MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
STRUKTUR KALIMAT.
Advertisements

KALIMAT BAHASA INDONESIA
Proses Morfofonologis dalam Bahasa Indonesia
ADJEKTIVA S1PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PENULISAN KATA.
Bagian dari set presentasi materi EyD Oleh Shafwan Nugraha
Pertemuan 7 Waktu Belajar 100 menit
BENTUK DAN PILIHAN KATA
LOGO BENTUKAN KATA Pertemuan 6 Waktu Belajar 100 menit.
Kelompok 4 Anom Sulton Iskandar ( )
A. KATEGORI/KELAS KATA Nomina (Kata Benda)
Morfologi Oleh Kelompok 2 Rina Maharani /22
PRESENTASI KELOMPOK 8 “IDIOM”
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA
Morfologi Dewi Puspitasari.
Sintaksis Dewi Puspitasari.
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
Pertemuan 5 EJAAN (Lanjutan).
Pemakaian Huruf, Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
KALIMAT.
Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
BENTUK DAN MAKNA.
Kesantunan ejaan dan istilah
BAHASA INDONESIA SEMENJANA (Tri Atmadji Sutikno)
KATA, FRASA, KALIMAT.
BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama.
Morfologi Dewi Puspitasari.
Unsur-unsur Kebahasaan
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
PROSES MORFOLOGIS 7.
SATUAN-SATUAN GRAMATIK
Struktur Bahasa Indonesia “Morfologi Bahasa”
Pemakaian Huruf, Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
Oleh Kelompok 2 Rina Maharani /2 2 Rizky Lugiana /2 3
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA (PBIN4106)
PENERAPAN MORFOLOGI.
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam buku.
4. BENTUK DAN PILIHAN KATA
Sintaksis Dewi Puspitasari.
Tanda Baca Materi 4.
Penulisan kata 1.Kata dasar
Oleh Nori Purwanasari, M.Hum.
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA (PBIN4106)
Khafiizh Hastuti TATA KATA Khafiizh Hastuti
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia digunakan secara resmi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kaidah penggunaan bahasa Indonesia dituangkan dalam.
KALIMAT Pertemuan Ke-6.
PROSES MORFOLOGIS BAHASA INDONESIA
FRASA DAN KLAUSA.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA
KATA ULANG Kata ulang disebut juga reduplikasi.
KALIMAT Kalimat: rentetan kata yang disusun sesuai kaidah yang berlaku/bagian teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran secara utuh.
REDUPLIKASI (PROSES PENGULANGAN)
TUGAS SOFTSKILL PENJELASAN KALIMAT
Nomina 1. Pengertian Nomina atau kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertia. 2. Ciri-ciri Dalam kalimat.
Penggunaan Aspek Kebahasaan dalam Penulisan Karya Ilmiah
KONSTRUKSI MORFOLOGIS
Selamat Pagi.
Kelompok 12 Sinta Dwi Lestari Iftaturrohmah
Morfologi adalah ilmu bahasa yang mempelajari tentang seluk beluk bentuk kata (stuktur kata) serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan.
Konsep Dasar Bahasa Indonesia
Kalimat efektif Persentase Mata Kuliah Bahasa Indonesia
MATA KULIAH: BAHASA INDONESIA
OLEH : Nima Lestari BAB II UCAPAN DAN EJAAN OLEH : Nima Lestari
Pertemuan 5 EJAAN (Lanjutan).
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA
1 Disusun Oleh : Farid Abdullah affandi Karnadi Totok Setiawan Vani Angga P. FRASA FRASA BAHASA INDONESIA 12.
LOGO AFIKS (IMBUHAN) SMKN 1 KEDAWUNG. Company Logo NAMA KELOMPOK Sri Wulan Siti Aisyah Putri Febriyanti Nabila Novianti Eka Wulandari.
 MATA KULIAH MORFOLOGI BAHASA INDONESIA KELOMPOK 2
Transcript presentasi:

MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk beluk bentuk kata. b) Ilmu bahasa yang menganalisis serta mempelajari bentuk kata

2. Proses Morfologis, ialah proses pembentukan kata dari bentuk kata yang lain. Proses Morfologis ada tiga macam: a) Proses Afiksasi ialah proses pembentukan kata dengan melekatkan afiks (imbuhan) pada kata dasar Kata bentukan ini disebut kata berimbuhan

Misalnya: ajar (kata dasar) belajar pelajar pelajaran pengajar pengajaran mengajar mempelajari, dsb

b) Proses Reduplikasi ialah proses pengulangan bentuk (Kata bentukan ini disebut kata ulang (reduplikasi) Misalnya : jauh jauh-jauh berjauh-jauhan gerak gerak-gerik sama sasama sesama

c) Proses Komposisi ialah proses penggabungan kata dengan kata lain, sehingga menimbulkan gabungan kata : - kata majemuk (kompositum) - kelompok kata (frasa) Misalnya : - kereta api, sapu tangan, kaca mata dsb - kereta dorong, kaca mobil, meja kayu dsb

A. Proses Afiksasi Proses Afiksasi ialah proses pembentukan kata dengan melekatkan afiks (imbuhan) pada kata dasar Kata bentukan ini disebut kata berimbuhan

1, Berdasarkan Letaknya, meliputi : a. Awalan (prefiks) ber-, me- , di-, ter-,per-, se-, ke-, pra-, swa-, maha-, pramu-, tata-, dsb. b. Sisipan (infiks) -el-, -em-, -er-. c. Akhiran (sufiks) -i, -kan, -an, -nya, -wan, -man, -wati, -is, dsb. d. Imbuhan Terbagi (konfiks) pe-an, ke-an, per-an, se-nya, ber-an, dsb. c. Imbuhan Gabung (simulfiks) memper-, memper-kan, diper-, me-kan, di-i, dsb.

- Catatan : Konfiks ialah : Gabungan dua macam afiks yang dipakai sekaligus pada suatu bentuk dasar, yang bersama-sama membentuk satu fungsi dan satu arti. Simulfiks ialah : masing-masing masih mempertahankan fungsi dan artinya sendiri.

c 2. Berdasarkan Kemampuan Melekat, meliputi : a. Afiks Produktif adalah imbuhan yang mempunyai kemampuan besar untuk melekat pada semua kata dasar guna membentuk kata jadian. contoh : ber-, me-, di-, pe-an, per-an, ke-an, dsb. b. Afiks Improduktif adalah imbuhan yang hanya mampu melekat pada beberapa kata dasar saja, tidak mampu membentuk kata jadian baru. contoh : -el-, -em-, -er-, -man, -wan, -wati, -wi, pra-, -i, dsb.

3. Berdasarkan Asalnya a. Imbuhan bahasa Indonesia asli contoh : me-, ber-, -an, pe-an, b. Imbuhan bahasa Indonesia ambilan dari bahasa lain contoh : swa-, tuna-, non-, -im-, -in-. -is, -isasi, dsb.

4. Afiks Baru a. Awalan (prefiks) tak : utk mengimbangi prefik asing : a swa : utk mengimbangi prefik asing : auto prati : utk mengimbangi prefik asing : anti antar : utk mengimbangi prefik asing : inter pra : utk mengimbangi prefik asing : pre ulang : utk mengimbangi prefik asing : re

serba : mengandung arti : semua anu : mengandung arti : sesudah maha : mengandung arti : sangat wawan : mengandung arti : temu / saling daya : mengandung arti : kemampuan pramu : mengandung arti : pelayan purna : mengandung arti : bekas / eks tuna : mengandung arti : ketiadaan / kehilangan

b. Akhiran (sufiks) -is : menunjukan orang yg bersifat........ -isme : berarti aliran atau paham -isasi : menyatakan peristiwa atau proses sama dengan imbuhan pe-an -i, : berarti mempunyai sifat....(akhir konsonan) -wi : berarti mempunyai sifat....(akhir vokal) -ah, : berarti mempunyai sifat.... -iah : berarti mempunyai sifat.... - in : fungsinya menyatakan jamak (laki-laki) -at : fungsinya menyatakan jamak (wanita)

(kata ulang) B. Proses Reduplikasi Kata ulang ialah kata jadian yg dibentuk dg jalan mengulang kata dasarnya. Pengulangan dapat dg jalan mengulang sebagian atau seluruh kata dasar, atau mengulang seluruh kata dasar disertai perubahan fonem, maupun mengulang disertai pembubuhan imbuhan.

1. Macam Kata Ulang a. Kata ulang ulangan suku awal (dwi purwa) ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang suku awal kata dasarnya. Bentuk perulangan ini, vokal suku awal mengalami pelemahan bunyi menjadi e (peped) Contoh : sama ................. sasama ............... sesama luhur ................. luluhur ................ leluhur tirah .................. titirah .................. tetirah pohon + an ........Popohonan ........... pepohnan

b. Kata ulang ulangan seluruh kata dasar (dwi lingga) ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang selurun kata dasarnya. Kata dasarnya dapat berupa kata asal maupun kata jadian. Contoh : rumah........................... rumah-rumah pembaca ...................... pembaca-pembaca bintang film .................. bintang film

c. Kata ulang ulangan seluruh kata dasar, sekaligus dengan perubahan fonem (dwi lingga salin swara) ialah kata ulang yg dibentuk dg jalan mengulang seluruh kata dasarnya, tetapi pada salah satu sukunya terjadi perubahan bunyi pada satu fonem atau lebih, baik vokal maupun konsonan Contoh : gerak-gerak ............... gerak-gerik sayur-sayur ................ sayur-mayur liku-liku ...................... lika-liku

d. Kata ulang berimbuhan Kata ulang ini selain terjadi pengulangan kata dasar, terjadi pula proses pengimbuhan. Contoh : memukul-mukul pukul-pukulan berpukul-pukulan

e. Kata ulang semu Kata ini sebenarnya adalah kata asal, bukan kata ulang Contoh : onde-onde, mondar-mandir, tiba-tiba, ubun-ubun. Dalam bahasa Indonesia tidak ada kata onde, mandir, tiba, ubun.

ialah gabungan dua kata atau lebih yang C. Proses Komposisi (Kata Majemuk) ialah gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan kata baru, dan kata baru tersebut berbeda arti dengan setiap unsur pembentuknya atau Gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan arti

1. Ciri-ciri Kata Majemuk a. Merupakan gabungan kata yang membentuk pengertian baru yg berbeda dg arti setiap unsur pembentuknya. b. Gabungan kata tersebut sangat erat (padu) sehingga pemberian keterangan adalah pemberian keterangan terhadap kesatuan bentuk, bukan terhadap bagian- bagiannya. Demikian pula pemberian imbuhan, dirangkaikan di bagian awal atau bagian akhir. contoh : orang tuanya, bukan orangnya tua pertanggung jawaban, bukan pertanggungan jawab c. Biasanya terdiri atas kata dasar.

2. Macam Kata Majemuk a. Kata Majemuk Setara / Gabung (Kompositum Kumulatif) Yaitu kata majemuk yg masing-masing pemben- tuknya mempunyai derajat / kedudukan yg sama, unsur yg satu tidak menerangkan unsur yg lain. Kata majemuk setara dibagi menjadi 1. Kata majemuk setara sederajat ayah-ibu, sanak-saudara, meja-kursi, dll 2. Kata majemuk setara berlawanan tua-muda, kaya-miskin, siang-malam, dll 3. Kata majemuk setara-searti hancur-lebur, muda-belia, cantik-molek, dll

b. Kata Majemuk Bertingkat (Kompositum Determinatif) Yaitu kata majemuk yg salah satu unsur pemben- tuknya menerangkan unsur yg lain 1. Jenis kata majemuk bertingkat a). Kata majemuk bertingkat sifat Indonesia (D-M) Orang tua, mata air, matahari, meja makan b). Kata majemuk bertingkat sifat asing (M-D) perdana menteri, purba kala, bumi putra

2. Sifat hubungan kata majemuk bertingkat a). Unsur kedua menerangkan unsur pertama (D-M) kereta api, saputangan, pintu air, meja tulis. b). Unsur kedua memberi sifat unsur pertama orang tua, raja muda, besi berani, tanah lapamg. c). Unsur kedua menjelaskan sifat unsur pertama merah padam, kuning langsat, sawo matang. d). Unsur kedua memberi nama/gelar unsur pertama bunga melati, sayur asam, buah mangga. e). Unsur pertama ada hubungan perbuatan/pekerja- an dg unsur kedua pisau cukur, tempat tidur, meja makan

c. Kata Majemuk Kepunyaan (Posesif) 1. Unsur kedua menerangkan unsur pertama dalam hubungan kepunyaan mata pena, daun pintu, bibir sumur, kumis kucing 2. Gelar atau panggilan kepada orang yg Mempu- nyai sifat (keadaan) seperti yg tersebut pada kata itu rambut kriting, ekor kuda, kepala botak 3. Persenyawaan yg mengandung arti kiasan panjang tangan, keras kepala, besar mulut

d. Kata Majemuk Unik ialah kata majemuk yg salah satu unsurnya (biasanya unsur ke dua) tidak pernah bergabung dg bentuk lain selain dengan bentuk tersebut. Unsur ke dua, berupa morfem unik. simpang siur, gelap gulita, terang benderang

3. Penulisan Kata Majemuk a. Ditulis serangkai Cara ini dilakukan untuk kata majemuk yg telah benar-benar padu atau erat ikatannya. contoh : matahari, hulubalang, daripada b. Ditulis terpisah dg menggunakan tanda baca contoh : ibu-bapak, ayah- bunda, sanak-saudara c. Ditulis terpisah contoh : surat khabar, orang tua, mata air

4. Pengulangan kata majemuk Dengan berpegang kepada kaidah bahasa Indonesia, karena kata majemuk berupa bentukan yg membentuk suatu kesatuan, maka pengulangan kata majemuk haruslah mengulang seluruhnya. contoh : sapu tangan - sapu tangan orang tua – orang tua hulubalang - hulubalang

5. Aneksi (kata bersusun berangkai) Gabungan dua kata atau lebih yg menjadi satu, tetapi tidak menimbulkan pengertian baru. Gabungan kata tersebut memiliki arti sebenarnya dan hubungan antar pemben- tuknya mempunyai asumsi. BENTUK ASUMSI SEBENARNYA buku Ali milik buku milik Ali baju biru warna baju warna biru

Ciri Aneksi a. Hubungan antar unsurnya kurang erat, bila dibandingkan dg kata majemuk b. Arti tiap unsurnya masih tampak jelas contoh : cincin emas c. Mempunyai asumsi d. Mempunyai unsur utama (yg diterangkan) dan unsur penjelas (yg menerangkan) e. Menurut hukum DM, kecuali aneksi kuantitatif f. Jika asumsi dinyatakan bentuk aneksimya hilang

MORFEM DAN KATA 1. Morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk beluk bentuk kata Kesatuan terkecil yang dipelajari dalam morfologi ini ialah m o r f e m Morfem ialah bentuk bahasa yang paling kecil yang bermakna yang tidak mengandung unsur pembentuk lain

Morfem ialah bentuk bahasa yang paling kecil yang bermakna yang tidak mengandung unsur pembentuk lain atau Kesatuan bunyi yang ikut serta dalam kata dan yang dapat dibedakan artinya

Perhatikan Mereka telah selesai makan terdiri atas 4 morfem mereka, telah, selesai, makan Banyak makanan yang disajikan di atas meja terdiri atas 9 morfem banyak, makan, -an, yang, di-kan, saji, di, atas, meja

Di samping morfem, terdapat juga yang disebut kata makanan = 1 kata terdiri atas 2 morfem : makan dan –an termakan = 1 kata terdiri atas 2 morfem : ter-, dan makan sepemakan sirih = 2 kata, terdiri 4 morfem : se + pe + makan + sirih keterbelakangan = 1 kata, terdiri 3 morfem : ke-an, ter- belakang

MACAM MORFEM 1). Morfem Bebas (Morfem Dasar) yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri, tidak terikat pada bentuk lain, yang secara langsung dapat dipakai dalam kalimat, tanpa diubah bentuknya, karena mempunyai arti sempurna Misalnya : baca, tulis, dengar, kerja, buku, makan, saya,puas

2) Morfem Terikat yaitu morfem yang tidak mempunyai arti sempurna, yang tak dapat berdiri sendiri karena terikat pada bentuk lain, sehingga tak dapat secara langsung dipakai dalam kalimat sebelum diubah bentuknya Dalam hal ini (morfem terikat) ada 2 macam: - Kata Dasar : haru, menung, gesa, kejut, henti, mangu - Semua Afiks (termasuk konfiks, dan afiks gabung)

Di samping kedua morfem tersebut (morfem bebas dan morfem terikat) ada morfem yang lain, yaitu a) Morfem Setengah Bebas Kata depan : di, ke, dari, dsb Kata Sambung : dan, dengan, tetapi, bahwa, walaupun, maka, dsb. Partikel Pementing : -lah, kah, pun

Morfem Unik, ialah morfem yang hanya dapat berhubungan dengan satu morfem saja. Misal : siur, gulita, senyap, dsb