DEVELOPMENT ACROSS THE LIFE SPAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Sikap keberagamaan pada anak
Advertisements

Perkembangan Psikologi Bayi - Remaja
Perkembangan sosial pada anak-anak tengah
MANUSIA, NILAI, MORAL, DAN HUKUM
PEMBELAJARAN BERMAIN Fathan Nurcahyo, M. Or.
Sasaran pendidikan Manusia, maka perlu tahu sifat hakikatnya
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Isyu-isyu penting dalam teori Kepribadian.
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Assalamu ‘alaikum wr. wb
Materi ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA Outline
PESERTA DIDIK DAN KEBUTUHANNYA
PERMASALAHAN PESERTA DIDIK USIA SEKOLAH MENENGAH
FILSAFAT PENDIDIKAN ALIRAN REALISME
HAKEKAT MANUSIA Pandangan tentang hakikat manusia adalah bagian dari filsafat antropologi manusia yang merupakan karya Tuhan yang paling sempurna/istimewa.
AGAMA DALAM PSIKOLOGI KONTRA
Teori Kepribadian (Alfred Adler)
Om swastyastu.
Pembentukan Sikap Dan Tingkah Laku
Home Home Kelompok 3 Fitri Suci Maharsih Nurkhasanah Yoana Natalia E
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Oleh : Andri Wijaya, S.Pd., S.Psi., M.T.I. Program Studi Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data.
PERILAKU PETANI Sub Pokok Bahasan Ini Mempelajari Teori Perilaku Manusia Dan Faktor Yang Berkorelasi Dng Perilaku Manusia BY : SUTRISNO.
PERBEDAAN INDIVIDU DAN PERILAKU KERJA
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen
PEMIKIRAN TOKOH – TOKOH DALAM ILMU SOSIAL
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Komunikasi Antarpribadi (2)
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
BAB 04 TINDAKAN SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
Faktor Kognitif Penentu Perilaku
Perkembangan Moral, Nilai dan Agama PSIKOLOGI REMAJA
PRINSIP–PRINSIP Perkembangan
PERKEMBANGAN AFEKTIF (EMOSI, NILAI, MORAL DAN SIKAP) DAN PERKEMBANGAN RELIGUIUS oleh : Intan Galuh Rendani ( ) Nur Lita Avriani ( )
Psikologi Perkembangan 1
Mengenal Diri Sendiri:
PEMAHAMAN KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Budaya Politik.
SOCIOEMOTIONAL DEVELOPMENT IN ADOLESCENCE.
PERILAKU PETANI Sub Pokok Bahasan Ini Mempelajari Teori Perilaku Manusia Dan Faktor Yang Berkorelasi Dng Perilaku Manusia BY : SUTRISNO.
ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.
SIKAP DAN TINGKAH LAKU. TINGKAH LAKU MANUSIA DAN LINGKUNGAN SOSIAL (HUMAN BEHAVIOR AND SOCIAL ENVIRONMENT)
BLOK I PROSES BELAJAR & HUMANIORA
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA
Apa? Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta.
PENDAHULUAN.
“Apa Motivasi Siswa Melanggar Peraturan”
Apa? Setelah akhir dari perkuliahan ini, mahasiswa mampu mengembangkan lingkungan pendidikan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi peserta.
Matakuliah Perkembangan peserta Didik KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN MORAL DAN KEAGAMAAN REMAJA SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN Oleh LA ODE MUHAMAD.
PERTEMUAN KETIGA PERILAKU BERKOMUNIKASI : MEMAHAMI KEPRIBADIAN DAN MANAGEMEN KONFLIK
Perkembangan masa kanak-kanak akhir (Usia Sekolah)
Psikologi Perkembangan 1
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
KEHIDUPAN BERKELUARGA
Mengenal Diri Sendiri:
PSIKOLOGI REMAJA Oleh : Citra Dewi, M.Psi., Psikolog
DEFINISI KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Arti Penting Perkembangan Sosial Dan Moral Bagi Proses Belajar Agama
Orientasi Psikologis Pembelajaran Di Sekolah dan prasekolah
Kata remaja disebutkan sebagai masa peralihan dari masa anak dengan masa dewasa, ada juga istilah asing yang menunjukan masa remaja, antara lain: puberty.
The Self, Identity, and Values
Sasaran pendidikan Manusia, maka perlu tahu sifat hakikatnya
Self, Identity, and Values
PERKEMBANGAN MORAL REMAJA
PERKEMBANGAN PSIKOLOGI FISIOLOGI MEMBENTUK INDIVIDU LAHIR SOSIAL
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen
Proses adaptasi psikologi pada anak sesuai tahap perkembangannya
PENDEKATAN EKSISTENSIAL-HUMANISTIK
B Y C HANDRA S ETIAWAN. Pendapat para ahli Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Budaya politik adalah pola sikap, keyakinan dan perasaan tertentu yang.
Kasus penyimpangan pancasila sila pertama Disusun oleh: Adi Prasetyo (K ) Agung Nugroho (K ) Alvian Novitasari (K ) Andysty Andryaningrum.
Transcript presentasi:

DEVELOPMENT ACROSS THE LIFE SPAN RELIGIOUS/SPIRITUAL DEVELOPMENT ACROSS THE LIFE SPAN

RELIGIOUS/SPIRITUAL DEVELOPMENT Human growth and development is a life-long process. Therefore, ongoing faith development and spiritual formation of adults is vital to the spiritual life Just as we spend time and energy on growing intellectually and professionally, it is also important to make our religious development an important aspect of our lives.

There are two factors that influence religiousity ; 1. Rasa ketergantungan (sense of depend) 2. Instink keagamaan Manusia dilahirkan ke dunia ini memiliki empat keinginan, yaitu : keinginan untuk perlindungan, keinginan untuk pengalaman baru, keinginan mendapat tanggapan, dan keinginan untuk dikenal. Relasi diantara 4 kebutuhan tersebut menimbulkan rasa ketergantungan , dan terbentuklah rasa keagamaan pada anak

Ernest Harm defided religious/spiritual development into three stage: The fairly tale stage (tingkat dongeng), The realistic stage (Tingkat kenyataan), The individual stage (tingkat individu) The Fairly Tale Stage Dimulai pada anak berusia 3-6 tahun. Konsep mengenai Tuhan lebih banyak dipengaruhi oleh fantasi dan emosi. Sehingga anak dalam menanggapi agama juga menggunakan konsep fantastis yang diliputi oleh dongeng- dongeng yang kurang masuk akal

The Realistic Stage Dimulai sejak anak masuk sekolah dasar hingga ke usia adolesense. Ide ke Tuhanan anak sudah mencerminkan konsep-konsep yang berdasarkan kepada kenyataan. Timbul melalui lembaga-lembaga keagamaan dan pengajaran agama dari orang dewasa lainnya The Individual Stage Konsep ketuhanan yang konvensional dan konservatif dengan dipengaruhi sebagian kecil fantasi. Konsep ketuhanan yang lebih murni yang dinyatakan dalam pandangan yang bersifat personal (perorangan). Konsep ketuhanan yang bersifat humanistik. Agama telah menjadi etos humanis pada diri individu dalam menghayati ajaran agama.

Sifat-sifat keberagamaan pada anak Unreflektif Egosentris Anthromorphis Verbalis dan ritualis Imitatif Rasa heran. Unreflektif (tidak mendalam) Penelitian Machion tentang sejumlah konsep ketuhanan pada diri anak, menunjukkan 73% mereka menganggap Tuhan itu bersifat seperti manusia. Ajaran agama cenderung diterima begitu saja tanpa kritik. Kebenaran tidak begitu mendalam

Egosentris Memahami dan memandang agama dari sudut kepentingan pribadinya. Anthromorphis Konsep ketuhanan digambarkan sebagai aspek-aspek kemanusiaan. Vebalis dan ritualis Kehidupan agama pada anak-anak sebagian besar tumbuh mula-mula secara verbal dan ritualis.

Imitatif Tindak keagamaan pada anak pada dasarnya diperoleh dari meniru. Rasa heran Rasa heran dan kagum merupakan tanda dari sifat keagamaan terakhir pada anak, namun rasa heran dan kagum itu berbeda dengan orang dewasa. Rasa heran dan kagum merupakan konskuensi dari kebutuhan anak akan hal yang baru

PERKEMBANGAN KEBERAGAMAAN PADA REMAJA DAN DEWASA

Perkembangan agama pada remaja Agama adalah omong kosong Mengingkari pentingnya agama Menolak kepercayaan-kepercayaan terdahulu Perkembangan pikiran dan mental, ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima remaja dari masa kanak-kanaknya sudah tidak begitu menarik lagi bagi mereka. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan, sosial, ekonomi dan norma-nornma kehidupan lainnya.

Agama yang ajarannya bersifat lebih konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para remaja untuk tetap taat pada ajaran agamanya. Sebaliknya agama yang ajaranya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para remaja sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya

Perkembangan sosial Kehidupan beragama mereka timbul konflik antara pertimbangan moral dan material. Perkembangan moral Para remaja bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. Tipe moral yang terlihat pada para remaja mencakup: (a) self directive ‘taat terhadap agama’; (b) adaptive ‘mengikuti situasi lingkungan’; (c) submissive ‘keraguan terhadap ajaran agama’; (d) unadjusted ‘belum meyakini kebenaran ajaran agama’; (e) deviant ‘menolak dasar agama’.

Negative Masa awal remaja (12-18 tahun) Confused Skeptic Return Remaja Akhir Submit Calm