Tugas : Prakarya {kel.3} Kelas : XI IIS 2 Nama Anggota :

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
By hagi. Soto mie khas sunda 66 buah tomat di potong potong 88 lembar daun jeruk 33 lembar daun salam 44 buah kentang,kupas belah 2 digoreng hingga.
Advertisements

Resep Makanan & Minuman Indonesia
MASAKAN KHAS DAERAH PADANG :RENDANG
RESEP MASAKAN AYAM.
RESEP DAN CARA MEMBUAT MAKANAN KHAS INDONESIA
Indonesian Cooking Workshop
By; vera kusuma dewi..  Sate klatak banyak di masak oleh orang terutama saat idul adha.
MASAKAN INDONESIA SOP KONRO
Oleh: mazaya denta athatsaniya Maloverslovemazaya.blogspot.com
Club Activities.
Persentasi Kewirausahaan (Masakan Nusantara)
RESEP MEMBUAT AYAM BAKAR BUMBU KECAP SPESIAL
Resep omlete 5A By: Yasmin & Fitri.
Oleh : Nizar Mohammad Bintang Tri Pratama Kelas: 4A
Cara membuat makanan khas Indonesia
Karya : Alisha Prima Vania.
Resep masakan tengkleng
resep makanan khas indonesia
makanan khas daerah padang
Makanan khas jakarta By:opal Kerak telur.
Resep Nasi Goreng seafood
Resep Makanan Khas Indonesia
Minuman dan makanan yaitu: milshake dan nasi goreng sepesial
BY: ANNISA MUNINGGAR KARTIKASARI 5A
Masakan jogjakarta Oleh Fadhil.A.
PENGANTAR BISNIS KERANGKA PRODUKSI
{ Resep Masakan Oleh: X MIPA 4 Melynia Sintha (05) Renata Mandala (31)
Cara membuat soup.
Resep & Cara Membuat Ayam Bakar Ala Chef Veronica.
Resep & Cara Membuat Ayam Bakar
MENYIAPKAN MEMBUAT BUMBU DAN MENGOLAH MASAKAN
SEJARAH GUDEG JOGJA Gudeg telah dikenal oleh masyarakat Indonesia khususnya sebagai makanan khas dari Kota. Popularitas tersebut juga yang membuat.
Ayam Bakar Pasundan Disusun oleh Aji Ahmad Fauji Andri Kurniawan
STUDI KELAYAKAN BISNIS AYAM BAKAR ‘MBAL-MBUL’
MATERI PRAKTIK KULIAH LAPANG II
(sayuran dan hasil ikan air tawar)
Pembuatan bubuk instan rimpang
Masakan indonesia mie goreng
RUMAH MAKAN TENDA “BIKIN KAYA”
hs Resep makanan tradisional
Makanan Khas di Indonesia
Resep Ayam taliwang Bahan: 1 ekor (660 gram) ayam, dibelah dua tidak putus 1 sendok teh air jeruk limau 1 sendok teh garam 400 ml santan dari 1/2 butir.
“MAKANAN KHAS INDONESIA”
Makanan khas di indonesia
TUGAS KEWIRAUSAHAAN.
RESEP MAKANAN KHAS DAERAH
Resep: yanti wiryN (Kookpat.com)
MEMBUAT MASAKAN RENDANG
Soto Grombyang Bahan : 1/2 ekor (450 gram) ayam, dipotong-potong 1500 ml air 1 sendok makan garam 2 batang serai, dimemarkan 2 lembar daun salam 3 sendok.
Soto Banjar Bahan: 1/2 ekor (450 gram) ayam, dipotong 2 bagian ml air 5 butir cengkeh 4 cm kayumanis 4 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh merica.
Bakso Goreng Oncom Bahan: 100 gram ayam giling 50 gram udang giling 200 gram oncom goreng, dicincang halus 1 batang daun bawang, dun halus 1 sendok teh.
In Product Development of Agroindustrial
Disusun oleh : Chika Rizky R Dewi Lestari Triyani Melasari
RESEP DAN CARA MEMBUAT MAKANAN KHAS INDONESIA
LAPORAN AKHIR KKN-PPM PEYEK PAKIS DESA KAMPUNG BUNGA.
Rendang adalah masakan indonesia yang berasal dari sumatra barat
BY Shaffa Zammara Sd Muhammadiah Condong catur Clas Multimedia Mabhe
CARA MEMBUAT RUJAK CINGUR DAN KERAK TELUR
RESEP MAKANAN, TEKNIK PENGOLAHAN DAN TEKNIK KEMASAN
Membuat Bumbu dasar dan turunannya dan Pelengkap Makanan Indonesia
Di Susun Oleh : 1. Dwi Puspandari ( ) 2. Chyntia Nirmala Ratu ( ) 3. Putri Septiana Pangestika ( )
KEWIRAUSAHAAN PENGOLAHAN MAKANAN “CEKER LAPINDHO”
MODIFIKASI RESEP PADA KUE LAPIS
ENTREPRENEURSHIP (KEWIRAUSAHAAN)
TUGAS PRAKARYA “ MAKANAN KHAS KABUPATEN PATI ” TUGAS PRAKARYA “ MAKANAN KHAS KABUPATEN PATI ” Nama Kelompok: 1. Muhammad Iqbal (21) 2. Novita Ramadhani.
Chicken Beriani Bahan nasi: 300 gram beras, rendam 1 jam 2 cm kayu manis 550 ml air Bahan tumisan: 500 gram ayam, potong kecil 125 ml yoghurt plain 12.
Ayam Bumbu Bakar Kemangi
Abon Ikan Pindang Kelas IX H Disusun Oleh : 1. Adilla Setya P1 2. Afni Nurul K2 3. Agtreean Davin S3 4. Andika Akbar R7 5. Wasis Wus W35.
1/2 ekor ayam, diambil dagingnya, dicincang halus
Besiap Mebase Kele Bahan: 1 ekor ayam kampung, dipotong-potong 50 gram kelapa parut kasar, disangrai 2 lembar daun salam 3/4 sendok teh garam 1/4 sendok.
Transcript presentasi:

Observasi ke rumah Makan khas padang “MAK ETEK” Dan Cara Membuat Rendang Khas Sumatera Barat. Tugas : Prakarya {kel.3} Kelas : XI IIS 2 Nama Anggota : Azha Eka Lestari Farhan Ramadhani Santoso Hanifah Ghafilah Romadhona Ori Bilqisthi Syaphira Djufri Rexy Mainaki

Keterangan informasi observasi Nama : Rumah Makan Khas Padang “Mak Etek” setba Rp 11.000 Lokasi : Perumahan Taman Sari, Blok D.23, Tiban. Waktu : Jumat, 2 September 2016 Pukul 2.35 WIB. Narasumber : Ibu Indrawati (owner)

PENDAHULUAN Latar Belakang B. Tujuan Latar belakang kami melakukan observasi ke rumah makan khas padang “Mak Etek” adalah karena kami ingin mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan aspek cara pembuatan produk yang dijual termasuk teknik memasaknya, hal-hal khusus yang harus diperhatikan saat proses memasak, keistimewaan makanan yang diperjualbelikan, aspek pemasaran baik modal, omzet/keuntungan yang diperoleh, hingga kesulitan-kesulitan yang ditemui pada saat proses pemasaran dilakukan. Melalui rasa keingintahuan tersebut, maka kami melakukan observasi ini. Sebagai pelajar, kami merasa hal-hal yang berkenaan dengan wirausaha seperti ini perlu diketahui sebagai pengetahuan umum yang bisa dijadikan bekal untuk kebutuhan masa depan. B. Tujuan 1. Mengetahui latar belakang berdirinya usaha rumah makan khas Padang“Mak Etek” 2. Mengetahui makanan apa saja yang dijual dan makanan yang menjadi favorit bagi konsumen 3. Mengetahui keistimewaan makanan khas yang disajikan serta kesulitan yang ditemukan dalam memasak 4. Mengetahui alat dan bahan yang digunakan serta teknik memasak yang digunakan

5. Mengetahui berapa modal yang dibutuhkan serta omzet yang didapatkan per hari 6. Mengetahui hal-hal khusus yang harus diperhatikan dalam memasak, khususnya dalam membuat rendang

Bahan-Bahan 1 kg Daging sapi/ayam pilihan, potong ukuran sesuai selera 3 buah kelapa Tua, jadikan santan kental 15 butir Bawang merah 8 siung Bawang putih 1 ons Cabai merah (kriting) 2 cm Jahe 2 cm lengkuas memarkan 1 sendok teh merica bubuk 2 batang Sereh geprek terlebih dahulu 2 biji asam kandis 2 buah Bunga pekak 3 lembar Daun jeruk 4 lembar Daun salam 1 lembar Daun kunyit Garam Gula pasir

Alat-alat Wajan/panci Kompor Pisau Talenan Pengaduk/spatula Piring Blender/mixer/Ulekan Sendok dan garpu

Langkah-langkah Pertama, Haluskan terlebih dahulu bawang merah dan putih, cabai, jahe dan lengkuas Mulai ungkep daging sapi/ayam yang sudah dipotong-potong dengan bumbu yang dihaluskan, tunggu sampai ber uap dan daging ungkepan kering.

3. Masukan santan kental, merica bubuk, sereh, asam kandis, bunga pekak, daun jeruk, daun salam, garam dan gula pasir, kemudian aduk hingga merata, jangan lupa daun kunyit juga tapi sobek-sobek terlebih dahulu 4. Tunggu sampai santan mendidih, dan sedikit mengeluarkan minyak, kemudian kecilkan api

5. Usahakan terus di aduk-aduk agar rendang tidak menempel pada wajan, tunggu sampai rendang berubah warna dan mengering 6. Angkat rendang, dan siap untuk disajikan.

Teknik memasak yang digunakan Teknik Braising Braising hampir sama dengan stewing, namun biasanya bahan makanan terlebih dahulu dimarinate/direndam dalam bumbu sebelum disetup. Atau di rebus secara perlahan-lahan agar bumbunya meresap hingga matang sesuai pada waktunya.

Sejarah makanan rendang. Penelusuran tentang sejarah rendang akan membawa kita ke salah satu daerah di Sumatera bagian barat, yaitu Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan kuliner mereka sejak jaman nenek moyang mereka. Untuk sejarah kapan pertama kali rendang diciptakan sendiri, sayangnya tidak banyak bukti tertulis yang dapat ditemukan. Salah satu dugaan yang muncul di kalangan para peneliti adalah bahwa panganan ini telah muncul sejak orang Minang mengadakan acara adat mereka untuk pertama kalinya. Awal mula sejarah masakan rendang khas Padang ini terdengar dimana-mana mungkin terjadi karena seni memasak ini terus berkembang dari Riau, Mandailing, Jambi, bahkan hingga ke Negeri Sembilan yang merupakan negara bagian federasi Malaysia karena perantau Minang yang tinggal di sana.

Catatan tentang rendang sebagai makanan tradisional dari daerah Minangkabau ditemukan pada awal abad ke-19, namun Gusti Anan, seorang sejarawan dari Universitas Andalas di Padang memiliki dugaan bahwa rendang sudah mulai muncul sejak abad ke-16. Hal ini ia simpulkan dari catatan literatur abad ke-19 dimana tertulis bahwa masyarakat Minang darat sering bepergian menuju Selat Malaka hingga Singapura. Perjalanan tersebut mereka lalui dengan jalur air dan bisa memakan waktu kurang lebih sekitar satu bulan. Mengingat tidak adanya perkampungan di sepanjang perjalanan itu, para perantau ini pasti sudah menyiapkan bekal makanan yang akan tahan hingga waktu yang lama, dan makanan itu adalah rendang. Gusti juga menduga bahwa pembukaan kampung baru di pantai timur Sumatera hingga Singapura, Malaka, dan Malaysia oleh masyarakat Minang pada abad ke-16 juga sudah mengikutsertakan rendang sebagai makanan mereka karena perjalanan tersebut butuh waktu berbulan-bulan. elain dari catatan sejarah, sejarah masakan rendang khas Padang juga dapat ditemukan dalam catatan harian Kolonel Stuers yang pada tahun 1827 menulis tentang kuliner dan sastra. Di dalam catatan tersebut sering kali muncul secara implisit deskripsi kuliner yang diduga mengarah pada rendang dan tertulis istilah makanan yang dihitamkan dan dihanguskan. Hal ini, menurut Gusti, adalah salah satu metode pengawetan yang biasa dilakukan oleh masyarakat minang. Rendang sendiri berasal dari kata “merandang,” yaitu untuk memasak santan hingga kering secara perlahan hal ini cocok dengan rendang yang memang butuh waktu lama untuk dimasak hingga kuahnya kering.

Sejarah rendang juga tidak lepas dengan kedatangan orang-orang dari Arab dan India di kawasan pantai barat Sumatera. Dipercaya bahwa pada abad ke-14, sudah banyak orang-orang India yang tinggal di daerah Minang, dan bumbu serta rempah-rempah sudah diperkenalkan oleh orang-orang tersebut. Ada juga dugaan yang mengatakan bahwa masakan kari yang sudah menjadi makanan khas India dan diperkenalkan pada abad ke-15 di daerah Minang merupakan dasar dari rendang itu sendiri. Hal ini sangat mungkin mengingat adanya kontrak perdagangan dengan India pada masa itu. Ahli waris tahta kerajaan Paguruyung juga membuka adanya kemungkinan bahwa rendang merupakan kari yang diproses lebih lanjut. Yang membuatnya berbeda adalah rendang memiliki sifat yang lebih kering, sehingga bisa jauh lebih awet jika dibandingkan dengan kari.

Informasi modal, pendapatan dan keuntungan usaha per hari serta teknik penjualan dan kesulitan NOMINAL Modal Rp.700.000 Pendapatan +/-Rp. 1000.000 Keuntungan Rp. 200.000 Teknik penjualannya adalah dengan dijual langsung di rumah makan tersebut, dan juga melayani pesan antar untuk jasa catering berbagai acara seperti selamatan atau syukuran, arisan, aqiqah, dan acara-acara penting lainnya. Serta, kesulitan yang dihadapi adalah ketika mencari bahan baku untuk memasak sulit, khususnya pada hari-hari besar seperti hari raya Idul Fitri, beberapa bahan baku akan menjadi mahal seperti daging, cabai, bawang.

Kesimpulan dan saran Kesimpulan Rumah makan padang khas Padang “Mak Etek” ini adalah salah satu dari banyak rumah makan khas padang yang ada di Indonesia, kota Batam khususnya. Dalam keseharianya Ibu Indrawati memasak untuk langsung dijual pada hari itu juga. Dengan menggunakan bahan serta alat-alat yang umum digunakan oleh rumah makan yang lain. Makanan yang menjadi ‘primadona’ dalam rumah makan Ibu Indrawati adalah Rendang, karena rasanya yang lezat dan cukup terjangkau harganya. Dalam memasak pun Ibu ini menggunakan teknik yang sama yaitu dengan cara merebus perlahan-lahan sampai matang dan bumbunya meresap secara sempurna. Dan dalam penjualannya, Ibu Indrawati menjajakan makanannya di rumah makannya di rumah pribadinya sendiri, serta juga melayani service pesan antar catering untuk acara-acara penting. Dan usaha rumah makan ini bisa dijadikan sebagai salah satu inspirasi atau contoh bagi kita untuk membuka usaha bisnis yang mudah dan banyak peminatnya.

B. Saran Apabila kita ingin mencoba membuka usaha rumah makan seperti Ibu Indrawati ini, hal-hal yang sepatutnya diperhatikan adalah tingkat kebersihannya serta pemilihan bahan-bahan baku yang berkualitas, agar makanan yang kita sajikan dapat terus dan selalu diminati oleh konsumen. Selain kebersihan, tidak lupa soal citarasa dan pengemasan yang menarik agar konsumen semakin menyukai makanan yang kita perjualbelikan. Lalu, setelah kita mengikuti saran-saran diatas maka kita akan bisa menjadi wirausahawan yang sukses dalam mengembangkan usaha kita.