Oleh Kelompok 2 Rina Maharani /2 2 Rizky Lugiana /2 3

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Proses Morfofonologis dalam Bahasa Indonesia
Advertisements

ADJEKTIVA S1PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
PENERJEMAHAN I (Materi 2)
Pertemuan 7 Waktu Belajar 100 menit
BENTUK DAN PILIHAN KATA
LOGO BENTUKAN KATA Pertemuan 6 Waktu Belajar 100 menit.
Kelompok 4 Anom Sulton Iskandar ( )
A. KATEGORI/KELAS KATA Nomina (Kata Benda)
Morfologi Oleh Kelompok 2 Rina Maharani /22
oleh: Septia Sugiarsih
Morfologi Dewi Puspitasari.
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
Penerjemahan I Materi I.
MORFOLOGI (TATA KATA) Pertemuan IV.
Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
BENTUK DAN MAKNA.
Kesantunan ejaan dan istilah
BAHASA INDONESIA SEMENJANA (Tri Atmadji Sutikno)
MORFOLOGI Septia Sugiarsih.
KATA, FRASA, KALIMAT.
BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama.
Dirman, mpd morfologi.
AFIKSASI.
Morfologi Dewi Puspitasari.
Pengantar Linguistik Umum 12 November 2012 Nadya Inda Syartanti
MORFOLOGI (TATA KATA) Pertemuan IV.
Unsur-unsur Kebahasaan
MORFOLOGI 1. Batasan : a) bagian dari ilmu bahasa yang
形態論(1) Dewi Puspitasari.
Kelompok 9 Dinar W. Eggi I.P. Elis A.N.
PROSES MORFOLOGIS 7.
SATUAN-SATUAN GRAMATIK
Struktur Bahasa Indonesia “Morfologi Bahasa”
Kuliah 1 Sejarah Perkembangan, Konsep dan Teori Analisis Bezaan
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA (PBIN4106)
PENERAPAN MORFOLOGI.
BAB II RAGAM DAN LARAS BAHASA.
4. BENTUK DAN PILIHAN KATA
Oleh Nori Purwanasari, M.Hum.
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA (PBIN4106)
Khafiizh Hastuti TATA KATA Khafiizh Hastuti
Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah
Memahami Penggunaan Kata Dalam Bahasa Lisan ataupun Tulisan
PROSES MORFOLOGIS BAHASA INDONESIA
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA (PBIN4106)
PENERJEMAHAN I (Materi 2)
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA (PBIN4106)
REDUPLIKASI (PROSES PENGULANGAN)
MORFOLOGI bahasa indonesia
TUGAS SOFTSKILL PENJELASAN KALIMAT
Nomina 1. Pengertian Nomina atau kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertia. 2. Ciri-ciri Dalam kalimat.
SINTAKSIS Oleh Bambang Eko Hari Cahyono FPBS IKIP PGRI MADIUN
KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS
MATERI YANG AKAN DIAJARKAN 1. PENGERTIAN KATA MAJEMUK 2
PARADIGMA DAN DERETAN MORFOLOGIS
WUJUD DAN JENIS MORFEM 5.
KONSTRUKSI MORFOLOGIS
MORFOLOGI.
Komposisi atau Pemajemukan dalam Bahasa Indonesia
ASSALAMUALAIKUM WR.WB..
Morfologi adalah ilmu bahasa yang mempelajari tentang seluk beluk bentuk kata (stuktur kata) serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan.
MORFEM DAN PROSEDUR PENGALAMANNYA
LOKAL BAHASA INDONESIA A
-- KHUSNUL FATONAH, M.PD. --
Kalimat efektif Persentase Mata Kuliah Bahasa Indonesia
SINTAKSIS Oleh Bambang Eko Hari Cahyono FPBS IKIP PGRI MADIUN
OLEH : Nima Lestari BAB II UCAPAN DAN EJAAN OLEH : Nima Lestari
LOGO AFIKS (IMBUHAN) SMKN 1 KEDAWUNG. Company Logo NAMA KELOMPOK Sri Wulan Siti Aisyah Putri Febriyanti Nabila Novianti Eka Wulandari.
 MATA KULIAH MORFOLOGI BAHASA INDONESIA KELOMPOK 2
Transcript presentasi:

Oleh Kelompok 2 Rina Maharani 0801570/2 2 Rizky Lugiana 0802047/2 3 Morfologi Oleh Kelompok 2 Rina Maharani 0801570/2 2 Rizky Lugiana 0802047/2 3 Rosita Anggraeni 0801580/2 4  

Pengertian Morfologi Secara etimologi kata morfologi berasal dari kata morf yang berarti bentuk dan kata logi yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah kata morfologi berarti ilmu mengenai bentuk. Di dalam kajian linguistik, morfologi berarti cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata dan perubahannya serta dampak dari perubahan itu terhadap arti (makna) dan kelas kata.

Proses Morfologi Proses morfologi ialah proses pembentukan kata – kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya.

Macam – macam proses Morfologi Proses Pembubuhan Afiks (afiksasi) Komposisi atau Pemajemukan dalam Bahasa Indonesia Pengulangan (Reduplikasi)

Proses Pembubuhan Afiks (afiksasi) Afiksasi merupakan nama lain dari morfem terikat. Morfem terikat merupakan kata yang tidak dapat berdiri sendiri. Afiksasi terdiri atas: prefiks (ber-, me-, pe-, per-, di-, ter-, ke-, se-) sufiks (–kan, –an, –i), infiks (–el-, -em-, -er-), konfiks (ber-kan, ber-an, per-kan, per-an, per-i, pe-an,), simulfiks (memper-kan, memper-i, diper-kan, diper-i).

Komposisi atau Pemajemukan Komposisi adalah proses kata pemajemukan. Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang telah bersenyawa atau yang sudah membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti baru (Alisjahbana, 1953). Contoh: Keras+kepala = keras kepala Kamar+mandi = kamar mandi Mata+pelajaran = mata pelajaran Kumis+kucing = kumis kucing

Pengulangan (Reduplikasi) Pengulangan atau redupliksai adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruh, maupun sebagian, hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar. Misalnya, : rumah – rumah dari bentuk dasar rumah. ibu-ibu dari bentuk dasar ibu hitam-hitam dari bentuk dasar hitam

Pengertian Morfem Morfologi mengenal unsur dasar atau satuan terkecil dalam wilayah pengamatannya. Morfem adalah satuan gramatikal yang terkecil sebagai satuan gramatikal,morfem mempunyai makna.

Jenis-jenis Morfem 1. Ditinjau dari hubungannnya terbagi menjadi : a) Ditinjau dari Hubungan Struktur Menurut hubungan strukturnya, morfem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu morfem bersifat aditif (tambahan) yang bersifat replasif (penggantian), dan yang bersifat substraktif (pengurangan).

b) Ditinjau dari Hubungan Posisi Dilihat dari hubungan posisinya, morfem pun dapat dibagi menjadi tiga macam yakni ; morfem yang bersifat urutan, sisipan, dan simultan.

2. Ditinjau dari Distribusinya Ditinjau dari distribusinya, morfem dapat dibagi menjadi dua macam yaitu : Morfem bebas ialah morfem yang dapat berdiri dalam tuturan biasa , atau morfem yang dapat berfungsi sebagai kata, misalnya : bunga, cinta, sawah, kerbau. Morfem ikat yaitu morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dalam tuturan biasa, misalnya : di-, ke-, -i, se-, ke-an.