Manajemen Operasional

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PROSES PERUBAHAN DAN PENGOPERASIAN TQM
Advertisements

PENYUSUNAN SWOT.
Quality Management D Rizal Riadi 1.
Manajemen Produksi/Operasi
PRINSIP-PRINSIP SISTEM MANAJEMEN MUTU
MANAJEMEN MUTU PROYEK.
Johan Kurnianto UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA FAKULTAS TEKNIK TEKNIK INDUSTRI CILEGON
Perkembangan Pemikiran Mengenai Kualitas
KONSEPSI PRODUKSI BERSIH DAN MINIMISASI LIMBAH
BAB I. PENDAHULUAN Intisari Pemasaran :
Pengendalian Mutu Agroindustri
PERTEMUAN 14 Pengendalian
PERTEMUAN 4 Proses Perencanaan
SISTEM MUTU LABORATORIUM SESUAI ISO/IEC : 2005.
MANAJEMEN MUTU INFORMASI KESEHATAN (MMIK I)
Pertemuan III Manajemen Mutu
DISUSUN OLEH: HESTY UTAMI PRATIWI ( ) ISO 9000: TAHAPAN DALAM TOTAL QUALITY MANAGEMENT UNTUK PERUSAHAAN KONTRUKSI.
Pertemuan 5 Manajemen Operasi
1 Statistical MODUL PERKULIAHAN SESI 2 MANAJEMEN MUTU/KUALITAS
Bab XIV PENERAPAN ETIKA PERUSAHAAN DALAM MANAJEMEN MUTU.
PERTEMUAN 3 MANAJEMEN OPERASI JASA (EKMA4369)
MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT (2)
ANALISIS PROSES BISNIS 10 The first step in quality … is to know the requirements of the customer or consumer; not only external customers, but also.
Bab 1 Pengantar: Peran, Sejarah, dan Tujuan Akuntansi Manajemen
Mutu dalam Industri Pangan
PENGKAJIAN ULANG, PENGEVALUASIAN dan PENGENDALIAN STRATEGI
Manajemen Produksi/Operasi
BIAYA KUALITAS & PRODUKTIVITAS
METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI
Resume jurnal TQM dan Six Sigma - Peran dan Dampak tentang Organisasi
Manajemen Mutu.
Biaya kualitas dan produktivitas
PERTEMUAN 14 Pengendalian
Relevance of Total Quality Management (TQM) or Business Keunggulan Strategi Implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) – A Conceptual Study ROHMA.
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
Oleh : Faik Agiwahyuanto, S.Kep., M.Kes
BAB 6 PERENCANAAN 1. PERENCANAAN 2. PROSES PERENCANAAN 3. PERENCANAAN SITUASIONAL 4. PERENCANAAN DAN TINGKATAN MANAJEMEN 5. HAMBATAN DAN PEMECAHAN MASALAH.
Mutu dalam Industri Pangan
CLAUDIA GADIZZA PERDANI STP MSI
Penetapan Harga Produk Memahami dan Menangkap Nilai Pelanggan
Manajemen Mutu (Total Quality Management)
MANAJEMEN MUTU.
Prinsip-prinsip Pemasaran
TUGAS PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU
Total Quality Management
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
IMPLEMENTASI TQM PADA PENDIDIKAN TINGGI
Keahlian Merancang Desain Berdasarkan Pada Kualitas Fungsi Penyebaran
MANAJEMEN MUTU INFORMASI KESEHATAN (MMIK I)
TOTAL QUALITY MANAJEMEN
PENGENDALIAN MUTU TERPADU (TOTAL QUALITY CONTROL)
Sistem Bisnis Terintegrasi (Integrated Business System)
MANAJEMEN MUTU PROYEK.
MANAJEMEN MUTU dalam PELATIHAN
MANAJEMEN PEMASARAN (EKMA4216) MODUL 2 PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN Tutor : Padlah Riyadi., SE., MM., Ak., CA.
Quality Assurance & Quality Control
BAB 1O.
EVALUASI STRATEGI DAN KINERJA.
MATA KULIAH : MANAJEMEN STRATEGIS
MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
MANAJEMEN MUTU DAN AUDIT KEPERAWATAN MARSIANA ANGGRAENI.
PENGENDALIAN RISIKO & MUTU PADA USAHA/INDUSTRI KECIL
SOSIALISASI PENERAPAN SOP (STANDAR OPERATION PROCEDURE) WHAT SOP adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasional standar yang ada di dalam.
Bagian 1 Definisi Pemasaran dan Proses Pemasaran
Bab 9 Pengembangan Produk Baru dan Strategi Siklus Hidup Produk
Bab 10 Penetapan Harga Produk Memahami dan Menangkap Nilai Pelanggan
BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS
Akreditasi Institusi.
13 FUNGSI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN
Pengertian Manajemen Kualitas adalah sekumpulan kegiatan manajerial seperti merencanakan kualitas, mengorganisasi kualitas, mengkoordinasi kualitas, mengendalikan.
Transcript presentasi:

Manajemen Operasional Bab 4 Manajemen Mutu

Pengantar Mutu merupakan isu dominan pada banyak perusahaan Mutu merupakan pilihan kunci yang strategis Manajemen mutu terpadu (MMT) dapat membantu segala strategi operasi Mutu menurunkan waktu dalam pengembangan produk Penentuan mutu merupakan hal yang penting dalam membangun dan mengelola fungsi operasi Mutu mempengaruhi seluruh organisasi, dari pemasok sampai konsumen dan dari rancangan produk sampai aspek pemeliharaan peralatan

Alur Kegiatan untuk Mencapai MMT Yang berkaitan dengan Organisasi : Kepemimpinan, Pernyataan Misi, Prosedur Operasi, Dukungan Staf, Pelatihan Hasil : Apa saja yang penting dan apa saja yang harus dicapai Prinsip-prinsip Mutu : Orientasi kepada konsumen, Perbaikan yang terus-menerus, Pemberdayaan karyawan, Tersedia cukup pada waktunya Pembandingan Manajemen Mutu terpadu Hasil : Bagaimana melakukan hal-hal yang penting dan harus dicapai Karyawan yang melaksanakan : Pemberdayaan Komitmen Organisasi Hasil : Sikap karyawan yang dapat memungkinkan pencapaian hal-hal yang penting dan harus dicapai Kepuasan konsumen : Pemenuhan kebutuhan konsumen Konsumen yang mengulang pembelian Hasil : Organisasi yang efektif dengan keuntungan kompetitif

Definisi Mutu American Society for Quality Control (ASQC) : “mutu adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan yang tampak jelas maupun yang tersembunyi”. David A Garvin, 1984 : Berorientasi kepada pengguna/pemakainya : “tergantung pemakai menganggapnya”, mutu yang lebih tinggi berarti kemampuan pemuasan kebutuhan yang lebih baik, bentuk produk yang lebih menarik dan kelebihan lainnya. Beorientasi kepada pengerjaan: “mutu tergantung kepada pengerjaan”, mutu adalah keharusan menyesuaikan dengan lebih baik pada standar yang berlaku dan membuatnya benar pada waktu pertama Berorientasi kepada produk : mutu adalah variabel tertentu dan dapat diukur Pendekatan dan teknik yang berkaitan dengan mutu : Mutu harus diidentifikasi melalui penelitian (pendekatan mutu yang berorientasi kepada pengguna) Mutu diterjemahkan kedalam atribut produk yang spesifik (pendekatan yang berorientasi kepada produk) Produk bermutu jika dibuat persis dengan spesifikasi yang telah ditetapkan (pendekatan yang berorientasi kepada pengerjaan)

Mengapa Mutu Penting ? Mutu mempengaruhi organisasi dalam 4 hal : Pertanggungjawaban produk Implikasi internasional Biaya dan pangsa pasar Reputasi perusahaan Hasil yang diperoleh dari pasar : Perbaikan reputasi Peningkatan volume Peningkatan harga Peningkatan Laba Perbaikan mutu Biaya yang dapat ditekan : Peningkatan produktivitas Penurunan biaya pengerjaan ulang dan sisa material Penurunan biaya garansi

Implikasi Internasional dari Mutu Malcolm Baldrigde National Quality Award untuk meningkatkan mutu dengan kriteria : Sistem Tujuan (300 point) Manajemen sistem jaminan mutu (140 point) Pengembangan dan manajemen sumberdaya manusia (150 point) Perencanaan mutu strategis (60 point) Perbandingan dan analisis informasi mutu (60 point) Kepuasan konsumen Kepuasan konsumen dibanding dengan pesaing Mempertahankan konsumen Perolehan pangsa pasar Pemicu Kepeloporan (90 point) Ukuran kemajuan (180 point) Mutu barang dan jasa Perbaikan produktivitas Pengurangan atau penghapusan limbah Kinerja pemasok Hasil keuangan

Tanggung Jawab Manajerial dalam Mengelola Kualitas Kualitas adalah tanggungjawab managerial. Sayangnya, Seringkali manajer tidak punya keinginan untuk memperbaiki kualitas Kualitas output (berlaku untuk barang dan jasa): The degree to which the design spesifications for a product are appropriate to its function and use The degree to which the product conforms to its design spesification Design spesification : the important, desired characteristics of a product or service specified in the detil during the design phase Very low quality Very high quality Output deviates importanly from design spesification Output comforms closely to design spesification

Mutu : Konsep Alternatif Kualitas adalah kecocokan untuk penggunaan Kualitas adalah melakukan dengan benar saat pertama kali dan sesudahnya Kualitas adalah persepsi konsumen Kualitas menyediakan barang dan jasa dengan harga terjangkau Anda bayar yang anda dapat (You pay what you get = Kualitas adalah barang dan jasa yang sangat mahal)

Isu MUTU dalam MOP Karakteristik produk : karakteristik produk yg penting ditentukan oleh tujuan pasar yang spesifik dan persyaratan teknis pada tahapan yang penting dalam proses konversi Desain produk : ditentukan oleh jumlah tahapan dalam proses konversi, tipe sumberdaya input yang dibutuhkan dan tipe proses teknis yg dibutuhkan dalam menghasilkan barang dan jasa Kapabilitas proses : kemampuan proses konversi untuk menghasilkan suatu produk yg sesuai dengan design spesification.

Mengelola Mutu Barang dan Jasa Strategi &Mutu Klarifikasi tema mutu ke dalam tujuan operasi/produksi Faktor yg mempengaruhi: Manajemen, Karyawan, Desain produk, Fasilitas, Proses, Peralatan, Material, Pemasok Memahami hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dan kinerja mutu Analisis : landasan bagi perbaikan terus-menerus, jaminan mutu dan pengawasan Tindakan untuk perbaikan dan jaminan kesesuaian dengan tujuan Hasil : Konsistensi kualitas di semua barang dan jasa yang berkesesuaian dengan posisi strategis yang diinginkan

Strategi & Mutu Manajer hrs menentukan bagaimana mutu cocok dgn strategi organisasi secara keseluruhan Lbh spesifik, manajer hrs menentukan peran yang akan dimainkan oleh mutu dalam strategi organisasi Pendekatan yg digunakan dalam produksi/operasi harus melengkapi strategi organisasi secara keseluruhan Contoh : CWQC pada perusahaan manufaktur di Jepang dengan cara pikir statistik dan pencegahan cacat dan eror

Klarifikasi Tema Mutu Klarifikasi tema kualitas ke dalam tujuan operasi/produksi : Isu-isu desain produk (barang/jasa) Kesesuain dengan isu-isu design

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu Manajemen Karyawan Desain (barang/jasa) Fasilitas, proses dan peralatan Material Supllier

Memahami hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi mutu dan kinerja mutu: Persepsi pelanggan Outcome kualitas yang diharapkan Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu Analisis : landasan bagi perbaikan terus-menerus, jaminan mutu dan pengawasan : Diagnosis arahan manajemen : biaya mutu, kajian kehilangan, pengukuran, diagram tulang ikan, dan analisi Pareto Analisis statistik : inspeksi, sampling dan grafik pengendalian

Tindakan untuk perbaikan dan jaminan kesesuaian dengan tujuan : Pendekatan management initiated Tingkah laku dan kualitas Hasil : Konsistensi mutu di semua barang dan jasa yang berkesesuaian dengan posisi strategis yang diinginkan

Manajemen Mutu Terpadu (MMT) MMT memacu seluruh organisasi, mulai dari pemasok sampai ke konsumen MMT menekankan pada komitmen manajemen untuk memiliki keinginan yang berkelanjutan untuk mencapai kesempurnaan di segala aspek barang dan jasa yang penting bagi konsumen MMT penting karena keputusan tentang mutu mempengaruhi setiap tahap pembentukan dan pengelolaan operasi yang berkelas internasional

Langkah-langkah dalam Manajemen Mutu Terpadu Edwards Deming menggunakan 14 Langkah, yang kemudian dikembangkan menjadi 5 Konsep, yaitu : Perbaikan yang terus-menerus (continous improvement) Pemberdayaan karyawan Perbandingan kinerja (Bencmarking) Penyediaan kebutuhan yang tepat pada waktunya (Just-In-Time) Pengetahuan mengenai peralatan

14 Langkah Edwards Deming Ciptakan konsistensi tujuan Arahkan untuk perubahan yang lebih baik Realisasikan mutu ke dalam produk; hentikan ketergantungan pada pemeriksaan yang menemukan masalah Ciptakan hubungan jangka panjang yang berdasarkan kinerja sebagai ganti dari pemberian penghargaan pada bisnis yang berdasarkan ukuran harga Lakukan perbaikan terus-menerus, baik pada produk maupun pada jasa Mulailah pelatihan karyawan Tekankan setiap kepemimpinan

14 Langkah Edwards Deming Hilangkan ketakutan Hilangkan hambatan-hambatan antar departemen Hindari memberi nasihat tak perlu kepada karyawan Dukung, bantu dan perbaiki Hilangkan perasaan bangga akan pekerjaannya Bentuk berbagai program pendidikan dan perbaikan diri Usahakan agar setiap orang di perusahaan bekerja dalam kegiatan perubahan perusahaan

Instrumen dalam Manajemen Mutu Terpadu Rumah Mutu (House of Quality) Metode Taguchi Diagram Proses Diagram Sebab-Akibat Pengendalian Proses (secara) Statistik

Rumah Mutu (House of Quality) Langkah dalam membangun rumah mutu : Menentukan keinginan konsumen Mengidentifikasi atribut barang dan jasa Membuat hubungan antara keinginan konsumen dengan cara barang dan jasa memenuhinya Mengevaluasi produk saingan Mengembangkan spesifikasi kinerja atas cara pemenuhan kebutuhan konsumen Menerapkan cara-cara tersebut pada tahapan konversi yang tepat

Metode Taguchi Tiga Konsep Penting : Ketegaran mutu (quality robustness): seragam dan konsisten dlm kondisi manufaktur dan lingkungan yg tidak ideal Fungsi kehilangan mutu (quality lost function): biaya berbanding lurus dengan rendahnya mutu Spesifikasi target (target spesification) : peningkatan mutu berkelanjutan untuk memproduksi sesuai target

Diagram Pareto : Hukum 80-20 Diagram Pareto : metode untuk mencari sumber kesalahan, masalah-masalah atau kerusakan produk agar dapat membantu menyelesaikannya. Hukum 80-20 : 80% masalah bersumber dari 20% penyebabnya Bisa diaplikasikan pada banyak hal, termasuk alokasi prioritas

Manajemen Mutu Terpadu pada Industri Jasa Mutu jasa lebih sulit diukur model mutu jasa Atribut mutu jasa : Reliability : Responsiveness : Competence : Akses : Courtesy : Komunikasi : Kredibilitas : Keamanan : Mengerti Konsumen : Tangible :

Manajemen Universitas Berbasis Mutu SISTEM INFORMASI & PENJAMINAN MUTU MASUKAN LINGKUNGAN VISI & MISI SASARAN & TUJUAN PROSES TATA PAMONG KEPEMIMPINAN PENGELOLAAN PROGRAM PROSES PEMBELAJARAN SUASANA AKADEMIK PENELITIAN & PENGABDIAN KELUARAN LULUSAN LUARAN LAIN MASUKAN MAHASISWA MASUKAN INSTRUMENTAL DOSEN & TNG PENDKUNG KURIKULUM SARANA & PRASARANA BIAYA & SUMBERDANA

AUDIT MUTU AKADEMIK INTERNAL(AMAI) 7 Elemen Mutu Akademis : ELEMEN 1 : VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN ELEMEN 2 : TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN SISTEM PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN MUTU ELEMEN 3 : MAHASISWA DAN LULUSAN ELEMEN 4 : SUMBERDAYA MANUSIA ELEMEN 5 : KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK ELEMEN 6 : PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA, SERTA SISTEM INFORMASI ELEMEN 7 : PENELITIAN, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN KERJASAMA

Wassalam Terima Kasih