Kelompok 6 IKM A 2010   Teguh Kusnur Agesty Sucianingtyas

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA ANGGREK (Rosa chinensis)
Advertisements

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN METODE KIMIAWI DAN FILTRASI
PESTISIDA NABATI Oleh: Jakes Sito. SP.
Ali Setyayudi* dan Resti Wahyuni Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu Jl. Dharma Bhakti No.7 Ds. Langko, Kec. Lingsar, Kab. Lombok Barat,
LAJU REAKSI By Indriana Lestari.
Alat alat yang digunakan : 1. Blender 2. Panci 3. Timbangan 4. Kompor 5. Gelas ukur 6. Pengaduk 7. Cetakan 8. Baskom 9. Kain saring 10. Tali Karet.
Disusun Oleh : Kelompok 4
Presented by : Nadia Anisah Tahani
Logam berat ? Berbahaya ? Solusi ?
TEKNIK PENGOLAHAN TANAH DAN PEMUPUKAN Dr
TEMBAKAU SEBAGAI SALAH SATU KEKAYAAN BIODIVERSITY INDONESIA
Penulis : Yusriani Sapta Dewi
PRAKTIKUM KESEHATAN LINGKUNGAN UJI BAHAN PENGAWET BORAKS PADA BAKSO, TAHU, DAN SOSIS DI DUA TEMPAT BERBEDA DENGAN METODE KUALITATIF UJI NYALA BORAKS DAN.
PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN (POPT)
SANITASI BAHAN BAKU DAN BAHAN PEMBANTU
4. Pelaksanaan Pengendalian Hama
RESEP MASAKAN AYAM.
RESEP DAN CARA MEMBUAT MAKANAN KHAS INDONESIA
Resep makanan dan minuman
Kandungan Gizi Pada Talas
PEMBUATAN PAKAN TERNAK KAMBING SISTEM KERING
Zat Warna Alami Wildan Suhartini ( )
PEMBELAJARAN MATERI HUBUNGAN MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA
Peralatan dan Teknik Analisis Laboratorium
Makanan serba kue By: Ravy arya hermawan.
Jenis Hama pada Tanaman Hias
KEWIRAUSAHAAN “PENGOLAHAN MAKANAN” NAMA KELOMPOK 1. Asiva Fara Azmi
BIOTEKNOLOGI TEKNOLOGI PERTANIAN
Kelompok 5B IKMA 2010 Risyad Indra Syahrial
BUDIDAYA CENGKEH.
PESTISIDA Oleh : Mokhtar Effendi ( )
Ali Hamid Departemen Kimia
Pengaruh Konsentrasi Rootone F dan Jenis Media Terhadap Pertumbuhan Stek Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Pp.
Dipersembahkan oleh : Ruri Arista Claudia Sharita Aulia Rochmi
Persentasi Kewirausahaan (Masakan Nusantara)
RESEP MEMBUAT AYAM BAKAR BUMBU KECAP SPESIAL
Penghilangan Minyak dan Lemak
2. Menghilangkan bau mulut
Teknologi Pengolahan Hortikultur Nata de Banana Skin
Ali Hamid Departemen Kimia
Merawat Organ Kewanitaan Tinggal di daerah tropis yang panas membuat kita sering berkeringat. Keringat ini membuat tubuh kita lembab, terutama pada organ.
LAPORAN PRAKTIKUM KESEHATAN LINGKUNGAN
Cara praktis membuat /membiakkan EM4 (Efektif mikroorganisme yang bermanfaat)
Komunikasi Dan Penyuluhan Pertanian Putri Lestari C
Selamat Datang di Persentasi kami
:: Kelompok 8 :: Amanda Dewi M Ayu Melia Sades Cinta Lusiana Dewi
Manfaat Limbah Pisang (Kulit, Bonggol, dan Jantungnya)
Peronika Hasibuan, Rizka Handayana P, Sobhan Zainal Arifin
PEMBUATAN STARTER MIKROBA
MATERI e_LEARNING-2 PASCA UTS Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PKM-P PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KACANG BABI
Review Jurnal ” PENGARUH PENAMBAHAN KUNYIT (Curcuma domestica Val) ATAU TEMULAWAK (Curcumaxanthorrhiza Roxb) DALAM AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE DAN KUALITAS.
Membuat Kompos Metode Takakura telah memperoleh Hak Cipta (HAKI) No
Bikin Teh Kompos Gampang Kok!
Pembuatan pati ganyong
ANALISIS BAHAN PENGAWET ALAMI PADA MINUMAN
KELOMPOK 5A IKMA 2010 Debby Prima Cintya
PRESENTASI PKM PENELITIAN
Oleh : Abdul Jabbar Afif Firmansyah Amirul Mu’minin M. Reza Fauzi
Risky Dwi Yuliani XII IPA 3.
MEKAR WARNA SARI TANAMAN JAGUNG.
KERAPATAN VS KEPEKATAN
PENCEMARAN LINGKUNGAN
This presentation uses a free template provided by FPPT.com PENGAWET SEBAGAI SALAH SATU BAHAN TAMBAHAN PANGAN OLEH KELOMPOK.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KASAR DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia)TERHADAP KEPADATAN POPULASI, INTENSITAS SERANGAN Spodoptera exigua Hubner (LEPIDOPTERA.
LATIHAN PENYUSUNAN MENU B2SA
PEST AND DISEASES OF CHOCOLATES
TIM PENYUSUN MODUL AGRIBISNIS TANAMAN
KELOMPOK 3 MANFAAT PESTISIDA NAMA KELOMPOK: CATHRINE YOHANNA SIBAGARIANG ( ) SUGA EFRADANA GUNAWAN (( ) ELFANI YULIANTI LIMBONG ( )
Pemanfaatan Urin Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair BIOURINE PT. SWEN INOVASI TRANSFER 27 SEPTEMBER 2012.
Transcript presentasi:

PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI BERBAHAN BAKU BAWANG PUTIH UNTUK MEMBASMI HAMA KUTU PUTIH Kelompok 6 IKM A 2010   Teguh Kusnur 100911167 Agesty Sucianingtyas 101011053 Adelia Perwita Sari 101011056 Dwi Ayu Septiana 101011087 Febry Ayu Wulan 101011115

Rumusan Praktikum Pestisida yang digunakan sacara luas oleh petani dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan ketidakseimbangan ekosistem. Pestisida nabati dianggap dapat menstubtitusi pestisida sintetis karena aman untuk lingkungan. Salah satu bahan nabati yang dianggap dapat diolah menjadi pestisida adalah bawang putih. Seberapa efektifkah manfaat bawang putih untuk membasmi kutu khususnya untuk hama kutu putih?

Tujuan Praktikum Tujuan umum Tujuan khusus Untuk menguji keefektifkan pestisida nabati yang telah dibuat untuk membasmi hama kutu putih. Tujuan khusus Mampu mempraktekan cara pembuatan pestisida nabati dari bawang putih. Mampu merumuskan waktu dan tempat pembuatan pestisida nabati dan melaksanakannya dengan tepat waktu. Mampu menggunakan pestisida nabati untuk membasmi hama pada tanaman dengan benar.

Tempat dan Waktu Praktikum 1. Pembuatan cairan pestisida : Lab. Kesling Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga. Mulyorejo Surabaya 2. Penyemprotan cairan pestisida : Taman Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Mulyorejo Surabaya. Presentasi proposal : 13 Maret 2013 Pembuatan pestida : 15 Maret 2013 Uji Hasil pestisida : 22 – 24 Maret 2013 presentasi laporan : 24 April 2013

Pestisida Nabati Bawang Putih? Pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dan biodegradable. Bawang putih memiliki berbagai kandungan untuk mengusir hama, diantaranya minyak atsiri sebagai anti bakteri, aliin dan alisin dalam bawang putih merupakan repellan yang ampuh, zat allisin dan dialil sulfida dapat bertindak sebagai bahan yang dapat merusak sistem koordinasi dan hormonal hama

Kutu Putih ? Planococcus sp atau sering disebut kutu putih atau mealybug masuk dalam klasifikasi ordo homoptera dan family pseudococcodiae. Serangga ini polfag (pemakan segala tanaman) dan tersebar luas didaerah tropis dan subtropis. Kutu putih termasuk hama tanaman karena bersifat merusak bagian tanaman inangnya. Kutu ini ada yang hidup diatas tanah dan ada yang diakar. Hama yang diatas menyerang tunas, daun, buah, tangkai bunga, tangkai buah, batang dan lain – lain 

Rancang Bangun Praktikum ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan mencoba membuat pestisida nabati berbahan baku bawang putih. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan bahan yang dibutuhkan. Selanjutnya adalah membuat pestisida nabati berdasarkan dosis dan prosedur yang telah disusun. Setelah produk pestisida nabati jadi langsung diujicobakan terhadap hama sasaran untuk menguji keefektifannya.

Alat dan Bahan Alat Bahan Blender Alat pengaduk Ember Botol biasa dan botol spray Timbangan Kain saring Bawang putih 250 gram Bakteri EM4 25 cc Gula pasir 25 gr Air matang 1,25 liter

Prosedur Pembuatan Siapkan 250 gram bawangputih yang sudah dikupas, 25 cc EM4, 25 gr gulapasir, dan 1,25 liter air putih. Haluskan 250 gram bawang putih dengan cara diblender. Masukkan 250 gram bawang putih halus, 25 cc EM4, 250 gram gula pasir ke dalam tempat pengadukan dan aduk hingga rata Tambahkan 1,25 liter air putih dan aduk Masukkan bahan yang sudah dicampur tadi kedalam sebuah botol Diamkan atau fermentasikan selama 7 hari Saring hasil fermentasi menggunakan saringan sebelum digunakan untuk pestisida hama.

Prosedur Penggunaan Siapkan 3 botol kosong, untuk setiap botolnya diisi masing-masing sebesar : Botol A pengenceran 1:10 yaitu 40 cc ekstrak + 400 cc air (9%) Botol B pengenceran 1:5 yaitu 40 cc ekstrak + 200 cc air (16%) Botol C pengenceran 1:1 yaitu 40 cca ekstrak + 40 cc air (50%)

Siapkan kutu putih yang menempel pada daun mangga, dengan cara memetik daun dari pohonnya dan meletakkannya dalam wadah transparan berventilasi Semprotkan campuran tersebut pada bagian yang terdapat hama kutu putih. Untuk setiap daun dilakukan tiga kali semprotan dalam satu hari. Penyemprotan dilakukan di bagian tengah daun karena kutu putih berada di permukaan daun. Penyemprotan dilakukan dalam kurun waktu 3 hari. Botol A Daun A Botol B Daun B Botol C Daun C Karena sifat zat kimia pestisida mudah terurai maka penyemprotan hasil dilakukan secara sering dan berkala agar hasilnya efektif.

Rincian Biaya Nama Barang Harga 250 gram bawang putih Rp. 20.000 250 gram gula pasir Rp. 3.000 Air Mineral Botol Kain saring Rp 5.000 Rp. 6.000 Pengaduk (irus) Rp. 5.000 Ember Rp. 10.000 Corong Rp. 4.000 Total Rp 53.000

Hasil dan Pembahasan Konsentrasi 9% Daun A Konsentrasi 16% Daun B Daun C Hari 1 Kutu masih hidup Sarang kutu masih baik Hari 2 3 kutu masih hidup (bergerak) Sarang kutu sedikit rusak 2 kutu masih hidup (bergerak) Semua kutu mati (tidak bergerak) Sarang kutu rusak (kerusakan lebih parah dari konsentrasi 9% atau 16%) Hari 3 3 kutu yang tersisa mati (tidak bergerak) Sarang kutu rusak 2 kutu yang tersisa mati (tidak bergerak) Sarang kutu rusak parah. Struktur tubuh kutu yang sebelumnya mati rusak Sarang kutu rusak parah

Pembahasan Pada daun A digunakan konsentrasi 9% berarti perbandingan yang dipakai adalah 1:10. Artinya adalah 40 ml ekstrak pestisida nabati dicampurkan dengan 400 ml air. Hari pertama pada daun A didapatkan bahwa kutu tersebut masih hidup dan belum ada kerusakan pada sarang yang ditempati kutu itu. Hari kedua, terdapat 3 kutu dari yang kita amati yang masih dapat bergerak dan kerusakan yang terjadi belum cukup parah. hari ketiga pemberian pestisida terhadap daun A didapatkan hasil bahwa 90% kutu yang ada mati dan sarang kutu juga rusak.

2. Daun B digunakan konsentrasi 16% dengan perbandingan 1:5 atau 40 ml dengan dicampurkan air sebanyak 200 ml. Hari pertama percobaan, kutu dan sarangnya masih nampak normal. hari kedua percobaan tersisa 2 kutu yang masih dapat bertaman dengan penyemprotan pestisida dan sarangnyapun belum rusak parah. Hari ketiga pengamatan pada pemberian pestisida, semua kutu yang ada pada daun B mati dan strukturnya rusak serta sarang yang ada juga rusak.

3. Daun C konsentrasi pada daun C adalah 50% yaitu 1:1 yang artinya adalah ekstrak pestisida 40 ml dicampur dengan 40 ml air. Semua kutu mati dan sarangnya sudah rusak pada hari kedua .

Kesimpulan Pestisida yang digunakan sacara luas oleh petani dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, lingkungan, dan ketidakseimbangan ekosistem. Pestisida nabati dianggap dapat menstubtitusi pestisida sintetis karena aman untuk lingkungan. Salah satu bahan nabati yang dianggap dapat diolah menjadi pestisida adalah bawang putih. Bawang putih cukup efektif untuk mampu membasmi kutu putih karena memiliki berbagai bahan aktif yang dapat melumpuhkan hama. Percobaan dilakukan dengan menguji keefektifan pestisida bawang putih pada berbagai konsentrasi terhadap daya bunuh hama kutu putih . Terdapat tiga variasi konsentrasi yaitu 9%, 16%, dan 50% yang diujikan pada hama kutu putih selama tiga hari. Hasil percobaan menunjukkan bahwa konsentrasi pestisida nabati bawang putih yang efektif menghilangkan kutu lebih cepat adalah pestisida dengan konsentrasi tertinggi yaitu 50%. Pada konsentrasi ini dapat membunuh semua kutu putih yang dicobakan selama 2 hari, sedangkan pada konsentrasi lain baru dapat membunuh semua kutu setelah penyemprotan ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa pestisida bawang putih memiliki daya basmi hama kutu putih yang cukup efektif. Berbagai kandungan zat dalam bawang putih memiliki fungsi anti hama. Kandungan aliin dan alisin dalam bawang putih merupakan repellan yang ampuh karena dengan baunya yang menyengat hama pengganggu enggan mendekat.

Kutu Putih (Planococcus Viburni)

Pembuatan Pestisida Alat dan Bahan

Proses Pembuatan

Penyemprotan

Hari pertama

HASIL AKHIR

SEKIAN DAN TERIMA KASIH 