1. PROFIL TANAH 2. SIFAT KIMIA TANAH 3. SIFAT FISIK TANAH

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PEDOSFER KELAS X SEMESTER I.
Advertisements

Kesuburan Tanah (5) FOSFOS (P) & KALIUM (K) Semester Genap 2006/2007
REAKSI TANAH (pH).
PEMBENTUKAN TANAH.
PEDOSFER JenisTanah di Indonesia Kerusakan Tanah Pengertian
PROSES PEMBENTUKAN DAN JENIS TANAH
Unsur Hara Mikro: Kation & Anion
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
SIFAT-SIFAT FISIK DAN MORFOLOGI TANAH
Bahan Organik Tanah Biomasa Hidup (4%) Senyawa Non Humik (30%)
FAKTOR FAKTOR PEMBENTUK TANAH
Daur Biogeokimia.
PELAPUKAN KIMIA/DEKOMPOSISI/ CHEMICAL WHEATERING
TANAH / PEDOSFER OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd.
Dinamika Litosfer E. Pengaruh Proses Eksogen Terhadap Kehidupan
TANAH-TANAH APEL DI BATU
Daur Biogeokimia.
FIKSASI DAN METABOLISME NITROGEN
Materi biologi kelas X Semester 2. Standar Kompetensi Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia.
Banyak mengalami kendala untuk pengembangan pertanian
Mengevaluasi Status Kesuburan Tanah
DASAR ILMU TANAH UNTUK AGROEKOTEK Ir. Ajidirman,MP DASAR ILMU TANAH UNTUK AGROEKOTEK Ir. Ajidirman,MP PENDAHULUAN Tanah secara umum dipahami sebagai bagian.
SIKLUS BIOGEOKIMIA.
Tanah sbg subtrat.
SIFAT FISIK SIFAT KIMIA SIFAT BIOLOGI
Keasaman Tanah.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
GEOGRAFI TANAH TUJUAN Mahasiswa dapat memahami faktor dan pembentukkan tanah dan mampu mengidentifikasi sifat-sifat tanah serta klasifikasi tanah POKOK.
MK. AGROSTOLOGI (Staf pengajar Nyimas Popi Indriani)
PENDAHULUAN Definisi tanah Profil Tanah
PEDOSFER.
PERTANIAN LAHAN MARJINAL
SIFAT KIMIA TANAH : reaksi tanah
Proses Perkembangan Tanah
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
KESUBURAN TANAH DAN NUTRISI TANAMAN
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA
Kesuburan Tanah (2) Unsur Hara Semester Genap 2006/2007
`DASAR AGROTEKNOLOGI` Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
TANAH MERUPAKAN LAHAN BUDIDAYA
Oleh : Artharini Irsyammawati,S.Pt.MP
Faktor-Faktor Pembentukan Tanah
Kesuburan Tanah (3) KARBON (C) Semester Genap 2006/2007
Daur Biogeokimia.
PEDOSFER.
TANAH DAN LINGKUNGAN TANAMAN
POKOK-POKOK BAHASAN ASPEK TANAH/LAHAN DALAM AGROEKOLOGI
UNSUR NITROGEN Peranan N bagi Tanaman:
ZAINUL HIDAYAH, S.Pi, M.App.Sc
MATA KULIAH BIOLOGI NUTRISI TUMBUHAN 26 Nop 2010 (sudah diedit)
Dr. Ir.Sutarman Gafur, MSc. (K3)
FAKTOR LINGKUNGAN YG UTAMA BAGI TUMBUHAN
TANAH TUGAS PRESENTASI KIMIA DASAR KELOMPOK 1.
BAHAN PENYUSUN TANAH.
Ekosistem Hutan dan Agroforestri
Tanah dan Keberlangsungannya
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN
GEOGRAFI TANAH TUJUAN Mahasiswa dapat memahami faktor dan pembentukkan tanah dan mampu mengidentifikasi sifat-sifat tanah serta klasifikasi tanah POKOK.
PERAN BIOTA TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
KONSEP TANAH Apa itu Tanah ? Alasan untuk mempelajari ilmu tanah
BAB V. SIFAT BIOLOGI TANAH
BAB II. FAKTOR PEMBENTUK TANAH
BOT BAHAN ORGANIK TANAH MK. Dasar Ilmu Tanah
BAHAN ORGANIK TANAH DEFINISI BAHAN ORGANIK Sumber bahan organik Komposisi bahan organik dekomposisi bahan organik Humus Peranan bahan organik Faktor.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN MAKHLUK HIDUP NAMA KELOMPOK : ELVA MEIROSA MELI WULAN ASIH DEA ANANDA LUSIANA SARI AMELLIA PUTRI RAFIKA S ISTIQOMAH.
PEDOSFER (Lapisan Tanah)
Siklus Nitrogen A. Pengertian Nitrogen Nitrogen merupakan elemen yang sangat esensial, menyusun bermacam-macam persenyawaan penting, baik organik maupun.
Transcript presentasi:

1. PROFIL TANAH 2. SIFAT KIMIA TANAH 3. SIFAT FISIK TANAH BIOLOGI TANAH 1. PROFIL TANAH 2. SIFAT KIMIA TANAH 3. SIFAT FISIK TANAH

1. PROFIL TANAH Profil tanah adalah irisan melintang tegak lurus tanah, dibuat dengan cara menggali lubang dengan panjang, lebar dan kedalaman tertentu Pada profil tanah dapat dilihat adanya lapisan-lapisan/ horizon-horizon tanah yang terbentuk dari hasil hancuran dan pembentukan tanah Tanah terbentuk sebagai hasil hancuran, destruktif dan konstruktif dari bahan induk tanah Contoh profil tanah dapat dilihat dari gambar 2 berikut :

((((((

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan tanah Iklim (suhu dan curah hujan) Organisme hidup (vegetasi, biota) Sifat bahan induk (tekstur, struktur, susunan kimia dan mineral) Topografi tanah Waktu, selama bahan induk diubah menjadi tanah Tanah = f (i, o, bi, t, w)

Iklim Iklim yang paling berpengaruh terhadap pembentukan tanah terutama curah hujan dan suhu Suhu rendah menekan jalannya reaksi kimia, suhu tinggi mempercepat jalannya reaksi kimia Atas dasar curah hujan dibedakan daerah: Arid, curah hujan rendah, tanaman sukar tumbuh, tanah kering, proses hancuran bersifat mekanik Humid, curah hujan tinggi, vegetasi dan biota tanah tumbuh baik, proses hancuran bersifat kimia

Organisme Organisme makro, cacing, akar tanaman menyerap unsur hara dari lapisan tanah terdalam dan mendepositkan unsur tsb melalui daun dan tangkai yang rontok di atas permukaan tanah Organisme mikro, berperan pada proses dekomposisi dan pembentukan humus Organisme tanah secara umum berperan pada: pembentukan humus Mineralisasi tanah pencampuran tanah Pembentukan profil tanah Sifat fisik dan kimia tanah

Bahan induk Sifat bahan induk, terutama susunan kimia dan mineral tanah berpengaruh pada ciri tanah Contoh bahan induk yang terdiri dari batuan kapur pada daerah humid dan vegetasi yang tumbuh akan membentuk tanah basa yang kaya akan logam dan basa

Topografi Topografi atau kemiringan tanah berpengaruh pada pembentukan tanah, Pergerakan air dan bahan terlarut berpindah dari satu tempat ke tempat lain, baik melalui drainase atau erosi di tentukan oleh topografi Di dataran rendah, air sukar terbuang dengan cepat, dan bila drainase buruk, maka air akan tergenang sepanjang tahun, warna tanah pucat biru kelabu Di lereng2 pegunungan, peka terhadap erosi, sehingga solum/kedalaman tanahnya dangkal

Waktu Lamanya waktu suatu bahan mengalami hancuran memegang peranan penting pada pembentukan tanah Di daerah hutan, iklim dingin dan basah, ditaksir pembentukan tanah muda berlangsung 200 tahun Di daerah tropik, curah hujan tinggidan vegetasi lebat, pembentukan tanah muda dipercepat menjadi 50 tahun

Ciri-ciri tanah Pada tingkat permulaan pembentukan tanah, ciri tanah muda sama dengan bahan/batuan induknya, profil tanah belum terbentuk Pada tanah dewasa, hancuran bersifat konstruktif, pembentukan tanah dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan, profil tanah sudah terbentuk, warna tanah tetap di dominasi bahan induk, tanah dalam keadaan keseimbangan dinamik

Horizon tanah Horizon tanah dalam profil tanah terdiri dari: Horizon/Lapisan A,lapisan aluvial, terletak dipermukaan tanah, zona pencucian maksimal, kaya lapisan organik Horizon B, lapisan iluvial (menumpuk), lapisan penimbunan (kalsium karbonat, kalsium sulfat, garam lain) dari permukaan atas maupun dari bawah Horizon C, lapisan induk yang kurang mengalami hancuran, identik dengan bahan dari hor A dan B Horizon terbawah, bahan induk berupa batuan

Tanah Tersusun atas komposisi : Bahan organik Bahan mineral Air dan Udara

Komposisi Tanah

SIFAT FISIK TANAH SIFAT FISIK TANAH terdiri dari : Struktur Tanah / Tekstur tanah Konsistensi tanah Warna tanah

Segi Tiga Tekstur Tanah Tekstur tanah, adalah komposisi fraksi (ukuran butiran) bahan mineral tanah yang terdiri dari : Clay / debu : <0,002 mm Silt / liat : 0,002 – 0,05 mm Sand / pasir : 0,05 –2,0 mm Pasir halus : 0,05 – 0,25 mm Pasir kasar : 0,25 – 2,0 mm Gravel : > 2 mm

Dari segi tiga tekstur menunjukan bahwa di alam terbuka tanah terdiri campuran beberapa fraksi/partikel tanah, perbandingan antara ketiga fraksi menentukan jenis tanah pokok, contoh : Tanah pasir : bila fraksi pasir > 85% Tanah loam / lempung (lanau): campuran pasir, debu dan liat seimbang Tanah berdebu : debu>80%, liat <12% Tanah pasir : pasir >85% Tanah liat : liat >55%, debu <40%, pasir < 10%

Struktur Tanah, terdiri dari. - bentuk dan susunan agregat Struktur Tanah, terdiri dari - bentuk dan susunan agregat - Ukuran agregat - Kekuatan agregat

Konsistensi tanah Kekuatan daya kohesi dan adhesi tanah pada berbagai kelembaban Tergantung dari tekstur tanah, bahan organik tanah dan bahan koloidal tanah Bentuk konsistensi tanah: konsistensi Basah: kental, lekat konsistensi lembab: lunak, gembur konsistensi kering: keras, menggumpal/berbongkah

Warna tanah Untuk melihat warna tanah digunakan alat “Soil color chart” Warna tanah dasar yang sering dijumpai, adalah Kuning Merah Coklat Putih hitam Campuran warna tsb

2. SIFAT KIMIA TANAH, semua reaksi kimia yang ada dalam tanah Unsur hara dan kesuburan tanah Unsur hara makro, dibutuhkan organisme dalam jumlah besar, unsur N, P, K, C, H, O,S, Ca, Mg Unsur hara hara mikro, dibutuhkan organisme dalam jumlah kecil, Fe, Mn, Zn, Cu, B, Cl, Mo, Co pH tanah, Tanah masam, < pH 6 (unsur hara diikat oleh Al dan Fe) Tanah netral, pH 6-7,5 (unsur hara tersedia bebas) Tanah basa, > pH 7,5 (unsur hara diikat oleh Ca)

Dekomposisi Mineralisasi Siklus C, N, P

Dekomposisi Proses penghancuran bahan bahan organik tanah oleh organisme tanah dan iklim Menghasilkan bahan organik tanah/humus tanah Tanah-tanah organik Kaya akan N

Detritus (Plant Debris) O2 CO2 energy Detritus (Plant Debris) Earthworms Fungi Bacteria Soil Humus

Mineralisasi Proses pembentukan mineral tanah dari bahan induk oleh faktor-faktor Tanah = f (i, o, bi, t, w) menghasilkan bahan-bahan mineral tanah

Tanah Tersusun atas komposisi : Bahan organik Bahan mineral Air dan Udara

Komposisi Tanah

Siklus Carbon Biomass CO2 Detritus (Plant Debris) degradation Fungi (living organisms) CO2 Detritus (Plant Debris) (identifiable dead tissue) degradation Fungi Earthworms Bacteria Soil Humus (nonliving, nontissue decay products) Humin (insoluble) Humic Acid (insoluble in acid) Fulvic Acid (soluble)

Organic Matter Degradation: Nutrient Cycling Biomass Detritus (Plant Debris) Nutrient Incorporation Nutrient Release Soil Humus

Siklus Nitrogen Transformasi N dalamtanah Aminisasi Amonifikasi Nitrifikasi Volatilisasi Fiksasi N oleh bakteri bintil akar Mikoriza Azofikasi

Nitrifikasi, proses pembentukan nitrit ada 2 proses : Aminisasi, proses enzimatik yang dilakukan bakteri merubah N penjadi protein / asam-asam amino Amonifikasi, proses enzimatik yang dilakukan bakteri tanah, N menjadi Amonia (NH4+) Nitrifikasi, proses pembentukan nitrit ada 2 proses : Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus, merubah amonia  nitrit (NO2-) Nitrobacter, merubah nitrit  nitrat(NO3-) Volatilisasi , proses menguapnya N ke udara menjadi NO2

Siklus Notrogen

Bacterial-Plant Symbiosis legumes

Nitrogen Fixation * Grasses-Azospirillum/Azobactor Symbiotic relation between bacteria and plants: -e.g., legumes + Rhizobium bacteria require plant for growth; plant gains ‘free’ source of available N * Grasses-Azospirillum/Azobactor

Frankia Nodules on Alder N-Fixation: Frankia - actinomycetes - associates with desert shrubs (e.g., Ceanothus) and various tree species (e.g., alder) Frankia Nodules on Alder

Fungi-Plant Interaction Mycorrhizae (root fungus) - extension of root system - fungus enhances nutrient and water intake - plants provide carbon source Nearly 90% of native plants have mycorrhizae association

ektomikoriza

- association at exterior of root - develop on evergreen trees and shrubs

Mycorrhizae Endomycorrhizae - Associations occur in root interior between cells - Develop on deciduous trees, annual and herbaceous plants

Siklus P (fosfor) Sumber P dalam tanah P inorganik P organik Hasil pelapukan bahan induk tanah/batuan fosfat P organik Pupuk buatan Pupuk organik/hijau Pupuk kandang Kotoran burung guano di pesisir pantai

Manfaat P pada tanaman, umempengaruhi metabolisme tanaman, untuk pembentukan sel dan pertumbuhan tanaman Problem P dalam Tanah, Pada tanah asam, P akan diikat oleh Fe dan Al Pada tanah basa, P akan diikat oleh Ca

Siklus P (Fosfor)