x 500 mg IV Flukonazol 1 x 96 mg IV Ranitidin 3 x 20 mg IV Transfusi TC 2 x 80 ml Evaluasi DIC

24 1 – 11 – 2013 Masih VTP manual Sudah tidak hipotermi NGT merah coklat Kesadaran belum perbaikan E1M1V1 atau E0M0B0R1 Tekanan darah : 70/40 – 78/50 mmHg Laju nadi: x/menit Laju nafas: VTP manual Suhu : ,5°C Pupil 1 mm/ 1mm, DEM (-), refleks kornea (-) B/24 jam: ml D/24 jam: 3,8 ml/kg/jam pT 27,3 (11,4) detik  2,4x aPTT 82,6 (31,4) detik  2,6 x D-dimer900 mcg/L Anti HIVNon reaktif 1. Gagal napas ec. hospital acquired pneumonia & sepsis 2. Sepsis berat 3. DIC 4. Abses multipel serebri dan serebelum 5. Ventrikulitis 6. Infeksi jamur sistemik 7. Pasca aff drainase eksternal ec. hidrosfalus hipertensif dan ventrikulomegali 8. Global developmental delay PICU  masih penuh TPN: N4 + KCl (10)  29 ml/jam AF5%  6,7 ml/jam (1 g/kg/hari) Obat: Dopamin 10 mcg/kg/menit  16 mcg/kg/menit  18 mcg/kg/menit Dobutamin 12 mcg/kg/menit  16 mcg/kg/menit  18 mcg/kg/menit Fosfomisin 2 x 500 mg IV Cefoperazone sulbactam 3 x 500 mg IV Flukonazol 1 x 96 mg IV Ranitidin 3 x 20 mg IV Transfusi FFP 80 ml, cryp 80 ml PICU: Tidak ada tata laksana tambahan, inotropik dapat dinaikkan hingga 20 mcg/kg/menit

25 2 – 11 – 2013, WIB - Masih VTP manual, belum dapat ICU - NGT merah coklat bertambah banyak -Klinis perburukan ditandai dengan tekanan darah semakin turun & menyempit, frekuensi nadi juga semakin turun, & penurunan saturasi -Napas spontan (-) - Keluarga menolak kompresi dada E1M1V1 atau E0M0B0R1 Tekanan darah : 55/25 mmHg Laju nadi: 68 -x/menit Laju nafas: VTP manual Suhu : 36 °C Pupil 1 mm/ 1mm, DEM (-), refleks kornea (-) B/6 jam: ml D/6 jam: 0,3 ml/kg/jam 1.Sepsis dengan multi organ failure 2.DIC 3.Abses multipel serebri dan serebelum. 4.Ventrikulitis 5.Infeksi jamur sistemik 6.Pasca aff drainase eksternal ec. hidrosfalus hipertensif dan ventrikulomegali 7.Global developmental delay WIB FN 68x/menit, lemah TD 55/25 mmHg VTP manual 36 0 C CRT > 2 detik Saturasi oksigen 51% RL 20 ml/kg = 160 ml WIB FN 65x/menit, isi kurang TD 40/20 mmHg Terintubasi dan VTP manual Diuresis tidak ada Kesan tidak respon cairan Dopamin dinaikkan hingga 20 mcg/kg/menit Dobutamin dinaikkan hingga 20 mcg/kg/menit Edukasi prognosis pasien Keluarga menolak kompresi dada WIB FN O FP 0 TD tidak terukur Pasien dinyatakan meninggal

26 1.a. Disseminated intravascular coagulation (D65) b.Sepsis (A41.9) c. Ventrikulitis (G04.9) d. Abses multipel serebri dan serebellum (324.0) e. Ensefalitis (A86) 2.Hospital acquired pneumonia 3.Infeksi jamur sistemik (B49) 4.Global delayed development (315.9) Penyebab Kematian

27 TERIMA KASIH

28 Makroskopik WarnaTidak berwarna Jernih KejernihanJernihKeruhTidak berwarna BekuanNegatifPositifNegatif Mikroskopik Hitung sel30 sel/ul2.620 sel/ul200 sel/ul Hitung Jenis PMN (Segmen)18/ul2.489 sel/ul- MN (Limfosit)12/ul131 sel/ul- Kimia NonneNegatif PandyNegatifPositifNegatif Protein cairan otak101 mg/dL150 mg/dL20 mg/dL Glukosa cairan otak58 mg/dL59 mg/dL2 mg/dL Glukosa serum113 mg/dL-- Klorida122 mEq/L115 mEq/L153 mEq/L Analisa Cairan Otak

29 Pemeriksaan Imunologi IgM (40-230)116 IgA ( )1.064 IgM (<144)198 IgE (70-400)71 CD45+ ( )1366 CD3+ (55-85%)55 CD4+ (31-60%)24 CD8+ (13-41%)29

30 CT scan kepala 24 September 2013

31 CT scan kepala 18 Oktober 2013

32 Foto toraks 26 Oktober 2013

33 Perempuan 1 tahun 2 bulan, Penurunan kesadaran 1 minggu SMRS Demam, riwayat kejang, spastis, BAB cair PENURUNAN KESADARAN Keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera supaya prognosis lebih baik Tingkatan kesadaran dinilai dengan Skala Koma Glasgow (SKG), skala koma pediatirik, four score StrukturalMedis Gangguan serebrovaskular Hidrosefalus Tumor Ensefalitis Meningitis Ensefalopati Sepsis Akut  Perdarahan intrakranial, trauma, kejang, aritmia intrakardiak, intoksikasi Kronik  Infeksi, metabolik, massa intrakranial Penyebab medis, kemungkinan infeksi  meningitis, ensefalitis Pada pasien Mangunatmadja I. Penurunan kesadaran pada anak: evaluasi diagnosis dan tata laksana. Tailor DA, Ashwal S. Impairement of consciousness and coma.

34 Meningitis  Inflamasi pada meningens Ensefalitis  inflamasi pada parenkim otak Faktor risiko adalah anak usia < 2 tahun, immunocompromised, infeksi daerah wajah dan kepala Pada pasien  usia < 2 tahun, tidak immunocompromised, infeksi wajah dan kepala (-) Komplilkasi: Gangguan motor dan postur Kejang Retardasi mental Pada pasien hasil analisa LCS sesuai meningitis yang telah mendapat tata laksana  pleositosis, protein ↗ Penyebab bakterial yang paling mungkin : Hemophillus influenza tipe B Streptokokus pneumonia Neisseria meningitidis Koedel U, Klein M, Pfister HW. Curr Opin Infect Dis. 2010;23: Bloch KC, Glaser C. Curr Infect Dis Rep. 2007;9:

35 Abses otak Demam terus menerus Muntah Gejala neurologis fokal (-) 8% komplikasi meningitis adalah abses otak Streptokokus sp, Stafilokokus sp, Pseudomonas, bakteri anaerob Diagnostik dengan CT scan atau MRI kepala KonservatifBedah Pilihan pada pasien, karena: Abses multipel, ukuran < 2 cm, lokasi sulit Sheehan JP, Jane Jr JA, Ray Dibyendu, Goodkin HP. Neurosug Focus. 2008;24:1-5. Moorthy RK, Rajshekhar V. Neurosurg Focus. 2008;24:E3.

36 Pilihan antibiotik pada abses otak  Spektrum luas, menembus sawar darah otak, menembus kapsul otak Pilihan pada infeksi  seftriakson + metronidazol Pasien mendapat seftazidim + metronidazol Boleh diberikan, penetrasi baik kepada LCS dan abses Steroid  kontroversi Tujuan untuk ↙ edema otak & TIK Pasien dapat steroid 2 minggu kemudian tapp off Moorthy RK, Rajshekhar V. Neurosurg Focus. 2008;24:E3.

37 Respon terhadap pengobatan tidak adekuat Muntah ↗ Gejala neurologis fokal CT scan perburukan Drainase eksternal Analisa LCS  sel > 2.000/lpb Protein ↗ Sesuai VENTRIKULITIS Demam makin tinggi Inspiratory effort Parameter infeksi meningkat Antibiotik menjadi Fosfomisin + metronidazol Sepsis Hospital acquired pneumonia

38 Pasien makin perburukan Demam semakin tinggi, gagal napas dan sirkulasi Syok sepsis Gagal napas ec. HAP SIRS + bukti infeksi = SEPSIS Sepsis berat bila ada disfungsi organ Syok sepsis bila ada gagal sirkulasi Leukositosis + demam + takipnu + takikardi + prokalsitonin Gagal napas dan gagal sirkulasi Syok sepsis

39 Intubasi Loading cairan 60 ml/kg Dobutamin + Dopamin + Antiotik  cefoperazone sulbaktam

40 Faktor yang memperburuk prognosis pada pasien Tingkat kesadaran saat awal datang Abses multipel Tidak respon antibiotik Syok sepsis Infeksi nosokomial Prognosis ad vitam, functionam, sanactionam malam

41 TERIMA KASIH

42

43

44 Stadium abses otak secara histopatologi 1. Serebritis dini  Peradangan perivaskular  1-3 hari 2. Serebritis lambat  Mulai terbentuk pus  Terdapat fibroblas yang merupakan prekusor kapsul  4-9 hari 3. Pembentukan kapsul dini  Fibroblas bertambah, kapsul terbentuk  hari 4. Pembentukan kapsul  Abses terbentuk lengkap, terdiri dari area nekrotik, sel radang, kapsul kolagen, lapisan neovaskular & fibroblas, astrositosis reaktif-gliosis-edema di luar kapsul Saharso D. Infeksi susunan saraf pusat.. Buku ajar neurologi anak. 2000

45 Manifestasi klinis  Peningkatan tekanan intrakranial  Sakit kepala, muntah, papil edema  Supurasi intrakranial  Iritabel, drowsiness, stupor  Infeksi  Demam, menggigil, leukositosis  Tanda lokal jaringan otak  Kejang, afasia, ataksia, parese nervus kranialis Saharso D. Infeksi susunan saraf pusat.. Buku ajar neurologi anak. 2000

46 Pemeriksaan penunjang  CT scan kepala  MRI kepala Saharso D. Infeksi susunan saraf pusat.. Buku ajar neurologi anak Gambar 1, Abses multipel

47 Tata Laksana  Dasar: Mengurangi efek massa dan menghilangkan kuman penyebab  Tata laksana konservatif  Antibiotik selama 6-8 minggu  Steroid  Tata laksana bedah Saharso D. Infeksi susunan saraf pusat.. Buku ajar neurologi anak Brook I. Brain abscess.

48 Penetrasi antibiotik

49 Prognosis Saharso D. Infeksi susunan saraf pusat.. Buku ajar neurologi anak Brook I. Brain abscess.


Download ppt "Nama/ RM: An. A/ 3882716 Jenis kelamin: Perempuan Usia: 1 tahun 2 bulan Rekam medis: 388-27-16 Masuk RS : 11-9-2013 Meninggal: 2-11-2013 Lama rawat: 53."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google