Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Nama: DR. PUPU SAEFUL RAHAMAT, M.Pd. Tempat Tanggal Lahir: TASIKMALAYA, 13 Juli 1959 Kantor: PRODI PGSD- FKIP UNIKU Alamat: JL PRAMUKA NO. 67 KUNINGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Nama: DR. PUPU SAEFUL RAHAMAT, M.Pd. Tempat Tanggal Lahir: TASIKMALAYA, 13 Juli 1959 Kantor: PRODI PGSD- FKIP UNIKU Alamat: JL PRAMUKA NO. 67 KUNINGAN."— Transcript presentasi:

1 Nama: DR. PUPU SAEFUL RAHAMAT, M.Pd. Tempat Tanggal Lahir: TASIKMALAYA, 13 Juli 1959 Kantor: PRODI PGSD- FKIP UNIKU Alamat: JL PRAMUKA NO. 67 KUNINGAN JABATAN: KETUA PROGRAM STUDI PGSD-FKIP –UNIKU ASESOR PLPG RAYON UPI TLP:

2 KONSEP DASAR KURIKULUM 1.KURIKULUM SEBAGAI ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN 2.KURIKULUM SEBAGAI PEDOMAN DALAM DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3.KURIKULIUM HARUS SESUAI DENGAN FALSAFAH DAN DASAR NEGARA YANG MENGGAMBARKAN PANDANGAN HIDUP SUATU BANGSA 4.KURIKULUM BIASANYA SEBAGAI PILIHAN (CURRICULUM IS A MATTER OF CHOICE). PILIHAN ITU BIASANYA DILAKUKAN OLEH ORANG YANG BERKUASA 5.KURIKULUM HARUS BERSIFAT DIAMIS 6.KURIKULUM HARUS SELALAU DI MONITORING DAN DIEVALUASI UNTUK PERBAIKAN DAN PENYEMPURNAAN

3 PENGERTIAN KURIKULUM George A. Beauchamp (1986) Curriculum is written document which may contain many ingredients, but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given schools Ronald C. Doll The curriculum of School as the formal and informal content and process by which learners gain knowledge and understanding, developed skillss, and alter attitude, appreciations, and values under the auspices of that school.

4 DEFINITIONS OF CURRICULUM Curicculum Leadership ( Parkay, Hass, Anctil, 2010 ) Educational practioners, theorists, and researchesers have use the term curriculum in various ways, with no definition universally accepted among the definitions currently used are the following: 1.A course of study; derived from the Latin currere, meaning to run a course. 2.Course content, the information or knowledge that students are to learn 3.Plannned learning experiences 4.Intended learning outcomes; the result of intruction as distinguished from the means (activities, materials, etc.) of intruction. 5.All the experiences that students have while at school.

5 Harden (2001) memerikan kurikulum secara lengkap, sebagai berikut : ”The curriculum is a sophisticated blend of educational strategies, course content, learning outcomes, educational experiences, assessment, the educational environment and the individual students’ learning style, personal time table and program of work”.

6 DEFINISI KURIKULUM Curriculum 1.Curir (Yunani) yang berarti pelari dan “curere” (tempat berpacu) 2.Courier (Prancis), yang berarti berlari ( to run) 3.Curriculum is the entire school program and all the people involved in it. 4.Ragan (1966) -  The curriculum has meant the subject taught in school or the course of study 5.J. Harlan Shore kurikulum sebagai, “ a sequence of potential experiences set up in the school for the purpose of disciplining c in group ways hildren and youth in group ways of thinking and acting

7 6. J. Galen Saylor dan William M Alexander Curriculum is the sum total of school’s effort to influence learning, whether in the classroom, on playground or out of school. 7.Harold B. Alberty Curriculum as all The activities that are provide for the students by the school. Pengertian kurikulum dalam bentuk rumus 1._____ jarak yang tempuh oleh pelari dari garis start sampai finish 2.∑ MP +PD +1 3.∑ K + P + S/LS/TJS + TP 4.∑ K + P + SS + PD + S/LS/TJS +TP

8 PENGERTIAN KURIKULUM MENURUT UU NO. 20 TAHUN 2003 KURIKULUM ADALAH SEPERANGKAT RENCANA DAN PENGATURAN MENGENAI TUJUAN, ISI, DAN BAHAN PELAJARAN SERTA CARA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEDOMAN PENYELENG-GARAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN TERTENTU (BAB 1 Pasal 1 ayat 19). IMPLIKASI DARI PENGERTIAN DI ATAS: 1. Kurikulum harus memiliki rencana (a curriculum is is a plan for learning) 2. Di dalam kurikulum terdapat tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman

9 Tantangan Eksternal Tantangan Masa Depan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA Masalah lingkungan hidup. Kemajuan teknologi informasi. Konvergensi ilmu dan teknologi. Ekonomi berbasis pengetahuan. Kebangkitan industri kreatif dan budaya. Pergeseran kekuatan ekonomi dunia. Pengaruh dan imbas teknosains. Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan. Materi TIMSS dan PISA. 9

10 Tantangan Eksternal Kompetensi Masa Depan Kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berpikir jernih dan kritis. Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan. Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab. Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda. Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal. Memiliki minat luas dalam kehidupan. Memiliki kesiapan untuk bekerja. Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya. Memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. 10

11 Fenomena Negatif yang Mengemuka Perkelahian pelajar Narkoba Korupsi Plagiarisme Kecurangan dalam Ujian (Nyontek) Gejolak masyarakat (social unrest) Persepsi Masyarakat Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter Perkembangan Pengetahuan dan Pedagogi Neurologi Psikologi Observation based [discovery] learning dan Collaborative Learning Tantangan Eksternal 11

12 UU No. 20 Tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36: (1)Pengembangan Kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (2)Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversivikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah dan peserta didik. (3)Kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: -Peningkatan iman dan taqwa -Peningkatan akhlak mulia -Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat pesertadidik -Keragaman potensi daerah dan lingkungan -Tuntutan pembangunan daerah dan nasional -Tuntutanduniakerja -Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni -Agama -Dinamika perkembangan global -Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

13 Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. 13

14 Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada standar nasional pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (pasal 36 ayat 1), kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik (pasal 36 ayat 2). Yang dimaksud dengan pengembangan kurikulum dengan prinsip diversifikasi adalah suatu pengembangan yang memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah.

15 Konsep pengembangan kurikulum Dalam pengembangan kurikulum meliputi hal-hal sebagai berikut: (a)Perencanaan strategis, (b)Persiapan secara menyeluruh, (c)Identifikasi tujuan pembaharuan, pengukuran kinerja, sasaran dan langkah-langkah, (d)analisis kurikulum yang ada /masih digunakan, (e)perancangan kurikulum baru, dan (f)implementasi & evaluasi, yang untuk seterusnya merupakan suatu siklus continuous improvement.

16 Pengembangan kurikulum seyogyanya mengikuti alur proses inovatif yang bercirikan hal-hal sebagai berikut: (a) interaktif atau non-linear, (b) iteratif atau berulang secara spiral / helix yang juga dikenal sebagai feed-back loops, (c) penyaringan dan pelurusan, Beberapa paradoks yang perlu dipertimbangkan, meliputi i) keperluan jangka panjang vs jangka pendek, ii) pengabaian kompetensi vs penekanan kompetensi, iii) individual (collective creativity versus strategic alignment), iv) keefektivan versus efisiensi, serta v) kelambanan versus kecepatan. Pengembangan kurikulum pada hakekatnya terjadi sepanjang masa. Namun demikian, dalam praktik dikenal adanya peninjauan dan revisi kurikulum secara berkala,

17 PERANCANGAN KURIKULUM Kurikulum setidaknya mempunyai empat elemen pokok, yaitu: (1) content, (2) teaching and learning strategies; (3) assessment processes, dan (4) evaluation processes.

18 Alasan Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA masalah lingkungan hidup kemajuan teknologi informasi konvergensi ilmu dan teknologi ekonomi berbasis pengetahuan kebangkitan industri kreatif dan budaya pergeseran kekuatan ekonomi dunia pengaruh dan imbas teknosains mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan Hasil TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang efektif Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas mengenai hidup Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya Fenomena Negatif yang Mengemuka  Perkelahian pelajar  Narkoba  Korupsi  Plagiarisme  Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)  Gejolak masyarakat (social unrest) Persepsi Masyarakat Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter 18

19 Perkembangan Kurikulum di Indonesia Kurikulum 1947 Kurikulum 1954 Kurikulum 1964 Kurikulum1968 Kurikulum1974 Kurikulum1984 Kurikulum 1986 Kurikulum1994 BersifatSentralistik Hanya ada satu kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat KurikulumNasional Kurikulum disusun oleh satuan pendidikan KBK (2004) --  KTSP (2006) BerdasarkanUU No. 20 Tahun2003

20 20 Perkembangan Kurikulum di Indonesia 1947 Rencana Pelajaran → Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai 1964 Rencana Pendidikan Sekolah Dasar 1968 Kurikulum Sekolah Dasar 1973 Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) 1975 Kurikulum Sekolah Dasar 1984 Kurikulum Kurikulum Revisi Kurikulum Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2006 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum 2013

21 Landasan Pengembangan Kurikulum Aspek Filosofis Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik dan masyarakat Kurikulum berorientasi pada pengembangan kompetensi Aspek Yuridis RPJMN SEKTOR PENDIDIKAN Perubahan metodologi pembelajaran Penataan kurikulum INPRES NOMOR 1 TAHUN 2010 Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-Nilai Budaya bangsa Untuk Membentuk Daya Saing Karakter Bangsa Aspek Konseptua l Relevansi Model Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum lebih dari sekedar dokumen Proses pembelajaran Aktivitas belajar Output belajar Outcome belajar Penilaian Kesesuaian teknik penilaian dengan kompetensi Penjenjangan penilaian 21

22 Alasan Pengembangan Kurikulum Tantangan Masa Depan Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA masalah lingkungan hidup kemajuan teknologi informasi konvergensi ilmu dan teknologi ekonomi berbasis pengetahuan kebangkitan industri kreatif dan budaya pergeseran kekuatan ekonomi dunia pengaruh dan imbas teknosains mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan Hasil TIMSS dan PISA Kompetensi Masa Depan Kemampuan berkomunikasi Kemampuan berpikir jernih dan kritis Kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan Kemampuan menjadi warga negara yang efektif Kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda Kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal Memiliki minat luas mengenai hidup Memiliki kesiapan untuk bekerja Memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya Fenomena Negatif yang Mengemuka  Perkelahian pelajar  Narkoba  Korupsi  Plagiarisme  Kecurangan dalam Ujian (Contek, Kerpek..)  Gejolak masyarakat (social unrest) Persepsi Masyarakat Terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif Beban siswa terlalu berat Kurang bermuatan karakter 22

23 A. Kompetensi Lulusan 1Berkarakter mulia 2Keterampilan yang relevan 3Pengetahuan-pengetahuan terkait B. Materi Pembelajaran 1Relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2Materi esensial 3Sesuai dengan tingkat perkembangan anak Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Konsep Ideal B. Materi Pembelajaran 1Belum relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan 2Beban belajar terlalu berat 3Terlalu luas, kurang mendalam A. Kompetensi Lulusan 1Sikap belum mencerminkan karakter mulia 2Keterampilan belum sesuai kebutuhan 3Pengetahuan-pengetahuan lepas Kondisi Saat Ini C. Proses Pembelajaran 1Berpusat pada peserta didik (student centered active learning) 2Sifat pembelajaran yang kontekstual 3Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan C. Proses Pembelajaran 1Berpusat pada guru (teacher centered learning) 2Sifat pembelajaran yang berorientasi pada buku teks 3Buku teks hanya memuat materi bahasan 23

24 F. Pengelolaan Kurikulum 1Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan 2Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3Pemerintah menyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman Identifikasi Kesenjangan Kurikulum Konsep Ideal F. Pengelolaan Kurikulum 1Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum 2Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran Kondisi Saat Ini 24 D. Penilaian 1Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional 2Penilaian test dan portofolio saling melengkapi D. Penilaian 1Menekankan aspek kognitif 2Test menjadi cara penilaian yang dominan 24 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal 2Motivasi mengajar 24 E. Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1Memenuhi kompetensi profesi saja 2Fokus pada ukuran kinerja PTK

25 PERBEDAAN KURIKULUM TRADISIONAL DENGAN KURIKULUM MODERN 1.ORIENTASI 2.DASAR FALSAFAH 3.TUJUAN PENDIDIKAN 4.ORGANISASI KURIKULUM 5.SUMBER BELAJAR 6.STRATEGI DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN 7.TEKNIK EVALUASI 8.PERAN GURU

26 3. Kurikulum harus ada hasil sesuai dengan tujuan pendidikan baik yang berbentuk pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai- nilai. Konsep kkurikulum 1.Kurikulum ideal (ideal curriculum) 2.Kurikulum nyata ( real curriculum, actual curriculum) 3.Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) 4.Kurikulum dan pembelajaran (curriculum and intruction)

27 DIMENSI-DIMENSI KURIKULUM 1.KURIKULUM SEBAGAI SUATU IDE 2.KURIKULUM SEBAGAI SUATU RENCANA TERTULIS 3.KURIKULUM SEBAGAI SUATU KEGIATAN 4.KURIKULUM SEBAGAI HASIL BELAJAR 5.KURIKULUM SEBAGAI SUATU DISIPLIN ILMU 6.KURIKULUM SEBAGAI SUATU SISTEM FUNGSI KURIKULUM 1.FUNGSI KURIKULUM DALAM MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN 2.FUNGSI KURIKULUM BAGI KEPALA SEKOLAH 3.FUNGSI KURIKULUM BAGI SETIAP JENJANG PENDIDIKAN 4.FUNGSI KURIKULUM BAGI GURU 5.FUNGSI KURIKULUM BAGI PENGAWAS (SUPERVISOR) 6.FUNGSI KURIKULUM BAGI MASYARAKAT 7.FUNGSI KURIKULUM BAGI PEMAKAI LULUSAN

28 PRINSIP-PRINSIP UMUM PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.PRINSIPBERORIENTASI PADA TUJUAN DAN KOMPETENSI 2.PRINSIP RELEVANSI 3.PRINSIP EFISIENSI 4.PRINSIP KEEFEKTIFAN 5.PRINSIP FLEKSIBILITAS 6.PRINSIP INTEGRITAS 7.PRINSIP KONTINUITAS 8.PRINSIP SINKRONISASI 9.PRINSIP OBJEKTIVITAS 10.PRINSIP DEMOKRASI

29 PRINSIP-PRINSIP KHUSUS PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.PRINSIP-PRINSIP TUJUAN KURIKULUM 2.PRINSIP-PRINSIP ISI KURIKULUM 3.PRINSIP-PRINSIP DIDAKTIK-METODIK 4.PRINSIP YANG BERKENAAN DENGAN MEDIA DAN SUMBER BELAJAR 5.PRINSIP EVALUASI TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA TINGKAT MAKRO 2.PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA TINGKAT INSTITUSI (SEKOLAH) 3.PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA TINGKAT MATA PELAJARAN (BIDANG STUDI) 4.PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA TINGKAT PEMBELAJARAN DI KELAS

30 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN KURIKULUM 1.Studi Kelayakan dan Analisis Kebutuhan 2.Perencanaan Kurikulum (Draft Awal) 3.Pengembangan Rencana Operasional kurikulum 4.Pelaksanaan Uji Coba Terbatas Kurikulum di Lapangan 5.Implementasi kurikulum 6.Monitoring dan evaluasi kurikulum 7.Perbaikan dan penyesuaian

31 ARICH LEWY (1977) 1.PENENTUAN TUJUAN UMUM 2.PERENCANAAN 3.UJI COBA DAN REVISI 4.UJI LAPANGAN 5.PELAKSANAAN KURIKULUM 6.PENGAWASAN MUTU KURIKULUM


Download ppt "Nama: DR. PUPU SAEFUL RAHAMAT, M.Pd. Tempat Tanggal Lahir: TASIKMALAYA, 13 Juli 1959 Kantor: PRODI PGSD- FKIP UNIKU Alamat: JL PRAMUKA NO. 67 KUNINGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google