Ilustrasi Kasus Identitas Pasien Nama : Ny S Usia : 58 tahun

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Bab 4 Batuk dan atau Kesulitan Bernapas Kasus II
Advertisements

DISKUSI PASIEN POLIKLINIK GERIATRI TERPADU RSCM
SEORANG ANAK LELAKI DENGAN KETERLAMBATAN MOTORIK KASAR
Bab 6 Demam.
Diskusi Topik SESAK NAPAS & BATUK
Presentasi Kasus KEJANG DEMAM
Presentasi Kasus: Gangguan Nutrisi
Presentasi Kasus Bedah Onkologi
Laki-Laki 30 tahun dengan Left Ophtalmoplegi Total ec susp
Kasus 1 Infeksi. Seorang anak perempuan umur 12 bulan. Dirawat di RSUP Dr Kariadi 22 Agustus – 8 September 2010 ( 18 hari ) Keluhan : demam RPS : Anamnesa.
Presentasi Kasus IKTERIK
Diskusi Kasus Demam Kelompok D – Rotasi 2 – T.A
Senin, 29 Oktober 2012 Beladenta Amalia Riskie Wulancahya
Tumbuh Kembang – Pediatrik Sosial 17 Februari 2014
Laporan Jaga 15 Januari-16 Januari 2010 RSP
Presentasi Kasus Ikterus
Kasus SBI.
DK Poliklinik Geriatri 3 Gadistya – Halida – Rizal – Gema – Iqbal – Nabella.
DK Poliklinik Geriatri 3
Kasus Kematian 13 Januari 2013
DK poli 4 Kelompok D. Keluhan utama Nyeri dan kaku pada jari jari tangan sejak 2 minggu lalu. Atau hipertensi tidak terkontrol sejak 5 tahun lalu.
ADVANCED PAEDIATRIC LIFE SUPPORT PENGENALAN PADA ANAK DENGA SERIUS TRAUMA.
DISKUSI TOPIK SESAK NAPAS DAN BATUK Ibu N, usia 37 tahun dirawat di rumah sakit karena sesak napas sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Mulanya.
PEMERIKSAAN FISIK SISTEM KARDIOVASKULER
PENGKAJIAN FISIK PADA ANAK DIARE
STUDI KASUS PENGKAJIAN FISIK
Askep gangguan system kardiovaskuler Ns. Yani Sofiani, M. Kep., SpMB
PEMERIKSAAN FISIK PADA IBU, BAYI DAN ANAK BALITA
Riwanti Estiasari, Darma Imran
Presentasi Kasus Penurunan Berat Badan
Irma Nur Amalia, S.kep.,Ners., M.Kep
Pemeriksaan Fisik Sesuai Sistematika Tubuh
Radiologi Abdomen.
ANAMNESA,PEMERIKSAN FISIK,ANAMNESA DAN ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR
ABORTUS INKOMPLIT.
PEMERIKSAAN FISIK.
PENGKAJIAN BAYI BARU LAHIR
Asuhan Keperawatan kepada An
SEORANG WANITA 45TAHUN DENGAN KOLESISTITIS AKUT
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN FRAKTUR
TUGAS PRESENTASI JANTUNG Pembimbing: dr. Herry Supriyanto, Sp. JP
24 Oktober 2013 Monica Ayu Rossalya
ACUTE KIDNEY INJURY + HYPERTENSIVE HEART DISEASE
Myelitis Inas Amalia Mahasin
TUBERKULOSIS PARU KASUS KAMBUH PADA GERIATRI
KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN PENYAKIT SARAF
Hepatitis Virus Akut disertai Hernia Nukleus Pulposus
PENILAIAN PENDERITA.
Tanggal : 02/04/ I Putu Alam M - Riva Nita H - Junaedi
LANSIA DENGAN GANGGUAN BIOLOGIS
Laporan kasus CARCINOMA MAMMAE
Laporan Jaga Selasa Malam 04/08/2015
Case Report Christopher Rinaldi
Laporan JAGA Minggu, 27 November 2016
LAPORAN PRESENTASI KASUS Congestif Heart Failure dengan Hipertensi Heart Disease dr. Inti Herdianti.
PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan yang meliputi seluruh tubuh penderita, untuk menemukan berbagai tanda. Dilakukan secara sistematis dan berurutan. HERRI PROPHERTY.
PEMERIKSAAN FISIK SISTEM KARDIOVASKULER
Noviani. Identitas Pasien  Nama: An RAZ  Umur: 5 tahun  Jenis Kelamin: Perempuan  Alamat: Gampong Asan  Agama: Islam  Nomor RM: 248xxx  Tanggal.
ASUHAN KEPERAWATAN NY. A DENGAN PRE-POST APENDICTOMY OLEH: NS. CATTLEYA.
Morning Report Oleh : Muhammad Nazhif Haykal Haris Sahirul Alim Mohammad Aulia A A S 1 Supervisor : dr. Kurniawan T. Kadafi, Sp. A (K), M.Biomed.
FARMAKOTERAPI III “ Studi Kasus Tentang Asma Bronkial “ pada Anak dengan Penyelesaian Metode SOAP dan PAM Disusun Oleh : Nama : Nurul Rahmania Semester:
PEMERIKSAAN FISIK SISTEM KARDIOVASKULER
28 Januari Nama / RMDPJPAssessmentObjectiveTerapi 1.Tn. Safri Bustam/ /40thn/IC Lantai 2 Dr. dr. Nur Ahmad Tabri, Sp.PD, K-P, Sp.P (K) Tuberkulosis.
BED SITE TEACHING Disusun Oleh : Dwi Bella Safira Preseptor : dr. Festy S, Sp.PD SMF ILMU PENYAKIT DALAM RSUD AL-IHSAN BANDUNG PROGRAM PENDIDIKAN.
LAPORAN JAGA 21 APRIL IDENTITAS NAMA : Ny. A USIA : 19 tahun.
PRESENTASI KASUS CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) PEMBIMBING Dr. dr. I Gede Arinton, Sp. PD, KGEH, MKOM, MMR.
LAPORAN KASUS PEMBIMBING: dr. Hijrah Saputra, Sp.PD Disusun Oleh Dwi Rahma Mutiarani STASE ILMU PENYAKIT DALAM PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS.
VERTIGO PRODROMAL SYMTOMPS
Nama/Usia : An. S / 12 thn MRS: 6/5/19 Anamnesa Keluhan Utama: tidak bisa buang air kecil sejak pkl ( 10 jam SMRS) Keluhan tambahan: BAK anyang-anyangan,
CBD ENDOKRIN HIPERTIROID. ANAMNESE PRIBADI Perempuan 55th Tanggal Lahir Alamat : Dusun titi kuning Kelurahan Suka mandi Hulu Kec. Pagar merbau.
Transcript presentasi:

Ilustrasi Kasus Identitas Pasien Nama : Ny S Usia : 58 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Bekasi Selatan Agama : Protestan

ILUSTRASI KASUS SURVEY PRIMER Airway : Bebas, tidak ada sumbatan Breathing : spontan, reguler, 25x/min, simetris saat inspirasi dan ekspirasi, bunyi napas tambahan (-), penggunaan otot bantu napas (-), tidak tampak sesak. Circulation : HR 68x/min, regular, teraba kuat, akral hangat, CRT < 2”, pucat. Disability : GCS 15 (E4M6V5 Exposure : -

Evaluasi Masalah Takipnea Pucat

Tata Laksana Awal O2 3 L/menit NaCl 0,9 % 20 tetes/menit Cek Darah Perifer Lengkap

Evaluasi Tanda Vital Tekanan darah : 110/70 mmHg Frekuensi Nadi : 70 x/menit Frekuensi Napas : 20 x/menit Suhu : 370 C

Keluhan Utama: Tubuh pasien semakin lemah sejak 2 hari smrs Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien setiap bulan rutin melakukan transfusi ke RS. Persahabatan karena anemia yang dialaminya. Ada rencana untuk dilakukan pungsi sumsum tulang , tapi pasien menolak untuk dilakukan. Pasien memiliki riwayat sakit ginjal, tapi belum dianjurkan untuk mencuci darahnya. Sejak 2 hari smrs, tubuh pasien semakin melemah. BAK normal, mual (-), muntah (-), demam (-), batuk (-). Bengkak kedua kaki (+), mimisan (-), perdarahan lewat vagina (-), kuning (-).

Riwayat Penyakit Dahulu Hipertensi (+) >20 tahun terkontrol (valsatran dan amlodipin), DM (-). Riwayat Penyakit Keluarga Hipertensi (-), DM (-), Asma (-) Riwayat Sosial & Kebiasaan pasien adalah ibu rumah tangga, minum jamu-jamuan (-), rokok (-).  

PEMERIKSAAN FISIK Sistem Susunan Saraf Pusat: Pasien sadar : GCS 15 (E4M6V5) Pupil isokor, reaktif, refleks cahaya langsung +/+, refleks cahaya tidak langsung +/+ Nervus kranialis : tidak ada paresis Motorik : Tidak ada paresis Sensorik : Tidak ada hipesthesia Sistem Kardiovaskuler: Inspeksi: Iktus kordis tidak terlihat Palpasi: Iktus kordis teraba pada sela iga 5 linea aksilaris anterior kiri Perkusi: Batas jantung kanan : sela iga 4 linea parasternalis kanan Batas jantung kiri : sela iga 5 linea aksilaris anterior kiri Pinggang jantung : sela iga 3 linea parasternalis kiri Auskultasi: Bunyi jantung I-II normal, gallop (-), murmur (-) JVP 5-2 cmH2O Ekstremitas : Akral hangat, edema tungkai bawah +/+

Sistem Respirasi: Inspeksi: Pengembangan dada simetris saat inspirasi dan ekspirasi, tampak sesak dan retraksi interkostae (-) dan supraklavikula (-) Palpasi: Fremitus dada kiri dan kanan sama, ekspansi dada simetris. Perkusi: Sonor Batas paru-hati : sela iga 5 linea midklavikula kiri Batas paru lambung : sela iga 7 linea aksilaris anterior Auskultasi: Vesikuler +/+, wheezing -/-, rhonki kasar +/+ pada kedua basal paru Sistem Gastrointestinal Inspeksi: Datar, lemas Palpasi: hati dan limpa tidak teraba, tidak ada nyeri tekan Perkusi: Timpani, shifting dullness (-) Auskultasi: Bising usus (+) normal Sistem Metabolik: Tidak ada pembesaran tiroid Sistem Infeksi: Tidak ada pembesaran KGB Sistem Hematologi: Konjungtiva anemis +/+, sclera ikterik -/-.

Pemeriksaan Laboratorium Hasil Nilai Rujukan Darah Rutin Leukosit 5.820 5-10 ribu/mm3 Hemoglobin 7,7 12 – 16 g/dL Hematokrit 21 35 – 47 % MCV 84,9 80-100 fl MCH 31,4 25-34 pg MCHC 37,0 32-35 g/dL Trombosit 133.000 150.000-400.000 /uL Glukosa Darah Sewaktu 91 <180 MG/dL Natrium 110 135-147 mEq/L Kalium 3,5 3.50-5.50 meq/l Klorida 83 100-106 meq/l Ureum 10-50 mg/dL Kreatinin 0.5-1.5 mg/dL

FOTO TORAKS AP CTR < 50 %, infiltrat negatif, corakan bronkovesikular normal.

Hasil EKG: Irama sinus, tidak ada kelainan yg ditemukan.

Daftar Masalah General weakness Bisitopenia (anemia + trombositopenia) ec. MDS DD/ CKD CKD st. IV Hiponatremia

Tata Laksana Lanjutan Ranitidine 1 amp IV Diphenhidramin 1 amp IV Lasix 1 amp Transfusi darah target HB 10 g/dL

PEMBAHASAN Anemia yang dimiliki oleh pasien pemeriksaan fisik (konjungtiva anemis, wajah pucat) dan hasil laboratorium memperlihatkan Hb yang rendah (7,7 g/dL) serta hematokrit yang menurun (21%). Sesuai dengan indikasi untuk dilakukan transfusi darah. Produk darah yang diberikan adalah PRC  untuk menaikkan Hb bukan karena perdarahan masif. Perlu diwaspadai adanya komplikasi transfusi darah reaksi hemolitik, transmisi penyakit, reaksi alergi, demam, dll. Perlu dilakukan crossmatch dan pemberian premedikasi.

Premedikasi Diuretik untuk mencegah overload cairan dalam tubuh resipien  Lasix 1 amp. Antihistamin  untuk mencegah reaksi alergi diphenhydramin 1 amp IV.

Diphenhydramin Antihistamin Mengeblok reseptor H1 histamin pada sel-sel efektor di traktus digestivus, pembuluh darah, dan traktus respiratorius. Bisa menyebabkan sedasi dan memiliki efek antikolinergik. Absorpsi: diabsorpsi dengan baik di GI tract (oral), konsentrasi plasma memuncak setelah 1-4 jam. Distribusi: distribusi luas, CNS, melewati plasenta dan kelenjar susu, diikat dengan kuat oleh protein. Metabolisme: Extensive first-pass metabolism. Eksresi: melalui urine.

Lasix Loop Diuretik Diindikasikan untuk edema akibat gangguan jantung, hepar, atau ginjal. Inj: untuk diuresis cepat/ jika penggunaan oral tidak memungkinkan. Menghambat reabsorpsi air di nefron dengan menge-blok kotransporter natrium-kalium-dan klorida pada tubulus ascending lengkung henle. Absorpsi: 60% diabsoprsi pada pasien dengan fungsi renal normal. Diabsorpsi di GI tract. Pada IV, diuresis muncul 30 menit, selama 2 jam. Distribusi: 95% diikat oleh protein plasma. Metabolisme: hanya sedikit yang dimetabolisme oleh hepar. Ekskresi: urin