Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA Ny. I DENGAN Ca. REKTI POST KOLOSTOMI DI RUANG CYRUGIS WANITA RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Oleh: Kelompok E FAKULTAS KEPERAWATAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA Ny. I DENGAN Ca. REKTI POST KOLOSTOMI DI RUANG CYRUGIS WANITA RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Oleh: Kelompok E FAKULTAS KEPERAWATAN."— Transcript presentasi:

1 ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA Ny. I DENGAN Ca. REKTI POST KOLOSTOMI DI RUANG CYRUGIS WANITA RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Oleh: Kelompok E FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS ANDALAS 2013

2 DEFENISI Karsinoma rekti adalah tumbuhnya sel2 ganas di daerah rektum (Smeltzer & Bare, 2002). Karsinoma rekti adalah suatu keadaan dimana trjd pertumbuhan jar abnormal pd daerah rektum. Keganasan trjdi akibat gangguan proliferasi sel epitel yg tdk terkendali & tumbuh ke dlm lumen & dpt menyebar ke usus sebagai cincin anular (Price and Wilson, 2006). Karsinoma rekti adalah tumbuhnya sel2 ganas di daerah rektum (Smeltzer & Bare, 2002). Karsinoma rekti adalah suatu keadaan dimana trjd pertumbuhan jar abnormal pd daerah rektum. Keganasan trjdi akibat gangguan proliferasi sel epitel yg tdk terkendali & tumbuh ke dlm lumen & dpt menyebar ke usus sebagai cincin anular (Price and Wilson, 2006).

3 Etiologi Colitis Ulcerativa atau penyakit Crohn Polip di usus (Colorectal polyps) Riwayat kanker Riwayat kanker pada keluarga: Usia di atas 50 Faktor gaya hidup Colitis Ulcerativa atau penyakit Crohn Polip di usus (Colorectal polyps) Riwayat kanker Riwayat kanker pada keluarga: Usia di atas 50 Faktor gaya hidup

4 Manifestasi Klinis Perubahan pada kebiasaan BAB / adanya darah pada feses, baik itu darah segar maupun yang berwarna hitam. Diare, konstipasi atau merasa bahwa isi perut atau usus tidak benar - benar kosong saat BAB Feses yang lebih kecil dari biasanya Keluhan tidak nyaman pada perut seperti sering flatus, kembung, rasa penuh pada perut atau nyeri Penurunan berat badan Mual dan muntah Rasa letih dan lesu Pada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius dan nyeri pada daerah gluteus Perubahan pada kebiasaan BAB / adanya darah pada feses, baik itu darah segar maupun yang berwarna hitam. Diare, konstipasi atau merasa bahwa isi perut atau usus tidak benar - benar kosong saat BAB Feses yang lebih kecil dari biasanya Keluhan tidak nyaman pada perut seperti sering flatus, kembung, rasa penuh pada perut atau nyeri Penurunan berat badan Mual dan muntah Rasa letih dan lesu Pada tahap lanjut dapat muncul gejala pada traktus urinarius dan nyeri pada daerah gluteus

5 KOMPLIKASI Karsinoma kolon dpt bermetastase dgn jln langsung perkontinuitatum dinding usus dan organ disekitarnya Hematogen Limfogen Metastasis sering trjdi ke kelenjar getah bening & organ lain Pertumbuhan tumor dpt menyebabkan obstruksi usus partial/lengkap Pertumbuhan & ulserasi dpt menyerang pemb. darah sekitar kolon yg menyebabkan hemoragi Peritonitis /sepsis yg dpt menimbulkan syock

6 WOC

7 Penatalaksanaan Pembedahan Untuk stadium I dan II kanker rektal Radiasi dan kemoterapi

8 Stadium Ca Recti Sistem Dukes modifikas astter coller Stadium A Terbatas pada dinding usus 97% Stadium B Menembus lapisan muskularis mukosa 80% Stadium C Metastosis ke kelenjar limfe StadiumC1 Beberapa kelenjar limfe (1-4 bh) 65% Stadium C2 Metastasis ke kelenjar limfe > 5 bh 35% Stadium D Metastasis ke organ lain ; hati 35%

9 Stadium Berdasarkan TNM Tx: tumor primer tidak dapat dinilai To: tumor primer tidak ditemukan Tis: karsinoma insitu, intraepitelial/sebatas lapisan mukosa saja T1: tumor menginvasi submukosa T2: tumor menginvasi lapisan muskularis propia T3: tumor menembus muskularis propria hingga lapisan serosa T4: menginvasi organ/ struktur sekitarnya/sampai peritonium

10 Pemeriksaan Penunjang dan Diagnostik Pemeriksaan laboratorium: – Tinja – CEA (Carcino-embryonic anti-gen) – Tes darah samar pada feses/kotoran (Fecal Occult Blood Test – FOBT): Pemeriksaan radiologis Endoskopi dan biopsi Pemeriksaan rektal secara digital Ultrasonografi Enema barium kontras ganda (Double-contrast barium enema)

11 ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS Data Klinis Nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, pekerjaan, pendidikan, No.MR Riwayat Kesehatan /alasan masuk  Klien masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri pada anus yang menjalar ke abdomen bagian bawah  BAB disertai darah  Nyeri kram abdomen  Perubahan pola defekasi : melena (feses hitam)  Konstipasi, diare, penipisan feses, tidak puas setelah BAB, anoreksia, mual muntah, penurunan BB, keletihan  Memiliki kebiasaan diit tinggi lemak, protein dan daging srerta rendah serat

12 Pola fungsional gordon Pola persepsi dan manajemen kesehatan Terjadi perubahan persepsi dan penanganan kesehatan karena kurang pengetahuan tentang dampak sehingga menimbulkan persepsi negatif terhadap diri, stres, perubahan perilaku, mudah tersinggung Pola Nutrisi dan metabolik Terjadi penurunan nafsu makan (anoreksia) sehingga BB menurun, penurunan lemak subkutan, penurunan masa atot, konjungtiva anemis, HB rendah

13 Continue... Pola eliminasi Terjadi perubahan kebiasaan defekasi, dimana konstipasi dan diare bergantian, feses berdarah / berwarna hitam, penipisan pada feses Pola latihan dan aktifitas Klien mengalami keletihan, nyeri pada abdomen sehingga tidak dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari Pola kognitif dan persepsi Tidak terjadi perubahan

14 Pola istirahat dan tidur Mengalami cemas, nyeri dan kram abdomen Pola konsep diri – persepsi diri Adanya perubahan pada fungsi dan struktur tubuh akan menyebabkan gangguan pada gambaran diri : rasa terisolasi, harga diri rendah, mekanisme koping destruktif, perasaan tidak berdaya, kurang percaya diri dan putus asa disertai emosi labil dan kesulitan untuk mengungkapkan

15 Pola peran dan hubungan Tidak dapat menjalankan peran dalam keluarga dan dalam masyarakat, membutuhkan dukungan Pola seksualitas dan reproduksi Mengalami gangguan dalam hubungan seksualitas Pola pertahanan diri Lama rawatan, perjalanan penyakit yang kronis, perasaan tidak berdaya dapat menyebabkan perasaan marah, cemas, takut, tidak sabara, mudah tersinggung. Pola keyakinan dan nilai Mengkaji pola ibadah dan keyakinan selama sakit

16 Diagnosa Keperawatan – Nyeri – Konstipasi – Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh – Resiko perdarahan – Ansietas

17 RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN CANCER RECTI TERLAMPIR

18 ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. I DENGAN Ca. REKTI POST COLOSTOMY Nama: Ny. I No. RM: JK: Perempuan Umur: 41 tahun BB: 43 kg TB: 155 cm LILA: 18 cm Suhu: C Nadi: 80 x/i Kuat ( √ ) Tekanan darah : 130/80 mmHg Tanggal masuk : 23 September 2013 pukul wib Tanggal pengkajian: 24 September 2013 pukul Dx. Medis: Ca. Rekti post colostomy

19 ALASAN DIRAWAT DI RUMAH SAKIT Keluar darah dari stoma dan anus Riwayat Kesehatan Sekarang Klien masuk melalui IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang tanggal 23 September 2013 jam WIB dengan keluhan keluar darah dari stoma dan anus, darah bertambah banyak sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada saat pengkajian tanggal 24 September 2013 jam WIB klien mengatakan BAB dari stoma berwarna merah kecoklatan, lembek dan klien mengganti colostomybag 2 – 3 kali sehari dan dari anus keluar darah berwarna merah segar, klien mengganti pembalut 3 – 4 kali sehari..

20 Cont... Klien mengeluh nyeri di daerah anus seperti ditusuk – tusuk, nyeri dirasakan selama + 2 menit, klien mengeluh mual, pusing dan badan terasa lemah. Klien mengatakan merasa malu jika ikut kegiatan/acara di lingkungan masyarakat karena ada kolostomi dan mengeluarkan bau yang tidak sedap

21 Riwayat Kesehatan Dahulu Klien pernah dirawat 3 tahun yang lalu di RSUD Kerinci dengan keluhan BAB berdarah dan didiagnosa suspect hemoroid dan disentri. Satu tahun yang lalu klien berobat ke rumah sakit di Bengkulu dengan keluhan BAB berbentuk pita dan berdarah, kemudian klien dilakukan pemeriksaan CT Scan abdomen dengan kesan Ca Recti dan klien dianjurkan untuk kemoterapi, tetapi klien menolak karena ingin berobat alternatif.

22 Cont... Pada bulan desember 2012 karena keluhan tidak berkurang, klien berobat ke RSUP Dr.M.Djamil Padang dan klien dilakukan operasi kolostomi dan kemoterapi sebanyak 6x. Klien mengatakan dahulunya sering mengkonsumsi daging dan tidak suka mengkonsumsi sayur. Klien tidak memiliki riwayat penyakit keganasan, penyakit keturunan (DM, hipertensi, dll) atau penyakit menular (TBC, hepatitis, dll) dan penyakit kelainan darah

23 Riwayat Kesehatan Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit kanker dan penyakit keturunan (DM, hipertensi, dll) atau penyakit menular (TBC, hepatitis, dll) dan penyakit kelainan darah.

24 POLA PERSEPSI DAN PENANGANAN KESEHATAN

25 POLA FUNGSIONAL GORDON Pola Persepsi Dan Penanganan Kesehatan Klien sudah mengetahui penyakit yang dideritanya dan sudah berulang kali dirawat di rumah sakit. Klien mengatakan datang ke rumah sakit saat ini untuk di operasi secepatnya karena klien ingin cepat sembuh, klien mau mengikuti pengobatan dan perawatan yang dilakukan pada dirinya. Jika sakit klien biasanya berobat ke puskesmas dan juga berobat alternatif

26 POLA NUTRISI /METABOLISME Diet / suplemen khusus : MB TKTP Nafsu makan: Menurun disertai mual Perubahan BB 6 bulan terakhir : penurunan berat badan 5 Kg Gambaran diet pasien dalam sehari Makan pagi : Sehat = nasi + lauk Sakit = MB TKTP + ekstra 2 telur, habis ¼ porsi Makan siang : Sehat = nasi + lauk Sakit = MB TKTP + ekstra 2 telur, habis ½ porsi Makan malam: Sehat = nasi + lauk Sakit = MB TKTP + ekstra 2 telur, habis ¼ porsi

27 POLA ELIMINASI Kebiasaan defekasi : klien terpasang kolostomi, karakteristik BAB lembek bercampur darah, mengganti colostomybag 2 – 3 kali sehari. POLA AKTIVITAS / OLAHRAGA Kemampuan perawatan diri : klien dapat beraktivitas secara mandiri.

28 POLA ISTIRAHAT TIDUR Kebiasaan : _5_jam/malam dan klien ada tidur siang 1 jam Klien merasa tidak segar setelah tidur Masalah: klien sering terbangun karena merasa nyeri POLA KOGNITIF – PERSEPSI Penatalaksanaan nyeri: Bila sakit biasanya klien beli obat ke warung, jika tidak sembuh baru klien berobat ke puskesmas dan obat alternatif. Klien mengeluh nyeri di daerah anus seperti ditusuk – tusuk, nyeri dirasakan selama + 2 menit, skala 7, nyeri bertambah berat saat klien duduk.

29 POLA PERAN HUBUNGAN Masalah keluarga berkenaan dengan masalah di Rumah Sakit: biaya pengobatan ditanggung Jamkesda Kegiatan Sosial : Klien sering merasa malu jika ada kegiatan / acara di lingkungan masyarakat karena ada kolostomi, klien takut BAB berbau. POLA SEKSUALITAS / REPRODUKSI Masalah seksualitas b.d penyakit : terganggu karena nyeri kronik akibat proses penyakitnya

30 POLA KOPING – TOLERANSI STRES Perhatian utama tentang perawatan di Rumah sakit atau penyakit (finansial, perawatan diri) : Klien adalah seorang petani, biaya perawatan selama di rumah sakit di tanggung oleh Jamkesda dan perawatan diri klien selama di RS dibantu suami. Keadaan emosi dalam sehari – hari : klien kurang percaya diri karena ada kolostomy

31 POLA KEYAKINAN – NILAI Pengaruh agama dalam kehidupan : selama dirawat klien selalu sholat dan berdo’a agar cepat sembuh TERAPHY Ceftriaxone 2 x 1 gram Ranitidin 2 x 1 ampul Vitamin K 3 x 1 ampul Vitamin C 3 x 1 ampul Kalnex 3 x 1 ampul Ketorolac drip 2 ampul per kolf IVFD Tutofusin : NaCl 0,9% = 2 : 2 (6 jam/kolf)

32 PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Diagnostik : 23 september 2013 CT – scan abdomen : Ca rekti + metastase hepar Hasil rontgen thorak cor dan pulmo normal Rectal toucher : anus normal, teraba massa intralumen menyebar + 3 cm

33 2. Laboratorium : tanggal 23 September Darah lengkap Hemoglobin: 7,1 gr/dl ↓ ( N : 12.0 – 14.0 gr/dl ) Hematokrit : 23 % ↓ ( N : 37.0 – 43 % ) Leukosit: 12500/ µL ↑ ( N : 6000 – / µL ) Trombosit: / µL( N : – / µL ) GDS: 88 mg/dl ( N : < 126 mg/dl ) GD 2 jam PP: 89,45 mg/dl( N : < 200 mg/dl )

34 3. Kimia darah : Ureum: 14.2 mg/dl ↓ ( N : 15 – 40 mg / dl ) Creatinin: 0.5 mg/dl ↓ ( N : 0.6 – 1.2 mg / dl SGOT : 15 u/l( N : 0.0 – 31 u/l ) SGPT: 5u/l ( N : 0.0 – 34 u/l ) Albumin: 3,0 g/dl ↓ Analisa elektrolit : Natrium : 138 mmol/l ( N : 136 – 145 mmol / l ) Kalium : 3,5 mmol/l ( N ; 3,5 – 5,0 mmol / l ) Clorida : 103 mmol/l ( N : 98 – 106 mmol / l )

35 TERAPHY Ceftriaxone 2 x 1 gram Ranitidin 2 x 1 ampul Vitamin K 3 x 1 ampul Vitamin C 3 x 1 ampul Kalnex 3 x 1 ampul Ketorolac drip 2 ampul per kolf IVFD Tutofusin : NaCl 0,9% = 2 : 2 (6 jam/kolf)

36 PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN I : Distensi (-), tidak simetris kiri – kanan, terdapat kolostomi pada abdomen kuadran kiri bawah, terdapat jaringan sikatrik bekas operasi laparatomi. Karakteristik colostomy: warna merah muda, produksi colostomy berupa feses yang masih encer bercampur darah, kulit sekitar colostomy kemerahan A : BU (+) (Normal) Pal : NT (+), NL (-) Per : Tympani

37 ANALISA DATA DATAETIOLOGI DS : Klien mengatakan badannya lemah Klien mengatakan keluar darah dari anusnya dan BAB bercampur darah dari stoma DO : Konjungtiva anemis Klien lemah dan pucat CRT 4 Detik Bibir pucat Keluar darah dari : anus : 150 cc Colostomi 50 cc Hb : 7,1 g/dl (↓) Ht : 23% (↓) Trombosit : µL (↓) Resiko Pendarahan

38 DATAETIOLOGI DS : Klien mengatakan nyeri pada daerah anus seperti ditusuk – tusuk Nyeri bertambah bila penekanan pada daerah anus / posisi duduk Klien mengatakan sering terbangun malam hari karena nyeri DO Ekspresi wajah meringis Durasi + 2 menit Skala nyeri 7 Gerakan melindungi dan berhati – hati Nyeri kronik

39 DATAETIOLOGI DS : Klien mengatakan mual Klien mengatakan nafsu makan berkurang Klien mengtakan hanya menghabiskan diit ½ porsi Klien mengatakan 6 bulan terakhir BB nya turun 5 kg DO : Klien menghabiskan ½ diit dari porsi disediakan Klien lemah Mukosa mulut kering Bb sehat : 50 kg Bb sakit :43 kg Tinggi badan : 155 LILA : 18cm BMI : 17,9 (KURUS) ALBUMIN :3,0 HB : 7,1 Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh

40 DATAETIOLOGI DS : Klien mengatakan merasa malu jika ada kegiatan / acara di lingkungan masyarakat karena ada kolostomi klien merasa risih karena BAB berbau amis DO : Post colostomy 9 bulan yang lalu Terdapat colostomi yang ditutup dengan colostomi bag pada perut kuadran bawah kiri Bau (+) Gangguan Body Image

41 RENPRA KASUS

42 CATPER

43 PEMBAHASAN

44 PENGKAJIAN Pengkajian tgl 24 SepT 2013 pd Ny. I d dptkn data bahwa klien mengatakan BAB dr stoma berwarna merah kecoklatan, lembek & klien mengganti colostomybag 2 – 3X sehari & dari anus keluar darah berwarna merah segar, klien mengganti pembalut 3 – 4 kali sehari. Klien mengeluh nyeri di daerah anus seperti ditusuk – tusuk, nyeri dirasakan selama + 2 menit, klien mengeluh mual, pusing dan badan terasa lemah. Klien mengatakan merasa malu jika ikut kegiatan/acara di lingkungan masyarakat karena ada kolostomi dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Menurut Sudoyo, dkk (2009), tanda dan gejala yang muncul pada karsinoma rekti antara lain : Feses yang lebih kecil dari biasanya, perubahan pada kebiasaan BAB atau adanya darah pada feses, baik itu darah segar maupun yang berwarna hitam.

45 DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa ini diangkat sebagai diagnosa utama dikarenakan data-data aktual yang ditemukan pada saat pengkajian sangat mendukung dan memenuhi ketentuan untuk ditegakkannya diagnosa ini, konjungtiva anemis, klien lemah dan pucat, CRT 4 Detik, akral teraba dingin, mukosa mulut kering dan pucat, keluar darah dari anus : 150 cc, dan colostomi 50 cc, Hb : 7,1 g/dl (↓), Ht : 23% (↓), trombosit : µL (↓) dan Ca recty nya belum dioperasi. Resiko perdarahan

46 Diagnosa ini diangkat sebagai diagnosa selanjutnya dikarenakan data-data aktual yang ditemukan pada saat pengkajian didapatkan skala nyeri 7, durasi ± 2 menit, ekspresi wajah meringis, gerakan melindungi dan berhati- hati. Menurut Potter &Perry (2006), penatalaksanaan keperawatan klien dengan nyeri kronik yaitu dengan dua penatalaksanaan yaitu secara farmakolgi dan non farmakologi. Pendekatan nyeri secara farmakologi adalah tindakan kolaborasi perawat dengan dokter, yang menekankan pada pemberian obat analgetik. Pendekatan nyeri secara non farmakologi merupakan tindakan mandiri perawat untuk menghilangkan nyeri. Nyeri bagaimanapun keadaannya harus diatasi, karena kenyamanan merupakan kebutuhan dasar manusia, sebagaimana dalam Hirarki Maslow. Nyeri Kronik

47 Data-data yang ditemukan saat pengkajian sesuai dengan pendapat Smeltzer & Bare (2002), manifestasi klinis dari ca rekti ini diantaranya yaitu mual dan muntah, kurang nafsu makan dan penurunan berat badan secara drastis, ini mendukung terjadinya gangguan ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang Dari Kebutuhan Tubuh

48 Gangguan Body Image Klien mengatakan merasa malu jika ada kegiatan / acara di lingkungan masyarakat karena ada kolostomi klien merasa risih karena BAB berbau amis, terdapat colostomi bag pada perut kuadran bawah kiri berbau sehingga akan mempengaruhi klien untuk berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat membuat pasien tidak percaya diri bahkan terjadi harga diri rendah yang membuat kesehatan jiwa pasien rentan terganggu/ maladaptif.

49 INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI 1.RESIKO PERDARAHAN Dalam mengatasi masalah resiko perdarahan dapat dilakukan:  Melakukan penilaian dari sirkulasi keseluruhan  Memberikan pengobatan antiplatelet atau antikoagulan  Memonitor status cairan, pemasukan intake dan output, mempertahankan kepatenan jalur IV. 1.RESIKO PERDARAHAN Dalam mengatasi masalah resiko perdarahan dapat dilakukan:  Melakukan penilaian dari sirkulasi keseluruhan  Memberikan pengobatan antiplatelet atau antikoagulan  Memonitor status cairan, pemasukan intake dan output, mempertahankan kepatenan jalur IV.

50 NYERI KRONIK Manajemen nyeri adalah suatu cara untuk menghilangkan/mengontrol rasa nyeri. Manajemen lingkungan yaitu dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Pemberian analgetik yaitu kolaborasi dokter dan perawat Manajemen nyeri adalah suatu cara untuk menghilangkan/mengontrol rasa nyeri. Manajemen lingkungan yaitu dengan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Pemberian analgetik yaitu kolaborasi dokter dan perawat

51 a.Manajemen nutrisi. Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis gizi yang dibutuhkan b.Monitor gizi c.Memantau lingkar lengan klien, memantau mual dan muntah, memantau albumin, total protein, Hb, hematokrit, dan elektrolit, memantau tingkat energi, lemah, letih, rasa tidak enak d.Terapi nutrisi. Tindakan untuk memantau makanan dan minuman yang dimakan oleh klien a.Manajemen nutrisi. Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis gizi yang dibutuhkan b.Monitor gizi c.Memantau lingkar lengan klien, memantau mual dan muntah, memantau albumin, total protein, Hb, hematokrit, dan elektrolit, memantau tingkat energi, lemah, letih, rasa tidak enak d.Terapi nutrisi. Tindakan untuk memantau makanan dan minuman yang dimakan oleh klien Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh

52 GANGGUAN BODY IMAGE  Catat perilaku menarik diri  Berikan kesempatan pada pasien atau orang terdekat untuk memandang atau menyentuh stoma  Berikan kesempatan pasien menerima kolostomi melalui partisipasi perawatan diri  Jadwalkan aktivitas perawatan dengan pasien  Catat perilaku menarik diri  Berikan kesempatan pada pasien atau orang terdekat untuk memandang atau menyentuh stoma  Berikan kesempatan pasien menerima kolostomi melalui partisipasi perawatan diri  Jadwalkan aktivitas perawatan dengan pasien

53 PENUTUP

54  Pengkajian : Ca Recti sesuai antara data teoritis dengan data pengkajian yang didapat.  Masalah keperawatan yaitu masalah perdarahan, nyeri kronik, perubahan nutrisi dan gangguan body image  Setelah diketahui masalah keperawatan yang muncul, maka disusunlah intervensi keperawatan berdasarkan keadaan pasien yang disesuaikan dengan intervensi keperawatan  Intervensi keperawatan yang telah disusun dilaksanakan sesuai kebutuhan pasien pada saat akan dilakukan implementasi tersebut.  Mahasiswa dapat melakukan pendokumentasian keperawatan pada pasien Ca Rekti dan mengetahui perkembangan pasien.  Pengkajian : Ca Recti sesuai antara data teoritis dengan data pengkajian yang didapat.  Masalah keperawatan yaitu masalah perdarahan, nyeri kronik, perubahan nutrisi dan gangguan body image  Setelah diketahui masalah keperawatan yang muncul, maka disusunlah intervensi keperawatan berdasarkan keadaan pasien yang disesuaikan dengan intervensi keperawatan  Intervensi keperawatan yang telah disusun dilaksanakan sesuai kebutuhan pasien pada saat akan dilakukan implementasi tersebut.  Mahasiswa dapat melakukan pendokumentasian keperawatan pada pasien Ca Rekti dan mengetahui perkembangan pasien.

55 SARAN  Bagi mahasiswa keperawatan khususnya yang sedang atau akan melakukan praktek di rumah sakit serta perawat yang bertugas di RS agar mampu melakukan asuhan keperawatan secara holistic  Berdasarkan kasus, diharapkan mahasiswa dan petugas keperawatan dapat penanganan pencegahan terjadinya pengeluaran darah lebih banyak diantaranya melakukan penilaian dari sirkulasi keseluruhan  Bagi mahasiswa keperawatan khususnya yang sedang atau akan melakukan praktek di rumah sakit serta perawat yang bertugas di RS agar mampu melakukan asuhan keperawatan secara holistic  Berdasarkan kasus, diharapkan mahasiswa dan petugas keperawatan dapat penanganan pencegahan terjadinya pengeluaran darah lebih banyak diantaranya melakukan penilaian dari sirkulasi keseluruhan

56


Download ppt "ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA Ny. I DENGAN Ca. REKTI POST KOLOSTOMI DI RUANG CYRUGIS WANITA RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Oleh: Kelompok E FAKULTAS KEPERAWATAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google