Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CHAPTER 13 FACTORY OVERHEAD : DEPARTMENTALIZATION.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CHAPTER 13 FACTORY OVERHEAD : DEPARTMENTALIZATION."— Transcript presentasi:

1 CHAPTER 13 FACTORY OVERHEAD : DEPARTMENTALIZATION

2 DEPARTMENTALIZATION Membagi factory overhead kedalam segmen-segmen yang disebut dengan departementalisasi. Membagi factory overhead kedalam segmen-segmen yang disebut dengan departementalisasi. Perhitungan biaya produksi akan menjadi lebih baik karena setiap departemen menggunakan tarif overhead yang berbeda sesuai dengan kekhususan departemen tersebut. Perhitungan biaya produksi akan menjadi lebih baik karena setiap departemen menggunakan tarif overhead yang berbeda sesuai dengan kekhususan departemen tersebut.

3 Producing and Service Departments Producing Department Producing Department Departemen yang mengubah bentuk, sifat bahan baku atau merakit komponen-komponen menjadi Finished goods. Departemen yang mengubah bentuk, sifat bahan baku atau merakit komponen-komponen menjadi Finished goods.. Service Department Departemen yang memberikan jasa pelayanan yang berkontribusi tidak langsung terhadap produksi tetapi tidak merubah bentuk, jenis, rakitan dari bahan baku. Departemen yang memberikan jasa pelayanan yang berkontribusi tidak langsung terhadap produksi tetapi tidak merubah bentuk, jenis, rakitan dari bahan baku.

4 Selection of Producing Department Faktor penentu : Faktor penentu : a. Kesamaan pekerjaan dan mesin di a. Kesamaan pekerjaan dan mesin di setiap departemen. setiap departemen. b. Lokasi pekerjaan dan mesin b. Lokasi pekerjaan dan mesin c. Pertanggungjawaban produksi dan biaya. c. Pertanggungjawaban produksi dan biaya. d. Hubungan pekerjaan dengan aliran produk d. Hubungan pekerjaan dengan aliran produk e. Jumlah departemen. e. Jumlah departemen.

5 Selection of Service Departments Faktor penentu : Faktor penentu : a. Menetapkan departemen jasa yang a. Menetapkan departemen jasa yang terpisah untuk setiap fungsi terpisah untuk setiap fungsi b. Menggabungkan beberapa fungsi ke b. Menggabungkan beberapa fungsi ke dalam suatu departemen. dalam suatu departemen. c. Menempatkan beberapa biaya ke suatu c. Menempatkan beberapa biaya ke suatu departemen yang disebutkan dengan departemen yang disebutkan dengan biaya umum pabrik. biaya umum pabrik.

6 Direct Departmental Costs Biaya yang dapat langsung ditelusuri ke departemen tertentu. Biaya yang dapat langsung ditelusuri ke departemen tertentu. Kategori-kategori : Kategori-kategori : a. Supervision, indirect labor and overtime a. Supervision, indirect labor and overtime b. Labor fringe benefits b. Labor fringe benefits c. Indirect materials and supplies c. Indirect materials and supplies d. Repairs and maintenance d. Repairs and maintenance e. Equipment Depreciation e. Equipment Depreciation

7 Indirect Departmental Costs Biaya overhead pabrik tidak dapat ditelusuri secara langsung ke suatu departemen tertentu. Biaya overhead pabrik tidak dapat ditelusuri secara langsung ke suatu departemen tertentu. Biaya overhead parik tersebut digunakan secara bersama-sama sehingga biaya dialokasikan ke semua departemen. Biaya overhead parik tersebut digunakan secara bersama-sama sehingga biaya dialokasikan ke semua departemen. FOH demikian ini tidak berasal dari suatu departemen manapun. FOH demikian ini tidak berasal dari suatu departemen manapun.

8 Establishing Departmental Overhead Rates Lazimnya digunakan dasar alokasi jam mesin, jam tenaga kerja langsung atau biaya tenaga kerja langsung. Lazimnya digunakan dasar alokasi jam mesin, jam tenaga kerja langsung atau biaya tenaga kerja langsung. Langkah-langkah : Langkah-langkah : a.Estimasikan total biaya overhead, baik untuk a.Estimasikan total biaya overhead, baik untuk departemen produksi mapun untuk departemen produksi mapun untuk departemen jasa. departemen jasa. b.Susun survey untuk pendistribusian biaya b.Susun survey untuk pendistribusian biaya overhead departemental tidak langsung dan overhead departemental tidak langsung dan departemen jasa departemen jasa

9 Langkah-langkah(continue) c. Estimasikan total overhead departemental c. Estimasikan total overhead departemental tidak langsung,seperti sewa, listrik, bahan tidak langsung,seperti sewa, listrik, bahan bakar, asuransi pada tingkat aktivitas yang bakar, asuransi pada tingkat aktivitas yang dipilih dan alokasikan biaya-biaya tersebut ke dipilih dan alokasikan biaya-biaya tersebut ke departemen-departemen. departemen-departemen. d. Distribusikan biaya departemen jasa ke d. Distribusikan biaya departemen jasa ke departemen yang memperoleh manfaat dari departemen yang memperoleh manfaat dari jasa itu. jasa itu. e. Hitung tarif overhead departemental e. Hitung tarif overhead departemental See Exhibit 13-1, page 13-8 See Exhibit 13-1, page 13-8

10 Distributing Service Department Costs Direct Method : Direct Method : Karakteristik : Karakteristik : a. Pendistribusian biaya departemen jasa hanya a. Pendistribusian biaya departemen jasa hanya kepada departemen produksi. kepada departemen produksi. b. Antara departemen jasa tidak dapat saling b. Antara departemen jasa tidak dapat saling memberi atau saling menerima. memberi atau saling menerima. c. Antara departemen produksi tidak dapat juga c. Antara departemen produksi tidak dapat juga saling memberi atau saling menerima. saling memberi atau saling menerima. d. Metode ini baru dapat dibenarkan untuk diterapkan d. Metode ini baru dapat dibenarkan untuk diterapkan kalau tidak mempunyai perbedaan yang material kalau tidak mempunyai perbedaan yang material dengan metode lain. dengan metode lain.

11 Direct Method Cara perhitungan : Cara perhitungan : a. Susun terlebih dahulu format laporannya. a. Susun terlebih dahulu format laporannya. b. Eliminasikan dahulu biaya di salah satu b. Eliminasikan dahulu biaya di salah satu departemen jasa dengan cara mengurangkan departemen jasa dengan cara mengurangkan dengan jumlah biaya yang sama besarnya di dengan jumlah biaya yang sama besarnya di departemen jasa tersebut. departemen jasa tersebut. c. Pendistribusian untuk departemen jasa lainnya c. Pendistribusian untuk departemen jasa lainnya dilakukan dengan cara yang sama dengan dilakukan dengan cara yang sama dengan huruf b. huruf b. See : Exhibit 13-4, page See : Exhibit 13-4, page 13-13

12 Step Method Karakteristik : Karakteristik : a. Pendistribusian biaya dari departemen jasa ke a. Pendistribusian biaya dari departemen jasa ke departemen produksi dan departemen jasa departemen produksi dan departemen jasa lainnya. lainnya. b. Antara departemen produksi tidak dapat b. Antara departemen produksi tidak dapat saling memberi dan saling menerima. saling memberi dan saling menerima. c. Pada mulanya suatu departemen jasa turut c. Pada mulanya suatu departemen jasa turut memberikan biaya kepada departemen jasa memberikan biaya kepada departemen jasa lainnya,namun suatu departemen jasa yang lainnya,namun suatu departemen jasa yang

13 Step Method Sudah menerima jasa tidak dapat memberikan biaya kepada departemen jasa lainnya yang dulu pernah memberinya. Sudah menerima jasa tidak dapat memberikan biaya kepada departemen jasa lainnya yang dulu pernah memberinya. Contoh : Contoh : Departemen produksi : A dan B Departemen produksi : A dan B Departemen Jasa : X dan Y Departemen Jasa : X dan Y Transfer biaya dari X untuk A, B dan Y Transfer biaya dari X untuk A, B dan Y Transfer biaya dari Y hanya untuk A dan B Transfer biaya dari Y hanya untuk A dan B

14 Step Method Cara perhitungan : Cara perhitungan : a. Susun terlebih dahulu format perhitungannya. a. Susun terlebih dahulu format perhitungannya. b. Eliminasikan terlebih dahulu salah b. Eliminasikan terlebih dahulu salah departemen jasa dengan jumlah yang sama departemen jasa dengan jumlah yang sama dengan biayanya. dengan biayanya. e. Eliminasikan biaya di departemen jasa lainnya e. Eliminasikan biaya di departemen jasa lainnya termasuk biaya yang diterima ke departemen termasuk biaya yang diterima ke departemen produksi. produksi. See Exhibit 13-5, page See Exhibit 13-5, page 13-14

15 Simultaneous Method Karakteristik : Karakteristik : a. Pendistribusian biaya dari departemen jasa a. Pendistribusian biaya dari departemen jasa kepada departemen produksi dan departemen kepada departemen produksi dan departemen jasa. jasa. b. Antara departemen produksi tidak dapat b. Antara departemen produksi tidak dapat saling memberi dan menerima. saling memberi dan menerima. c. Antara departemen jasa dapat saling memberi c. Antara departemen jasa dapat saling memberi dan saling menerima. dan saling menerima. d. Karena sifatnya, untuk mempermudah d. Karena sifatnya, untuk mempermudah perhitungan maka digunakan rumus aljabar perhitungan maka digunakan rumus aljabar

16 Simultaneous Method Rumus aljabar yang digunakan adalah dengan cara substitusi. Rumus aljabar yang digunakan adalah dengan cara substitusi. Contoh distribusi : Contoh distribusi : Departemen Produksi : A dan B Departemen Produksi : A dan B Departemen Jasa : X dan Y Departemen Jasa : X dan Y Transfer biaya dari X untuk A,B dan Y Transfer biaya dari X untuk A,B dan Y Transfer biaya dari Y untuk A,B dan X Transfer biaya dari Y untuk A,B dan X See Exhibit 13-6, page 13-16

17 Simultaneous Method Cara perhitungan : Cara perhitungan : a. Tentukan persamaan masing-masing a. Tentukan persamaan masing-masing biaya overhead di departemen jasa. biaya overhead di departemen jasa. b. Masukkan secara substitusi satu b. Masukkan secara substitusi satu persamaan departemen jasa kedalam persamaan departemen jasa kedalam persamaan departemen jasa lainnya persamaan departemen jasa lainnya guna mendapatkan nilai netto. guna mendapatkan nilai netto.

18 Simultaneous Method c. Nilai netto masing-masing departemen c. Nilai netto masing-masing departemen jasa dimasukan kedalam format jasa dimasukan kedalam format perhitungan,dan didistribusikan dengan perhitungan,dan didistribusikan dengan komposisi yang sudah ditentukan. komposisi yang sudah ditentukan. d. Kalau departemen jasanya banyak, d. Kalau departemen jasanya banyak, maka dibuatkan persamaan untuk maka dibuatkan persamaan untuk setiap departemen jasa dan dihitung setiap departemen jasa dan dihitung dengan cara yang sama. dengan cara yang sama.

19 Using Departmental Overhead Rates Sama sebagaimana sudah dijelaskan yaitu membagi total overhead pabrik final dari setiap departemen dengan alokasi yang dipilih. Sama sebagaimana sudah dijelaskan yaitu membagi total overhead pabrik final dari setiap departemen dengan alokasi yang dipilih. Jurnal : Jurnal : Work in Process xxx Work in Process xxx Applied FOH-Dept.A xxx Applied FOH-Dept.A xxx

20 Step at End of Fiscal Period Langkah-langkah : Langkah-langkah : a. Biaya aktual dari overhead departemental langsung di departemen a. Biaya aktual dari overhead departemental langsung di departemen produksi dan jasa. produksi dan jasa. Sedangkan overhead departemental tidak langsung sesuai Sedangkan overhead departemental tidak langsung sesuai dengan kolomnya. dengan kolomnya. See Exhibit 13-7, page See Exhibit 13-7, page b. Survey kedua disiapkan untuk tingkat aktual b. Survey kedua disiapkan untuk tingkat aktual dari dasar alokasi. dari dasar alokasi. See Exhibit 13-8,page See Exhibit 13-8,page c. Biaya aktual dari overhead departemental c. Biaya aktual dari overhead departemental tidak langsung dialokasikan pada akhir tahun. tidak langsung dialokasikan pada akhir tahun. See Exhibit 13-7 dan 13-8, page dan See Exhibit 13-7 dan 13-8, page dan 13-20

21 Step at End of Fiscal Period d. Biaya departemen jasa aktual didistribusikan ke departemen yang menerima manfaat berdasarkan hasil survey akhir tahun. Exhibit 13-8 dan 13-9 d. Biaya departemen jasa aktual didistribusikan ke departemen yang menerima manfaat berdasarkan hasil survey akhir tahun. Exhibit 13-8 dan 13-9 Overhead aktual ( FOH control ) dibandingkan dengan overhead dibebankan ( Applied FOH ) Overhead aktual ( FOH control ) dibandingkan dengan overhead dibebankan ( Applied FOH ) See Exhibit 13-9, page See Exhibit 13-9, page 13-21

22 Overhead Departmentalization in Non manufacturing Business and Not-for-Profit Organizations Departementalisasi overhead juga diterapkan pada perusahaan non manufaktur dan organisasi nirlaba. Departementalisasi overhead juga diterapkan pada perusahaan non manufaktur dan organisasi nirlaba. Contoh entitas seperti itu adalah : Contoh entitas seperti itu adalah : a. Non manufacturing segments of a. Non manufacturing segments of manufacturing concerns( marketing, manufacturing concerns( marketing, administrative departments) administrative departments)

23 Non Manufacturing Business and Not-for-Profit Organizations b. Retail store b. Retail store Large retail store sudah menerapkan Large retail store sudah menerapkan departementalisasi dengan sudah mulai departementalisasi dengan sudah mulai mengkelompok-kelompokan aktivitasnya mengkelompok-kelompokan aktivitasnya c. Bank and other financial institutions c. Bank and other financial institutions d. Insurance Companies d. Insurance Companies

24 Non Manufacturing Business and Not-for-Profit Organizations e. Educational institutions e. Educational institutions f. Service Organizations f. Service Organizations g. Federal, state, local government and their agencies. g. Federal, state, local government and their agencies.


Download ppt "CHAPTER 13 FACTORY OVERHEAD : DEPARTMENTALIZATION."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google