Geologi Struktur Eksplorasi LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
METODE PENDUGAAN CADANGAN KARBON BAWAH PERMUKAAN
Advertisements

ILMU UKUR TANAH dan KARTOGRAFI.
PELAKSANAAN SURVEI TANAH
(1) METODOLOGI PEMETAAN GEOLOGI KULIAH JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
ILMU UKUR WILAYAH dan PEMETAAN.
PENGUJIAN SUMUR Tujuan Metode Analisa Debit Optimum.
Y = SIN X 2. Y = COS X 3. Y = TG X GRAFIK FUNGSI TRIGONOMETRI.
BAB 3 Modul.
GEO-BIO-FISIK WILAYAH
BENTUK ENDAPAN Bentuk endapan batubara di alam dapat dikelompokkan menjadi dua. Bentuk endapan batubara ini sangat erat kaitannya dengan gejala geologi.
S s s þ , Ó í Ó ¡ . Ù MATEMATIKA WAYAN SUBADRE, S.Pd.
PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN
Teknik Mengelas Menggunakan Las Oxy-acetylene
Pengatar Survey dan Pemetaan
LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN LPMP BANTEN 2007
PROSES ALAM ENDOGEN JENIS-JENIS TENAGA ENDOGEN
PENENTUAN POSISI SUATU TITIK
BANGUNAN PENGENDALI EROSI
GERAK & POSISI BENDA LANGIT II
Irigasi 1 Perencanaan Irigasi.
AKIFER DAN BERBAGAI PARAMETER HIDROLIKNYA
KEMANTAPAN LERENG.
SNI yang tersedia saat ini. Data masukan untuk analisis ini adalah lokasi sumber gempanya, distribusi magnitudo gempa di daerah sumber gempa,
ISAK 29 PENGUPASAN TANAH PADA TAHAP PRODUKSI TAMBANG TERBUKA
ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN (Pertemuan 4)
GROUND WATER FLOW (ALIRAN AIRTANAH)
Alat bor eksplorasi.
Objek Oriented Mengenal konsep Obyek di Processing
Pertemuan Ke-8 Perencanaan Sambungan Baut
SUBGRADE.
ILMU UKUR TANAH & PEMETAAN (Pertemuan 4)
GEOLOGI STRUKTUR.
Sesar naik.
APLIKASI OVERLAY DALAM PROSES SIG ROBBY TRI MULYANTO
DISTRIBUSI ALIRAN AIRTANAH DAN MODEL AQUIFER
Geologi Teknik Norma Puspita, ST. MT.
PROJECT PROFILE KANDI GOLD & BASE METAL INDUSTRIAL PROJECT
PRINSIP GAYA & DEFORMASI
KARAKTER BIOFISIK DAS Oleh Andang Suryana.
Tambang Terbuka (013) Abdullah
Pengendalian Sedimen dan Erosi
AIR PERMUKAAN.
Penampang Stratigrafi Suatu gambaran urutan vertikal lapisan lapisan batuan sedimen pada lintasan yang dipilih. Setiap titik dalam urutan mengikuti kaidah.
Rekayasa gempa (ts 1440) CHAPTER 1
#05-Erosi Lahan E r o s i "Erosion is the wearing away of the land surface by rain or irrigation water, wind, ice or other natural or anthropogenic agents.
Tugas Pengganti Kuliah ke 5
METODE SEISMIC Metode seismik adalah suatu metode dalam geofisika yang digunakan untuk mempelajari struktur dan strata bawah permukaan bumi. Metode ini.
GRAVITY COURSE INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
GEMPA BUMI TEKTONIK DANGKAL DI YOGYAKARTA DAN SEKITARNYA
METODE SURVEI TANAH Bagaimana menghasilkan PETA TANAH yang akurat yang dapat mencerminkan karakteristik/sifat sifat tanah di lapangan Masalah yang mendasar.
DOSEN PENGAJAR GEOLOGI STRUKTUR Program Studi S-1 Teknik Pertambangan
CUT AND FILL Metode ini sangat dianjurkan jika endapan dengan high grade terdapat pada dip yang curam dalam batuan induk yang lemah. Bijih ditambang.
STUDI LAPANGAN PALEONTOLOGI MIKRO OLEH : FAUZUL YUSRI
Analisis kestabilan lereng
Sediment Run-off Model
A. Pendahuluan Metode tambang terbuka merupakan kegiatan penambangan yang diterapkan terhadap endapan batubara yang terletak di dekat permukaan bumi. Dengan.
PENYELIDIKAN GEOTEKNIK LAPANGAN
KULIAH GENESA BAHAN GALIAN
GEOLOGI STRUKTUR.
Kuliah Mandiri Pemetaan Geologi di Desa Tambaksari dan Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanijng Wetan dan sekitarnya pada Kabupaten Malang,Provinsi Jawa.
ALAT-ALAT TAMBANG ANDI PARUNG WANGLOAN.
Sleeper Gold Mine, Nevada
SEMINAR INDUSTRI PERTAMBANGAN
Tugas Mekanika Batuan Tawakkal Mursyid
METODE SURVEI TANAH Bagaimana menghasilkan PETA TANAH yang akurat yang dapat mencerminkan karakteristik/sifat sifat tanah di lapangan Masalah yang mendasar.
Klasifikasi Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia
N. BANUNAEK T. Pertambangan Undana N. Banunaek, Struktur Geology.
KESTABILAN LERENG Pada umumnya tanah atau batuan di alam berada dalam keadaan seimbang dalam artian lain keadaan dimana distribusi tegangan pada tanah.
SURVEI DAN INVESITIGASI PERENCANAAN BANGUNAN SABO
PENDEKATAN SURVEI TANAH PARAMETRIK DAN PEDAGOGIK
Transcript presentasi:

Geologi Struktur Eksplorasi LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Teknik Eksplorasi & Geologi Struktur Eksplorasi Eko Puswanto, ST LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA Balai Informasi dan Konservasi Kebumian Karangsambung

Plot a surface strike 040° dip 50° to NW 270° 90° Plot a surface strike 040° dip 50° to NW Atau N220 oE/40o P 180°

Urat kuarsa tersebut, boleh diplot dalam satu proyeksi 1. Hasil eksplorasi prospek emas di Gombong diperoleh data-data urat kuarsa sebagai berikut. Plot/proyeksikan strike dan dip urat kuarsa tersebut dalam streografis TUGAS 0° 270° 90° 180° Urat kuarsa 1 N 30oE/70o Urat kuarsa 2 N 70oE/60o Urat kuarsa 3 N 300oE/50o Urat kuarsa 4 N 225oE/55o Urat kuarsa 5 N 180oE/45o Urat kuarsa 6 N 170oE/70o Urat kuarsa 7 N 270oE/60o Urat kuarsa tersebut, boleh diplot dalam satu proyeksi

2. Urat kuarsa 1 dipotong oleh 2 sesar besar yang berarah N 30oE/60o dan N 140oE/70o. Plot kedua sesar tersebut dalam proyeksi streografis dan tentukan Gaya 1, Gaya 2, dan Gaya 3 Jika lancip, maka Gaya 1 Catatan : 1. Perpotongan bidang 1 dan bidang 2 adalah Gaya 2 Gaya 2

General Exploration Flow PENENTUAN AREA (MAPPING PENDAHULUAN) DRILLING PLANNING AND PREPARATION DRILLING OPERATION SURVEY SAMPEL PREPARATION LOGGING ASSAY (LABORATORIUM) SPREADSHEET INSITU VALIDASI BLOCK MODELLING DATA RESOURCES

Tahapan Kegiatan Eksplorasi Identifikasi Daerah Peta Geologi Regional, Citra Landsat, Peneliti Terdahulu Eksplorasi Regional Pengambilan endapan sungai (SS) Batu, Float Eksplorasi Semi-detil Pemetaan geologi-alterasi permukaan Survei geofisika, Percontohan batu dan tanah (geokimia) Pembuatan sumur uji dan parit uji Eksplorasi Detil Pemboran Dangkal Pemboran Dalam Perhitungan Cadangan

PENCONTOHAN (SAMPLING) PENCONTOHAN (Sampling Batuan) 1. PERMUKAAN 2. BAWAH PERMUKAAN ANALISA CONTOH 1. PERSIAPAN CONTOH 2. LABORATORIUM (Petrografi, Geokimia, AAS, dll) 3. PELAPORAN (REPORTING)

PERMUKAAN 1) TANAH (SOIL) 2) BATUAN (ROCK) (1) PARIT UJI (TRENCHING) (2) SUMUR UJI (TEST PIT) (3) AUGER (4) HAND DRILL 2) BATUAN (ROCK) (1) CHIP SAMPLING (2) CHANNEL SAMPLING (3) COMPOSIT 3) SEDIMEN ALIRAN SUNGAI AKTIF (ACTIVE STREAM SEDIMENT)

(Active Stream Sediment) Sedimen Aliran Aktif (Active Stream Sediment) PENCONTOHAN BATUAN SUNGAI (STREAM FLOAT SAMPLING) (2) PENCONTOHAN KONSENTRAT DULANG (STREAM PANNED CONSENTRAT SAMPLING) (3) FINE SAND ACTIVE STREAM SEDIMENT SAMPLING (SS)

Peta Rencana Percontohan Endapan Sungai Sampling stream sediment Salam, 2011 Sampling batuan dan float Peta Rencana Percontohan Endapan Sungai

Diperoleh arah kemiringan (strike) dan dip urat kuarsa Arah dan orientasi (strike/dip) Tebal Intensitas-densitas Karakteristik urat (vein-veinlet- stockworking), kristalin massif/brittle, comb, vuggy, colloform- crustiform Si-il HW FW Si-il FeOx Si-qz-MnOx Vein massive Diperoleh arah kemiringan (strike) dan dip urat kuarsa 80o

Sesar ( Fault ) Lipatan ( Fold ) GEOLOGI STRUKTUR ASPEK GEOMETRI ASPEK JENIS GEOLOGI STRUKTUR STRUKTUR BIDANG Jurus ( Strike ) Kemiringan ( Dip ) STRUKTUR GARIS Arah ( Trend/ Bearing ) Penunjaman ( Plunge ) Rake / Pitch Kekar ( Joint ) Sesar ( Fault ) Lipatan ( Fold ) KINEMATIKA – GENETIKA Tegasan ( Stress ) Keterikan ( Strain ) PERIODE DEFORMASI ORDE SESAR REGIME

STRUKTUR BIDANG STRIKE STRIKE Arah garis yang dibentuk oleh perpotongan bidang batuan bidang horisontal DIP Sudut yang dibentuk oleh perpotongan permukaan bidaang batuan dengan bidang horisontal

Pola ORIENTASI penyebaran URAT-URAT KUARSA Karangsambung Utara

Plot a surface strike 040° dip 50° to NW 270° 90° Plot a surface strike 040° dip 50° to NW Atau N220 oE/40o P 180°

Urat kuarsa tersebut, boleh diplot dalam satu proyeksi Hasil eksplorasi prospek emas di Gombong diperoleh data-data urat kuarsa sebagai berikut. Plot/proyeksikan strike dan dip urat kuarsa tersebut dalam streografis 0° 270° 90° 180° Urat kuarsa 1 N 30oE/70o Urat kuarsa 2 N 70oE/60o Urat kuarsa 3 N 300oE/50o Urat kuarsa 4 N 225oE/55o Urat kuarsa 5 N 180oE/45o Urat kuarsa 6 N 170oE/70o Urat kuarsa 7 N 270oE/60o Urat kuarsa tersebut, boleh diplot dalam satu proyeksi

Urat kuarsa 1 dipotong oleh 2 sesar besar yang berarah N 30oE/60o dan N 140oE/70o. Plot kedua sesar tersebut dalam proyeksi streografis dan tentukan Gaya 1, Gaya 2, dan Gaya 3 Jika lancip, maka Gaya 1 Catatan : 1. Perpotongan bidang 1 dan bidang 2 adalah Gaya 2 Gaya 2 Catatan : 2. Tugas dapat dikumpulkan ke ketua kelas. Ketua kelas nanti sore sms saya 081210274300 (untuk menyerahkan tugas kepada saya). Terima kasih