Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB V SASARAN DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk mencapai tujuan Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB V SASARAN DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk mencapai tujuan Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk."— Transcript presentasi:

1 BAB V SASARAN DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk mencapai tujuan Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk mencapai tujuan Efektivitas organisasi meggambarkan tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha mencapai tujuan/sasarannya. Efektivitas organisasi meggambarkan tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha mencapai tujuan/sasarannya.

2 SASARAN ORGANISASI Sasaran atau tujuan organisasi ialah keadaan yang dikehendaki pada masa yang akan datang yang senantiasa dikejar oleh organisasi agar dapat direalisasikan. Sasaran atau tujuan organisasi ialah keadaan yang dikehendaki pada masa yang akan datang yang senantiasa dikejar oleh organisasi agar dapat direalisasikan. Etzioni, (1994:8)

3 Fungsi Sasaran Pedoman bagi kegiatan. Melalui penggambaran hasil akhir di waktu yang datang, tujuan berfungsi sebagai pedoman dan penentu arah bagi corak dan ragam kegiatan yang harus tidak harus dilakukan serta arah pengembangan organaisasi. Pedoman bagi kegiatan. Melalui penggambaran hasil akhir di waktu yang datang, tujuan berfungsi sebagai pedoman dan penentu arah bagi corak dan ragam kegiatan yang harus tidak harus dilakukan serta arah pengembangan organaisasi. Sumber legitimasi. Tujuan berfungsi sebagai sumber legitimasi melalui pembenaran kegiatan dan penggunaan sumber daya serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. Sumber legitimasi. Tujuan berfungsi sebagai sumber legitimasi melalui pembenaran kegiatan dan penggunaan sumber daya serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. Sumber motivasi. Tujuan dapat berfungsi sebagai perangsang yang baik, karena tujuan mempermudah bagi orang-orang di dalamnya untuk menyesuaikan pribadinya dalam bekerja untuk organisasi. Sumber motivasi. Tujuan dapat berfungsi sebagai perangsang yang baik, karena tujuan mempermudah bagi orang-orang di dalamnya untuk menyesuaikan pribadinya dalam bekerja untuk organisasi. Standar pelaksanaan. Tujuan akan menjadi dasar tolok ukur akan keberhasilan (kinerja) dan sekaligus tolok ukur dalam melihat ada tidaknya penyimpangan Standar pelaksanaan. Tujuan akan menjadi dasar tolok ukur akan keberhasilan (kinerja) dan sekaligus tolok ukur dalam melihat ada tidaknya penyimpangan

4 Bagaimana Merumuskan Sasaran? Ingat SMART Sepecific, dalam arti bahwa harus menggambarkan secara spesifik hasil akhir yang akan diwujudkan Sepecific, dalam arti bahwa harus menggambarkan secara spesifik hasil akhir yang akan diwujudkan Measusurable, dalam arti hasil akhir yang diwujudkan harus dapat diukur sebarapa jauh tingkat pencapainya. Measusurable, dalam arti hasil akhir yang diwujudkan harus dapat diukur sebarapa jauh tingkat pencapainya. Attainable, dalam arti tujuan yang ditetapkan bersifat realisitis dan tidak muluk-muluk. Attainable, dalam arti tujuan yang ditetapkan bersifat realisitis dan tidak muluk-muluk. Reasonable, dalam arti secara rasional tujuan dapat dicapai dan memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Reasonable, dalam arti secara rasional tujuan dapat dicapai dan memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Time limid, dalam arti tujuan memberikan kepastian batas waktu kapan dapat diwujudkan hasilnya. Time limid, dalam arti tujuan memberikan kepastian batas waktu kapan dapat diwujudkan hasilnya.

5 Jenis-jenis Sasaran Organisasi Sasaran Primer Sekender Kelangsungan Hidup Laba Pertumbuhan Kelangsungan Hidup Pertumbuhan Sasaran Primer Sekender Kelangsungan Hidup Laba Pertumbuhan Pembaharuan produk Volume penjualan Pembaharuan metode dan prosedur kerja

6 Sasaran kemasyarakatan (societal goal), menunjuk pada pemenuhan perasaan, sikap dan persepsi dari berbagai pihak yang menaruh kepentingan pada organisasi, misalnya kepuasan konsumen, mengembangkan dan memelihara nilai- nilai budaya, Sasaran kemasyarakatan (societal goal), menunjuk pada pemenuhan perasaan, sikap dan persepsi dari berbagai pihak yang menaruh kepentingan pada organisasi, misalnya kepuasan konsumen, mengembangkan dan memelihara nilai- nilai budaya, Sasaran keluaran (output goal), menunjuk pada bentuk dan banyaknya keluaran yang akan dihasilkan oleh organisasi, Sasaran keluaran (output goal), menunjuk pada bentuk dan banyaknya keluaran yang akan dihasilkan oleh organisasi, Sasaran sistem (system goal), berhubungan dengan pemeliharaan atau perawatan oganisasi itu sendiri yang berbentuk iklim organisasi yang dikehendaki untuk terwujud Sasaran sistem (system goal), berhubungan dengan pemeliharaan atau perawatan oganisasi itu sendiri yang berbentuk iklim organisasi yang dikehendaki untuk terwujud Sasaran produk (product goal), menggambarkan karakteristik barang atau jasa yang akan diberikan kepada konsumen, seperti keunikan, corak, keaneka ragaman, mutu, dan karakteristik lainnya. Sasaran produk (product goal), menggambarkan karakteristik barang atau jasa yang akan diberikan kepada konsumen, seperti keunikan, corak, keaneka ragaman, mutu, dan karakteristik lainnya. Sasaran bagian (sub unit goal), menggambarkan sasaran satuan kerja, yang merupakan bagian dari suatu organisasi Sasaran bagian (sub unit goal), menggambarkan sasaran satuan kerja, yang merupakan bagian dari suatu organisasi

7 EFEKTIVITAS ORGANISASI Efektivitas organisasi merupakan tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha mencapai tujuan atau sasarannya. Efektivitas organisasi merupakan tingkat keberhasilan organisasi dalam usaha mencapai tujuan atau sasarannya.

8 Pengukuran Efektivitas Pendekatan Parsial Integrated Proses Sumber Sasaran Bidang Sasaran Konstituensi Ketergantungan

9 Pendekatan sumber Efektivitas organisasi diukur melalui keberhasilan organisasi dalam mendapatkan berbagai sumber yang bersifat langka dan mahal yang terdapat pada lingkungan. Efektivitas organisasi diukur melalui keberhasilan organisasi dalam mendapatkan berbagai sumber yang bersifat langka dan mahal yang terdapat pada lingkungan. Asumsi yang digunakan Asumsi yang digunakan organisasi adalah sistem terbuka yang mempunyai hubungan saling pengaruh dengan lingkungannya. organisasi adalah sistem terbuka yang mempunyai hubungan saling pengaruh dengan lingkungannya.

10 Mengukur Efektivitas Organisasi dalam Pendekatan Sumber Kemampuan organisasi untuk memanfaatkan lingkungan untuk mem-peroleh berbagai jenis sumber yang bersifat langka dan nilainya tinggi. Kemampuan organisasi untuk memanfaatkan lingkungan untuk mem-peroleh berbagai jenis sumber yang bersifat langka dan nilainya tinggi. Kemampuan para pengambil keputusan dalam organisasi untuk mengintepretasikan sifat-sifat lingkungan secara tepat Kemampuan para pengambil keputusan dalam organisasi untuk mengintepretasikan sifat-sifat lingkungan secara tepat Kemampuan organisasi untuk menghasilkan output tertentu dengan menggunakan sumber-sumber yang berhasil diperoleh Kemampuan organisasi untuk menghasilkan output tertentu dengan menggunakan sumber-sumber yang berhasil diperoleh Kemampuan organisasi dalam memelihara kegiatan operasionalnya sehari-hari Kemampuan organisasi dalam memelihara kegiatan operasionalnya sehari-hari Kemampuan organisasi untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Kemampuan organisasi untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.

11 Pendekatan Proses Organisasi disebut efektif apabila proses internal berjalan lancar, karyawan bekerja dengan kegembiraan serta kepuasan yang tinggi, kegiatan terkoordinasi dengan baik dan produktivitas tinggi Organisasi disebut efektif apabila proses internal berjalan lancar, karyawan bekerja dengan kegembiraan serta kepuasan yang tinggi, kegiatan terkoordinasi dengan baik dan produktivitas tinggi Pendekatan proses menganggap efektivitas organisasi sebagai efisiensi dan kondisi (kesehatan) proses internal. Pendekatan proses menganggap efektivitas organisasi sebagai efisiensi dan kondisi (kesehatan) proses internal.

12 Mengukur efektivitas Organisasi dalam Pendekatan Proses Perhatiaan atasan terhadap karyawan Perhatiaan atasan terhadap karyawan Saling percaya dan komunikasi antara karyawan dengan pimpinan Saling percaya dan komunikasi antara karyawan dengan pimpinan Desentralisasi dalam pengambilan keputusan Desentralisasi dalam pengambilan keputusan Usaha dari setiap individu maupun keseluruhan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Usaha dari setiap individu maupun keseluruhan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

13 Pendekatan Sasaran Pendekatan sasaran, mengukur efektifitas organisasi dengan melihat sejauh-mana organisasi berhasil merealisir sasaran yang telah ditetapkan. Asumsi organisasi adalah kesatuan sosial yang dibuat dengan sengaja dan rasional untuk mencapai tujuan.

14 Pendekatan sasaran akan meng- hadapi beberapa masalah yaitu: Adanya macam-macam sasaran pengukuran efektivitas menjadi menjadi sulit. Adanya subyektivitas dalam penilaian Sasaran yang dideskripsikan secara kualitatif seringkali dipengaruhi oleh subyektivitas para penilai Adanya pengaruh konstektual Faktor konstektual harus diperhatikan apabila akan mengukur efektivitas oraganisasi yang terdapat pada lingkungan yang berbeda.

15 PENDEKATAN INTEGRATIF Pengukuran dalam pendekatan integratif mencakup keseluruhan kegiatan yang dilakukan baik dari sisi sumber (input), efesiensi proses tranformasi, dan keberhasilan dalam mencapai sasaran (output). Pengukuran dalam pendekatan integratif mencakup keseluruhan kegiatan yang dilakukan baik dari sisi sumber (input), efesiensi proses tranformasi, dan keberhasilan dalam mencapai sasaran (output). Beberapa pendekatan integratif diantara- nya adalah pendekatan kontituensi, pen- dekatan bidang sasaran, dan pendekatan ketergantungan Beberapa pendekatan integratif diantara- nya adalah pendekatan kontituensi, pen- dekatan bidang sasaran, dan pendekatan ketergantungan

16 Pendekatan konstituensi ( Constituency Approah ) Pendekatan ini memusatkan perhatiannya pada konstituensi organisasi, yaitu berba- gai kelompok di dalam maupun diluar organisasi yang mempunyai kepentingan terhadap kinerja/performansi organisasi. Pendekatan ini memusatkan perhatiannya pada konstituensi organisasi, yaitu berba- gai kelompok di dalam maupun diluar organisasi yang mempunyai kepentingan terhadap kinerja/performansi organisasi. Efektivitas organisasi diukur melalui tingkat kepuasan setiap elemen konstituen seperti karyawan, pemegang saham Efektivitas organisasi diukur melalui tingkat kepuasan setiap elemen konstituen seperti karyawan, pemegang saham

17 Pengukuran Efektivitas Menurut Pendekatan Konstutuensi

18 Pendekatan Bidang sasaran (goal domains) Pendekatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa organisasi mempunyai banyak bidang kegiatan yang secara otomatis juga mempunyai banyak bidang sasaran. Pendekatan ini didasarkan pada kenyataan bahwa organisasi mempunyai banyak bidang kegiatan yang secara otomatis juga mempunyai banyak bidang sasaran. Kilman membedakan sasaran organisasi yang berupa efektivitas atau efesiensi, dan antara sasaran yang berfokus pada aspek internal atau yang berfokus pada aspek eksternal Kilman membedakan sasaran organisasi yang berupa efektivitas atau efesiensi, dan antara sasaran yang berfokus pada aspek internal atau yang berfokus pada aspek eksternal

19 Pengukuran Efektivitas Menurut Pendekatan Bidang Sasaran

20 Pendekatan Ketergantungan (Contingency Appoach) Pendekatan bidang sasaran dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut dan juga preferensi para pimpinan organisasi. Selain itu karakteristik organisasi juga berpengaruh terhadap bidang sasaran yang dipilih oleh organisasi. Bidang sasaran yang dipilih dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: Pendekatan bidang sasaran dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut dan juga preferensi para pimpinan organisasi. Selain itu karakteristik organisasi juga berpengaruh terhadap bidang sasaran yang dipilih oleh organisasi. Bidang sasaran yang dipilih dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: Kejelasan ukuran standar output organisasiKejelasan ukuran standar output organisasi Bila output organisasi cukup jelas dan terukur, maka efektifitas organisasi akan mudah diukur dengan ketelitian yang tinggi, sebaliknya bila output tidak jelas dan tidak terukur, maka organisasi akan mencari cara lain untuk mengukur efektivitas organisasi. Bila output organisasi cukup jelas dan terukur, maka efektifitas organisasi akan mudah diukur dengan ketelitian yang tinggi, sebaliknya bila output tidak jelas dan tidak terukur, maka organisasi akan mencari cara lain untuk mengukur efektivitas organisasi. Kejelasan hubungan sebab-akibat dari proses transformasi yang terjadi di dalam suatu organisasi.Kejelasan hubungan sebab-akibat dari proses transformasi yang terjadi di dalam suatu organisasi. Jika proses transformasi yang terjadi bisa dimengerti dengan jelas, para pimpinan organaiasasi akan dapat menetaapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil tertentu. Jika proses transformasi yang terjadi bisa dimengerti dengan jelas, para pimpinan organaiasasi akan dapat menetaapkan tindakan yang perlu untuk mencapai hasil tertentu.

21 Pengukuran Efektivitas Menurut Pendekatan Ketergantungan


Download ppt "BAB V SASARAN DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk mencapai tujuan Hakekat organisasi tidak lain adalah alat untuk."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google