Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan MEMBANGUN KINERJA MELALUI MOTIVASI Dedi Mulyasana 1.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan MEMBANGUN KINERJA MELALUI MOTIVASI Dedi Mulyasana 1."— Transcript presentasi:

1 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan MEMBANGUN KINERJA MELALUI MOTIVASI Dedi Mulyasana 1

2 MOTIVASI Menurut Teori Keadilan dari J. Stacy Adam bahwa, Motivasi kerja akan turun dan berdampak pada frustasi, apabila karyawan merasa diambil hakya dan diperlakukan secara tidak adil Menurut Teori Keadilan dari J. Stacy Adam bahwa, Motivasi kerja akan turun dan berdampak pada frustasi, apabila karyawan merasa diambil hakya dan diperlakukan secara tidak adil Perilaku manusia pada awalnya didorong oleh upaya untuk memaksimalkan terpenuhinya kepentingan dan kebutuhan. Motivasi tumbuh bersamaan dengan makin menguatnya kebutuhan dan kepentingan Perilaku manusia pada awalnya didorong oleh upaya untuk memaksimalkan terpenuhinya kepentingan dan kebutuhan. Motivasi tumbuh bersamaan dengan makin menguatnya kebutuhan dan kepentingan bahwa "kepuasan" dan "ketidakpuasan" adalah dua hal yang berbeda. Seseorang dapat menghindari ketidakpuasan, tetapi hal ini belum tentu memberi kepuasan. bahwa "kepuasan" dan "ketidakpuasan" adalah dua hal yang berbeda. Seseorang dapat menghindari ketidakpuasan, tetapi hal ini belum tentu memberi kepuasan. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan2

3 MOTIVASI Manusia hanya dapat berhasil mencapai target yang mereka yakini dapat mereka capai. Manusia hanya dapat berhasil mencapai target yang mereka yakini dapat mereka capai. Setiap perilaku selalu tujuan, dan tujuan itu menjadi sumber tumbuhnya motivasi Setiap perilaku selalu tujuan, dan tujuan itu menjadi sumber tumbuhnya motivasi Tingkat Kebutuhan dan motivasi selalu tumbuh ke arah yang lebih tinggi Tingkat Kebutuhan dan motivasi selalu tumbuh ke arah yang lebih tinggi Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan3

4 MOTIVASI Teori hierarkhi kebutuhan Maslow menunjukan bahwa manusia pada umumnya bekerja karena adanya kebutuhan. Nilai Kebutuhan berkembang sesuai dengan waktu, keadaan serta pengalamannya. Teori hierarkhi kebutuhan Maslow menunjukan bahwa manusia pada umumnya bekerja karena adanya kebutuhan. Nilai Kebutuhan berkembang sesuai dengan waktu, keadaan serta pengalamannya. Kinerja Karyawan didorong oleh kebutuhan yang belum terpenuhi. Kinerja Karyawan didorong oleh kebutuhan yang belum terpenuhi. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan4

5 Teori Frederick Herbertg Motivasi tenaga kerja dipengaruhi oleh dua hal : (1) didorong oleh nilai kepuasan seperti:prestasi, pengukuhan hasil kerja, daya tarik pekerjaan, dan tanggung jawab serta kemajuan.(2) ketidak puasan yang bersumber dari: kebijakan, supervisi, uang, status, rasa aman, hubungan antar manusia, dan kondisi kerja. Motivasi tenaga kerja dipengaruhi oleh dua hal : (1) didorong oleh nilai kepuasan seperti:prestasi, pengukuhan hasil kerja, daya tarik pekerjaan, dan tanggung jawab serta kemajuan.(2) ketidak puasan yang bersumber dari: kebijakan, supervisi, uang, status, rasa aman, hubungan antar manusia, dan kondisi kerja. Dorongan pertama dapat memperkcil dampak dari ketidak puasan kerja Akibat tidak memperhatikan situasi kedua. Dorongan pertama dapat memperkcil dampak dari ketidak puasan kerja Akibat tidak memperhatikan situasi kedua. Menumbuhkan iklim pada dorongan (1) merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas motivasi di kalangan karyawan. Menumbuhkan iklim pada dorongan (1) merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas motivasi di kalangan karyawan. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan5

6 TEORI X DAN TEORI Y ( Mc Gregor ) Teori X: Manusia pada umumnya malas/ tidak bersemangat, tidak percaya diri, enggan bertanggungjawab, ingin aman, tak mau mengambil resiko, tidak jujur. Karena itu perlu selalu diawasi. Teori X: Manusia pada umumnya malas/ tidak bersemangat, tidak percaya diri, enggan bertanggungjawab, ingin aman, tak mau mengambil resiko, tidak jujur. Karena itu perlu selalu diawasi. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan6

7 TUGAS PEMIMPIN DLM TEORI X Mengatakan dengan jelas apa yang harus dilakukan, Mengatakan dengan jelas apa yang harus dilakukan, Kapan, dan bagaimana Melakukan pengawasan secara ketat Kapan, dan bagaimana Melakukan pengawasan secara ketat Bagaimana melakukan komunikasi dan motivasi ; Bagaimana melakukan komunikasi dan motivasi ; menetapkan imbalan atau hukuman, karena motivasi utamanya adalah memperoleh uang dan takut sanksi menetapkan imbalan atau hukuman, karena motivasi utamanya adalah memperoleh uang dan takut sanksi mengharuskan pimpinan selalu mengawasi ketat terhadap karyawan, dengan tugas-tugas yang jelas, serta. mengharuskan pimpinan selalu mengawasi ketat terhadap karyawan, dengan tugas-tugas yang jelas, serta. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan7

8 TEORI Y Karyawan dapat Menikmati pekerjaannya Bersedia memberi kontribusi Bersedia menerima tanggung jawab Dapat membuat keputusan bagi diri sendiri Mampu menanggulangi masalah masalah Mampu membuat rencana rencana jangka panjang dan mencapainya Karyawan dapat Menikmati pekerjaannya Bersedia memberi kontribusi Bersedia menerima tanggung jawab Dapat membuat keputusan bagi diri sendiri Mampu menanggulangi masalah masalah Mampu membuat rencana rencana jangka panjang dan mencapainya sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi dengan cara cara berikut: sehingga pemimpin tersebut akan memotivasi dengan cara cara berikut: Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan8

9 Teori Y Memberi kepercayaan, kesempatan dan tanggung jawab untuk melakukan yang tebaik Memberi kepercayaan, kesempatan dan tanggung jawab untuk melakukan yang tebaik Penghargaan tidak hanya sekedar uang Penghargaan tidak hanya sekedar uang manajer untuk selalu mendorong inisiatif untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja. manajer untuk selalu mendorong inisiatif untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja. tidak terlalu banyak dikontrol,intervensi, dan diawasi. tidak terlalu banyak dikontrol,intervensi, dan diawasi. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan9

10 MOTIVASI Intensitas motif merupakan fungsi nilai setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi dan kegunaannya. Intensitas motif merupakan fungsi nilai setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi dan kegunaannya. Tingkat Motivasi = hasil X nilai X ekspektasi/ waktu, kondisi dan pengalaman. Tingkat Motivasi = hasil X nilai X ekspektasi/ waktu, kondisi dan pengalaman. manusia meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkannya dan mempertimbangkan keyakinannya bahwa nilai itu memberi sumbangan terhadap tujuan. manusia meletakkan nilai kepada sesuatu yang diharapkannya dan mempertimbangkan keyakinannya bahwa nilai itu memberi sumbangan terhadap tujuan. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan10

11 Teori Kebutuhan McClelland Pekerja digerakan oleh 3 (tiga) kebutuhan dasar : Pekerja digerakan oleh 3 (tiga) kebutuhan dasar : 1. Prestasi (need of achievement) 2. Kekuasaan (need of power- n-Ach) 3. Perhatian (need of affection- n-Aff) Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan11

12 MOTIF BERPRESTASI manusia bekerja didorong oleh kebutuhan akan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan. manusia bekerja didorong oleh kebutuhan akan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan seseorang mengambil tugas secara konsisten bertanggung jawab dimana untuk mencapai tujuannya ia berani mengahdapi risiko serta memperhatikan feedback. Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan seseorang mengambil tugas secara konsisten bertanggung jawab dimana untuk mencapai tujuannya ia berani mengahdapi risiko serta memperhatikan feedback. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan12

13 MOTIF BERPRESTASI Kebutuhan afiliasi ditunjukan oleh keinginan bersahabat, memperhatikan aspek antar pribadi, bekerja sama, empati, dan efektif dalam bekerja. Kebutuhan afiliasi ditunjukan oleh keinginan bersahabat, memperhatikan aspek antar pribadi, bekerja sama, empati, dan efektif dalam bekerja. Kebutuhan kekuasaan tampak pada seseorang yang mau untuk berpengaruh terhadap orang lain, cepat tanggap terhadap masalah, aktif menjalankan kebijakan organisasi, senang membantu orang ldengan mengesankan dan selalu menjaga prestasi, reputasi serta posisinya Kebutuhan kekuasaan tampak pada seseorang yang mau untuk berpengaruh terhadap orang lain, cepat tanggap terhadap masalah, aktif menjalankan kebijakan organisasi, senang membantu orang ldengan mengesankan dan selalu menjaga prestasi, reputasi serta posisinya Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan13

14 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan TEORI MOTIVASI –Material Motivations  Motivasi seseorang tumbuh karena alasan uang atbekerja adalah unu pendapatan. Motivasi ini melekat pada kelompok pragmatis dan materialis yang malas. –Human Relations (hubungan manusiawi)  Motivasi seseoang tumbuh karena alasan kepuasan dalam menjalin hubungan dengan sesama.  Materi tidak menjadi sumber alasan pada kelompok ini. Karena itu, pimpinan harus memberikan ruang yang nyaman dan menyenangkan dalam kegiatan kerja – tumbuh kekeluargaan dan persahabatan. –Position and Power Motivations  Motivasi tumbuh bila karena alasan jabatan dan kekuasaan. Kelompok ini dapat melakukan apa saja demi jabatan dan kekuasaan.  Motivasi hanya tumbuh selama ia memegang posisi dan kekuasaan 14

15 MOTIVASI KERJA kebutuhan utama individu adalah tercapainya kekuasaan, afiliasi, perhitungan, ketergantungan, perluasan. kebutuhan utama individu adalah tercapainya kekuasaan, afiliasi, perhitungan, ketergantungan, perluasan. motivasi kerja berkembang sesuai dinamika perubahan akan kebutuhan dan kepercayaan motivasi kerja berkembang sesuai dinamika perubahan akan kebutuhan dan kepercayaan kepuasan kerja diperoleh dari nilai kerja dan peranannya. kepuasan kerja diperoleh dari nilai kerja dan peranannya. Seorang Manajer dapat program yang didukung oleh kebutuhan dan kepuasan kerja. Seorang Manajer dapat program yang didukung oleh kebutuhan dan kepuasan kerja. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan15

16 Fluktuasi motivasi Jika seseorang memperoleh apa yang diinginkan, maka "penghargaan positif meningkatkan kinerja" (R+) Jika seseorang memperoleh apa yang diinginkan, maka "penghargaan positif meningkatkan kinerja" (R+) Jika seseorang menghindari apa yang tidak diinginkan, maka "penghargaan negatif meningkatkan kinerja" (R ) Jika seseorang menghindari apa yang tidak diinginkan, maka "penghargaan negatif meningkatkan kinerja" (R ) Jika seseorang memperoleh apa yang tidak diinginkan, maka "hukuman menurunkan kinerja" (P+) Jika seseorang memperoleh apa yang tidak diinginkan, maka "hukuman menurunkan kinerja" (P+) Jika seseorang tidak memperoleh apa yang diinginkan, maka "ancaman pemecatan menurunkan kinerja" (P ) Jika seseorang tidak memperoleh apa yang diinginkan, maka "ancaman pemecatan menurunkan kinerja" (P ) Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan16

17 TEORI EFEK THORNDIKE Manusia Pencari Kesenangan.Teori ini menyatakan bahwa jika yang dilakukan seseorang menyenangkan, ia akan lebih sering melakukannya; jika perilakunya buruk, ia pasti tidak akan mengulanginya. Jadi perilaku akan semakin melekat pada diri seseorang apabila:(1) Kesenangan atau kepedihan muncul seketika akibat suatu perilaku. 2. Kesenangan atau kepedihan tersebut terjadi berulang ulang. 3. Kesenangan atau kepedihan tersebut benar- benar dirasakan oleh orang tersebut. Manusia Pencari Kesenangan.Teori ini menyatakan bahwa jika yang dilakukan seseorang menyenangkan, ia akan lebih sering melakukannya; jika perilakunya buruk, ia pasti tidak akan mengulanginya. Jadi perilaku akan semakin melekat pada diri seseorang apabila:(1) Kesenangan atau kepedihan muncul seketika akibat suatu perilaku. 2. Kesenangan atau kepedihan tersebut terjadi berulang ulang. 3. Kesenangan atau kepedihan tersebut benar- benar dirasakan oleh orang tersebut. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan17

18 TEORI ANALISIS TRANSAKSIONAL Eric Berne Motif yang paling mendasar dan paling kuat bagi manusia adalah adanya pengakuan dan penghargaan secara positif; Motif yang paling mendasar dan paling kuat bagi manusia adalah adanya pengakuan dan penghargaan secara positif; Seseorang membutuhkan "rangsangan" dari orang lain agar merasa puas secara emosional dan psikologis. Seseorang membutuhkan "rangsangan" dari orang lain agar merasa puas secara emosional dan psikologis. Gagalnya memperoleh rangsangan positif, akan menumbuhan perilaku untuk mencari perhatian orang lain. Gagalnya memperoleh rangsangan positif, akan menumbuhan perilaku untuk mencari perhatian orang lain. Adanya rangsangan negatif lebih baik dari pada diabaikan atau tidak menerima rangsangan sama sekali. Adanya rangsangan negatif lebih baik dari pada diabaikan atau tidak menerima rangsangan sama sekali. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan18

19 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan TEORI KEBUTUHAN SBG PENDORONG MOTIVASI –Teori Motivasi Maslow  Kebutuhan fisiologis  Kebutuhan keamanan  Kebutuhan sosial  Kebutuhan pengakuan  Kebutuhan aktualisasi diri –Teori Motivasi Alderfer (ERG)  Eksistensi (kebutuhan fisiologis dan rasa aman )  Relatedness (kebutuhan sosial dan struktur sosial )  Pertumbuhan (growth) -kebutuhan pengembangan diri 19

20 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan TEORI KEBUTUHAN SBG PENDORONG MOTIVASI-2 –Teori Motivasi David McClelland  Kebutuhan berprestasi (n-Ach)  Kebutuhan akan kekuasaan (n-Pow)  Kebutuhan akan afiliasi –Teori Motivasi Herzberg  Satisfiers (faktor yang mendorong motivasi)  Dissatisfiers (faktor Hygiene) Jika satisfier ada, motivasi akan terdorong. Jika dissatisfier ada, motivasi tidak mesti terdorong, tetapi jika dissatisfier tidak ada, kondisi kerja menjadi tidak menyenangkan. 20

21 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan TEORI PROSES ( PROCESS THEORY) –Teori Pengharapan Vroom  Motivasi seseorang tergantung dari antisipasi hasil dari tindakannya (bisa positif atau negatif) atau disebut pengharapan dikalikan dengan kekuatan pengharapan orang tersebut bahwa hasil yang diperoleh akan menghasilkan sesuatu yang diinginkan atau disebut valence.  Motivasi = Valence x Pengharapan  Pengharapan mencakup beberapa hal: –Pengharapan Usaha-Prestasi –Pengharapan Prestasi-Hasil 21

22 TEORI PENGHARAPAN Lawler Theory bawahan harus diarahkan pada peng- hargaan di masa yang akan datang, dari pada belajar dari masa lalu. bawahan harus diarahkan pada peng- hargaan di masa yang akan datang, dari pada belajar dari masa lalu. kinerja dan kerja keras akan meningkat sejalan dengan kemungkinan adanya harapan dan penghargaan. Kondisi ini akan memberi kepuasan yang dapat meningkatkan usaha. kinerja dan kerja keras akan meningkat sejalan dengan kemungkinan adanya harapan dan penghargaan. Kondisi ini akan memberi kepuasan yang dapat meningkatkan usaha. Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan22

23 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan Teori Motivasi Keadilan dan Penentuan Tujuan –Teori Motivasi Keadilan (equity approach)  Motivasi merupakan fungsi dari persepsi keadilan. Keadilan diukur dengan formula sebagai berikut: Output diri sendiri Output orang lain = Input diri sendiri Input orang lain –Teori Penentuan Tujuan (goal setting theory)  Motivasi timbul karena manusia ingin mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. –Teori proses membantu memahami proses motivasi, tetapi tidak dapat langsung diaplikasikan. 23

24 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan Teori Reinforcement Teori Reinforcement (perlakuan) Teori Reinforcement (perlakuan) –Berusaha menjelaskan peranan balasan dalam membentuk perilaku tertentu. –Stimulus  Respon  Kosekuensi  Respon di masa mendatang. –Perubahan Perilaku  Empat jenis reinforcement: –Positif –Penghindaran (Avoidance) –Hukuman (Punishment) –Pemadaman (Extinction) 24

25 Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan Pendekatan  Disamping itu, timing reinforcement bisa bervariasi: –Interval tetap –Interval variabel –Rasio tetap –Rasio Variabel –Teori ini melahirkan kesan bahwa manusia seperti robot atau binatang. Pendekatan sistem dalam Motivasi Pendekatan sistem dalam Motivasi –Sistem menggabungkan tiga karakteristik yang mempengaruhi motivasi:  Karakteristik individu  Karakteristik pekerjaan  Karakteristik situasi kerja 25


Download ppt "Dedi Mulyasana - Agenda Perkuliahan MEMBANGUN KINERJA MELALUI MOTIVASI Dedi Mulyasana 1."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google