KONTRAK PERKULIAHAN : Meneladani ulama dalam menuntut ilmu

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
IJTIHAD SUMBER HUKUM ISLAM YANG KETIGA PGSD 1 E.
Advertisements

Objek, Tujuan, Ruang lingkup,
AGAMA ISLAM APAKAH ISLAM ITU SATU ATAU BANYAK? MANA ISLAM YANG BENAR?
UNIVERSITAS GUNADARMA
SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
SUMBER HUKUM ISLAM Pengertian Hukum dan Sumber Hukum Islam
Muhammad Bahrul Ilmi, SE Lecturer of Accounting Economic Faculty STIE Surakarta.
1 IJMA’/الاجماع 9-Apr-17.
IJMA’ SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM
Hukum Islam dan kontribusi Umat islam Indonesia
Ar Rayu sebagai Sumber Hukum Islam
DALIL-DALIL SYARA’ (Sumber-Sumber Hukum Islam)
USHUL FIQH PEMBAHASAN PENGERTIAN USHUL FIQH RUANG LINGKUP USHUL FIQH
Kajian Mengenai Perpecahan dan Firqoh-firqoh dalam Islam
SUMBER HUKUM ISLAM & METODE BERIJTIHAD
Pendidikan Agama Hadits sebagai ajaran islam February 28,
SEJARAH USHUL FIQIH.
PENDAHULUAN U S H U L F I Q I H.
I J T I H A D.
HUKUM PERORANGAN & KEKELUARGAAN ISLAM
H. M. Kholil Nawawi, Drs., M.Ag.
HUKUM SYARA’ (1).
HUKUM ISLAM A. Sunnatullah. B. Fiqh. C. Ushul Fiqh.
Pertemuan ke-2.
Hafidz Abdurrahman Syariah Islam.
PETA KONSEP USHUL FIQH ( Pengantar ).
GURU ADALAH PEMIMPIN YANG MAMPU MENGUBAH VISI MENJADI KENYATAAN
AL QUR`AN, AS SUNNAH, IJMA’, & QIYAS
Materi Pertemuan XI Ar Rayu, Ijma’ dan Qiyas.
Pendahuluan -Ushul fiqh adalah metodologi mujtahid untuk menggali hukum syara’ dari sumbernya. -sumbernya inilah yang dimaksud dengan dalil syar’I, yaitu.
KONSEP AL-HAAKIM (PEMBUAT HUKUM).
SYARA’ MAN QABLANA & MAZHAB SHAHABAT
KULIAH IFTITAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2015/2016
SUMBER HUKUM ISLAM DAN HUKUM ISLAM DISUSUN OLEH CHAIRUNNISA
-hukum syara’ terbagi dua : Hukum syara’ dari aspek khitab (seruan)
Sumber hukum islam.
SUMBER HUKUM ISLAM Oleh: Deden Mulyadi, S.Pd.I.
SISTEMATIKA PENGAMALAN AGAMA ISLAM
SUMBER HUKUM ISLAM OLEH : MISWAN. S.Ag.,S.Kom.
Mata Kuliah Tauhid Aqidah akhlak
AGAMA ISLAM APAKAH ISLAM ITU SATU ATAU BANYAK? MANA ISLAM YANG BENAR?
MULTI MEDIA PEMBELAJARAN
Di persembahkan oleh: Ayu Fadillah Fitri Dwi Lestari Miftahul A’la
Pendahuluan -Ushul fiqh adalah metodologi mujtahid untuk menggali hukum syara’ dari sumbernya. -sumbernya inilah yang dimaksud dengan dalil syar’I, yaitu.
Anang Zubaidy Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia April 2013
SUDAHKAH ANDA SIAP??? BERKONSENTRASILAH!!!!!.
Oleh: Muhsin Hariyanto
Sumber hukum islam™ Syariat Islam™
STAI Asy-Syukriyyah Cipondoh
PENDAHULUAN TUJUAN SYARI’AT ISLAM
PRESENTASI SEMINAR MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Sebagai Upaya Mewujudkan dan Melestarikan Agama
SUMBER HUKUM ISLAM BERDASARKAN AKAL PIKIRAN MANUSIA
SUMBER-SUMBER HUKUM ISLAM
AL-QUR’AN SEBAGAI SALAH SATU HUKUM ISLAM
SUMBER AJARAN ISLAM Bagus Setiawan Dwi Ayu Setyaningrum
Pengantar Ushul Fiqh (Pertemuan 1)
SUMBER HUKUM ISLAM YANG DISEPAKATI Kelompok 03: 1.M. Rif’an 2.M. Tajul Asrof 3.Ema Dwi Rohmatul Ummah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
UNIVERSITAS GUNADARMA
Hafidz Abdurrahman Syariah Islam.
Hafidz Abdurrahman Syariah Islam.
Objek Kajian Fiqh, Ushul Fiqh, Tujuan, dan Kegunaan
Hafidz Abdurrahman Syariah Islam.
 Pengertian : Secara etimologi, ijtihad berasal dari kata al jahd atau al juhd, yang berarti al masyaqat (kesulitan dan kesusahan) dan at thaqat (kesanggupan.
Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi, S.Si, MSI
KANDUNGAN AL QURAN Pendidikan Agama Islam
PRODI - S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA PRODI - S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA 1 1 AKUNTANSI SYARIAH.
Paham Agama dalam Muhammadiyah Oleh Prof. Dr.H. Yunahar Ilas, Lc., M.Ag.
KONSEP HUKUM DAN SUMBER HUKUM ISLAM MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Kelompok 3/ Kelas 40 Jatmiko Dwi Purnomo ( ) Putri Nurul.
Transcript presentasi:

KONTRAK PERKULIAHAN : Meneladani ulama dalam menuntut ilmu Tepat waktu, toleransi terlambat 20 menit Bagi yg terlambat dari ketentuan, tdk diperbolehkan masuk ruangan kelas. Kehadiran minimal 80%, artinya dari 16x TM, boleh 3 x tdk masuk. 80% kehadiran adalah syarat ikut ujian. Mengerjakan tugas mingguan Tidak curang (ujian bukan satu-satunya syarat kelulusan, yang dihargai juga adalah proses, serta sikap dan perilaku. Menampilkan budaya keIslaman, pakaian menutup aurat dan rapi. Wanita memakai minimal rok panjang, pria dilarang memakai kaos oblong dan celana jeans. Semuanya dilarang memakai sandal. Harus bersungguh-sungguh, dan menunjukkan kesungguhan dalam belajar. (kisah Ibn Hajar Al Asqalani). MotivAction….> The Mother of Learning is Repetition. Meneladani ulama dalam menuntut ilmu

PENDAHULUAN U S H U L F I Q I H

Pokok Bahasan “Pendahuluan Ushul Fiqih” : -Pengertian Ushul Fiqih -Objek kajian Ushul Fiqih -Perbedaan Ushul Fiqih dan Fiqih -Tujuan Belajar Ushul Fiqih

PENGERTIAN USHUL FIQIH

DEFINISI USHUL Kata “ushul” menurut bahasa Arab adalah bentuk jamak (plural) dari kata “ashl” (asal) الأصول هي الأسس أو القواعد التي يبنى عليها غيرها Kata “ushul” berarti asas-asas atau dasar-dasar yang di atasnya dibangun sesuatu yang lain.

DEFINISI FIQIH الفقه لغة الفهم Kata “fiqih” menurut bahasa Arab adalah “al fahmu” (pemahaman) الفقه اصطلاحا هو العلم بالأحكام الشرعية العملية المستفادة من أدلتها التفصيلية “Fiqih” menurut istilah adalah ilmu tentang hukum-hukum syara’ yang amaliyah yang diperoleh dari dalil-dalilnya yang terperinci.

DEFINISI USHUL FIQIH -Ushul fiqih intinya adalah metodologi yang dipakai mujtahid dalam rangka menggali hukum syara’ (istinbath) dari sumber-sumber hukum syara’ (al-Qur’an, hadits, ijma sahabat, qiyas syar’i). (Hafidz abdurrahman, 2003:12) -Ushul fiqh adalah kaidah berfikir bagi seorang Muslim dalam menggali hukum, yang menjadi solusi bagi seluruh problem kehidupan manusia. (Hafidz abdurrahman, 2003:2)

GAMBARAN USHUL FIQIH -Islam seperti pohon yang rindang dan manis buahnya, untuk menikmati buahnya dibutuhkan pemetik dan alat untuk memetik buah. (al-Ghazali, w. 505 H). -pemetik itu adalah mujtahid -alat untuk memetik buah adalah ushul fiqh *maka yang penting bukan hanya keberadaan mujtahid yang bisa menggali hukum dari sumbernya, tapi juga adanya ushul fiqh merupakan hal yg sama pentingnya. (Hafidz abdurrahman, 2003:1)

OBJEK KAJIAN USHUL

OBJEK KAJIAN (maudhuu’) USHUL FIQIH (1) Dalil-dalil Ijmali, atau disebut juga Dalil Syara’ (sumber hukum), seperti Al Qur`an, As Sunnah, Ijma’ Shahabat, & qiyas syar’i, yg dibahas dari segi pembuktian kehujjahannya sebagai dalil dan kedudukannya dalam istidlal (pengambilan kesimpulan dari dalil) (2) Hukum Syara’, dan hal-hal yang terkait dengannya, seperti pembahasan apa itu hukum syara’, macam-macam hukum syara’, rukun hukum (pembuat hukum/hakim, sasaran hukum, obyek yg dihukumi)

OBJEK KAJIAN USHUL FIQIH (3) Dalalah lafazh (pengertian/makna yang ditunjukkan dalil) dari Al Qur`an dan As Sunnah, atau disebut juga Fahmu Dalil (pemahaman terhadap dalil), spt manthuq, mafhum, umum, khusus, mutlak, muqayyad, dsb. (4) Ijtihad dan Taqlid, spt pembahasan ttg definisi, hukum, dan syarat Ijtihad atau Taqlid. Juga pembahasan ttg Ta’adul dan Tarajih.

OBJEK KAJIAN USHUL FIQIH HUKUM SYARA’ IJTIHAD DALIL SYARA’

PERBEDAAN USHUL FIQIH DAN FIQIH

PERBEDAAN USHUL FIQIH DAN FIQIH PEMBAHASAN DALIL MEMBAHAS DALIL IJMALI (global) MEMBAHAS DALIL JUZ`IY / TAFSHIILY (rinci) FAKTA ILMU KAIDAH UNTUK MENGISTINBATH HUKUM SYARA’ ILMU TENTANG HUKUM SYARA’ ASPEK BAHASA MEMBAHAS ASPEK BAHASA TIDAK MEMBAHAS ASPEK BAHASA TUJUAN MENERAPKAN KAIDAH UNTUK MENGISTINBATH HUKUM SYARA’ MENJELASKAN HUKUM SYARA’ (Hafidz Abdurrahman, 2003:11-12)

TUJUAN BELAJAR USHUL FIQIH

TUJUAN BELAJAR USHUL FIQIH (1) Untuk menetapkan (itsbat) secara pasti (qath’i) bahwa suatu dalil ijmali/global (misal Al Qur`an dan As Sunnah) adalah benar-benar wahyu dari Allah SWT. Dalil ijmali / dalil syar’i termasuk masalah masalah ushul (aqidah) yang wajib ditetapkan berdasarkan dalil qath’i, bukan dalil zhanni. (Lihat QS Yunus : 36, QS Al Isra` : 36.) M. Husain Abdullah, Al Wadhih fi Ushul Al Fiqh, hlm. 20-21 (Hafidz Abdurrahman, 2003: 14-17)

TUJUAN BELAJAR USHUL FIQIH (2) Bagi mujtahid : untuk menerapkan kaidah-kaidah ushul fiqih pada dalil-dalil tafshili untuk mengistinbath hukum syara’ yang mutlak diperlukan oleh kaum muslimin dalam kehidupan mereka. Ini tujuan yg amat mulia, karena akan membantu manusia beribadah, sbg tujuan diciptakannya manusia oleh Allah SWT (QS Adzariyat : 56), yang tak mungkin ibadah itu terlaksana tanpa mengetahui hukum syara’. (M. Husain Abdullah, Al Wadhih fi Ushul Al Fiqh, hlm. 20-21)

TUJUAN BELAJAR USHUL FIQIH (3) Bagi muqallid : untuk memahami kaidah-kaidah yang digunakan oleh mujtahid dalam mengistinbath ( menggali) hukum syara’ dari dalil syara’. Ini penting, karena di samping menjadi satu tahapan kompetensi pra ijtihad, juga untuk memantapkan hati bahwa para mujtahid terdahulu adalah ulama yang layak untuk diikuti dan pendapat mereka adalah hukum syara’ yang sahih. (Wahbah Zuhaili, Ushul Al Fiqh Al Islami, hlm. 30)

sumber KH. M. Shiddiq al-Jawi, M.S.I.