Lucia Tri Suwanti Mufasirin Nunuk Dyah Retno Lastuti

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Perbedaan Kejadian Malaria pada Daerah Rawa-rawa dan Kawasan Perkotaan di Kabupaten Merauke tahun Novita Nur Muslimah Penguji : dr.
Advertisements

TOKSOPLASMOSIS ZOONOSIS PARASIT : Toxoplasma gondii
By. dr. Nurhayati, M. Biomed Staf Pengajar Parasitologi FK UNAND
Mata Kuliah Ilmu Penyakit Parasitik (Protozoa darah unggas)
TOXOPLASMOSIS CAUSA : TOXOPLASMA GONDII I.S : MAMALIA,UNGGAS
Mata Kuliah Ilmu Penyakit Parasitik (Protozoa Sal. Pencernaan)
PENYAKIT PARASITER (HELMINTHIASIS) NEMATODOSIS II
SALMONELLOSIS (PULLORUM)
Sistem Ekskrsei (Hati)
MATAKULIAH PARASITOLOGI SEMESTER III/2 SKS
KARENA FAKTOR HORMONAL
Tiga dari hal2 yg ada dibawah ini terdapat pd klien
INFECTIOUS LARYNGOTRACHEITIS
HEMATINIKA.
AUSTRALIA INDONESIA PARTNERSHIP FOR EMERGING INFECTIOUS DISEASES Epidemiologi Lapangan Tingkat Dasar Sesi 4 – Investigasi Penyakit File PowerPoint.
Disampaikan Oleh: Ns. Dyah Wiji Puspita Sari, S. Kep
IMUNISASI.
Ciri-ciri Daging Oleh : Ristiawati.
Penyakit-penyakit pada Ibu Hamil
KEMAJIRAN KARENA VIRUS DAN PROTOZOA KEMAJIRAN KARENA VIRUS
Penyakit tidur (Trypanosomiasis Gambia)
I. PARASIT A. Parasit Eksternal Insekta. Lalat. Nyamuk. Caplak. Kutu
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT/ PERJALANAN ALAMIAH PENYAKIT
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT PARASITIK Prof.SOEDARTO, MD. DTMH, PhD.
TOXOPLASMOSIS Oleh Program kedokteran hewan Universitas brawijaya
TOKSIKOLOGI 1. Arsenikum Bentuk : arseniks trioksida, arsenik pentoksida, sodium/potasium arsenat, kalsium, kalsium/timah arsenat Penggunaan : rodentisida,
By: dr. Nurhayati, M. Biomed (Parasitologi FK UNAND)
BABESIIDAE DAN THEILERIIDAE
Sistem Pertahanan Tubuh
Mengenal Berbagai Rupa dan Warna Feses Bayi ASI
LEPTOSPIROSIS I. Defenisi    Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia.
Oleh : dr. Irfan Rahmanto
Kata malaria berasal dari bahasa Italia yaitu Male dan Aria yang berarti hawa buruk. Pada zaman dulu, orang beranggapan bahwa malaria disebabkan oleh udara.
VEKTOR DAN CARRIER E-LEARNING TGL 22 OKTOER 2015
OLEH ; NURHALINA, SKM, M.EPID ANALIS KESEHATAN
JAPANESE ENCEPHALITIS
AIR.
4. NUTRIEN UNTUK TERNAK (UDARA DAN AIR)
LEPTOSPIROSIS Definisi Penularan Gejala Pencegahan
MaLaRiA.
SURVEILANS LEPTOSPIROSIS
SURVEILANS LEPTOSPIROSIS & DBD
Program Pengendalian Penyakit ANTHRAX
Kehamilan dengan infeksi (rubella dan hepatitis)
BABESIIDAE DAN THEILERIIDAE
Kelompok 1.
LEPTOSPIROSIS PUSKESMAS BUBAKAN 1.
PATOFISIOLOGI SEMESTER IV -14.
Demam Tifoid Eggi Arguni.
PATOFISIOLOGY SEMESTER IV KE - 12.
AMOEBIC LIVER ABSCESS dr. Ayling Sanjaya, M.Kes., Sp. A
PENYAKIT GINJAL KHRONIK
SATUAN ACARA PENYULUHAN PENYAKIT CACINGAN
FILARIA & FILARIASIS CACING FILARIA FILARIASIS
ETIOLOGI PENYAKIT drh.Rositawati Indrati, MP Matakuliah Epidemiologi
PENYAKIT BAKTERIAL.
PARASITOLOGI.
Kesehatan ternak Beberapa hal yang paling penting diketahui dalam masalah kesehatan ternak adalah sebagai berikut: 1. Ciri-ciri hewan ternak yang sehat.
INFECTIOUS BURSAL DISEASE
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN TUBERCULOSIS MILLER
ASKEP GLOMERULONEFRITIS
BAB 10 SISTEM PERTAHANAN TUBUH
Hati (hepar) Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh manusia (2 kg) yang terletak di rongga perut sabelah kanan di bawah diafragma.
INFECTIOUS LARYNGOTRACHEITIS [ ILT ]
PKMRS RSUD DR. ADJIDARMO KAB. LEBAK
Hasil penelitian Tidak ada perubahan gejala klinis.
SUB GROUP I. Leptospirosis dikenal sebagai penyakit zoonosis akut yang disebabkan oleh bakteri leptospira dengan spektrum penyakit yang luas dan dapat.
Kehamilan di sertai penyakit rubella dan hepatitis
Hepatitis Teresa Ejahdan. HATI Dimana letak Hati?
Transcript presentasi:

Lucia Tri Suwanti Mufasirin Nunuk Dyah Retno Lastuti ILMU PENYAKIT PROTOZOA DARAH MAMALIA DARAH UNGAS SALURAN PENCERNAKAN JARINGAN/ORGAN Lucia Tri Suwanti Mufasirin Nunuk Dyah Retno Lastuti

ILMU PENYAKIT PARASITER PENGENDALIAN PENYAKIT TERAPI PENYAKIT PARASIT PADA HEWAN DIAGNOSIS DAN DIAGNOSA BANDING CARA PENULARAN PATOGENESIS GEJALA KLINIS PERUBAHAN PATOLOGI ANATOMI

ILMU PENYAKIT PARASITER TRYPANOSOMIASIS (SURRA) BABESIASIS THEILERIASIS ANAPLASMOSIS MALARIA LEUCOCYTOZOONOSIS HAEMOPROTEOSIS COCCIDIOSIS AMOEBIASIS BALANTIDIASIS TOXOPLASMOSIS TRICHOMONIASIS

PENTINGNYA PENYAKIT PARASIT Umumnya bukan penyebab utama yang menimbulkan kematian Kerugian besar, karena bersifat sub klinis/kronik Bersifat patogen apabila kondisi lingkungan mendukung (sistem kekebalan) Berpengaruh terhadap sistem kebal, sehingga memudahkan terjadi penyakit lain Sebagai vektor bebrapa penyakit baik parasiter, virus atau bakteri

TRYPANOSOMIASIS SURRA PENULARAN: Mekanik (haematophagous flies) CAUSA : T. evansi

HOST : horses, buffalo, cattle, camel, sheep and goats, pigs, dogs, cats PATOGENESIS DAN GEJALA KLINIS - SPESIES INDUK SEMANG (Kuda: anemia, Udema papan, deman intermiten, kematian) - JUMLAH PARASIT - DAERAH GEOGRAFI - LAMA KONTAK PARASIT - KEPADATAN VEKTOR (puncak pd musim hujan) - MANAJEMEN

PATOGENESIS GANGGUAN METABOLISME PROTEIN HIPOPROTEINEMIA KONSENTRASI DARAH ENCER & PERMEABILITAS PEMBULUH DARAH MENINGKAT PEREMBESAN CAIRAN OEDEMA PAPAN LISIS ERITROSIT ANEMIA

PARASITEMIA DEMAM AB PARASIT DEMAM VARIASI ANTIGENIK PARASITEMIA DEMAM INTERMITTEN CSF GANGGUAN SYARAF INKOORDINASI GERAK

GEJALA KLINIS & PATOLOGI ANATOMI KURUS OEDEMA PAPAN DEMAM INTERMITTEN PTECHIAE (PERDARAHAN) MEMBRANA MUKOSA Inkordinasi gerak P.A. : Karkas kurus dan pucat Pembengkakan limfa, hepar Atrofi Otot Nekrosis bbg organ Depopulasi limfosit di jar limfatik ANEMIS DARAH ENCER

DIAGNOSIS GEJALA KLINIS LABORATORIS PARASITOLOGI (Natif, ulas, HCT, biologis) SEROLOGI (CF, IHA, IFAT, ELISA) DNA amplification (PCR, LAMP) PATOFISIOLOGIK (Haematologi, Biokimiawi)

PENGOBATAN SURAMIN - Larutan 10 % : 7 – 10 mg/kg bb : 1 minggu (2 – 3 x) Aplikasi : iv

QUINAPYRAMINE (Trypacide, Antrycide) - Larutan 10 % : 3 mg/kg bb (kuda) 5 mg/kg bb (sapi) Aplikasi : sub kutan/intra musculer - Side effect : Salivasi, tremor CYMELARSAN: O,75 mg/Kg DIMINAZENE ACETURATE - T.vivax & T.congolense : 3 – 5 mg/kg - T.Brucei : 7 mg/kg.im HOMIDIUM - Larutan 2,5 % : 1 mg/kg im ISOMETAMIDIUM CHLORIDE - Larutan 2 % : 0,5 – 1 mg/kg iv.

BABESIOSIS (Redwater Disease, Texas Fever) CAUSA : BABESIA SP B. divergens (bovine babesiosis) (Zoonosis) MORPHOLOGI Ukuran Merozoit, Posisi dlm eritrosit, Morpologi scrl detail tergantung species.

tropis dan subtropis Diperlukan > 103 KEKEBALAN - Umur muda lebih tahan - Umur bertambah makin peka KEJADIAN DI INDONESIA - 1896 : kerbau di Tegal - 1906 : sapi di Sumatera - 1918 : B.divergens dari Australia

CARA PENULARAN tick-transmitted intraerythrocytic protozoan parasites ONE HOST TICK TRANSOVARIAL TWO/THREE HOST TOCK TRANSOVARIAL /TRANSTADIAL . ALAT KEDOKTERAN Mekanik

SIKLUS HIDUP

GEJALA KLINIK Tgt Umur, jumlah parasit dan strain parasit MASA INKUBASI 8 – 15 HARI PANAS MUKOSA PUCAT ANEMIA Hb URIA IKTERUS Depresi Peristaltik Diare Konstipasi respirasi dan detak jantung anorexia splenomegaly kematian (Krn gagal jantung, ginjal dan hepar)

PATHOGENESIS LISIS ERITROSIT ANEMIA HAEMOGLOBIN DARAH GINJAL Hb URIA URINE MERAH Hb HAEM + GLOBIN BILIRUBIN DALAM DARAH ICHTERUS KUNING MUKOSA

KELAINAN PASCA MATI OEDEMA IKTERUS JARINGAN LIMPA LEMBEK & GELAP HATI MEMBESAR KUNING KECOKLATAN ABOMASUM & USUS HALUS PERDARAHAN & OEDEMA URINE MERAH

DIAGNOSA GK LABORATORIUM 1. PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK (Giemsa- or acridine orange) 2. PEMERIKSAAN BIOLOGIK 3. PEMERIKSAAN SEROLOGIK (IFAT, ELISA 4. PCR DIAGNOSA BANDING 1. ANAPLASMOSIS 2. THEILERIOSIS 3. LEPTOSPIROSIS

Pengendalian > Pencegahan (acaricid, X habitat caplak) > Terapi Imidocarb dipropionate (drug of choice). Anjing: 5 mg/kgBB, im 1x2 minggu, 2x iv > toxic quinuronium sulfate amicarbalide isethionate diminazene aceturate Clindamycin >Vaksinasi: live, dead , crude extracts, vaksin hidup: terbaik < 1 th

THEILERIOSIS CAUSA : Theleria sp. T.parva (East Coast fever) T. annulata (Theileriosis tropis) T. mutans MORPHOLOGI - BENTUK merozoit: BUNDAR, OVOID, TONGKAT, KOMA - UKURAN : 1,5 – 2 x 0,5 – 1 mikron PREDILEKSI : Limfosit, Eritrosit, Histiosit

Cara Penularan Siklus Hidup

PATOGENESIS MORTALITAS : 90 – 100 % BOS INDICUS : RESISTEN Skizogoni Pembekakan Kelj. Limfe, organ limfoid PERUBAHAN P.A : LIMPA, HATI, LGL, GINJAL, PARU, DLL. Sel terinfeksi sumbat kapiler CNS ischaemic necrosis Gang. Syaraf TURNING SICKNESS

GEJALA KLINIS MASA INKUBASI 10 – 25 HARI DEMAM 40 – 41,7 C + NAFSU MAKAN MENURUN PEMBENGKAAN LGL SUPERFISIAL DISCHARGE NASAL LACRIMASI KELOPAK MATA & TELINGA BENGKAK DIARHAE + DARAH & MUKUS

POST MORTEM LIMPA, LIVER > COKLAT – KUNING LGL > HIPERAEMIC GINJAL HAEMORAHAGIE – PUTIH KEHIJAUAN PARU OEDEMA CAIRAN DLM THORAX ULCERA ABOMASUM & USUS BESAR CAIRAN CEREBRO SPINAL PERDARAHAN DI CORTEX NECROSE DI OTAK SCHIZONT

DIAGNOSIS PENCEGAHAN GEJALA KLINIS Ulas Darah, Cairan Limfe Biopsi Limfonodus, hati TES SEROLOGIS (IFAT, IHA) PCR PENCEGAHAN PEMBERANTASAN CAPLAK SANITASI KANDANG LALU LINTAS HEWAN

TERAPI OXYTETRACYCLINE CHLOR TETRACYCLINE MENOCTONE C2 HYDROXY 3 – 8 CYCLO HEXYLLOCTYL 4 – NAOH THOQUINON TRYPAN BLUE 1 – 2 % 100 CC PIREVAN 5 % 1 CC/50 kg bb SC PHENAMIDINE 12 mg/kg bb sc 40 % BERENIL 2 – 3,5 mg/kg bb im

ANAPLASMOSIS Causa : A.marginale A.centrale A.ovis MORPHOLOGI BENTUK : BULAT (initial bodies: 4-8) O : 0,2 – 0,5 um PREDILEKSI : ERITROSIT HOST : Sapi, kerbau, Kambing, Domba, Rusa

Siklus hidup PENULARAN 20 species Transstadial/ intrastadial + transplacental 15.6%

PATOGENESIS & GEJALA KLINIS Akut: 70% RBC terinfeksi periode prepaten: 7- 60 hr (28), jml infeksi Eritrosit difagosit Anemia Demam, BB , abortus, lesu, ikterus, kematian (> 2 th), survive carrier

Pengendalian Pencegahan: control artropoda & sterilisasi instrumen Pengobatan: Tetrasiklin Vaksinasi: hidup, dilemahkan, dimatikan, protein antigenik (adesin, MSP), Rekombinan.