Gangguan Pertumbuhan Epifisis Tulang

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BLOK SISTEM NEUROMUSKULOSKELETAL
Advertisements

FISIS DIAGNOSIS KELAINAN MUSKULOSKELETAL
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN CEDERA OLAHRAGA
Penanganan Bedah Pada Degenerasi Sendi
Penanganan Fraktur Konservatif & Operativ
Yuliarni Syafrita Bagian Neurologi FK Unand
PENANGANAN FRAKTUR KONSERVATIVE
PM GOES TO KALTIM BEM Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 2011/2012 SMPN 2 MALINAU.
KELAINAN PADA PAYUDARA
Dr.Galuh Ramaningrum,Sp.A SMF Anak RS.Tugurejo
Penderita Asam Urat Lebih Banyak Lelaki
OSTEOARTRITIS PENYAKIT SENDI KARATERISIK DENGAN PENIPISAN RAWAN SENDI
Trauma Pada Sendi Dislokasi Bahu & Panggul
KANKER PAYUDARA.
Gagal Ginjal Oleh Nugroho.
Fraktur Patologis Menkher Manjas
KINESIOLOGI DAN BIOMEKANIK KNEE JOINT Pertemuan ke
FISIOTERAPI DALAM PASCA BEDAH ORTHOPEDI
ANATOMI TERAPAN KNEE JOINT. Terdiri dari sendi  tibio-femoral  patello-femoral  fibulo-tibial Gerakan  flexion dan extension sebagai gerak utama.
Trauma Muskuloskeletal
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN TUMOR TULANG
SPONDYLOLISTHESIS.
Rematik (Arthritis).
KELAINAN LAMANYA KEHAMILAN
Asuhan Keperawatan CONGENITAL HIPJOINT DISLOCATION
OSTEOPOROSIS MATERI KULIAH.
Deformitas Ekstremitas Inferior
Cidera Olahraga Pada Regio Lutut
Fibrio adenoma Kista Sarcoma Filodes sarcoma
ASKEP KLIEN DENGAN MASTOIDITIS
Introduksi Trauma Muskuloskeletal
ANATOMI, FISIOLOGI & PATOLOGI PAYUDARA
DEFORMITAS PADA EKSTREMITAS ATAS.
Praktek profesi GERONTIK FAKULTAS KEPERAWATAN UNAND
KNEE JOINT ANATOMI TERAPAN.
PROLAPSUS UTERI BAGIAN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
EPIDEMIOLOGI PTM KANKER PAYUDARA
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 12.
Neoplasma Musculoskeletal Osteosarcoma
Peran Farmasis dalam Penatalaksanaan Osteoatritis dan aplikasinya
5.
Neoplasma Musculoskeletal Tumor Jinak Tulang
JOURNAL READING Sheilla Ratnasari
Neoplasma Musculoskeletal Giant Cell Tumor
Bagus Rulianto Vicky Febrian
Nursing Care of tromboangitis obliterans
Sindrom Guillain–Barré
FIBRO ADENOMA Sisrina nota rita
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN PENDARAHAN DILUAR HAID
Inflamasi Muskuloskeletal Osteomyelitis
PADA SISTEM MUSKULOSKELETAL
TRAUMA 2.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN FRAKTUR
PRESENTASI KASUS CLOSED FRACTURE
Carpal Tunnel Syndrome
Artritis Reumatoid Juvenil
OBSTRUKSI SALURAN KEMIH
Nyeri Ekstremitas Kelompok 7 : dr. Mukhlis
OLEH : WITRI HASTUTI, S.Kep, Ns STIKES KARYA HUSADA SEMARANG 2008
BAYI DENGAN TRAUMA ATAU JEJAS PERSALINAN
ANATOMI Tubuh kita terdiri dari: 206 tulang 230 sendi
Pbl Skenario 3 blok muskuloskeletal
FT CARDIPULMONAR JENNIFER DHEA FISIOTERAPI 2014.
Penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan tulang rawan sendi.
OSTEOMIELITIS.
Neoplasma Musculoskeletal
Epidemiologi Penyakit tidak Menular “REMATIK”
KONSEP LUKA Esti Widiani.
PENYAKIT DEGENERATIF. Apa itu PENYAKIT DEGENERATIF?  Merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan.
Kehamilan Ektopik Terganggu (KET)
Transcript presentasi:

Gangguan Pertumbuhan Epifisis Tulang Menkher Manjas MD, FICS Bahagian Bedah Tulang RS Dr M Djamil Padang / Fakultas kedokteran Unand Kuliah PBL Jumat April, 2013. Time :07.00-08.50.

Lempeng Epifisis Tulang Pusat pertumbuhan tulang & Menutup umur 17-18 th Rentan thd gangguan sehingga bisa: Stop Growth (Pertumbuhan tl terhenti Dis Growth Over Growth (Pertumbuhan makin bertambah (diatas normal)

Gangguan Pertumbuhan Efifisis Trauma  fraktur epifisis Non trauma Gangguan kongenital  Dwafirsme Gangguan metabolik  Ricketsia Inflamasi / infeksi  Osteomyelitis Neoplasma / keganasan  Osteosarkoma Gangguan perdarahan  Nekrosis / Infark

Gangguan Terbanyak Trauma  fraktur epifisis Non Trauma Legg-Calve’-Perthes Disease Osgood Sclatter Disease Slipped Upper Femoral Epiphysis

Legg-Calve’-Perthes Disease Penyakit ggn suplai darah pada epiphysis caput femur  caput jadi nekrosis, mengecil & terganggu pertumbuhan Self limiting disease Etiologi  Idiophatic avascular nekrosis Penemu 3 orang 1910

Perdarahan Kaput Femoris a.v teres femoris a.v circumfleksa lateral a.v circumfleksa medial

Insidence 1: 1200 anak, Umur 3-12 th Pria : Wanita = 4 :1 Bilateral 10-15% Meningkat pada ibu perokok Jarang pada orang Africa, Indians dan polynesian

Perjalanan penyakit Dimulai dengan gejala inflamasi sendi Nekrosis sebahagian kaput femoris Fragmentasi kaput femoris dan sebahagian berdegenerasi Fase penyembuhan (Remodelling) dan deformitas

Gejala klinis Nyeri  panggul Pincang  Antalgic gait Gangguan ROM sendi panggul Ggn Abduksi Ggn rotasi interna

Radiologis Std awal  Cressent Sign Derajat kerusakan caput femoris (Klasifikasi Catterall ) Group I : 25 % Group II : 50 % Group III : 75 % Group IV : hancur seluruh kaput Crescent sign

Pengobatan Prinsip  Preservasi caput femur ( menjaga kaput femoris tumbuh kembali normal) Merangsang timbulnya perdarahan Istirahat  pakai tongkat Obat-obatan Mengurangi beban caput femor Latihan pergerakan sendi panggul

Cara Pengobatan Konservatif Istirahat Pasang gip panggul / Spica Jalan pakai tongkat sp umur 18 th Latihan ROM sendi panggul Pembedahan  jika sudah deformitas Bone graft THR jika Kerusakan luas Umur dewasa

DD Tbc Sendi Panggul (Coksitis tbc) Transient Synovitis of the hip. Yuvenile Rhemathoid arthritis

Prognosa Tergantung pada Underlying disease  overwight / tidak Tingkat kerusakan (Gambaran Radiologi) Mulai pengobatan Good : Jika pengobatan mulai umur <5 tahun. Fair : Jika pengobatan mulai umur 5-7 tahun Poor : Jika pengobatan mulai > 7 tahun.

Osgood Schlatter Disease Gangguan epifisis proksimal pada tuberositas tibia tempat insersi ligamentum patella Terjadi fregmentasi epifisis Etiologi : Unknown, diduga Trauma yang berulang Anak hiperaktif Ggn p darah

Klinis Anamnesa  Nyeri lutut Terutama waktu fleksi, exercise dan berkurang kalau istirahat Nyeri terutama pada insersi tendon patella Pemeriksaan Lutut menonjol Nyeri tekan dan teraba benjol-benjol Radiologi / USG  std lanjut Fragmentasi tuberositas Ossifikasi (Penulangan ) tendon patela

Penanganan Biasanya self-limiting pada umur 18 th Serangan akut RICE Rest Ice Compress Elevasi Kronis  Kurangi aktifitas Prognosa baik

Slipped Upper Femoral Epiphysis (SUFE) Lepasnya bahagian epifisis proximal kaput femoral

Etiologi Unknown, diduga Trauma  25 % Overwight Meningkat pada gangguan metabolik endokrin Hypothyroid, Ggn keseimbangan Hormon pertumbuhan Hormon sex Renal disease

Insiden Umur antara 8-16 th Pria / Wanita 1.5 / 1 Biasanya pada anak obesitas (50%) 36% bisa berlanjut kesisi sebelah Negro  Jarang 25-40% Bilateral

Diagnosa Nyeri panggul , bisa menjalar kelutut Tiba-tiba Bertambah dengan berjalan Pincang Pemeriksaan ROM  terbatas internal rotation, abduction, flexion PE Nyeri rotasi interna panggul Radiologi

Penanganan Std Awal Kurangi beban Std Lanjut Stabilisasi kaput femoris Koreksi deformitas

Komplikasi Nyeri kronis Pincang Gangguan ROM Osteoarthritis dini Avaskular Nekrosis Kaput femoris Chondrolysis (rusak rawan sendi)